ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 33


__ADS_3

Malam ini Luna dan sahabatnya sudah berada di Bandung dan sedang berbicara dengan Haikal.


"Jadi mau Om kontrakin?" Tanya Dito


"Iya, rencananya sih gitu tapi ada yang aneh kaya yang Om ceritain ke Nana barusan" Jawab Haikal


Luna masih berada diruang tengah mencoba mencari tahu apa yang terjadi disusul Gavin dan Faisal sementara yang lain masih ditaman belakang


"Gue curiga sama ruangan yang ada diatas deh kak" Ucap Luna menjelaskan


"Ruangan yang mana?" Tanya Faisal bingung


"Ruangan yang gak pernah Om Haikal pake sama sekali selama di sini" Jawab Luna


"Kenapa?" Tanya Gavin


"Gue ngerasa udah ada yang gak beres dari awal, cuman gue diemin aja toh gak ada masalah awalnya" jelas Luna lagi


"Mau coba liat?" Tanya Faisal


"Boleh biar cepet kelar" Kata Luna menyetujui


Mereka bertiga menuju kamar yang Luna maksud, seingat Faisal Haikal tidak pernah mengunci ruangan tersebut


Cklek! Benar saja mereka bisa membuka pintu dengan mudah


"Lampunya bisa?" Tanya Faisal


Luna berusaha mencari dimana keberadaan saklar lampu di bantu senter di ponsel Gavin


"Gak Bisa" Jawab Luna lalu mencari ponsel dosaku celananya


"Kakak cari senter dulu di bawah" Kata Faisal sambil menghilang dari pandangan Luna dan Gavin


Pertama kali Gavin masuk keruangan itu dia merasakan ada yang aneh, energi yang aneh di sini.


"Apa yang aneh tapi?" Gumam Gavin


"Kayaknya gue tahu deh apa yang aneh" Kata Luna sambil mengarahkan senter yang dia pegang pada sebuah benda


"Boneka?" Tanya Gavin "kenapa ada di sini?" Tambah nya lagi


"Jangan di pegang dulu Vin, energinya lumayan" Ucap Luna memperingat kan


"Trus gimana cara netralinnya Na?" Kata Gavin


Faisal datang membawa senter yang lumayan besar, sehingga bisa menerangi ruangan yang tidak terlalu besar itu


"Jelas aja dek gak bisa idup, lampu nya gak ada" Celetuk Faisal


"Pantesan" Gumam Luna dan Gavin bersamaan


"Trus kalian lagi ngapain coba" Kata Faisal


"Ini nemu boneka" Jawab Luna


"Trus gimana?" Tanya Faisal "mau dibawa keluar"

__ADS_1


"Bener juga Na, sebelum energi negatif nya nyebar keseluruhan ruangan" Tambah Gavin


"Coba cari benda yang bisa bawa boneka ini keluar dari ruangan tanpa kena tangan kita, biar energinya gak nempel di tangan" Jelas Luna panja ng lebar


"Biar Gue cari di bawah" Kata Luna


Ia berniat mencari sarung tangan di gudang namun lagi lagi gudang sangat gelap


"Sejak kapan lo dibelakang gue?" Tanya Luna melihat ada senter ponsel mengarah pada gudang


"Sejak gue kebelet ketoilet tapi gak jadi gara gara liat lo" Kekehnya


"Garing pak" Celetuk Luna


"Belum gosong kan?" Katanya Asal


"Jangan cerewet, bawa ini kehalaman belakang" Luna memberikan sekop dan cangkul pada Dito


Sedangkan Luna sudah memakai sarung tangan lalu membawa karung kecil ke luar dari gudang.


"Mau ngubur apaan btw?" Tanya Dito ingin tahu


"Mau ngubur lo sekalian entar kalo bisa" Celetuk Luna


"Huaaa kabooorrr" Ucap Dito pelan sambil berlari ke halaman belakang. Sementara Luna hanya tertawa kecil lalu kembali keruangan yang ada di lantai atas.


"Setelah di netralin lebih baik ki ta kubur deh Na" Usul Gavin


"Tenang! Gue udah minta Dito bawa sekop sama cangkul kehalaman belakang"


Luna memasukkan boneka anak anak dari plastik tersebut kedalam karung kecil dan mereka bertiga membawanya kehalaman belakang


"Boneka itu milik yang punya rumah ini sebelum Om beli" Kata Faisal pada Haikal


"Ya iyalah kak, gak mungkin juga Om Haikal main boneka" Kekeh Luna


"Bener juga" Mereka semua yang ada dihalaman belakang tertawa mendengar ucapan Faisal tersebut.


