
Saat ini Luna sedang berdiri di depan toilet untuk bergantian mandi dengan anak cewek lainnya, ingatan Luna tertuju pada sebuah pohon tak jauh dari toilet berada.
"Mau kemana Sih Na?" Tanya Cila penasaran
Luna dan Cila sedang bergantian mandi bersama dengan Ayla dan Melodi yang baru saja masuk kedalam kamar mandi.
"Lo tunggu sini bentar" Kata Luna sambil berjalan kearah pohon
Jika saja kemarin dia memiliki keberanian, pasti sudah ia lakukan dari dua hari lalu saat bersama Dito.
"Pohon beringin?" Gumam Luna
Luna rasakan saat berada didekat pohon beringin tersebut memiliki energi yang sangat familiar baginya, tentu akan membahayakan nantinya.
"Cil, gue bisa minta tolong ga?" Tanya Luna pada Cila
"Apaan?" Tanya Cila penasaran
"Bisa cariin Gavin ga? Penting nih" Kata Luna serius
"Kenapa Na?" Tanya Cila bingung
"Nanti gue ceritain, sekarang pang gil dia dulu"
"Wokeh"
Saat Cila pergi mencari keberadaan Gavin, Luna merasakan ada seseorang yang sepertinya mengawasi keberada annya.
"Gue harus tenang, jangan panik Na" Gumam Luna dalam hati
"Kenapa Na?" Tanya Gavin dan berhasil membuat Luna terkejut
"Gue tahu ada dimana kak Bara ngiket Nya" Kata Luna tho the point
"Di mana?" Tanya Gavin bersemangat
"Depan lo" Jawab Luna santai
"Trus lo mau apain ini?" Tanya Gavin penasaran
"Kita harus perkuat, karena energinya udah bocor kemana mana dan bisa narik sosok lain buat ngedeket" Jelas Luna
"Kalo sampe itu terjadi dia bisa lepas dari pohon ini" Kata seseorang dari arah belakang mereka
"Kak Bara?" Kata Luna dan Gavin kompak
"Kakak udah tahu dari awal kalau energinya mulai menyebar kemana mana" Kata Bara lagi
"Kenapa kakak gak bilang dari awal?" Tanya Luna penasaran
"Kakak sengaja gak bilang dulu sama kalian karna kita harus simpen energi buat kegiatan camping" Jelas Bara
"Jadi karna hari ini hari terakhir, kakak baru bisa bilang" Kata Gavin menebak
"Iya, awalnya gitu tapi kayaknya kalian udah tahu duluan" Jelas Bara
"Jadi...?" Tanya Luna pada Gavin dan Bara
"Sekarang" Kata Bara dan Gavin bersamaan
"Cil, boleh pegangin handuk Nana bentar"
__ADS_1
"Siiip" Kata Cila menyetujui
"Kamu agak jauhan dulu" Kata Gavin melihat kearah Cila
Cila hanya mengangguk dan memberi kan jempolnya sebagai jawaban.
-----∆∆∆∆------
Luna mengerjapkan matanya perlahan, ia harus menyesuaikan cahaya yang masik ke matanya.
