ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 34


__ADS_3

Flashback Satu Minggu Lalu....


Saat ini Luna dan Faisal sedang berada di depan sebuah pohon, tempat di mana Bara merasakan ada energi yang berbeda


"Kata kak Bara di sekitar sini, tapi dimana?" Kata Luna bergumam


"Sabar dong dek, kita cari pelan pelan jangan buru buru gitu nanti malah gak ketemu lagi" Kata Faisal sambil tersenyum kearah sang adik


Berbekal dua senter berukuran kecil milik Faisal, mereka berdua mencari sebuah kalung liontin milik Arka.


"Rumputnya kok di biarin tinggi ya kak apa tanah seluas ini gak ada pemiliknya?" Tanya Luna memecah keheningan


"Iya juga, harusnya sih enggak dek masa iya tanah seluas ini gak ada pemiliknya" Jawab Faisal


Karna rerumputan disini sudah mulai tumbuh tinggi hal itu juga membuat mereka kesusahan mencari keberadaan kalung tersebut.


"Tunggu deh kak! Itu kalungnya bukan sih?" Kata Luna sambil melihat kearah satu sudut di dekat pohon berada


"Iya kayaknya"


Faisal dan Luna berjalan kearah kalung tersebut berada, Luna mengambil kalung tersebut dan segera kembali ke dalam mobil lalu pulang ke rumah.


Di rumah....


Faisal saat ini sedang berada di dalam kamar Luna dan meminta sang kakak untuk mencari tahu apa yang sebenernya Aira ingin sampaikan.


🌷🌷🌷


Satu bulan setelah sepeninggal Aira dan mendekamnya Alkandra di penjara, Arka berusaha untuk mengikhlaskan kepergian sang adik. Arka memilih pindah dari Bandung ke jakarta dan memulai hidup barunya di Ibu Kota, ia melanjutkan sekolahnya pada jenjang SMA di SMA MUTIARA.


Sore itu Arka baru saja keluar dari sekolah dan berniat pulang karena badannya sudah sangat lelah. Namun saat di tengah perjalanan ada motor yang dia kendarai bertabrakan dengan sebuah mobil sedan berwarna hitam hingga membuat motor yang dia kendarai dan tubuhnya terpental pada lokasi yang berbeda


Sebelum Arka menghembuskan nafasnya untuk yang terakhir dengan susah payah dia melemparkan dua kalung Liontin yang berbeda di lokasi tempatnya kecelakaan


"Ya Allah, jika Engkau mengijinkan maka buatlah siapapun yang melakukan semua ini mendapatkan Ganjaran nya"


Kata Arka dalam hati dan sesaat kemudian Arka menutup matanya bersamaan dengan itu Arka menghentikan nafasnya.


🌷🌷🌷


Faisal menceritakan apa yang dia lihat kepada sang adik hingga membuat Luna tanpa sadar meneteskan air matanya.


"Aira, apa kamu memintaku untuk mencari siapa pembunuh Arka?" Lirih Luna sambil menghapus air matanya


"Aku ikhlas dengan kepergianku aku hanya ingin tahu siapa yang membunuh ku"


Ucapan itu keluar dari mulut Faisal dan hal itu membuat Luna bisa melihat Arka untuk pertama kalinya


"Arka?" Gumam Luna melihat kearah sang kakak yang dimasuki oleh Arka

__ADS_1


"Terimakasih sudah mau membantu Aira, aku tak habis pikir pria brengsek itu membunuh adikku" Ucapnya dengan nada emosi


"Apa kau baru mengetahuinya?" Tanya Luna


"Yah, selama ini aku hanya menyalahkannya karna telah membuat adikku menderita dan bunuh diri" Ucap nya sesal


"Semoga kebenaran ini bisa membuatmu tenang" Luna menatap Arka dengan tersenyum senang


"Yah, aku amat sangat senang sekarang" Katanya sambil membalas senyuman Luna


"Kau sama seperti adikku, perempuan yang kuat namun disisi lain kau juga rapuh" lirihnya sedangkan Luna hanya tersenyum


"Apakah aku masih harus membantumu lagi?" Tanya Luna


"Temukan siapa pembunuhku dan adikku, maka aku dan Aira akan tenang nantinya dan Aku akan amat senang jika kau mau menyimpan kalung ini" Katanya kemudian


"Kau memberikannya padaku?" Tanya Luna tak percaya


"Kau berhak mendapatkannya, aku akan selalu memberikan perlindungan disetiap langkahmu maka dari itu jangan pernah lepaskan kalung ini dari lehermu apapun yang terjadi"


"Terimakasih" Arka mengangguk lalu tersenyum kearah Luna


Arka yang masih berada didalam tubuh Faisal itu memakaikan kalung tersebut pada Luna dan sesaat setelahnya keluar dari tubuh Faisal.