"Kalian nginap di sini aja, bawa baju seragam sekolah kan?" Kata Haikal


"Bawa kok om" jawab Gavin


"Iya, kakak besok juga harus balik ke Jakarta" Kata Faisal menambahkan


"Siap" Kata mereka kompak


----££----


"Dorrrrr"


Suara itu berhasil membuat tiga orang wanita yang sedang asyik menonton film di kamar Luna terlonjak kaget karena ulah tiga manusia kurang akhlak tersebut.


"Ngagetin sekali lagi gue pecat jadi temen lu pada" Gerutu Luna namun matanya masih fokus pada televisi di hadapannya


"Sadis lo Na" Protes Dito yang lebih memilih berjalan kearah Luna dari atas Kasur


"Makanya kalo nonton film itu ngajak ngajak" Protes Imam sambil menyusul Dito begitu juga Gavin

__ADS_1


"Paling nggak tuh pintu di tutup" Tambah Gavin


"Emang tadi buka ya, perasaan tadi gue udah minta tolong nutupin" Kata Luna melirik Melodi


"Lupa Na" Jawab Melodi cengengesan


"Mama Ai pulang kapan Na?" Tanya Gavin sambil bermain ponsel


"Kalo gak ada kendala ya 4 bulan lagi tapi kalo ada ya enggak tahu mungkin setahun" Jawab Luna santai


"Setahun Na?" Tanya Cila diangguki Luna


"Lama juga ya ternyata" Gumam Imam


"Soal kerjaan gue gak mau banyak nawar" Jawab Luna


Luna sebenarnya beberapa hari ini juga sedang merindukan kedua orang tuanya namun tidak ia tunjukan kepada sahabat nya yang lain.


"Gue tahu Na, lo gak sekuat yang anak anak liat kalo soal Mama Ai sama Papa Al" Batin Gavin sambil menatap Luna penuh arti


Luna berniat mencari tempat untuk bersandar tapi dia sadar dibelakangnya ada Dito, jadi dia memilih untuk menyandarkan tubuhnya pada tembok sebelahnya dan melihat ke arah jendela.


"Kenapa hey?" Kata Dito pelan sedangkan Luna hanya menggeleng kearah Dito


"Yakin gak papa, sejak pulang dari Bandung kaya ada yang lo pikirin" Kata Melodi yang ada di sebelahnya selidik


"Gue serius gak papa" Kata Luna santai 


Setelah Film selesai mereka asyik dengan ponsel yang ada di genggaman masing masing namun Luna lebih memilih menulis di komputer


"Udah lama gue gak Liat lo nulis" Kata Melodi bergumam dan berdiri di belakang Luna


"Nah ini gue lagi coba buat Nulis lagi Mel" Jawab Luna sambil mengotak atik komputer


Saat Gavin membaca judul dari apa yang Luna tulis, ia sepertinya men dapatkan gambaran sesuatu.


"Udah dapet ijin Na?" Tanya Gavin tiba tiba


"Udah! Gue sempet komunikasi lagi sama Aira setelah masalahnya selesai" Jawab Luna santai


"Jadi maksud lo ini..." Melodi tak melanjutkan ucapannya


"Iya, cuma namanya aja yang gue ganti dan ada beberapa kejadian yang gue samarin dan gue tambahin juga" Jawab Luna seolah mengerti maksud dari Melodi


"Jujur gue dapet Fell banget sama Aira waktu masih hidup" lanjut Luna


"Berarti lo gak cuma sekali dong komunikasi sama Aira" Kata Imam


"Dua kali dan yang terakhir gue bener bener masuk ke masalalu Aira" Jawab Luna


"Sebenernya bukan Aira yang narik lo ke masalalunya, tapi emang lo sama Aira itu satu frekuensi" Kata Gavin menanggapi


"Maksudnya?" Tanya Luna bingung "energi gue sama Aira sama gitu?"


"Iya, dari lo sama Aira itu ada satu kesamaan energi diantara kalian" Luna mengangguk anggukan kepala paham dengan apa yang dimaksud Gavin


"Bisa aja sih, itu juga termasuk kenapa dia milih gue buat selesain masalahnya dong" Kata Luna lagi

__ADS_1


"Tepat sekali"


__ADS_2