ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 11


__ADS_3

Saat ini Luna dan Cila sedang berada didalam kamar menonton Film, dan waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB.


"Na, sayang buka pintunya Nak" ucap sang mama dari arah luar pintu kamar


"Iya Ma, bentar" jawab Luna sambil beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu kamar


"Mama sama Papa mau ke rumah temen SMA papa di sini, Nana mau ikut?" tanya Mama


"Cuma bertiga Ma?" tanya Luna kembali


"Enggak, sama Bunda Ike juga mama Siska ke rumahnya Om Gilang. Kata papa kamu om Gilang baru balik dari Denmark dan mau kenalin kamu keistri dan anak nya. Luna mau ikut?" jelas sang Mama panjang lebar.


"Em enggak deh, mungkin lain kali Nana ikut gak papa kan Ma?" jawab Luna sambil tersenyum


"gak papa, ya udah kamu di rumah dulu ya" kata Aini sambil tersenyum lalu berlalu meninggalkan Luna


"Iya ma" kata Luna sambil tersenyum


"Naaaa" ucapnya sedikit berteriak


"Apan sih, kaget tahu gak" gerutu Luna pada Dito


"Enggak" jawab Dito tanpa dosa


"Dih, ngeselin banget jadi Cowok" gumam Luna


"Hp lu, seenak jidat lo tinggal di kamar mandi. Untung gue yang nemuin kalo bukan gue udah jadi duit tahu gak" kata Dito sambil memberikan ponsel milik Luna


"Enggak" balas Luna


"yeee, malah balas dendam" sementara Luna hanya tertawa pelan


"pantesan aja gue cari dari semalem gak ada, gue kira ilang" kata Luna sambil cek ponselnya


"ilang beli lagi Na" celetuk Dito


"Enak banget tuh mulut, main beli beli aja. Segala macem isi dari hp ini gak bisa di beli" Dito tersenyum mendapat jawaban itu, ia tahu banyak kenangan yang Luna simpan di ponselnya.


"Woy, jangan ngalahin film yang gue streaming kali" kekeh Cila sambil melihat kearah Luna dan Dito di depan pintu


"Bodo amat" jawab Luna dan Dito kompak


"Kompak bener" kata Cila sambil tertawa pelan


"Gue ketemu Papa Mama dulu bentar" kata Luna sambil melihat kearah Cila


"Yo'i, jangan lama lama" jawab Cila yang fokus pada Laptop


Luna berjalan menuju halaman depan mencari keberadaan kedua orang tua nya


"Trus gue di tinggalin gitu?" tanya Dito


"Siapa suruh berdiri di situ" jawab Luna santai


"Ikut" kata Dito bersemangat


"Gue mau kedepan doang, kaya mau di tinggal seabat aje lo" gerutu Luna kesal


"Jangankan seabad, sehari aja kalo bisa gue ikut" gumam Dito pelan


"Alay lo"


"Bodo amat, gue yang alay kok lo yang ribet" katanya Datar


---£---


Saat ini mereka berdua sedang berada di halaman belakang bermain degan ponselnya masing masing, cuaca lumayan terik hari ini. Tinggal mereka berempat, Haikal dan Sinta di rumah sedangkan yang lainnya ikut Aldi dan Aini


"Na.." kata Dito santai


"Hmm" jawab Luna masih bermain degan ponselnya


"Nana" katanya lagi


"Apa?"

__ADS_1


"Na" kekeh Dito


"Lo ngomong lagi gue lempar bantal ya" kesal Luna atas tingkah gila sahabat nya itu


"Coba aja kalo berani" tantang Dito


"Lo kira gue takut" kesal Luna sambil melempar bantal yang ada di sampingnya


"Aduh Na! Bisa berkurang tingkat ke gantengan gue kalo lo lempar bantal gitu" protes Dito pede


"Dih pede amat lu" kesal Luna yang masih melempar bantal kearah Dito


"Lama lama ngeselin Na" jawab Dito sambil membalas lemparan bantal yang Luna lakukan


"Wey, hape gue bisa jatoh kampret" kesal Luna


"Bodo amat, siapa suruh lempar bantal" balas Dito


"Lo yang nantangin gue anjir" terjadilah aksi saling lempar bantal antara Dito dan Luna


Bersamaan dengan itu Gavin dan Cila yang akan menghampiri mereka, terhenti karena melihat Dito dan Luna saling lempar bantal.


