Erina I Love You

Erina I Love You
Ep 67 Cinta atau harta.


__ADS_3

Dua hari kemudian setelah Zidan selesai bertugas dari luar kota, ia pun terkejut karena laporan dari Ifan asisten nya. Bahwa Erina ingin menemui nya di kantornya, ia bagai menang undian puluhan miliyar sehingga ia terlihat sangat girang dan bahagia.


Menurut nya itu adalah kesempatan untuk mengejar cintanya itu, walau ia sadar dan ingat bahwa dia adalah istri orang. Namun status nya tidak membuat tumbang rasa cintanya terhadap istri orang itu, menurutnya itu adalah hal yang lebih menarik.


Cinta itu buta, seperti tak mengenal apa pun itu, seakan akan di dunia ini seperti tidak ada wanita lain lagi selain Erina.


"Ifan pukul berapa dia datang."


"Pukul 09:00 sebentar lagi ia pasti akan sampai." Ucap Ifan merasa heran atas sikap Zidan yang seakan akan gugup tidak menentu dan nerves tidak karuan.


"Apa aku sudah terlihat rapi."


Zidan membolak balikan badannya untuk menunjukan nya ke asisten nya itu.


"Kenapa anda seperti anak muda jaman sekarang, cerewet dan banyak tanya." Ujar Ifan membuat Zidan melotot memberi isyarat bahwa ia akan mati jika mewalan nya.


"Kenapa kau lebih galak dariku, aku atasanmu." Ujarnya dengan penuh kesal.


Kemudian Fika mengetuk pintu ruangan nya dan memberi tahu bahwa Erina sudah tiba, ia begitu senang dan bahagia karena kedatangan Erina, ia tidak tahu niat Erin sebenarnya.


"Selamat pagi Pak Zidan."


"Selamat pagi, silahkan." Tutur Zidan itu yang telah di juluki anjing liar oleh Erina.


"Maaf apa Bu Erin berubah fikiran, untuk menjalin kerja sama denganku." Ucap nya.


"Maaf, sebenarnya aku datang kesini ada yang harus aku bicarakan secara pribadi, dan bukan tentang kerja sama kita." Jelasnya.


"Katakan lah, jangan membuatku penasaran." Ujar Zidan dan ia masih setia menunggu jawaban nya.


"Apa pak Zidan ada memata matai saya." Tanya nya dengan tegas.


"Maaf... Jika membuat anda tidak nyaman, aku sangat mengagumi anda. Sejujurnya saya menyukai anda Bu Erin." Jelasnya tanpa ragu mengutarakan isi hatinya, ia tidak peduli Erin istri orang yang ia tahu dirinya sangat menyukainya.

__ADS_1


"Jangan main-main pak Zidan. Saya sudah berkeluarga dan saya juga sudah mempunyai buah hati yang amat saya sayangi, Anda bisa mendapatkan wanita yang lebih dari diri saya diluaran sana." Ujar Erin pun semakin geram dengan penuturan Zidan yang terang-terangan mengibarkan bendera perang kepada dirinya.


"Mungkin semua ini tertengar gila, namun saya pun juga tidak bisa membohongi perasaanku sendiri Bu Erin, anda adalah wanita hebat di mata saya. Hanya anda lah yang bisa membuat ku tertarik akan hadirnya cinta."


Sejenak pun Erin diam, entah bagaimana lagi ia harus berkata dengan orang dihadapan nya ini yang terlalu berani menyukai istri orang, sungguh tindakan yang gila menurutnya.


"Dasar anjing liar, sama saja dengan kucing garong sebelumnya." Batin Erin pun menggerutui pria yang ada dihadapan nya.


"Apa Bu Erin tidak tertarik denganku, apa kurang nya aku. Bahkan aku lebih kaya dari suamimu, bahkan aku bisa memberikan semua hartaku untuk anda semua. Tinggalkan lah dia menikah lah denganku." Tuturnya membuat Erin semakin ingin menghabisi anjing liar di hadapan nya ini.


"Penawaran anda semakin menarik pak Zidan Al-Rasid."


Ucapan Erin membuat Zidan berbunga bunga seperti melayang ke atas awan.


