ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 08


__ADS_3

"Kenapa lo jadi nyuruh gue nganterin lo jemput Kayla sih?" tanya Luna bingung


"Ya karna Bunda minta tolong kasih tahu jemput Kayla ke elu Na" jawab Dito


"Apa hubungannya Dit" kesal Luna


"Gak ada sih" katanya sambil cengengesan


Tak lama mereka berdua sampai dirumah Oma dari Kayla, Luna dan Dito segera keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum" ucap Luna dan Dito bersamaan


"KAK DITO, KAK NANA" Teriak Kayla dan berhambur kedalam pelukan kedua orang itu


"Jangan lari lari, nanti Kay jatuh" kata Dito membalas pelukan adik mungilnya itu


"Aaaaa, kakak di serbu" kata Luna sedikit berlari kecil menghindari Kayla


"Kejar Kay" kekeh Dito sambil melihat kearah Luna


"Walaikumsalam" ucap Oma Dita melihat kearah Luna dan Kayla yang masih saling kejar mengejar itu


"Maaf oma, Dito agak telat. Tadi lagi ngumpul di rumahnya Nana sama temen temen yang lainnya" jelas Dito


"Dan gara gara Dito ricuh tuh oma, hampir aja lupa jemput kayla" kata Luna setelah berhasil menangkap Kayla dalam dekapannya


"Jangan buka kartu dong" kesal Dito


"Lah emang iyakan" Kata Luna


"Udah udah! Kalian ini berantem terus" ucap Oma Dita sambil tersenyum


"Oma kay puyang duyu ya, nanti main kesini yagi" ucapan itu keluar dari mulut mungil Kayla yang saat ini berada di dalam gendongan Luna


"Iya sayangnya Oma" jawab Oma Dita sambil tersenyum dan mencubit pipi Kayla gemas


"Kami pamit dulu oma" kata Dito sambil menyalami Oma Dita di susul Luna dan terakhir Kayla


"Assalamu'alaikum" kata mereka kompak


"Wa'alaikum Salam, kalian hati hati ya" jawab Oma Dita


"Iya oma" kata mereka kompak


"Kita tinggalin kakak yuk" ucap Luna pelan sambil berlari kecil menuju arah mobil


"Loh, Kok jadi kakak yang ditinggal" ucap Dito sedikit berteriak menyusul Kayla dan Luna kearah mobil


Dalam perjalanan....


Saat ini mereka ada di dalam mobil menuju pulang, sementara Kayla sudah terlelap dalam pangkuan Luna


"Kenapa cuma lari larian doang gue engap yak" celetuk Dito


"Kurang olahraga lu" jawab Luna santai


"Elu sih Na keidean pake acara kejar kejaran" protes Dito


"Lah gue kejar kejaran sama Kayla kenapa ikut" jawab Luna tak mau kalah


"Iya juga ya" Dito masih fokus pada kemudinya


Saat mereka terlibat dalam perdebatan sengit, terlihat dari arah belakang ada sebuah mobil hitam mengikuti mereka.


"Ini bukan perasaan gue doang kan?" tanya Dito memastikan "beneran ada yang ngikutin kan?"


"Kayaknya bukan deh, dari tadi gue perhatiin udah di belakang mobil kita" kata Luna berniat ingin melihat ke arah belakang


"Jangan liat kebelakang" Cegah Dito "jangan sampe mereka curiga" tambah Dito kembali


"Trus?" Tanya Luna bingung


"Telfon Gavin sekarang, suruh mereka Ke rumah, gue yakin mereka bakal ngikutin sampe rumah" perkataan Dito diangguki oleh Luna lalu ia melelfon Gavin


...____...

__ADS_1


Sementara itu Gavin dan yang lainnya masih asyik mengobrol di kamar Luna sambil menunggu sang pemilik kamar yang tak kunjung pulang


"Ini mereka berdua mana sih, lama banget gak balik balik" celetuk Cila


"Sabar dong, emang kamu kira Jakarta Bandung deket apa" jawab Gavin menenangkan


"Iya tuh, bisa sampe 3-4 jaman, kalo gak macet itu juga" kata Melodi menyetujui


"Lah ini bocah malah molor di kasur orang" kata Gavin melihat ke arah Imam yang sudah dari tadi terlelap


"Oy bangun, enak banget malah tidur" kata Melodi sambil melempar bantal ke arah Imam


"Aduh! Apaan sih, ngagetin aja" kesal Imam sementara mereka bertiga malah tertawa


"Ya lagian malah molor maghrib Nih" kata Gavin setelah menghentikan tawanya


Tak lama kemudian ponsel Gavin berbunyi menampilkan nama 'Luna' di sana


"Nana?" Gumam Gavin


"Angkat, nunggu apa lagi" kata Cila


📲 Telfon 📱


Iya, kenapa Na?


Lo bisa ke rumah Dito sekarang?


Kerumah Dito? Ngapain?


