ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 01


__ADS_3

Aku berjalan menyusuri lorong sekolah yang lumayan gelap ini, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 06.45 menit


"Nanaa" teriak seseorang dari belakang


Namaku Luna Andriani, siswi berusia 16 tahun. Aku saat ini bersekolah di SMA MUTIARA, dan baru saja satu minggu yang lalu menyelesaikan MPLS bersama dengan dua sahabatku Cila dan Melodi.


"Paan, toa banget tuh mulut" ucapku yang menyadari dia sudah mensejajarkan langkah


"Sorry" katanya sambil cengengesan


Namanya Adalah Imam Alvaro, aku mengenalnya saat pertama masuk sekolah ini dan secara kebetulan kami satu kelas.


"Tumben, jam segini baru dateng?" tanyaku memecah keheningan


"Ada juga gue yang nanya gitu sama lo, kenapa baru dateng?" katanya tanpa menjawab pertanyaan ku


"Panjang banget kalo di ceritain, bisa sampe seminggu" kekehku menanggapi


Pagi ini sangat melelahkan, banyak kejadian janggal yang baru saja ku alami sepanjang perjalanan menuju sekolah.


"Gapapa, cerita aja" katanya kembali


"Jadi sepanjang perjalanan ke sekolah itu ngerasa ada yang ngikutin gue. Tapi setelah gue pastiin gak ada siapapun di belakang gue" jelas ku panjang lebar


"Serius?" tanya Imam tak percaya


"Iya serius, mungkin karena gue punya kemampuan istimewa kali ya?" gumamku pelan


"Kemampuan istimewa? Sama kaya Dito gitu?" Tanya Imam bersemangat


"Hampir mirip sama kaya Dito. Kalo gue itu hanya bisa liat mereka dan komunikasi, kalau Dito jauh lebih dari gue" jelasku pada Imam


"Jadi kemampuan kalian beda?" kujawab dengan anggukan


"Gue Six Sense dan Dito Indigo, kemampuannya jauh di atas gue" jelasku lagi


Tanpa kami sadari, kami sudah berada di depan kelas X IPS 3


"Ya Awoh, kenapa kalian ngaretnya barengan sih?" ucap sahabat kecilku itu


Andito, aku jauh lebih lama mengenalnya daripada Melodi dan Cila.


"Biasa aja gitu, biasanya juga lo jauh lebih lama dari pada gue kalo ngaret" celetukku


"Tahu lo, biasanya juga lu langganan masuk ruang BK" ledek Imam


Aku duduk di bangku ke dua baris ke dua dari kanan sendirian, sedangkan Imam dan Andito di depanku, lalu Melodi dan Cila di belakangku.


"Kenapa tuh anak?" tanyaku pada Melodi saat melihat Cila sedang melamun


"Tahu, dari tadi udah ngelamun aja tuh anak" jawab Melodi pada ku


"Wey, ngelamun aja sih lo" kataku menyadarkan lamunan nya


"Eh Apa?" jawabnya Gugup


"Lu kenapa masih pagi juga udah ngelamun aja?" tanyaku ingin tahu


"Gatau kenapa dari tadi tuh perasaan gue gak enak aja gitu?" jawabnya sambil melihat ke arahku duduk


"Kenapa? Soal Gavin?" tebakku  diangguki olehnya


"Gue ngerasa bakal terjadi sesuatu sama dia, gue takut Na" katanya Khawatir

__ADS_1


"Ikatan batin kalian kuat banget, padahal kalian masih pacaran" gumam Melodi


"Tenang aja, dia gak kenapa napa. Dia bisa jaga diri" ucapku sambil tersenyum dan menggenggam tangannya untuk memberi semangat


"Iya, lo jangan mikirnya yang aneh aneh Cil. Bukannya dia 3 hari lagi bakal pulang, doain aja dia sampe indo selamat." tambah Melodi sambil mengelus punggung Cila


"Thanks guys, kalian selalu ada buat gue" kata nya sambil tersenyum


"Lo kan sahabat kita, jadi gak mungkin kita biarin lo sedih" jawabku sambil tersenyum


Sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama, belakangan firasat ku mengarah pada Gavin sahabat yang kukenal saat masih kelas 5 SD dulu dan kini berstatus pacar dari Cila.


Kriiiinnnggg......!!!


Bunyi bel masuk membuat parasiswa dan siswi berebut masuk kedalam kelas, dan sesaat kemudian guru mata pelajaran pertama masuk kedalam kelas.


