ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 26


__ADS_3

Luna menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia merasa badannya sedang kurang sehat sehingga harus istirahat.


"Kepala gue pusing banget ya" Gumam Luna lirih


Dia masih bisa menahan rasa sakit kepalanya, hanya perlu beberapa menit lagi dia sampai di rumah.


"Tahan Na, bentar lagi sampe" Gumamnya lagi masih fokus pada mobil biru kesayangannya


Sejak kepulangannya dari kegiatan camping sekolah Luna memang kesehatannya sudah mulai terganggu, di mulai dari susah tidur sampai beberapa hari lalu nafsu makan yang semakin menurun.


"Alhamdulillah ya Allah, sampe rumah selamat" Ucap Luna lega


Saat Luna ingin membuka pintu mobilnya dia melihat motor seseorang yang sangat dia kenal berjalan melewati rumahnya, dia hanya tersenyum dan berjalan kearah gerbang untuk menutupnya


"Seperhatian itu lo sama gue?" Gumamnya sambil tersenyum


Beberapa hari ini Luna menyadari itu, Dito memang selalu memastikan jika Luna sampai di rumah dengan selamat.


"Assalamu'alaikum" Ucap Luna saat membuka pintu rumah


"Wa'Alaukumsallam Non" Ucap seseorang dari arah dapur


"Loh bi Siti, ada di rumah?" Tanya Luna


Bi siti adalah istri dari kang Galih yang biasanya akan mengurus taman belakang dan taman depan setiap satu bulan sekali


"Iya non, ibu tadi pagi telfon bibi suruh bantu bantu di rumah buat non Luna sama den Faisal" Jelas bi Siti


"Oh begitu ya" Luna mengangguk sebagai jawaban


"Non Luna lagi sakit, kok pucet banget Non?" Tanya bi siti khawatir


"Iya bi, lagi kurang sehat" Jawab Luna sambil tersenyum


"Kalau gitu Non istirahat aja dikamar nanti bibi bawain teh anget ke kamar" Ucap bi Siti pada Luna


"Iya bi makasih, nanti kalau ada yang cari Nana suruh langsung kekamar aja" Kata Luna kembali tersenyum lalu berjalan kearah tangga

__ADS_1


Luna segera masuk kedalam kamar dan segera berganti pakaian dan memutuskan untuk beristirahat sebentar.


Saat Luna sedang merapikan seragamnya ke dalam lemari terdengar suara ketukan pintu kamar


"Masuk" Ucap Luna sambil membuka pintu lemari dan menaruh seragamnya


"Lah tumben lu ngetuk pintu, biasanya main nyelonong aje" Kata Luna saat menyadari siapa yang masuk


"Kata Bi Siti lo lagi ganti baju, trus lo mau gue langsung nyelonong masuk gitu?" Tanya Dito sambil terkekeh


"Ya enggak lah" Protesnya sementara Dito hanya tertawa


"Tuh gue bawain teh yang udah dibuatin Bi Siti sekalian obatnya, diminum trus istirahat. Besok kita masih ujian, inget kan?" Jelas Dito panjang lebar


"Ya inget lah, gue kan gak akut pikun nya" Gerutu Luna sambil berjalan ke arah kamar mandi


"AAAAA" teriak Luna dari arah kamar mandi dan segera duduk di sofa sebelah Dito lalu mengangkat kakinya


"Apasih, gak usah teriak teriak gitu?" Kesal Dito pada orang di sampingnya itu


"Itu di kamar mandi" Kata Luna ketakutan


"Ada tikus" Jawab Luna kearah Dito sementara itu Dito hanya menghela nafas nya pelan


"Lagian gue barusan nyuruh lo minum obat, kenapa ke kamar mandi?" Gerutu Dito sambil berjalan kearah kamar mandi


"Gue kebelet" Protes Luna sambil berjalan kearah meja 


"Minum dulu tuh obatnya, gue tangkep dulu bentar" Ucap Dito sedikit berteriak dari dalam kamar mandi


"Iye, bawel lu" Gerutu Luna yang sudah meminum obat


Tangannya masih bermain dengan ponsel di atas tempat tidur, merebahkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa nyeri di kepalanya


"Gue bingung kenapa tikus bisa masuk kekamar mandi lo Padahal gak ada celah buat masuk?" Gumam Dito heran


"Lo aja bingung apalagi gue?" Jawab Luna santai sambil melihat Dito ke luar kamar membawa kresek

__ADS_1


Luna berjalan kearah kamar mandi karna dari tadi ia sudah menahan buang air kecil gara gara tikus sialan itu.


"Gila! Gara gara tikus doang mau ke kamar mandi aja ribet banget" Gerutu Luna kesal


"Udah sih, masih ngedumel aja tikusnya aja udah minggat" Protes Dito melihat Luna yang sudah kembali membaringkan tubuhnya di kasur


Untuk hari ini Luna harus mengalah pada dirinya sendiri, ia sudah tak bisa menahan rasa sakit di kepalanya dan merasakan suhu tubuhnya yang mulai meningkat. Luna masih berusaha santai sambil bermain ponselnya, dengan secepat kilat Dito menarik ponsel Luna


"Abis minum obat itu tidur jangan main HP" Kata Dito sambil tersenyum kearah Luna


"Nanggung dikit lagi" Protes Luna sambil menekuk bibirnya ke bawah


"Nanti lagi, sekarang istirahat dulu" Kata Dito dengan lembut sambil memainkan rambut Luna


Elusan lembut Dito ternyata berhasil membuat Luna terlelap, mata Dito tak bisa lepas dari wajah tenang wanita di sampingnya itu.


"Gue tahu gue bukan yang terbaik buat lo Na, tapi gue akan selalu berusaha jadi yang terbaik buat lo" Lirih nya lalu mencium kening Luna lembut


Dito menutup tubuh Luna dengan selimut karna merasakan suhu tubuh luna mulai naik, jujur saja ia khawatir saat ini namun tak dia tunjukkan di depan Luna.


Dito mematikan ponselnya dan kembali fokus pada televisi hingga tanpa dia sadari tertidur. Sementara itu Faisal yang baru saja pulang dari kampus segera masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan motornya di garasi


"Assalamu'alaikum" Ucap Faisal pelan.


"Wa'alaikumsallan" Jawab Bi siti


"Lagi masak bi?" Tanya Faisal sambil berjalan kearah dapur mengambil minum 


"Iya den" Jawabnya singkat


"Nana udah pulang bi?" Tanya Fais kembali


"Udah den, tadi sempet ngeluh kurang enak badan mungkin sekarang istirahat" Jelas bi Siti lagi


"Oh yaudah biarin istirahat, saya ke kamar dulu kalau gitu" Ucap Faisal segera naik menuju kamarnya untuk menaruh tasnya


"Akur banget kalo lagi tidur" Gumam Faisal saat membuka kamar sang adik menemukan Dito ikut terlelap disampingnya 

__ADS_1


Ia menutup pintu kamar Luna kembali dan menuju ruang tengah sambil menunggu Bara dan Nino.


__ADS_2