
Setelah hari hari berlalu, ibunda Ardi pun akan menemui Erin, guna meminta maaf dan juga meminta untuk membantu Ardi ringan dari hukuman nya.
"Nak Erin, ibu datang kemari ingin sekali meminta maaf kepadamu. Ibu harap nak Erin bersedia memaafkan Ardi, ibu mohon bantu lah ibu nak" Ucap ibunda nya Ardi dengan memohon ia harap Erin bersedia membantu nya.
"Bu, sampai saat ini aku belum mengingat semua yang terjadi dulu diantara aku dan dengan nya, namun aku tidak bisa berbuat apa apa ini semua sudah proses hukum" Jelas nya, Erin menggenggam erat tangan ibu Ardi.
"Ibu mohon bicara lah pada suami mu, agar membantu Ardi nak" Pinta nya sang ibunda Ardi sebenar nya Erin tidak punya keberanian, jika untuk masalah Ardi Erin merasa takut io akan marah, namun di sisi lain ia merasa kasihan.
"Baik lah Bu, Erin akan membantu ibu
tapi Erin mohon ibu jangan menangis lagi" Tutur Erin ia merasa kasihan Erin melihat wanita paruh baya itu menangis, ia pun merasa tidak tega.
"Terima kasih nak, kamu adalah wanita yang sangat baik, dan tidak heran pria mana pun pasti akan jatuh hati padamu" Ucap ibu Ardi.
"Ibu sangat berlebihan memujiku, apa ibu sudah makin siang, bagaimana kalau kita makan siang bersama" Ajak nya, dan Erin tersenyum.
"Baik lah, ibu tidak akan menolak bahkan dulu kita sering sekali makan bersamakan tapi semua itu sudah berlalu, apa putra mu tidak ikut nak" Tanya nya sekilas ia memandang wajah Erina ia masih terlihat cantik dan sangat mempesona bahkan ia sebagai wanita saja sangat mengagumi kecantikan nya.
"Alfa sedang di cafe bersama mas io Bu. Hari ini dia tidak ikut dengan ku" Tutur nya dan ia pun tersenyum.
Sesampai nya di restoran hotel Alfarisqi, ia pun duduk dan juga ia segera memesan makanan nya, dari kejauhan Zidan juga mengamati Erina dan juga sering kali ia menghabiskan waktu untuk mengikuti Erina dan ia lebih memilih untuk memata matai gerak gerik Erina dari pada kekantor dan juga menghadiri salah satu rapat nya.
Segitu penasaran nya kah Zidan sehingga ia rela membuang waktu nya hanya untuk Erin ia begitu sangat penasaran dengan istri orang itu.
__ADS_1
"Apa yang ia lakukan dengan Bu Qanita, apa mungkin dia meminta bantuan untuk Ardi " Batin Zidan ia melihat ibunda Ardi bersama Erin dari kejauhan.
********************************
"Apa ibu sudah selesai, bagaimana kalau kita segera menjenguk nya" Ucap Erina, walau pun Erina sebenar nya takut akan kemarahan suami nya, namun ia tidak akan tega melihat ibunda nya Ardi.
"Sudah ayo nak" Jawab nya sang ibunda Ardi mereka pun melangkah keluar dari hotel dan bergegas ingin menjenguk Ardi di penjara.
Sesampai nya mereka di sana Erina pun sedikit merasa ragu, namun ia tepis rasa ragu itu dan melangkah masuk.
"Mas Ardi.." Sapa nya dengan pelan ia pun merasa kasihan melihat Ardi, wajah nya kini tidak bisa di pungkiri lagi begitu mengenaskan, Ardi sangat bahagia bisa melihat sosok wanita yang kini namanya masih melekat di hati nya, Ardi pun kini begitu bahagia ia tersenyum saat melihat Erin di hadapan nya.
"Ibu bawa makanan, makan lah nak" Ucap nya sang ibu, ia paham anak nya tersenyum karna wanita di hadapan nya.
