
Setelah sepuluh hari berlalu, io selalu menemani Erin di hotel nya, iya jarang sekali pulang ke rumah sementara Alfa di urus oleh nenek nya yaitu ibu nya io.
Kini ER-RIO di urus lagi oleh Nia, karena masa mabuk karena kehamilan nya sudah stabil.
"Mas, aku rasa mual dan selalu pusing saat rapat." Ucap Erin menyandarkan kepalanya di pundak sang suami sambil duduk menonton salah satu acara televisi.
"Sebaik nya kita ke dokter, periksa kesehatan mu. Aku tidak ingin kau kelelahan memimpin hotel ini, biar aku yang menggantikan mu saat rapat mulai besok, aku tidak ingin kau kenapa napa. Lagi pula Nia juga sudah kembali mengurus ER-RIO." Ujar suami Erin.
"Iya."
"Apa kau menginginkan sesuatu." Tanya sang suami dengan penuh perhatian.
"Tidak, aku hanya ingin sekali makan sate Padang." Tutur nya, membuat io mendengar permintaan sang istri semakin aneh.
"Aku rasa kau harus cek ke dokter kandungan." Jawab io.
"Aku menginginkan sate Padang kenapa lari nya ke dokter kandungan." Kesal nya, pada sang suami.
"Aku merasakan hal yang aneh, kau begitu manja tidak seperti biasa nya, dan semenjak kapan kau menyukai sate Padang bukan kah kau sama sekali tidak menyukai nya." Ujar io, penasaran.
"Benar kah."
"Iya kau begitu aneh, tapi semoga saja. Aku sangat menginginkan adik untuk Alfa." Tutur io.
"Baik lah aku ingat ingat lagi, terakhir datang bulan." Tutur Erin, iya meraih kalender kecil di meja sebelah sofa.
Lalu mata Erin melihat kalender itu dengan sejelas mungkin memastikan yang ia lihat adalah benar.
"Kenapa."
"Mas benar, aku sudah dua bulan tidak." kata kata Erin pun terputus.
"Aku akan punya anak lagi." Ucap io, yang sudah meraih kalender yang ada di tangan Erin dengan sangat girang.
"Kau tidak suka." Tanya io.
"Suka, tapi aku akan risen dari hotel." Ucap nya dengan pelan.
"Kenapa, apa hotel ini lebih penting di banding anak kita." Tanya nya yang membuat Erin terkejut.
__ADS_1
"Kenapa mas berkata seperti itu." Ucap nya.
"Hal ini yang ku tunggu tunggu, namun kau seperti tidak menyukai nya." Jelas io dengan pelan.
"Harta tidak penting bagiku Erin, kehilangan mu dulu aku pernah hampir gila. Bagiku kau dan anak kita adalah segalanya." Ucap io dengan memeluk Erin.
"Maafkan aku mas, aku akan risen dr hotel dan membesarkan anak anak kita." Ucap Erin membalas pelukan io semakin erat.
"Terima kasih sayang, terima kasih." Ucap nya mencium pucuk kepala Erin.
Kedua nya sangat bahagia, apa lagi Erin iya sangat beruntung bisa mendapatkan io suami yang sangat perhatian juga penuh kasih sayang yang tiada Tara bagi nya.
Semenjak io pernah kehilangan Erin, iya semakin sayang kepada wanita itu, wanita yang ia nikahi tanpa cinta dulu nya kini wanita itu yang membuat dirinya tergila gila, bahkan sempurna di mata io.
Bagai nasi empat sehat lima sempurna, rumah tangga nya walau banyak sekali krikil dan badai yang menghantam kedua nya di uji di kedua pihak nya namun mereka tetap kokoh.
******************************************
Disisi lain, Zidan Al-Rasid masih dengan ketepurukan nya. Semenjak ulah ibu nya io, tentang berita itu kini Zidan dalam pengawasan kedua orang tua nya, mau tidak mau iya harus mengubur obsesi nya mengejar istri orang itu dari pada dirinya akan hidup serba kekurangan. Karena kedua orang tua nya telah mengancam, atas kejadian itu Zidan akan menikah dengan wanita pilihan kedua orang tua nya seorang polwan cantik dan galak bernama Agista.
