
Flashback 5 hari yang lalu...
Luna terbangun pukul 06.00 WIB, matahari pagi sudah mulai muncul di cela cela tirai kamar Luna yang mengenai mata.
"Secara gak langsung kamu sudah membuat ku menyadari sesuatu Aira"
Luna tersenyum melihat kearah sampingnya, seseorang yang mau dan mampu menemaninya hingga detik yang menyakitkan itu datang dengan cinta yang dia miliki.
"Kau sama seperti ku Luna walau terlambat, Cinta itu perlahan mengisi hati kita"
Perlahan sosok itu muncul disamping Luna duduk hingga membuat Luna sempat terkejut
"Aira?" Ia tersenyum kearah Luna dengan tulus
"Apa kau sudah bertemu dengan kakak ku?" Tanya Aira tiba tiba
"Yah, dia telah menceritakan semua pada kakakku" Jawab Luna tersenyum ke arah Aira
"Apakah kau bisa membantuku?" Kata nya dengan wajah yang murung
"Tentu saja, katakan saja apa yang bisa ku bantu?" Kata Luna bersemang at
"Bisakah kau pertemukan aku dengan kakak ku, aku sangat merindukannya. Sudah sekian lama aku tidak bisa bertemu dengannya" Ucap Aira dengan tatapan sayu
"Baiklah, aku akan memanggilnya untukmu. Semoga saja dia mau menemui ku pagi ini" Aira mengangguk bersemangat
"Bisakah aku menceritakan kisahmu ke dalam buku ku?" Tanya Luna ragu
"Lakukan saja" Aira mengangguk sambil tersenyum manis "Aku percaya padamu"
"Aku yakin banyak yang tersentuh membaca ceritamu, aku yakin akan banyak yang akan mendoakan kalian nanti, kami sangat bangga dengan apa yang kau lakukan"
Luna tersenyum kearah Aira dan bersamaan dengan itu Arka menampakkan diri pada Luna dan Aira, beberapa detik Arka dan Aira saling pandang dan setelah itu mereka berpelukan
"Berkat bantuanmu aku bisa bertemu dengan adikku, aku amat merindukannya" Ucap Arka sambil tersenyum ke arah Luna
"Kalian bisa bersama lagi sekarang dan tidak akan pernah terpisah lagi lupakan dendammu Arka! Aku akan menangkap mereka untukmu, kalian bisa tenang sekarang" Jawab Luna sambil menahan rasa harunya
"Terimakasih" Kata mereka bersamaan
Kalung Arka yang melingkar di leher Luna secara tiba tiba bercahaya sangat terang.
"Sebut nama kami dalam hati saat kau membutuhkan kami, kami berjanji akan selalu membantumu dan sahabat sahabatmu" Kata Arka diangguki oleh Aira
"Apa kalian akan pergi?" Tanya Luna
"Kami akan selalu ada untuk kalian jika kalian membutuhkan kami" Jawab Aira
"Terimakasih atas kebaikan kalian, aku berjanji akan memperbaiki ilmu ku dan menjaganya agar selalu tetap di jalan kebaikan" Ucap Luna berjanji
"Kami percaya pada kalian"
Arka dan Aira perlahan menghilang dari pandangan Luna, ada kebahagiaan bercampur sedih di hatinya saat ini.
Senang karna misinya hampir selesai dan sedih jika harus kehilangan Arka dan Aira sosok yang amat sangat membuatnya banyak belajar tentang kehidupan itu.
"Jangan sia siakan apa yang sudah kau dapatkan, karna dia sangat mencintaimu sama seperti hati kecilmu yang tak ingin kehilangannya"
__ADS_1
Senyuman itu kembali terukir dibibir Luna saat mendengar suara Arka menggema di telinganya.
"Mungkin aku memang terlambat menyadari cintanya, tapi aku kini sadar hanya dia yang tidak pernah terlambat untuk memberiku cintanya"
Flasback 5 hari lalu off....
Luna berjalan kearah kamar mandi, membawa serta handuknya bersiap mandi. Lalu bersiap kebawah menemui bi Siti untuk mencari tahu masakan apa yang sedang dibuat.
"Masih tidur?" Kata Luna bergumam
15 menit setelah menyelesaikan ritual di kamar mandinya, Luna masih melihat Dito nyenyak dibalik selimut tebal miliknya.
"Bodo amat dia mau bangun jam berapa juga, mumpung libur mending gue mau ke bawah makan"
Masih menggunakan baju tidur Hello kitty berwarna biru favoritnya, Luna turun menuju meja makan bersamaan dengan Faisal keluar dari kamar bawah.
"Dito Mana?" Tanya Faisal kearah sang adik
"Masih jalan jalan di alam mimpi" Jawab Luna asal, sementara Faisal terkekeh pelan
"Masih tidur" Luna mengangguk sebagai jawaban
Kemarin Dito barusaja mengantarkan sang Bunda ke Bandara, sesuai yang pernah di katakan pada Dito dan Luna jika harus menyusul sang Ayah karna sebuah pekerjaan yang sangat mendesak
Dan sebelum berangkat Ike meminta agar Dito selalu menjaga Luna karna posisi mereka sama ditinggalkan ke dua orang tuanya dalam sebuah pekerjaan.
