Erina I Love You

Erina I Love You
Ep 40. perlahan tapi pasti.


__ADS_3

Dua hari berlalu Ardi pun sedang bimbang memikirkan bagai mana cara nya, Membuat Erina menuruti kemauan nya. Bagi Ardi sangat sulit membuat nya percaya lagi. Sementara Erina merasakan ketidak nyamanan, Atas sikap Ardi kepada nya. Namun Erina masih bersikap biasa saja sudah dua hari pula Erina bekerja di ER-RIO fashion, Nia pun mendekat kan diri seakan akan sedang mengukir persahabatan dari awal.


"Selamat pagi kak Nia " Sapa nya dan tersenyum manis semanis madu.


"Hei.. Aku lebih muda dari mu, kamu harus memanggil ku Nia saja " Protes nya.


"Baik lah Kaka senior.. Upz.. Nia hehe " Jawab Erina dan tertawa bersama Nia.


"Ayo aku ajari menata baju baju disini " Ucap Nia. Erina pun mengikuti Nia dan memulai menyusun baju dan memasang nya di patung patung, Manekin. Dan sementara Ardi melihat nya dari luar toko Ardi pun sudah menahan rasa kesal nya, Dan berfikir bagai mana cara nya agar Erina menuruti kata kata nya. Ardi pun bergegas pulang kerumah rang tua nya, Untuk mengambil berkas untuk persiapan pembukaan hotel nya di Surabaya, Namun Ardi menemukan foto foto lama di kamar nya, Foto foto diri nya dengan Erina di masa dulu.


"Apa ini, Seperti Album " Gumam nya dalam hati. Dan Ardi pun membuka nya. Ardi membuka nya. Satu demi satu Ardi membuka nya. Ardi pun tersenyum melihat foto diri nya bersama Erina sewaktu Erina SMA akhir nya Ardi menemukan cara untuk menghasut Erina.


"Aku akan menunjukan foto ini kepada nya, Aku harap dia akan mempertimbang kan untuk menuruti kata kata ku " Ucap nya dalam hati, Tiba tiba Ardi pun terkejut atas datang nya sang ibunda.


"Ardi.... Apa yang sedang kamu lakukan sedari tadi ibu memanggil mu " Protes nya


"Maaf Bu Ardi tidak konsen sehingga tidak mendengar panggilan ibu " Jawab nya


"Apa sudah beres hotel yang sedang kamu bangun ?" Tanya nya.


"Sudah 99% Bu, Tinggal pembukaan dan Ardi pasti akan sibuk disana meninggakan ibu disini " Ucap nya.


"Tidak apa apa ibu selalu mendoakan mu dan apa yang kamu lihat itu nak" Tanya nya, Lagi dan melihat satu demi satu foto Gadis yang pernah mengisi hati nya.


"Erina.. " Ucap nya lagi.


"Apa kamu belum bisa melupakan nya, Ingat nak, Dia sudah bahagia di sisi Allah dan kamu disini masih harus berjalan ke depan, Jangan melihat masa lalu terus" Ucap nya.


"Ardi akan membawa foto foto ini Bu, Ardi masih belum bisa melupakan nya " Jawa nya


"Menurut lah, Ibu akan menjodohkan mu dengan gadis baik, Seperti Erina " Tambah nya.


"Bu.. Jangan paksa Ardi. " Jawab nya


"Ardi pamit Bu Asalamualikum " Ucap nya.

__ADS_1


Ibunda Ardi pun menjawab salam dan memaklumi sikap Ardi.


***********


---Di rumah---


Io pun merasa puas atas hasil laporan dari Nia sedikit demi sedikit dan juga mengorek informasi dari gadis yang mengaku bernama Karina. Sebelum berangkat ke cafe pun Io menyempat kan bermain dengan sang putra. Saat Io bermain dengan sang putra, Om Udin dan Om Asen pun tiba di rumah Io.


"Asalamualikum " Ucap Om Asen.


"Walaikumsalam bagaimana om hasil nya " Tanya nya dengan tidak sabar.


"Kamu terlalu buru buru, biar kan aku menyapa cucu ku dulu " Jawab om Asen.


"Aku pun juga sangat merindukan nya " Ucap Om Udin tidak mau kalah. Io pun hanya tersenyum melihat kedua Kakek Kakek itu saling tidak mau kalah. Ingin menyapa Alfa sang putra semata wayang nya.


