
Di dalam mobil menuju sekolah Luna baru saja menyadari jika dia harusnya menanyakan soal halaman di belakang gudang
"Ataga Nana! Kenapa lo jadi pelupa gini sih" Gerutunya dalam hati
Ia malah mendengarkan ocehan kakaknya tentang Dito, alhasil dia Lupa menanyakan yang lebih penting
"Apa yang kak Fais bilang ada benernya sih tapi apa gue bisa terus terusan ada di posisi ini?" Gumam Luna kembali
Setiap hari ada pada posisi selalu di perlakukan baik namun tak tahu apa yang harus kita lakukan untuk membalasnya.
"Terkadang gue emang bodoh, gue masih gak bisa bedain mana yang bener bener layak buat gue dan mana yang enggak" Luna menghembuskan nafasnya pelan
Tuk tuk tuk'
Seseorang dari sampingnya persis mengetuk kaca mobilnya pelan, ia menggunakan jaket kulit hitam dan menggunakan helm fullface. Luna memberi isyarat supaya membuka kaca Helmnya agar lebih mudah untuk mengenali
"Kak Bara?" Gumam Luna membuka kaca mobilnya
"Udah tanya soal itu?" Tanya Bara tho the point
"Nggak sempet, Nana kesiangan tadi" Jelas Luna diangguki oleh Bara
"Trus kakak mau kemana?" Tanya Luna penasaran
"Nganterin Nana" Jawabnya mulai memanaskan motornya kembali sebelum itu memberikan satu earphones canggih pada Luna
"Punya kakak gak ada akhlak ya gitu tuh, harusnya yang nganter kan dia kenapa nyuruh orang lain" Gerutunya sementara Bara hanya tertawa
"Nana jalan duluan gih" Luna mengangguk sambil menutup kaca mobil lalu melajukan kendaraan nya
Faisal sudah menceritakan satu hal pada sang adik jika dia, Bara, dan Nino akan memastikan siapa yang bela kangan ini jadi stalker Luna.
Luna mengambil earphones canggih dari saku roknya lalu memakainya
"Kak?"
"Yes" Jawab Bara
"Arah jam 06.00" Jawab Luna masih fokus pada kemudinya
"Oke" Bara sepertinya sedang melakukan sesuatu karna sambungan tiba tiba terputus "kamu masuk jam Berapa?" Tanya Bara
"Sekitar 20 menit lagi karna masih ujian" Jawab Luna setelah melirik jam tangannya
"Ikutin kak Bara, kakak tahu jalan pintas. Mereka biar jadi urusannya kakakmu, tadi udah kakak kasih tahu" Kata Bara yang saat ini sudah berada di depan mobil Luna
"Oke" Jawab Luna singkat
Tak jauh dari sekolah...
"Wait, berhenti bentar kak!" Ucap Luna secara tiba tiba hingga membuat Bara mengerem mendadak motornya
"Nana" Gumam Bara melihat ke arah Luna yang sudah membuka kaca jenela mobilnya
"Kakak Liat di samping kakak" Ucap Luna tho the point
Bara menoleh ke arah samping menampilkan sebuah lahan Luas yang jika Bara paham itu adalah halaman yang sedang Luna maksud
"Yakin waktu itu kakak gak liat padahal seluas itu" Kata Luna melihat kearah Bara yang sudah membuka helm nya
"Gila sih!" Celetuk Bara
"Kak, 15 menit lagi"
"Kakak Lupa Na, kakak anter kamu dulu trus kakak mau balik ke sini" Jawab Bara yang mulai melajukan motornya. Sementara Luna hanya terkekeh pelan lalu mengikuti Bara
"Kak Nana mau minta tolong boleh?" Tanya Luna melalui earphones
"What?"
"Kalau balik ke situ cari tahu ada barang nggak yang ada di sana?" Jawab Luna
"Barang? Apa?" Tanya Bara bingung
"Apapun itu barangnya, soalnya pertama kali Nana kesana nemuin Diary nya Aira" Jelas Luna lagi
"Kamu belum cerita soal Aira loh Na kekakak" Kekeh Bara
__ADS_1
"Next time kak, gak mungkin Nana cerita sekarang kan?"