Terkadang mereka sebagai anak merasa tidak adil harus menelan ego demi pekerjaan orang tua mereka, namun perlahan dia mengerti semua yang orang tua mereka lakukan adalah demi anak mereka masing masing
"Wey, turun pelan pelan napa sih Jatoh siapa yang mau tanggung jawab" Kesal Luna
"Tu mulut emang kadang kadang ya" Gerutuan Luna membuat Dito dan Faisal tertawa
"Kenapa sih lo masih pagi juga udah bikin kaget aja jadi orang?" Tanya Faisal
"Jadi gue barusan ditelfon sama kak Bara trus kita hari ini disuruh nyusul mereka ke lokasi yang dishare ke gue sebelum jam 09.00 nanti"
"Mau ngapain?" Tanya Luna bingung
"Dia gak bilang, tapi dia bilang kita harus ada di sana dulu" Jelas Dito
"Sambil sarapan, biar cepet" Kata Faisal pada Luna dan Dito segera di angguki mereka
"Tunggu deh! Lo bilang mereka kan tadi?" Tanya Faisal diangguki Dito
"siapa?"
"Kak Bara sama Imam"
"Yang lain?"
"Udah di kasih tahu"
Mereka kembali melanjutkan sarapan yang sudah dibuatkan oleh bi Siti pagi pagi sekali sebelum ia tadi meminta ijin untuk keluar sebentar
"Sekarang jam 07.00 masih ada waktu 2 jam, gue mandi dulu" Ucap Faisal yang sudah menyelesaikan makanannya
"Nah bener tuh mending buruan mandi Nana mah udah kak" Luna menyetujui sambil menyimpan piring kotor dan mencucinya
__ADS_1
Sementara Faisal dan Dito kembali kekamar untuk melakukan ritual man di mereka masing masing.
Ting Tong... Ting Tong...
Bel rumah berbunyi dan membuat Luna yang sedang sibuk mencuci piring tersebut harus menghentikan aktivitas nya.
"Tunggu sebentar" Kata Luna sedikit berteriak
Setelah sampai di depan pintu Luna segera membukanya dan mendapati Me lodi bersama Cila sudah di sana.
"Lo udah dikabarin kak Bara?" Tanya Melodi tho the point
"Dito udah cerita semua" Jawab Luna singkat
Mereka masuk kedalam rumah, Luna ke mbali melakukan aktivitasnya yang tertunda
"Bi Siti kemana Na?" Tanya Cila
"Tadi minta ijin keluar sebentar" Jawab Luna singkat
Setelah selesai semuanya Luna, Cila & Melodi berjalan kearah ruang tengah Luna melihat lokasi yang sudah Dito kirim padanya
"Jalan Intan No 32" Gumam Luna sambil mengingat sesuatu
"Kenapa Na?" Tanya Cila
"Tahu sesuatu?" Tambah Melodi
"Kalian tunggu disini bentar" Luna segera menuju kamar dan mencari sebuah benda yang mungkin akan membantunya mengingat sesuatu
"Nyari apa sih?" Tanya Dito yang baru saja keluar dari kamar mandi
"Buku Diary nya Aira di mana?" Jwb Luna masih sibuk mencari
"Kalo gue gak salah Liat di laci sebelah tempat tidur" Jawab Dito "Mau diapain itu buku?" lanjutnya
Tanpa menjawab Luna segera mengambil buku tersebut, hal itu membuat Dito yang masih sibuk memasang jam tangan itu mendekat.
"Pakein" ucapnya cengengesan sedang kan Luna yang mendengar itu menatap nya "susah"
"Jalan Intan No 32" Ucap mereka bersamaan lalu saling pandang
Luna kembali melihat diary yang kini ada dalam tangan Dito itu lalu membaca beberapa kalimat di balik nya sambil membantu memasangkan jam tangannya
"Sejak aku berumur 5 tahun kedua orang tua kami membeli rumah yang sangat megah dan besar, rumah yang sudah kami tempati selama bertahun-tahun dan rumah itu jugalah yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup kami berempat"
"Itu berarti Kak Bara berhasil nemuin rumah Aira sana Arka" Ucap Dito yang sudah mengalungkan tangannya di leher Luna
"Tapi kak Bara tahu dari mana tentang rumah mereka?" Tanya Luna bingung dengan masih membaca dan mencerna kalimat yang baru saja dia baca
"Guys, mau berangkat gak?" Tanya Cila yang sudah bersama dengan Melodi diambang pintu
"Lagi ngapain sih Serius amat kayak nya?" Tanya Melodi penasaran
"Gue ceritain sambil berangkat aja, sekarang kita keluar" Jawab Luna di angguki oleh ketiganya
Mereka berempat turun dari kamar Luna dan menemui Faisal yang ternyata sudah bersama dengan Nino di Bawah
__ADS_1