"Makan lah, nanti aku akan coba untuk membicara kan nya dengan mas io, untuk membantu mu" Tutur nya, kata kata Erin membuat Ardi semakin merasa sesak, ia masih belum menerima Erin menjadi milik orang lain.
"Apa kamu bahagia menikah dengannya, apa kamu sangat mencintai nya" Tanya Ardi dan yang membuat Erina ragu-ragu untuk menjawab, bukan karena Erina tidak mencintai io, namun Erin takut ia menyinggung perasaan pria yang ada di hadapan nya.
"Aku...aku sangat mencintai nya" Tutur Erina membuat Ardi tak bisa menahan air mata nya lagi, ia sangat mencintai wanita di hadapan nya itu.
"Maaf kan aku, maaf kan kesalahan ku yang telah membuat mu pergi dari sisiku, andai saja dulu aku tidak menyakiti diri mu aku yakin kita sudah menikah" Ucap Ardi sehingga ibu Ardi pun tidak bisa lagi membendung air mata nya lagi.
"Semua sudah berlalu, lupakan lah. Aku telah memaafkan mu, dan aku yakin akan ada yang lebih baik dari ku kelak untuk mendampingi mu" Tutur nya ia pun tidak ingin memberi kan sebuah celah untuk Ardi.
__ADS_1
"Aku masih mencintaimu, aku belum bisa untuk melupakan mu" Ucap nya Ardi dan dengan pelan juga sedikit menunduk ia tidak mampu lagi untuk menatap wajah wanita yang ada di hadapan nya, wanita yang selama ini ada di hati nya.
"Lupakan lah aku, aku tidak ingin untuk menyakiti nya lagi, cukup selama ini aku membuat nya kecewa dan aku tidak ingin membuat mas io dan Alfa tersakiti lagi oleh ku" Jelas nya dan Erina berlalu pergi meninggalkan Ardi dan ibunya Ardi hanya mematung melihat sosok wanita yang ia sayangi meninggal kan nya.
"Kenapa kamu masih mau melawan takdir nak, ingat lah dia sudah menikah Ardi, dan Erina juga telah mempunyai seorang putra, lupakan lah dia jika kamu memang mencintai nya, dan mencintai tidak harus memiliki. Merelakan Erin untuk bahagia yang harus kamu lakukan, bukan untuk membuat nya menyakiti suami dan juga anak nya" Jelas nya sang ibu dan berlalu meninggalkan Ardi.
Ibunda nya Ardi sangat kecewa dengan apa yang ia lakukan dengan Erin, dan ia meminta maaf untuk Ardi agar bisa membantu nya agar bisa meringankan
nya dari hukuman tetapi malah ia telah membuat Erin tidak nyaman, seakan akan ia mengibarkan bendera perang kepada sang ibu.
*************************
Sepulang dari menjenguk Ardi, Erina merasa bersalah, ia mengingkari janji nya kepada io bahwa ia pernah berjanji tidak akan menemui Ardi lagi tetapi nyata nya hari ini ia mengingkari nya hanya karena merasa kasihan kepada ibunda Ardi.
Kini ia sudah menuju cafe, ia ingin segera menemui suami dan anak nya disana ia juga merasa bersalah sekali karena berani ingkar janji, Erina takut io akan marah dan tidak lagi mempercayai diri nya lagi, walau io kini ada di bawah kendali nya namun ia tetap lah Erina seorang istri yang masih takut akan murka nya sang suami.
"Andi... mas io dan Alfa ada di mana, kenapa aku tidak melihatnya di ruangan nya" Tanya nya kepada Andi, ia tidak melihat suami dan anak nya di ruangan nya.
"Pak io dan Alfa ada di hotel, tadi ia telah berpesan untuk memberi tahu Bu Erin jika, Bu Erin mencari nya" Ucap Andi.
_____________________________________
Selamat sore selamat beraktivitas mohon kritik dan saran nya agar tulisan ku makin bagus dan mohon dukungan nya like comen rate dan juga vote salam semangat sehat selaluππππ
__ADS_1