Zidan masih terpaku di ranjang kamar nya yang mewah itu, iya benar benar bingung iya kan menikahi wanita pilihan orang tua nya jika tidak iya akan di depak dari kartu keluarga nya dan akan menjadi seorang gelandangan bila itu terjadi.
"Erina, kau membuat ku buta." Gumam nya.
"Kau membuat ku tergila gila Erin, apa yang ada di dalam dirimu sehingga kau membuat aku setiap detik memikirkan mu." Batin nya seakan akan dirinya hampir gila di buat nya.
"Aghrrrrrt." Zidan melangkah, dan membanting barang barang yang ada di meja kamar nya dan membuat semua berserak di lantai membuat semua nya hancur dan berantakan.
"Aku tidak terima ini Erin..." Teriak nya, seperti orang yang sudah tidak waras lagi.
Zidan benar benar sangat terobsesi, sehingga iya seakan akan gila di buat semua ini.
Teriakan Zidan dan barang barang yang di banting oleh nya membuat sang ibu Zidan mengetahui nya dan segera mengetuk pintu sang putra.
"Zidan." Panggil nya dari balik pintu.
"Zidan."
"Zidan." Ucap nya lagi berkali kali, namun Zidan tidak menghiraukan nya.
__ADS_1
Lalu membuat ayah Zidan pun penasaran, karena istri nya yang berkali kali memanggil manggil nama sang putra dan menghampiri nya.
"Ada apa." Tanya nya pada sang istri.
"Aku mendengar Zidan teriak, dan seperti membanting barang barang di dalam kamar." Tutur nya.
"Apa itu karena kita memaksa nya untuk menikahi Agista." Ujar sang ayah.
"Aku rasa begitu."
"Kalau yang iya sukai wanita tidak berstatus istri orang ayah tidak masalah Bu. Kau sendiri tau bukan berita koran yang trending topik beberapa hari lalu, dia menjadi pihak ketiga seorang CEO cantik salah satu pemilik hotel ternama." Kesal ayah Zidan.
"Sudah lah, nanti kita bicarakan." Ujar ibu Zidan.
Lalu ibu Zidan mencari kunci serep kamar sang putra semata wayang nya itu, dan setelah menemukan nya iya langsung membuka kamar Zidan.
Dan ibu nya menyapu pandangan nya kesemua arah, iya melihat Zidan duduk di bawah ranjang nya dengan pandangan yang sudah bisa di artikan.
Isi kamar nya sudah berserakan, dan berantakan semua barang barang hancur berkeping keping oleh perbuatan Zidan.
"Zidan." Panggil nya pelan, dan mengusap pucuk kepala Zidan namun Zidan masih diam terpaku tak bergeming.
"Putraku, apa kau ingin membuat ibu mu ini mati mendadak gara gara ulah mu ini." Ujar nya dengan menatap wajah Zidan.
"Sudah lah Bu, biar kan dia sendiri putra kita butuh waktu." Ucap Ayah nya Zidan.
"Ingat nak, ibu tidak rela kau seperti ini." Ucap ibu Zidan.
Namun Zidan masih acuh, kini iya membenci kedua orang tua nya yang telah memupuskan niat nya untuk mendapat kan Erina.
Kemudian kedua orang tua Zidan pun keluar dari kamar Zidan, dan Zidan masih setia dengan posisi nya iya benar benar frustasi karena tidak mendapatkan Erin di tambah iya harus menikahi Agista wanita pilihan orang tu nya.
***
Baca juga yah, sisi lain cerita seorang Zidan yang cinta mati sama Erin. Kini ia akan di jodohkan dengan seorang polwan galak.
Cek judulnya: Hallo !! MR. Tengil
__ADS_1