
Sesuai dengan rencana yang Bima usulkan beberapa hari yang lalu padanya, maka pada hari ini Kalan benar-benar akan melakukan sesuatu yang sebenarnya ia sendiri pun sangat malas untuk melakukannya. Jika bukan karena ingin tahu bagaimana perasaan Gadis yang sebenarnya, mana mungkin laki-laki itu mau melakukan hal memalukan seperti ini.
Ck, menyebalkan.!
"Buat Nona Gadis cemburu."
Ya, kali ini ia harus berhasil membuat seorang Gadis Ayunda cemburu. Membuat gadis itu cemburu dengan berpura-pura menggandeng tangan perempuan lain di acara pesta pembukaan hotel bintang lima terbaru milik salah satu rekan bisnisnya.
Tepat setelah satu minggu berlalu, maka pada malam ini Kalan akan datang bersama dengan Bima dan seorang perempuan yang ia mintai untuk berpura-pura menjadi teman dekatnya. Kalan, Bima dan perempuan yang bernama Jesica Anastasya itu baru saja tiba di salah satu hotel bintang lima milik rekan bisnisnya itu.
Seperti biasa, kedatangan pengusaha muda seperti Kalandra Aksa Pratama yang selalu menjadi pusat perhatian karena ketampanan yang dimilikinya, tidak serta merta membuat semua tamu undangan disana berdecak penuh kagum melihat betapa berkharismanya seorang Kalandra.
Di tambah dengan seorang wanita cantik, seksi dan begitu anggun berdiri di sampingnya sambil bergandengan tangan, membuat para wanita yang lain pun ikut menjadi iri saat melihatnya. Banyak yang berbisik-bisik membicarakan keduanya. Ada yang mengagumi tapi tak sedikit pula yang memandang keduanya tidak suka, karena iri.
"Selamat malam Pak Kalan!" Farhan beserta istrinya menyambut kedatangan dari teman bisnisnya itu. Mereka berdua adalah pemilik pesta malam ini. "Suatu kebanggaan untuk saya anda sudah berkenan hadir di acara pembukaan hotel saya malam ini." Ujarnya lagi seraya mengulurkan tangan.
Dengan senang hati Kalan menerima uluran tangannya. "Pak Farhan bisa aja, justru saya yang merasa terhormat karena di undang oleh salah satu pengusaha nomer satu di Indonesia." Kelakar Kalan yang membuat semuanya tertawa hangat.
Begitu lah jika para pengusaha besar sudah bertemu, tidak ada pembicaraan lain selain bisnis yang mereka bahas, bahkan di saat sedang berpesta seperti inipun.
Di tengah-tengah kerumunan banyaknya tamu undangan yang hadir, kedua bola mata Kalan terus berpendar seperti sedang mencari keberadaan seseorang. Lalu, selang beberapa detik dalam pencariannya itu, sesaat jantungnya seakan berhenti berdetak, dunia seolah berhenti berputar, dan matanya tidak berkedip barang sedikit pun saat menemukan sosok gadis cantik yang tengah berjalan dengan gaun hitam panjang menjulang yang di kenakannya, dimana pada bagian bahu terbuka serta terdapat belahan panjang pada pahanya.
Kalan menelan ludahnya kelat saat melihat betapa cantiknya gadis itu sekarang. Apalagi saat melihat bibir merahnya yang tidak berhenti tersenyum, senyuman lebar dan terlihat begitu manis yang selalu gadis itu torehkan kepada semua orang yang menyapanya. Tidak hanya itu, bahkan rambutnya yang di gelung asalpun semakin menambah kecantikannya. Sumpah demi apapun, Kalan ingin sekali menggenggam tangan halusnya itu, lalu mengenalkannya pada semua kalau perempuan itu adalah miliknya, gadis itu adalah Gadis-nya.
Sial, kenapa Gadis begitu cantik?
Meskipun banyak wanita cantik dan seksi yang hadir pada pesta malam ini, tapi dimata Kalan sekarang, hanya Gadis lah yang terlihat begitu sempurna, sekalipun kecantikan Jesica tidak kalah pula darinya.
Dari kejauhan sesaat mata mereka bertemu, untuk beberapa detik mereka saling memandang dalam diam sebelum kemudian Kalan lah yang membuang pandangannya ke sembarang arah terlebih dulu.
Tentu hal itu membuat Gadis sedikit kecewa. Tidak biasanya Kalan bersikap seperti itu meskipun ia sedang kesal sekalipun, dan sepertinya Kalan benar-benar tidak ingin lagi berhubungan dengannya. Laki-laki itu semakin menghindar dan menjauh darinya. Melihat sikap Kalan yang berubah drastis dari biasanya membuat Gadis kembali mengurungkan niatnya itu. Padahal, malam ini Gadis ingin sekali bertemu dan berbicara lagi dengannya. Tapi sayang, sepertinya semua itu tidak akan terjadi.
Ternyata seperti ini rasanya di abaikan?
"Selamat malam Nona Gadis." Sepasang suami istri itu kembali menyapa tamu kehormatannya saat Gadis sudah berada di tengah-tengah mereka. Tak lupa dengan Kalan, Jesica dan juga Bima yang masih berada disana. "Terimakasih kasih sudah datang, anda sangat cantik sekali malam ini, Nona Gadis." Ujar Farhan kembali yang membuat Gadis kembali menorehkan senyuman. Sedangkan Kalan, ia hanya mendengarkan pujian lelaki itu tanpa minat. Pun dengan Jesica, wanita itu hanya menyunggingkan sebuah senyuman tipis saat melihat penampilan Gadis dari atas sampai bawah.