"Right" Jawab Bara singkat padat dan jelas
"Oke Nana mau ujian dulu" Kekeh Lu na
"Pulang chat kakak" Kata Bara sam-bil berbalik arah
"Sipp"
Luna memarkirkan mobilnya dengan sempurna di sebelah mobil yang baru saja sampai juga sepertinya.
"Na" Ucap seseorang saat Luna baru saja keluar dari mobil
"Kak Axel?" Gumam Luna melihat ke arah suara
"Tumben datengnya siang banget, sampe susah nyari parkir" Tanya Axel heran
"Panjang ceritanya kak, intinya Nana kesiangan aja bangunnya" Kata Luna sambil tertawa
"ya ampun" gumam Axel "kok bisa sama" lanjutnya, mendengar itu Luna dan Axel tertawa sambil berjalan kekelas masing masing
Di dalam kelas....
"ASTAGA NANA" Teriak Cila
"Berisik" Ucap yang lainnya termasuk Luna yang sudah duduk dibangku nya
"Belum kapok kamu yang soal dua hari lalu" Kekeh Gavin
"Eh jangan dong" Kata Cila sambil cengengesan. Sementara Luna, Dito dan Gavin hanya tertawa melihat tingkah Cila
"Kemana dulu, siang banget sampenya" Protes Dito
"Muter muter dulu nyari jalan tikus sama kak Bara" jawab Luna singkat
"Eh gimana sih, Jalannya tikus gitu?" Tanya Melodi bingung
"Ya bukan gitu juga yang" Kekeh Imam
"Jalan pintas Mel maksudnya, bukan jalannya tikus" Jawab Luna sambil tertawa
"Tunggu kenapa bisa sama kak Bara?" Tanya Gavin penasaran
Bersamaan dengan Luna akan cerita bel tanda masuk berbunyi
"Ntar waktu istirahat gue ceritain semuanya, panjang soalnya"
"Na, lo tadi di-" Dito tak melanjutkan ucapannya karena mendapat tatapan menusuk dari Luna
"Itu nggak perlu di bahas, mending sekarang kalian ke meja kalian dah. Ini masih ujian" Kata Luna mengingatkan
"Astojim, bener masih ujian" Kata Gavin, Cila dan imam yang langsung kocar kacir ke bangku mereka masing masing
Sementara Dito Luna dan Melodi hanya menggelengkan kepala sebelum akhirnya guru masuk ke dalam kelas.
"Na, masih ada hubungannya sama Aira gak?" Tanya Gavin berbisik
"Mungkin" Jawab Luna juga berbisik
----££----
Luna sudah menceritakan tentang apa yang tadi pagi ia lakukan bersama Bara dan keinginan Bara mencari tahu di halaman luas belakang gudang ini
"Berarti kak Bara sekarang ada di belakang dong?" Tanya Cila
"Mungkin" Jawab Luna
[Na, kakak nemuin kalung liontin di belakang]
[Kakak masih di belakang?]