"Tentu saja, saya akan memberikan apa pun yang Anda inginkan. Saya sangat menyukai anda Bu Erin, anda adalah wanita hebat dan tercantik yang pernah saya temui."


"Tentu saja."


"Yes... Ternyata ketampanan ku masih berlaku." Batin Zidan.


"Iya Bu Erin. Apa yang anda inginkan saya bisa memberikan semua nya. Perusahaan, Hotel atau semua miliku. Aku sungguh rela melakukan apa pun." Ucap nya dan ia pun berlutut di hadapan Erin, bagai lelaki tidak punya harga diri meminta dan memohon cintanya, sungguh tindakan gila.


"Pak Zidan."


"Iya..."


"Aku akan melakukan apa pun keinginan anda."


Zidan sangat lah bahagia detik ini, ia tidak menyangka Erin menerimanya dengan mudah.


"Pak Zidan Al-Rasid, maaf aku tidak tertarik hartamu." Tutur Erin membuat Zidan seakan akan tersambar petir, rasa perih di hatinya tak tertahan kan lagi.


"Anda menolak ku."

__ADS_1


"Iya.."


Jawaban Erin membuat Zidan seketika masuk dalam kepedihan, karena ia baru merasakan rasanya menyukai wanita namun dengan Sekejab di patahkan hatinya dengan hitungan detik.


"Ada yang harus Anda tahu pak Zidan Al-Rasid."


"Saya Erina khafianingrum, sangat mencintai suami saya dan saya tidak akan menukar cinta dan sayang saya, hanya untuk harta. Harta bisa di cari pak Zidan, tapi cinta tidak bisa di beli."


"Saya permisi pak Zidan Al-Rasid, terima kasih waktunya dan tarik kembali orang orang anda yang sering memata matai saya dan keluarga saya."


Seketika Zidan masih berlutut dan menundukkan kepalanya, ia tidak menyangka usaha nya sia sia dalam sekejab.


Lalu Erina pun melangkah dengan sangat cepat, ia takut tidak bisa mengontrol hatinya yang kini sedang meledak ledak ingin marah kepada Investor gila itu, yang sering ia juluki anjing liar baginya.


"Berani berani nya ingin menukar cintaku dengan harta." Gerutunya.


Erina pun bergegas kembali lagi ke hotel, suasana hatinya sedang sangat buruk. Padahal ia harus menghadiri rapat pagi di hotel, untuk mengembangkan cabang hotel di kota lain. Kini ia benar benar kesal, konsentrasinya terganggu hanya gara gara seorang Zidan Al-Rasid.


"Rasanya aku ingin sekali melenyapkan nya, berani berani nya ingin mengganggu rumah tanggaku, dia fikir aku ini koruptor apa yang seanaknya ingin menyogoku." Tuturnya di dalam mobil menggerutui investor gila nya itu.


Sesampainya di hotel, wajahnya terlihat kesal disana Andi dan Agus pun sudah bisa menebak ini ulah Zidan.


"Selamat pagi Bu Erin." Sapa Agus di loby, dan mengikuti langkah atasan nya itu ke ruangan nya bersama Andi.


"Andi, Agus. Periksa CCTV, kalau masih ada orang suruhan investor gila itu suruh scurity tangkap saja dan kasus kan saja, saya sudah muak sekali berurusan dengannya."


"Iya sangat menyukai anda Bu Erin, hati hati lah." Tutur Agus.


"Aku baru saja menemuinya, berani berani nya ia negosiasi dengan ku, ingin menukar mas io dengan hartanya. Dia fikir suamiku barang apa." Kesal nya ocehan demi ocehan keluar dari mulut nya sifat garang nya pun keluar meledak ledak di buat Zidan.


"Kenapa kalian masih diam disini, kalian urus CCTV cari orang itu."


"Baik lah, mohon Bu Erin tenang kami akan membereskan nya." Tutur Andi.

__ADS_1


Lalu Andi dan Agus pun bergegas membereskan apa yang di minta atasan nya tersebut, Agus dengan setia membela rumah tangga sahabat nya itu, sama hal nya dengan Andi ia begitu setia, karena Nia istrinya adalah sahabat Erin.


_______________________________________


__ADS_2