
Raisa hanya bingung dan menuruti perkataan Revano
Raisa meliat arah samping kirinya
Ia terkejut karena Revano menduduki bangku persis di sampingnya
Revano hanya tersenyum melihat wajah Raisa yang memerah
Raisa hanya memalingkan wajahnya tanpa berkata sepatah kata pun
"Raisa ada apa?" tanya Viollet sambil mengunya popcornnya
"Ehm... Viollet, aku keluar sebentar ya?" bisik Raisa pelan
"Tumben? ada apa?" ucap Viollet mengerutkan dahinya
"Gue mau ke toilet dulu, udah kebelet nih" ucap nya berbohong
"Ohh, cepet ya jangan lama lama. Nanti kabur lagi" ucap Viollet terkekeh
Dengan cepat Raisa bangkit dan berjalan keluar dari ruangan tersebut
Raisa merasakan jika dirinya telah di ikuti oleh seseorang
Ia berjalan cepat untuk menghindari namun ia kalah dengan langkahan pria itu
Pria tersebut dengan cepat meraih lengan Raisa dan membawa Raisa ke tempat parkiran dimana mobil pria tersebut diparkirkan
"Lepas! Revano apa apaan sih?!" jerit Raisa sambil berusaha melepaskan cengkraman Revano
Revano hanya diam tidak menggubris perkataan Raisa
Revano memaksa Raisa memasuki mobilnya tersebut
Revano memakaikan seat belt Raisa
"Revano kamu keterlaluan!" ucap Raisa yang telah kehabisan kesabarannya
"Apa apaan sih kamu?! udah ganggu kehidupan aku?!" ucap Raisa berteriak
"Seharusnya saya yang menanyakan kamu apa alasan kamu menghindari saya?" ucap Revano dingin dan menajamkan alisnya dan menjalankan mobilnya
Raisa hanya diam karena ekspresi Revano yang berbeda dengan biasanya
Revano hanya mendengus pelan
"Kenapa kamu menghindari saya?" ucap Revano dengan lembut
"Kamu itu sama dengan semua pria brengsek yang hanya terobsesi padaku!" ucap Raisa
"Kalau saya bilang mencintai kamu bagaimana?" ucap Revano berterus terang
__ADS_1
Raisa hanya tertegun dengan perkataan Revano
"Sudahlah jika kamu tidak ingin menjawabnya sekarang. Tetapi saya akan menunggu jawabanmu" ucap Revano yang fokus menyetir
Mereka telah sampai didepan Mansion megah
"Untuk apa kita mendatangi Mansion ini?" Ucap Raisa sambil mengerutkan dahinya
"Ini Mansion ku, dan ada seseorang yang ingin menemui mu" ucap Revano dan bergegas menuruni mobil sport nya dan membukakan pintu untuk Raisa
"Siapa?" tanya Raisa penasaran
"Seseorang yang penting bagiku" ucap Revano yang segera mengenggam tangan Raisa
Raisa hanya tersipu malu karena Revano mengenggam tangannya memasuki Mansion
Masih dengan tangan yang saling mengenggam mereka berjalan di Mansion tersebut
Terlihan seorang gadis cantik berambut blonde menghampiri mereka
Raisa hanya tertegun melihat kehadiran gadis tersebut
"Kak Vano, inikah Kak Raisa yang kau ceritakan itu?" tanya gadis tersebut girang
Raisa hanya mengerutkan dahinya
"Yang Revano ceritakan? siapa dia? apa dia juga wanita simpanan Revano?" batin Raisa
"Adiknya? tunggu sebentar. Apa maksud dari ini semua? dan kenapa Revano bilang bahwa aku pacarnya?" batin Raisa
Dengan ragu ragu Raisa menyapa Chiara
"Hai Chiara" ucap Raisa tersenyum
"Hai Kak Raisa. Ternyata Kak Raisa lebih cantik dari foto yang ditunjukkan Kak Revano" ucap Chiara tersenyum
"Shit! untuk apa Chiara berbicara tentabg ku didepan Raisa?" gumam Revano
"Kak, apakah boleh aku membawa Kak Raisa mengelilingi Mansion sebentar?" ucap Chiara yang memasang wajah memelasnya
"Tapi... Huh... Yasudahlah" ucap Revano pasrah
Chiara dengan gembira menarik tangan Raisa. Ia mengajak Raisa untuk berbincang di taman Mansion
"Asal Kak Raisa tau aja ya, Kak Revano tuh sering banget ceritain Kak Raisa sampai aku pusing mendengarnya" ucap Chiara mengingat waktu Revano menceritakan Raisa tak henti hentinya
Raisa hanya tertawa kecil.
"Masa sih Revano selalu cerita tentang aku?" tanya Raisa yang tidak percaya dengan perkataan Chiara
Seorang maid datang membawa sebuah nampan dengan 2 cangkir teh
__ADS_1
"Iya Kak. Dan asal Kak Raisa tau, ini pertama kalinya Kak Revano heboh membahas tentang wanita" ucap Chiara sambil meminum tehnya
"Apa Revano tidak memiliki pacar atau semacamnya?"
"Kak Revano hanya sibuk dengan pekerjaannya, ia pernah memiliki pacar dan itu hanya teman masa kecilnya" ucap Chiara berkata jujur
Raisa hanya tertegun mendengar perkataan Chiara
"Apa Revano mencintai wanita itu?" tanya Raisa penasaran
"Ya, tetapi wanita tersebut telah mengecewakan Kak Revano sehingga membuat Kak Revano bersikap lebih dingin" ucap Chiara terdengar sedih
"Bahkan, Kak Revano telah menolak pertunangannya dengan putri dari Perdana Menteri" lanjut Chiara
"Apa Revano masih memiliki perasaan dengan mantan pacar nya?" tanya Raisa
"Tidak, Kak Revano hanya berkata, ia sedang menunggu gadis pujaannya 2 tahun yang lalu" ucap Chiara
Raisa yang mendengar perkataan Chiara hanya tersipu malu dengan wajah yang memerah
"Eh, Kak Raisa sedang sakit? kenapa wajahnya merah begitu?" ucap Chiara bingung
"Uhm, tidak. Aku tidak apa apa Chiara" ucap Raisa yang hanya menggaruk lehernya yang tidak gatal
"Oh ya, Apa kamu tinggal di Mansion ini?" tanya Raisa sambil meminum tehnya
"Huh, iya. Aku tinggal di Mansion Kak Revano karena ingin menghindari perjodohan ku" ucap Chiara sedih
"Apa? kenapa kamu juga di jodohkan di umur yang masih sangat muda?" tanya Raisa dengan geram
"Tidak, orang tua ku tidak memaksakan ku untuk mengikuti perjodohan itu" ucap Chiara
"Baiklah. Jika ada sesuatu kamu bisa bercerita dengan ku Chiara" ucap Raisa menatap Chiara dengan sendu
"Terimakasih Kak Raisa" ucap Chiara sambil memeluk Raisa
...Tbc...
Hai, hai, haaaai... Mohon maaf atas Author telat update
Sebagai permintaan maaf dari Author, Chapter ini di panjangkan ceritanya ya
Oh ya, jangan lupa kalian mampir ya di Novel terbaru Author yang 'True Love'
Jangan lupa di tekan lovenya, like, dan share ya
-dvv.ns
__ADS_1