"Terimakasih kasih atas pujiannya Pak Farhan. Dan saya ucapkan, selamat atas pembukaan hotel baru anda." Balas Gadis seraya melepas jabatan tangan itu. Sesaat matanya melirik ke arah Kalan, lalu, ia baru menyadari kehadiran seorang perempuan cantik yang berdiri di samping laki-laki itu sekarang.
__ADS_1
Siapa wanita ini?
Setelahnya, sepasang suami istri itu mengajak Kalan dan juga Gadis untuk ikut bergabung bersama para tamu yang lain. Selang beberapa menit kemudian, Farhan dan sang istri pun berpamitan untuk naik ke atas panggung karena acara akan segera dimulai.
Disana yang tersisa hanya tinggal Kalan, Jesica, Bima dan juga Gadis yang datang sendirian tanpa di temani oleh siapapun. Untuk sesaat terjadi kecanggungan di antara mereka sebelum kemudian Jesica lah yang memecah keheningan tersebut. Wanita itu seperti sudah tahu apa yang harus ia lakukan ketika Gadis masih berada di tengah-tengah mereka.
"Sayang ... kita cari minum yuk?" Suara yang terdengar begitu lembut dan mendayu itu Seketika membuat Gadis menoleh. Tak sengaja matanya melihat ke arah Kalan.
Apa katanya, sayang?
Kalan yang masih sibuk dengan ponselnya pun langsung menoleh seraya tersenyum. "Kamu mau minum apa?" Tanya Kalan dengan lembut. Gadis hanya memperhatikan keduanya dalam diam. Sementara Bima, lelaki itu sedikit mengulum senyum saat melihat interaksi ketiganya.
"Kita kesana aja, yuk?" Ajak Jesica dengan manja. Tak lupa dengan tangannya yang bergelayut manja pada lengan lelaki itu.
"Baiklah, kita kesana." Jawab Kalan tanpa menoleh sedikitpun pada Gadis. "Bima, ayo?" Ajak Kalan kepada asistennya itu.
Bima pun mengangguk. Lantas ia menoleh ke arah Gadis.
"Nona Gadis, apa anda mau ikut bergabung bersama kami?" Tanya Bima yang membuat Kalan dan juga Jesica ikut menatapnya.
"Tidak, terima kasih." Jawab Gadis sembari tersenyum tipis. Matanya melirik ke arah Kalan sekilas.
Kalan berdehem pelan. "Iya, selain klien di perusahaan, Nona ini adalah temanku."
"O ya ..." Seru Jesica heboh. "Jadi kalian sudah saling mengenal?" Jesica merasa sudah saatnya ia memulai permainan. "Sayang, kok kamu gak pernah cerita sih kalo punya teman perempuan? kan bisa di kenalin sama aku, aku disini sendiri gak punya teman."
"Ini kalian sudah bertemu kan?" Lihatlah, betapa tenangnya wajah lelaki itu sekarang
"Nona, kalo begitu ... apa boleh kita berkenalan?"
"Hem ..." Jawab Gadis bersama kepalanya yang mengangguk.
"Kenalkan, saya Jesica Anastasya." Perempuan itu mengulurkan tangannya.
Dengan tersenyum Gadis menerima uluran tangan perempuan cantik itu. "Nama saya Gadis."
"Gadis?" Ulangnya kembali.
__ADS_1
"Iya."
"Senang bisa berkenalan dengan anda, Nona Gadis."
"Jangan panggil Nona, panggil Gadis saja."
"Baiklah Gadis, aku senang bisa mempunyai teman disini."
Jesica tersenyum, lalu melirik Bima sekilas. Pemuda itu mengangguk seperti sedang memberinya isyarat.
"Gadis, gimana kalo kita duduk disana bersama." Jesica menunjuk salah satu meja kosong yang terletak di sudut ruangan hotel tersebut.
Gadis lantas mengangguk. "Baiklah."
Sebenarnya bukan tanpa alasan Gadis mengiyakan ajakan Jesica. Selain karena Kalan, ada hal lain yang tentu membuatnya begitu penasaran dengan siapa Jesica sebenarnya. Bukan hanya itu saja, tapi ada sesuatu yang lebih penting dari itu semua, ia ingin tahu ada hubungan apa antara Jesica dengan Kalan. Sepertinya hubungan mereka berdua sudah begitu dekat. Apalagi, disaat Jesica memanggil Kalan dengan panggilan mesra ... 'sayang'.
Ah ... kenapa ia jadi penasaran?
Kenapa Gadis merasa tidak suka saat ada orang lain yang memanggil Kalan dengan panggilan seperti itu?
Tidak, Gadis tidak mungkin cemburu kan?
Gadis tidak boleh cemburu. Justru ia harus senang saat Kalan sudah menemukan wanita lain selain dirinya. Lagipula tidak ada yang salah dengan Jesica, selain cantik, Jesica juga terlihat sangat baik. Dan mereka berdua terlihat begitu serasi. Tapi, ada rasa tak biasa yang Gadis rasakan saat melihat keduanya memamerkan kemesraan. Entah itu apa, yang jelas sebagian hati Gadis meringis saat melihat Kalan menatap Jesica dengan tatapan teduh dan mendamba.
"Aku tidak boleh ... cemburu!"
...*******...
Bersambung ...
Next part berikutnya yess ...
Jangan lupa, like, komen, votenya juga.
Makasih buat semua yang sudah mampir baca.
Semoga suka sama ceritanya Kalan & Gadis.
__ADS_1
bye .. bye ... ❤❤