
"Oh ya, aku belum memberi tahu Viollet tentang kejadian hari ini" gumam Raisa
Raisa beranjak dari ranjangnya dan segera mengambil ponselnya
[ Vioooo, maaf tadi ga sempet memberi kabar ] -Raisa
[ Astaga Raisa, sumpah tadi gue panik banget lu ngilang! ] -Viollet
[ Hehe iya, iya Maaf. Soalnya Revano tadi... ] -Raisa
[ Revano? trus, trus? ] -Viollet
[ Tadi Revano membawaku ke Mansionnya ] -Raisa
[ Mansion? tumben banget. ] -Viollet
[ Udah ya Vio, gue udah ngantuk nih. Besok aja ya lanjut ceritanya ] -Raisa
[ Yaudah lah. Gue juga udah ngantuk nih. Bye Raisa ] -Viollet
[ Bye Vio ] -Raisa
Karena sudah sangat lelah, Raisa perlahan lahan memejamkan matanya
Pagi hari
Kriiiinggg
Suara jam walker berbunyi
Raisa terbangun dan langsung menggapai jam walkernya
Ia terduduk sejenak untuk menghilangkan rasa kantuknya
Raisa berjalan membuka tirai yang menghalangi cahaya matahari yang sudah terang
Raisa segera bergegas membersihkan kamarnya dan bersiap siap
Ckleek
Suara pintu terbuka. Raisa segera berjalan menyelusuri lorong lorong Mansionnya dan menuruni anak tangga
"Morning mom" ucap Raisa tersenyum
"Morning Raisa"
"Dimana Valley?" ucap Raisa
"Valley manginap dirumah temannya. Ia mengerjakan tigas hingga larut malam. Jadi Valley mau tidak mau harus menginap dirumah temannya" ucap Celline menjelaskan
"Baiklah"
"Kapan dad anak pulang?" ucap Raisa sesudah menghabiskan sarapannya
"Sebenarnya daddymu akan pulang Lusa, tetapi ia harus menemui klien nya yang berasal dari Amerika" ucap Celline sambil membereskan piring di meja makan
__ADS_1
"Akhir akhir ini sepertinya dad sangat sibuk"
"Memang dadmu sangat sibuk tidak menentu" ucap Celline
"Raisa, Viollet berkata ia dan Rolvie tidak bisa menjemputmu. Jadi kamu akan berangkat dengan Pak Danu" lanjut Celline
"Baiklah, Raisa berangkat dulu. Bye mom" ucap Raisa berjalan keluar dari pintu Mansion
"Bye"
Di perjalanan
"Permisi Non, ini langsung menuju kampus XX?" ucap Pak Danu
"Iya Pak" ucap Raisa
Raisa memasuki gedung Kampusnya tersebut
Di saat Raisa berjalan, ia banyak mendapat sapaan ramah dari setiap mahasiswa Kampusnya tersebut
Lalu Raisa mendapatkan banyak setangkai bunga Mawar merah dari setiap mahasiswa
"Ada apa ini? apa yang terjadi?" batin Raisa
Viollet dan Rolvie berjalan mendekati Raisa
"Vio, Olv. Ini ada apa ya?" ucap Raisa mengerutkan dahinya
"Gue juga gak tau. Iya gak Olv?" ucap Viollet tersenyum diikuti dengan Rolvie
Pelajaran berlangsung seperti biasa
Hingga jam Kuliah telah usai
Raisa berjalan untuk mencari keberadaan Viollet dan Rolvie tetapi hasilnya nihil
Tiba tiba seorang mahasiswa datang menemui Raisa. Ia mengajak Raisa untuk ikut dengannya dan menutup mata Raisa menggunakan kain
Raisa hanya mengikuti mahasiswa tersebut
Raisa hanya heran mendengar banyak teriakan tariakan
Mahasiswa yang menuntun jalan Raisa pun berhenti melangkahkan kakinya
Raisa merasakan tangab seseorang berusaha membuka penutup kalin tersebut
Raisa mengerjapkan matanya. Ia melihat Revano membawa seikat bunga dan mereka dikelilingi oleh banyak mahasiswa
"Ku beranikan hari ini untuk mengungkapkan yang selama ini menjadi resah. Resah jika kamu tak menjadi milikku selamanya. Raisa, maukah kamu menjadi pacarku?" ucap Revano sambil menekukkan kaki kirinya sambil memberikan setangkai bunga dengan jumlah yang banyak
Seluruh mahasiswa berteriak dengan antusias meyakinkan Raisa
Dengan ragu ragu Raisa hanya menganggukkan kepalanya
Tampak seseorang memperhatikan Revano dan Raisa dengan tatapan geram melihat Raisa.
__ADS_1
Seketika Revano memeluk Raisa
Raisa hanya canggung membalas pelukan Revano
"Terima kasih Raisa. Aku akan berjanji menjaga mu seumur hidupku" bisik Revano ditelinga Raisa
Raisa hanya menyembunyikan wajahnya yang merah padam
"Ih apa sih" ucap Raisa memukul lengan Revano dengan malu
Revano hanya tertawa melihat wajah Raisa yang memerah seperti kepiting rebus
Viollet datang bersama Rolvie
"Selamat ya Raisa. Huhu akhirnya lu gak jomblo lagi" ucap Viollet
Rolvie hanya mengetuk pelan dahi Viollet
"Awh sakit tau Olv!" ringis Viollet
"Jangan ganggu mereka lagi saat saat romantisnya Vi" ucap Rolvie terkekeh
"Ayo Raisa" ucap Revano menggandeng tangan Raisa menaiki mobil sportnya
"I-iya"
Di dalam perjalanan
"Raisa maaf ya tadi sedikit mendadak" ucap Revano
"Eng-enggak apa apa kok" ucap Raisa gugup
"Gak usah gugup. Aku gak gigit kok" ucap Revano tertawa
"Siapa yang gugup" ucap Raisa menyilangkan tangannya didepan dadanya
"Maaf ya aku ga bisa seromantis cowok cowok biasanya" ucap Revano memperhatikan wajah Raisa
"Aku juga tulus menyukai kamu. Akhirnya jawaban yang aku tunggu dari dulu terjawab sudah" ucap Revano tersenyum
"Aku juga menyukaimu Revano. Entah sejak kapan perasaan ini tidak bisa disangkal" gumam Raisa dalam lamunannya
Revano yang mendengar gumaman Raisa hanya tersenyum bahagia mendengar perkataan Raisa
"Dulu ketus, tapi sekarang udah suka masih menyangkal perasaan mu Raisa" batin Revano
...Tbc...
Mohon maaf atas Author jarang update.
Kalian dapat mensupport Author dengan menekan like dan lovenya
Dan jangan lupa baca Novel kedua Author berjudul 'True Love'
-dvv.ns
__ADS_1