"Are you oke?" Tanya Dito khawatir di jawab anggukan oleh Luna
"Kenapa gak nyari gue dulu sih Na? Bahanya tau gak?" Kesal Dito melihat tingkah nekat Luna
Saat ini sudah di pastikan Luna bisa melihat kekhawatiran yang ada di wajah Dito
"Udah gak usah marah marah, orang guenya gak papa" Kata Luna sambil tersenyum
Saat Luna sudah ingin bangun dari tidurnya dengan segera Dito membantu nya
"Lo gak papa Na?" Tanya Gavin yang baru saja masuk bersama dengan Bara
"sosok itu tahu kelemahan gue ada dijantung, jadi dia nyerangnya langsung ke jantung" Jelas Luna tho the point
"Kak, kayaknya sosok itu pernah digunain orang lain sebelum kita kesini dan waktu kita disini sengaja dibalikin" jelas Luna pada Bara
"Hah?" Kata mereka bertiga kompak
"Nana tahu siapa yang bisa ngelepas sosok itu?" Tanya Bara ingin tahu
"Nana gak tahu, yang udah jelas orang itu tahu semua tentang kita bertiga dan kelemahan kita masing masing" Jawab Luna menjelaskan
"Kecolongan lagi kita, berarti kita memang sengaja dibawa ke pohon itu dong" Kata Gavin menanggapi
"Gue bakal cari tahu soal ini dan gue yakin ada niat jahat dari orang itu" Kesal Bara
"Selow kak jangan langsung nyerang kita harus tahu apa yang dia mau" Kata Luna menyela
"Terus gimana? Masa kita diem aja?" Tanya Gavin
"Kakak percaya sama strategimu Na" Kata Bara
"Kita ikutin aja rencana mereka sampe ketemu Celah buat nyerang balik" Jawab Luna santai
"Resikonya besar Na" Kata Dito menanggapi
"Percuma juga kita nyerang sekarang Dit, kita gak tahu juga kan siapa orang nya" Jawab Luna kembali
"Iya juga ya" Kata Gavin menyetujui
"Ternyata Nana sama Faisal satu server" Kekeh Bara
"Saya kan adiknya pak, mohon maap" Jawab Luna sambil tertawa
"Bener juga" Mereka berempat lalu tertawa bersama atas apa yang baru saja di katakan Bara
Raihan Bara Aditama, pria yang berusia 20 tahun ini adalah sahabat SMP dari Faisal haidar kakak dari Luna. Memiliki kemampuan yang sama seperti Luna, Gavin, dan Andito.
Di dalam tenda....
Luna sudah menceritakan kepada kedua sahabatnya itu dan berhasil mem buat mereka khawatir
__ADS_1
"Tapi lo beneran gak papa kan Na?" Tanya Melodi khawatir
"Gue gak papa, lo bisa liat kan gue baik baik aja" Kata menenangkan
"Lagian hari ini kita udah balik kan?" Tambah Cila
Mereka saat ini sedang membereskan barang barang mereka dan bersiap untuk pulang
"Gimana Na? Empat hari disini?" Tanya Faisal yang tiba tiba muncul
"Ya awoh kak, kaget tahu" Kesal Luna melihat keberadaan sang kakak
"Kaget ya" Kekeh Faisal
"IYALAH" Teriak Luna, Melodi & Cila bersamaan
"Iya iya, gak usah keroyokan gitu napa" Kata Faisal sambil tertawa
"Kakak serius mau tahu?" Kata Luna kemudian
"Iya" Katanya sambil cengengesan
"Hari pertama sih biasa biasa aja, tapi hari kedua Nana liat ada cowok misterus yang ada dimimpi Nana waktu itu di tengah hutan, di hari ketiga Nana gak bisa tidur karna parno sama mimpi itu, terakhir tadi itu" Jelas Luna panjang lebar
"Tapi Nana nggak papa kan sekarang, masih kuat buat pulang?" Tanya Faisal
"Ya kuat lah kak, tapi..." Jawab Luna menggantung
"Kenapa Na?" Tanya Faisal khawatir
"Laper" Jawab Nana santai
"Allahu Akbar" Kata mereka bertiga kompak sementara Luna hanya tertawa puas karen berhasil mengerjai kedua sahabat dan kakaknya.
"Kirain apa Na?" Kesal Cila
"Nana mah sadis" Protes Melodi
"Lagian pada serius amat" Kekeh Luna
"Udah sana! Konsumsinya udah sampe" Kata Faisal kepada mereka bertiga
Mereka bertiga menuju kedepan bus, untuk mengambil makanan yang sudah disiapkan pihak sekolah.
Lagi! Saat ingin mencari keberadaan sahabatnya berada, Luna merasa sedang diawasi oleh seseorang
"Kenapa sih?" Tanya Dito setelah Luna duduk di samping nya "gitu banget ekspresinya"
"Kenapa emang?" Tanya Luna penasaran
"Lucu aja" Jawab Dito sambil menyuap makanannya
"Dih, orang gue nanya serius juga"
"Lo kenapa? Kaya nyari sesuatu gitu?" Kata Dito kemudian sebelum nantinya wanita yang ada di sebelahnya itu marah
"Dari tadi waktu gue ngerasa ada yang ngawasin tapi waktu gue cari gak ada kan gue jadi penasaran" Jawab Luna panjang lebar
"Sekarang penasaran, coba aja kalo udah tahu siapa orangnya pasti takut" Geru tu Dito
"Iyalah" Jawab Luna sambil tertawa pelan
__ADS_1
"Lah? Gimana sih?" Kata Dito tak percaya sambil melihat ke arah Luna