ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 20


__ADS_3

Perjalanan kembali kesekolah selama 4 hingga 5 jam membuat siswa dan siswi SMA MUTIARA kelas X itu tertidur pulas di dalam Bus, ada juga yang bersenda gurau, mendengarkan musik, dan ada juga yang bernyanyi nyanyi tak jelas.


Sama halnya dengan yang lain Gavin, Andito dan Imam juga sedang asyik dengan Game mereka sedangkan Cila, Luna dan Melodi asyik dengan medsos masing masing.


"Lagi ngapain Na, anteng banget dari tadi?" Tanya Dito penasaran


"Lagi megang handphone" Jawab Luna masih fokus pada ponselnya


"Iya itu di handphone lagi ngapain?" Tambah Dito kembali berucap


"Bikin desain cover buku" Jawab Luna masih fokus pada ponselnya


"Mau nulis lagi?" Tanya Dito sema kin penasaran


"Satu minggu lagi kan kita ujian semesteran tuh, kelar itu kita libur kan? karena gue males liburan keluar mending gue nulis di rumah" Jelas Luna panjang lebar


Luna sejak SMP suka sekali menulis dan sudah banyak hasil karyanya yang termuat di koran, majalah, bahkan sudah di terbitkan menjadi sebuah buku novel 


"Na" Kata Dito kembali


"Apa?"


"Gue masih bingung deh sama lo, kenapa gak mau pake nama sendiri di hasil karya lo?" Tanya Andito


Ia masih bermain game bersama Gavin & Imam, namun ia juga masih saja mengajak Luna ngobrol.


"Ya gue ngerasa bebas aja gak harus jaga banyak hal termasuk privasi gue" Jawab Luna


"Emang ngaruh?" Tanya Dito yang kali ini menolehkan wajahnya pada Luna


"Buat gue ngaruh, tapi gue gak tahu ya buat orang lain gimana?" Kata Luna menanggapi


"Iya alasannya apa?" Kata Dito semakin penasaran


"Lama lama udah kaya orang sensus Dit" Kesal Luna


"Ya gue kan penasaran" Kekeh Dito


"Bukan cuma lo Dit, gue juga sebenarnya penasaran?" Celetuk Melodi yang berdiri di depan kursi tempat duduk Luna dan Dito


"Gue pikir tidur Mel?" Tanya Luna melihat ke arah Melodi


"Mana bisa tidur Na, nih si kunyuk gak bisa diem petakilan mulu dari tadi" Kesal Melodi melirik kearah Imam


"Apa sih, orang lagi main game juga masih aja di salahin" Protes Imam sementara Luna dan Andito hanya tertawa mendengar kekesalan Imam


Setelah meminta saran dari Luna dan memikirkannya baik baik, pada akhirnya Melodi menerima cinta Imam.


"Tumen yang di belakang gue diem, kemane orangnya?" Tanya Luna


"Cil sehat cil?" Tambah Melodi sam bil tertawa pelan


"Molor tuh anaknye" Jawab Gavin sambil menoleh kearah sang kekasih sekilas


"Pantesan" Kata Melodi


"Ternyata bisa nular juga" Gumam Luna


"Apanya?" Tanya Dito


"Ngebonya, dari Gavin kenapa jadi Cicil yang tukang molor" Kata Luna heran

__ADS_1


"Kan satu server Na" Kekeh Imam masih dengan posisi duduk


"Wey, kalo ghibah jangan didepan orang nya kale" Protes Gavin dengan nada bercanda


"Yang di larang itu kan ghibah di belakang orangnya bukan di depan orangnya" Kata Luna menanggapi


Hal itu membuat yang lainnya tertawa, ada ada saja pikir mereka perdebatan yang tidak bermutu ini.


"Yang bener itu ghibah nya yang di larang Nana" Kesal Gavin


"Emang iya?" Tanya Luna degan polosnya hingga membuat keempat sahabat nya gemas sendiri


"Iyalah" Kata mereka bersamaan


"Iye gue tahu, gak usah paduan suara gitu napa jawabnya" Kekeh Luna


Hening dengan kesibukan masing masing


"Eh tapi gue serius penasaran Na" Kata Melodi tiba tiba


"Soal apa?" Tanya Luna bingung hingga power bang yang dia pegang jatuh "untung gak jatuh ke kaki gue" gumamnya


"Itu yang lo bilang gak perlu jaga privasi" Jawab Melodi


"Mungkin maksud kamu seberapa pen ting privasi gitu kali" Ucap Imam mengkoreksi


"Semacam itulah" Kata Melodi


"Kalo pertanyaan lo seberapa penting privasi buat gue? Penting banget lah, kan privasi itu identitas diri kita" Kata Luna mengawali cerita


"Privasi itu termasuk semua yg ter jadi sama diri kita & apa yang kita alami seumur hidup" Tambah Luna