[Udah mau balik kakak ada kelas]
[Otw kak]
[Read]
__ADS_1
"Na?" Tanya Gavin
"Kak Bara nemuin kalung liontin" Jawab Luna mengerti apa yang Gavin maksud
"Hah? Bukannya lo bilang kak Bara udah balik tadi?" Tanya Melodi
"Gue Tadi bilang mungkin" jawab Luna "Udah mau balik ada kelas katanya" Jawab Luna yang sudah jauh dari sahabat nya yang lain
"Susulin gak Nih?" Tanya Imam pada yang lain
"Gak usah, nanti malah siswa lain curiga lagi jadi ikut kepo" Jawab Gavin
Tak lama Luna kembali membawa sebuah kalung Liontin menuju sahabatnya yang lain
"Kenapa ada kalung?" Tanya Luna bingung
"Itu liontin nya bisa di buka gak?" Tanya Melodi
"Iya, biasanya yang kaya gitu bisa di buka trus dalemnya ada fotonya" Kata Cila menyetujui
Luna meneliti kalung yabg dia pegang dan benar saja liontin tersebut bisa dibuka
"Arka" Gumam Luna
"Punya Arka?" Tanya Gavin
"Fotonya Arka tapi ini punya Aira" Jawab Luna menjelaskan
"2 kali loh kita dapat barangnya punya Aira" Kata Imam menanggapi
"Mau cari tahu sekarang?" Tanya Gavin pada Luna
"Jangan sekarang, nunggu ujian selesai aja sekalian mau nanya sama kak Fais siapa tahu ada opsi yang beda" Jawab Luna
"otak gue masih susah misahinnya kalau gini" Tambah Luna panjang lebar
"Iya juga sih, kenapa semuanya muncul di waktu yang gak tepat?" Jawab Imam menyetujui
Malam harinya di rumah Luna...
Saat ini Luna sedang berada dikamar masih belajar untuk ujian hari terakhir esok hari
"Na..." Ucap Faisal di ambang pintu kamarnya
"Kenapa kak?" Tanya Luna
"Kakak mau keluar bentar, ngurusin tugas sama Bara di rumah Nino kamu yakin di rumah sendirian gak mau ikut kakak?" Tanya Faisal khawatir pada sang adik
"Nggak papa kak, Nana kan udah biasa dirumah sendirian" Jawab Luna meyakinkan sang kakak
"Bener juga sih" Kata Faisal
"yaudah kakak ke rumah kak Nino dulu ya sama kak Bara, kalo ada apa apa telfon kakak" Luna mengangguk sebagai jawaban sambil tersenyum
"Siap" Kata Luna sambil mengangkat jempolnya kearah Faisal "emang kak Bara udah dateng?" Tanya Luna kemudian
"Belum sih" Katanya cengengesan
"Kalo gitu Nana mau ngomongin sesuatu sama kakak" Kata Luna sambil menarik satu kursi kesebelahnya pertanda sang kakak harus duduk
"Nana mau cerita apa sama kakak?" Tanya Faisal tersenyum kearah Luna
Luna menceritakan tentang halaman yang dia temukan pada sang kakak, termasuk kisah hidup saudara kembar Aira dan arka pada Faisal. Luna juga menceritakan tentang buku diary dan kalung Liontin yang ditemukan oleh Bara pada sang kakak.
"Serius kamu?" Tanya Faisal, Luna sudah menduga jika sang kakak akan memberikan reaksi yang sama
"Nanti minta kak Bara anterin kelokasinya deh kalo kakak gak percaya tapi kakak serius gak bisa flash back waktu di belakang gudang kosong itu?" Tanya Luna penasaran
"Serius dek, ngeblank dan anehnya kenapa kakak gak pernah curiga sama sekali waktu itu?" Jelas Faisal pada Luna
"Nana aja tahunya waktu gak sengaja lihat sosok ke arah belakang gudang kosong itu, karna penasaran Nana sama Dito ngikutin sosoknya trus nemu diary ini" Jelas Luna sambil memegang diary itu
"Wait! Kamu bilang apa tadi Aira itu mantannya Al dan Al itu Andra" Kata Bara yang langsung ikut mendengarkan karna disuruh ke atas oleh Faisal
"Pacarnya Aira kak" Kata Luna mengk oreksi "belum jadi mantan sampe Aira meninggal"
"Dia gak mau tanggung jawab sama apa yang dia lakuin trus Aira bunuh diri" Kata Faisal diangguki oleh Luna
__ADS_1
"Dari mimpi Nana sih gitu, tapi Gavin yakin kalau Aira itu di bunuh" Tambah Luna
"Itu makanya tadi Nana minta kakak cari siapa tahu ada barang lain, ternyata kalung ini dan ternyata ini juga punya Aira" Luna membuka liontin itu