(Luna menceritakan apa yang saat ini sedang terjadi saat pulang menjemput Kayla bersama Dito)


Kalian gak papa kan? (Panik)


Kita gak papa, kalian cepetan berangkat. Kita udah mau sampe rumah nih


Ya udah, kalian tenang dulu kita susul kesana (panik)


📲 Telfon 📱


"Nana kenapa?" tanya Cila khawatir


"Dia gak papa kan?" tambah Melodi


"Nana gak papa, tapi......" Gavin mencerita kan pada teman temannya


"Hah?!" kata mereka kompak


"Ya udah ayo susul mereka" kata Imam sambil beranjak dari kasur tempat dia tidur


"Eh iya, kenapa kita masih duduk" Kata Gavin mengikuti Imam


Setelah meminta ijin dan berpamitan pada mama Aini, alias mama dari Luna mereka segera pergi ke rumah Dito.


Di rumah Dito....


Saat ini Luna dan Dito sedang duduk di ruang tengah setelah menidurkan Kayla di kamarnya. Sementara Bunda baru saja masuk kedalam kamarnya


"Ya Allah, lega gue" kata Luna sambil mendudukkan dirinya di sofa


Sambil menunggu yang lain ia lebih memilih bermain medsos dan mencoba mengalihkan pikirannya dengan hal yang tidak tidak.


"Gue abis Chat Gavin, nanti kalo udah sampe depan gue suruh telfon dulu biar kita gak salah bukain pintu orang" jelas Dito dari arah dapur


"Hmm" jawab Luna santai masih fokus pada ponselnya


"Eh itu di meja makan ada tupperware isinya makanan, nanti kalo pulang sama Bunda suruh bawa" tambah Dito lagi


"Apa? Makanan?" tanya Luna penasa ran


"Kan gue tadi udah bilang makanan Na" gemas Dito sambil mencubit hidung Luna


"Gue kan nggak denger dit" jawab Luna sambil memukul tangan Dito yang ada di hidungnya


"Biar makin mancung" kekeh Dito

__ADS_1


"Mana bisa! yang ada makin masuk nih hidung" protes Luna sambil cemberut


"Gak usah manyun gitu kalee" kata Dito sambil tertawa kecil 


Andito menempatkan kepalanya di paha milik Luna sambil menonton Televisi.


"Enak banget lo" Gerutu Luna sambil membalas beberapa Chat dan DM yang masuk ke media sosialnya


"Bentaran doang, sampe anak anak dateng Capek gue" katanya dengan matanya tetap fokus pada televisi


"Hmm" jawab Luna datar


mendengar jawaban dari Luna itu Dito tersenyum senang, ia tahu jika Luna tak akan menolaknya.


"Perlahan Na, gue akan buat lo percaya sama gue dengan cara gue sendiri. Gue percaya gue pasti bisa bantu lo lewatin masa lalu lo yang pahit" kata Dito dalam hati


30 menit kemudian.....


"Jadi yang kalian liat tadi mobil nya itu warna apa?" tanya Imam mencari tahu


"Warna item" jawab Dito


"Kalo gue gak salah sih mobilnya itu mobil sedan deh kayaknya" tambah Luna mencoba mengingat sesuatu


"Mobil sedan warna hitam" gumam Gavin


"Mobil yang tadi" kata Cila dan Melodi kompak dan agak meninggi


"Bisa pelanan dikit ga" tegur Dito


"Kayla bangun gue slepet kalian ntar" gumam Luna


"Bunda juga tidur" tambah Dito


"Eh iya lupa, maap maap" kata Melodi Cengengesan


"Kalian sempet liat?" tanya Gavin pada Cila dan Melodi


"Di mana?" tambah Imam


"Itu yang papasan sama kita di gang depan" jelas Melodi pada teman temannya


"Tapi kalian sampe sini tadi masih ada gak?" Tanya Luna memastikan


"Udah gak ada sih kayaknya" jawab Cila


"Kayaknya loh ya" tambah Imam dengan penuh penekanan


"Udah deh ya, mending kalian nginep di sini, besok pagi baru pulang" Kata Dito memberi Ide


"Kenapa ide lu kali ini sangat membantu sekali ya pak" gumam Gavin


"Tentu saja" kekeh Dito "dari pada kalian semua pulang ada apa apa di jalan kan jadi nambah masalah lagi" tambah Dito kembali


"Bilang aja lo gamau keluar nganterin gue pulang" protes Luna


"Itu juga sih" kekehnya


"Ya udah, gue laporan sama mama Ai dulu. Daripada besok pagi gue harus nunggu mama ceramah dan telat sekolah" celetuk Luna mencari keberadaan ponselnya


"Gue juga" kata Cila, Melodi, dan Imam kompak


"Kompak amat kalian" kekeh Luna


"Ya iyalah, masa iya kita malah telat sekolah berjamaah sih" jawaban Imam membuat yang lain tertawa pelan


"Rekor sih kalo beneran terjadi" celetuk Cila


"Bukan lagi, gue masih dalam tahap hampir telat ya. Gak pernah sampe telat" tambah Luna


"Yang doyan telat itu kan elu dit" ledek Melodi


Karna tak mendapat respon membuat Luna yang berada di sebelahnya penasaran


"Pantesan dari tadi gaada suaranya, molor dong" kata Luna

__ADS_1


__ADS_2