"Yang tahu mana privasi yang bisa dibagi ke orang lain sama mana yang nggak bisa di bagi sama orang lain kan kita sendiri" Jawab Luna


"Tapi bukannya mereka yang di kenal orang banyak justru keuntungan nya banyak?" Tanya Gavin


"Iya emang keuntungannya banyak, tapi lo pernah kepikiran gak setelah dia di kenal orang banyak gimana kehidupan pribadinya?" Kata Luna balik bertanya


"Nggak, kan kita gak tahu reality life nya dia gimana" Jawab Gavin


"Nah itu Vin, kita kan gak tahu apa dia happy setelah dikenal banyak orang atau justru dia sama sekali gak happy setelah banyak dikenal orang" Kata Luna menanggapi


"Iya juga ya, kita kan cuma tahu sisi baiknya doang" Kata Melodi menyetujui


"Itu karna emang setiap orang gak akan pernah berani nunjukin sisi buruknya ke orang lain" Tambah Imam


"Trus lo lebih happy kemana?" Tanya Gavin


"Ya gue happy dengan Mrs. Ell Vin, yg artinya gue gak perlu jadi orang lain cuma buat nutupin privasi gue sebagai pelajar"


Jawab Luna sambil melirik Dito yang sudah terlelap dengan kepala bersan dar di bahunya.


_____∆∆∆_____


"Yang ada tidak selamanya nyata" Gu mam Luna sambil mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang


"Dan yang nyata tidak selamanya ada" Kata Luna dan Melodi bersamaan


Tertawa! Itulah yang mereka berdua la kukan setelah menyelesaikan kali mat tersebut


"Kliatannya klise, tapi kalo kita ngerti makna yang sebenarnya artinya dalem" Kata Luna sambil tersenyum

__ADS_1


"Kadang kadang ambigu bisa punya sifat universal bisa juga personal" Tambah Melodi membalas senyuman Luna


Ciittt!


Hampir saja Luna menabrak mobil Dito yang berada didepannya itu, sesaat setelahnya telinganya yang terpasang earphone canggih itu berbunyi.


"Mobil lo buruan pindah ke depan mobil gue" Ucap Dito tanpa aba aba


Luna melihat ke arah belakang tanpa menoleh namun menggunakan kaca depan mobil.


"Pegangan Mel" Gumam Luna, ia juga melihat ada tiga motor sport yang akan menyusulnya


Melodi mengerti apa yang Luna maksud karena ia juga menyadari ada mobil yang mengikuti mereka.


"Lo pastiin mereka bertiga aman" Kata Luna memperingatkan sambil melihat ke arah Faisal, Bara dan Nino.


"trust me" Jawab Dito


Dengan secepat kilat Luna sudah berada di depan mobil Dito berjalan degan kecepatan lumayan tinggi


"Na, selow dikit ngeri gue" Kata Melodi memperingatkan


Mendengar ucapan Melodi Luna segera menurunkan kecepatan mobilnya, lagi pula mereka juga sudah jauh dan tidak dapat melihat mobil Dito.


"Gila, nekat banget jadi orang. Apa sih maunya" Ucap Luna dalam hati setelah berhasil memarkirkan kendara annya dlm keadaan aman


"Mereka gimana?" Tanya Melodi khawatir


"Percaya aja sama mereka, lo tenang aja. Mending sekarang kita masuk, gue udah cape banget ini" Kata Luna sambil memegang tengkuk lehernya yang sakit semua


"Sama, gue juga. Ini badan juga udah cape semua" Kata Melodi menyetujui


Mereka berdua keluar dari mobil dan segera masuk kedalam rumah membawa tas masing masing.


"Assalamu'alaikum" Kata mereka bersamaan


"Wa'Alaikumsallam" Jawab Aini dari kamarnya berada, Mereka menyalami Aini secara bergantian


"Kalian sudah pulang, kak Faisal mana Na?" Tanya Aini pada sang anak


"Tadi ada di belakang kita kok Ma" Jawab Luna menjelaskan


"Pasti sebentar lagi juga sampe Ma" Tambah Melodi


Karna mereka sudah bersahabat sejak lama, Aini meminta mereka sahabat anaknya memanggilnya 'Mama'


"Ya sudah, kalian berdua istirahat di atas pasti cape kan?" Jawab Aini tersenyum


"Siap Ma" Jawab Mereka kompak


Di dalam kamar....


"Siapa duluan yang mau mandi?" Tanya Luna


"Gue" Kata Melodi bersemangat


"Seneng banget, kaya gak ketemu air selama setahun aja Mel" Kekeh Luna sambil mendudukkan tubuhnya di sofa


"Oh ya iya dong, gue kan pecinta air" Jawab Melodi asal


Sementara Luna hanya tertawa dan me nggelengkan kepalanya tak percaya melihat tingkah sahabatnya itu

__ADS_1


__ADS_2