"Hai cucu Akong " Ucap om Asen.


"Hei pak Asen jangan lupa dia juga cucu Ku " Jawab nya. Tidak mau kalah.


"Hallo cucu Mbah kung "Sapa nya om Udin. Dengan tersenyum kepada Alfa.


Alfa merespon kedua kakek kakek tua itu dengan terseyum dan tertawa kecil. Io hanya geleng geleng kepala melihat tingkah kedua om nya tersebut. Kemudian ibunda Io pun datang untuk membawa Alfa karena sudah masuk waktu makan nya.


"Dasar kakek kakek tua prilaku seperti anak kecil berebutan " Protes ibunda Io.


"Lihat lah dia sangat tampan mirip ayah nya keturunan keluargaku memang tampan tampan bukan " Ucap Om Asen Om Udin pun mengerut kan kedua alis nya seakan tidak percaya ucapan Om Asen.


"Kamu salah lihat lah lagi mata Alfa mirip dengan bunda nya, Sangat indah keponakan ku sangat cantik sehingga mata Alfa identik mewarisi nya " Jelas nya.


"Bu.. Bawa Alfa, Sudah masuk waktu makan kan, Jangan menghiraukan kedua kakek kakek ini " Ucap Io dengan menahan tawa nya. Kemudian Ibu Io pun membawa Alfa masuk. Kedua Om nya itu pun diam karena merasa panggilan kakek itu seakan akan terlalu tua, Seperti menolak nya.


"Aku tidak suka di panggil kakek " Protes nya. Dengan nada cetus.


"Aku juga tidak mau " Tambah nya om Udin.

__ADS_1


"Bukan kan Akong Artinya kakek bukan kenapa Om Asen protes " Protes Io lagi.


"Tapi menurut ku tidak setua kakek " Jawab nya. Om Udin pun hanya diam melihat Io dan pak Asen berdebat kecil.


"Hei Io aku kesini ingin memberitahu mu perkembangan gadis itu" Ucap nya.


"Aku juga kesini ingin memberi tahu aku belum menemukan laki laki yang sering datang kerumah nya, Menurut tetangga nya ada seorang laki laki yang sering datang dulu, Namun saat ini belum ada. " Jelas nya Om Udin.


"Sebaik nya om Udin meminta tolong sama yang dekat di situ om, Suruh ngawasi begitu, Ada laki laki itu meminta untuk merekam nya atau mengambil foto nya" Ucap Io.


"Aku dan Alen kemarin sudah ketempat alamat kelahiran gadis itu, Namun yang membuat aku bingung, Orang sekitar berkata gadis yang bernama Karina sudah meninggal sekitar satu tahun yang lalu." Jelas nya om Asen. Io pun terkejut atas informasi yang di berikan oleh Om Asen. Dan berfikir lagi.


"Apa om sudah menunjukan foto Karina mencocokan bahwa memang memang gadis itu benar Karina yang di maksud mereka yang sudah meninggal." Ucap Io.


"Belum.. Kenapa aku begitu bodoh " Sesal nya.


"Hah bodoh sekali, Kenapa aku tidak terfikir kesitu " Tambah nya lagi.


"Sebaik nya pak Asen harus kembali ke kota itu dan memastikan nya lagi " Ucap Om Udin.


"Ya kamu benar pak Udin, Aku akan kesana lagi hari ini, Aku sudah tidak sabar. Kenapa aku bodoh sekali " Ucap nya.


"Baik lah om atur semua, Dan menurut informasi dari Nia, Karina memiliki kekasih aku akan meminta Agus untuk mengawasi nya barang kali gadis itu pulang kerja, Ada yang menjeput nya." Tambah Io. Om Udin pun melanjut kan misi nya meminta tolong dari tetangga yang dekat dengan tempat tinggal yang mengaku bernama Karina. Sementara, Om Asen menyelidiki alamat yang tertera di identitas Karina, Tempat kelahiran nya.


----------------------------------------------------


Selamat pagi semua nya


semoga di beri kesehatan selalu.


Butuh kritik dan saran nya kakak


Kakak, Dan jangan lupa like coment


Rate5 dan juga vote ya.

__ADS_1


Ayo Vote nanti aku vote balik juga😂


Tinggal kan jejak mu


__ADS_2