"Dia sudah kelelahan" Arka menatap Faisal dan tersenyum penuh arti


"Jaga adikmu sekuat dan semampumu, jangan lakukan kesalahan yang sama seperti apa yang kulakukan"


Bersamaan dengan itu Arka menghilang dari kamar tempat Luna dan Faisal berada Faisal dan Luna saling bertatap dan bernafas lega...


"Kakak dapat sesuatu?" Tanya Luna pada Faisal


"Perjalanan hidup Arka" Jawab Faisal sambil tersenyum kearah sang adik


Luna hanya tersenyum menanggapi ucapan sang kakak, karna kelelahan akhinya luna dan Faisal tertidur hingga fajar tiba tanpa ada yang mengganggu mereka.


Flashback Satu Minggu Lalu Off


Saat ini Luna baru saja menceritakan semuanya kepada para sahabatnya tentang Aira sejak terakhir mereka membahasnya sebelum mereka ke Bandung membersihkan rumah Haikal.


"Aira" Guman Gavin sambil tersenyum


"Jadi secara gak langsung Arka kasih kita Clue soal kecelakaan yang dia alami" Ucap Imam tiba tiba


"Di bagian mana Clue nya?" Tanya Dito


"Temukan siapa pembunuh 'Ku' dan pembunuh 'adik' ku itu artinya yang bunuh mereka berdua orang yang sama" Ka ta Imam dengan ekspresi serius


"Dan sampe sekarang masih berkeliaran" Tambah Luna yang sudah mulai paham degan apa yang Imam maksud

__ADS_1


"Jadi belakang gudang sekolah kita ini dulunya lokasi kecelakaan Arka dong guys?" Ucap Melodi menyimpulkan


"Iya, karna dua liontin yang itu ketemu di belakang gudang" Jawab Luna menjelaskan


"Jadi kita harus apa sekarang?" Tanya Cila


"Cari kak Bara" Kata Dito yang dari tadi hanya mendengarkan itu


"Mau ngapain nyari kak Bara?" Tanya Imam bingung


"Sebenernya kalungnya Aira dan Arka itu bisa dibilang yang nemuin kak Bara" Jawab Dito menyimpulkan


"Bener juga sih yang kata Dito, coba deh inget inget lagi. Pertama kak Bara kan yang nemuin kalungnya Aira trus karna Kak Bara ngasih tahu Gavin ada energi yang nyangkut dibelakang gudang juga kan kita jadi bisa nemuin kalung Arka" Kata Melodi menjelaskan panjang lebar


"Kayaknya kak Bara juga bisa bantu kita buat nemuin pelakunya sekarang ada di mana dan siapa?" Kata Luna yag mulai paham dengan apa yang Dito maksud


"So?" Kata Dito


"Wait! Kalo gue gak salah denger tadi mobil yang nabrak motor Arka sedan warna hitam kan?" Kata Gavin mengingat sesuatu


Mendengar ucapan itu Cila, Luna dan Melodi saling pandang seperti mereka tahu sesuatu


"Guys, kalian tahu sesuatu?" Tanya Dito melihat kearah Luna, Melodi, dan Cila


"Jadi siapa yang mau cerita, gue apa lo Cil?" Tanya Luna pada Cila


Cila menceritakan tentang dia yang tak sengaja melihat mobil sedan itu pada yang lain dan mengetahui jika di dalam mobil tersebut adalah Andra dan Andri.


"Kita sebenarnya mau ceritain kekalian waktu malem harinya, tapi gak jadi karna kita masih fokus sama kasus Jailangkung" Tambah Luna


"Semuanya jelas sekarang" Gumam Dito pelan


"Maksudnya?" Tanya Luna bingung


"Menurut gue Andra sama Andri tahu kalau lo akan nyelesain kasus ini, sama kaya Arka yang masih berambisi pengen cari tahu penyebab Adiknya bunuh diri selain Al, Mereka juga ngelakuin hal yang sama ke Luna supaya gak bisa ngungkap siapa yang bunuh Arka sama Aira"  Jelas Dito panjang lebar


"Ya Allah, kenapa gue gak kepikiran sama sekali soal ini" Kata Luna mengangguk anggukan kepalanya


"Itu karna lo fokus sepenuhnya sama kasus Aira sama beberapa gangguan yang lo alami" Jawab Dito lagi


"Guys, gue mau ubah semua rencana" Kata Luna tiba tiba


"Kenapa?" Tanya Cila di angguki yang lain


"Karna gue tahu rencana gue yang sekarang pasti ketebak sama mereka, karena kita secara gak langsung masuk kedalam jebakan mereka dan akan lebih mudah hancurin rencana kita" Jelas Luna


"Jadi?" Tanya Gavin


"Bukan kita yang akan temuin mereka tapi mereka sendiri yang akan bawa kita ketemu sama mereka" Jawab Luna sambil melihat sahabatnya satu persatu

__ADS_1


__ADS_2