"Selamat pagi anak anak" kata pak guru dengan semangat


"Pagi pak" jawab semua murid kompak


Kami mengikuti pelajaran dengan baik, mendengarkan semua penjelasan guru dengan serius agar paham materi yang di sampaikan


"Oke, kalian bisa salin yang ada di papan ke buku catatan kalian" ucap pak guru pada kami semua


"Baik pak" jawab kami kompak


"Bapak mau pergi ke kantor dulu sebentar, kalian jangan berisik" kata pak guru lalu berlalu untuk keluar dari ruang kelas


Aku kembali melanjutkan menyalin semua yang ada di papan kedalam buku catatan


"Na" ucap Dito pelan


"Hmm" jawabku masih fokus pada catatan ku


"Gue mau nanya sesuatu sama lo" kata nya pelan


"Tadi pagi lo kenapa?" tanya Dito pelan agar yang lain tidak mendengar pembicaraan mereka


"Gue? Tadi pagi?" Dito mengangguk sebagai jawaban


Aku menceriatakan apa yang tadi sempat ku ceritakan pada Imam padanya, jujur saja saat ini aku sedang ketakutan karena ini.


"Lo serius?" katanya tak percaya


"Iya gue serius, di tambah tadi di tengah jalan bensin gue abis lagi" jelas ku kembali


"Ya Allah Nana, kenapa gak kasih tahu gue sih. Kan bisa gue jemput tadi" kata Dito gemas


"Masa iya gue mau tinggalin mobil gue dijalan" kataku memberi tanggap an


"gunanya montir apa non, lo tinggal telfon suruh bawa ke bengkel" kekehnya


"bener juga sih lo" gumamku dengan nada suara pelan


Mereka kembali kedalam kegiatan masing masing, sepertinya firasat Cila barusan harus kuceritakan pada Dito


"Dit" kataku masih fokus pada catatan yang hampir selesai ini


"Hmm" dia belum menoleh kebelakang 


"Dito" ucapku kembali "ngadep sini bentar napa sih" kesal ku


"masih belum puas liat muka ganteng gue lo" kekehnya sementara aku hanya memutar bola mata malas atas kelakuannya itu

__ADS_1


"lo tuh ya lama lama ngajak ribut" gerutu ku kesal "bodo ah"


"Apasih Nana" akhirnya Dito menoleh kearah ku dengan serius


"Gue mau cerita sesuatu" kataku melihat kearah nya


"Soal?" katanya penasaran


"Gavin" gumamku pelan


"Kenapa dia?" katanya kembali


Aku menceritakan apa yang baru saja Cila katakan padaku dan Melodi pada Dito, siapa tahu dia mengetahui sesuatu yang lain


"apa dia sama kaya kalian?" tanya Dito menanggapi


"ya mana gue tahu" jawabku santai


"Gue juga sebenernya belakangan ini kepikiran hal yang sama sih" kataku lagi padanya


"Udah udah! Jangan mikir macam macam, doain aja dia baik baik aja" kata Dito padaku


"Iya juga sih" gumam ku


Aku menghela nafas pelan, semoga sahabat ku yang saat ini berada di London itu baik baik saja.


"Lagian kalau ada apa apa dia pasti cerita sama kita kan?" kata Dito menenangkan


"Iya" aku mengangguk anggukan kepala "tapi tetep aja gue takut"


"Semakin lo mikir aneh aneh, lo mau semuanya kejadian?" tanya Dito


"Enggak! Gak mau" kataku sesegera mungkin sedangkan Dito hanya tersenyum


Pulang sekolah........!!


"Gue ikut lo pulang ya" kata Dito setelah menyadari kelas tinggal mereka berdua


"Mau ngapain?" tanyaku bingung


"Bunda nitipin pesan buat di sampein sama Mama Ai, dan kalo gue kasih tahu lo pasti lupa lu nya" aku mengangguk se bagai jawaban


"ngeledek mulu lo" kesal ku


Karna kami sama sama membawa kendaraan, aku membawa mobil sedang dia membawa motor, dia memilih mengikutiku dari belakang.


"Lo jalan duluan, gue dari belakang lo" aku mengangguk sebagai jawab an


20 menit perjalanan akhirnya sampai di rumah bersama dengan Andito tentunya.


"Assalamualaikum" ucapku dan Dito kompak, Aku dan Dito berjalan masuk bersama


"Waalaikumsalam" jawab mama dari arah dapur


"Gue masuk kekamar dulu ya" ucapan ku di angguki olehnya


"Eh ada Dito" ucap Mama lembut


Aku dan Dito menyalaminya secara bergantian lalu meminta ijin Mama untuk masuk kekamar untuk berganti pakaian


"Ma, Nana masuk ke kamar dulu ya" kataku sambil tersenyum


"Iya, kamu ganti baju dulu sana" jawab Mama lembut sambil mengelus kepalaku

__ADS_1


Sementara Mama dan Andito mengobrol, aku memilih mandi untuk membersihkan diri dan beristirahat sebentar


Tubuhku sangat lelah, banyak tugas sekolah yang harus kukerjakan bahkan beberapa harus kukerjakan sebagai pekerjaan rumah. 


__ADS_2