"Kayaknya mereka lebih seru" gumam Gavin melihat kerarah mereka berdua


"Aku percaya lama kelamaan mereka satu server" kata Cila sambil tersenyum melihat tingkah mereka berdua


"Bukannya mereka udah satu server ya" kekeh Gavin


"Apanya yang satu server, berantem terus gitu setiap kali ketemu" gumam Cila


"Apa bedanya sama kita yang, bukan nya doyan berantem juga" kekeh Gavin sambil mencubit hidung sang kekasih lalu kabur entah ke mana


"Weh, awas ya lu" kesal Cila sambil berjalan mencari keberadaan sang kekasih


Sore Harinya....


Saat ini Luna sudah berada di rumah dan mendapatkan kejutan dari sang kakak yang ternyata sudah pulang dari London tanpa memberi tahu keluarga nya.


"Kakak curang gak kasih tahu Nana" protes Nana setelah berhasil memeluk sang kakak


"Kamu pulang kapan sal?" tanya Aldi pada sang anak


"Kemarin malem pa" jawabnya sambil tersenyum


"Seneng tuh gaada yang gangguin" ledek Luna


"Ledekin aja terus kakak" kata Faisal sambil mengacak rambut Luna


"udah udah! baru juga ketemu malah


berantem sih" kekeh Aldi


"Nana tuh Pa" protes Faisal


"gak usah salah salahan, papa sama mama ke kamar dulu" kata Aini kem bali melerai


"Iya ma pa" jawab Luna sambil memainkan ponselnya


Mereka masih asyik di ruang tengah bermain dengan ponsel masing masing hingga Luna mendapat pesan dari Haikal


"Kak" kata Luna mengawali pembicaraan


"Apa Na?" tanya Faisal


"Kakak di cari om Haikal tuh suruh kesana katanya"


"Kakak emang mau kesana nanti sorean, bilang gitu aja sama om Haikal" Tanpa bicara Luna mengangguk seba gai jawaban


"Nanti pulang kakak sekalian bawain Laptop Nana yang ketinggalan disana ya" kata Luna sambil cengengesan


"Ceroboh banget adik kakak, untung di rumah om Haikal coba di rumah orang lain" celetuk Faisal


"Namanya juga lupa kak" ucap Luna sambil menekuk bibirnya kebawah sehingga berhasil membuat sang kakak gemas di buatnya


"Iya iya, nanti kakak bawa pulang laptopnya tapi jangan cemberut gitu dong" kekeh Faisal sambil mencubit pipi sang adik

__ADS_1


"Kakaaaakk" kesal Luna atas kelakuan sang kakak, sementara Faisal hanya tertawa melihat kekesalan sang adik


"Iya iya, kakak minta maaf. Jangan ngambek" ucap Faisal setelah berhenti dari tertawanya


"Hmm" jawab Luna sambil memainkan ponsel miliknya


"Em atau gini aja deh, gimana kalau kakak tepatin janji kakak sama kamu sekarang gima?" tanya Faisal setelah mengingat sesuatu


"Apa?" tanya Luna bingung


"Masih inget kan kakak pernah janjiin Nana buat beli satu set komputer buat kamu" kata Faisal pada Luna


"Kakak mau beliin Nana?" tanya Luna dengan semangat


"Mau?" tanya Faisal sambil tersenyum


"Mauuu, kapan?" tanya Luna senang


"Sekarang Yu, mumpung masih siang"


---£---


Saat ini Faisal dan Luna sedang berada di cafe tak jauh dari tempat mereka membeli komputer dan beberapa perlengkapannya.


"Kak?" ucap Luna mengawali pembicaraan


"Kenapa?" tanya Faisal lembut


"Nana mau cerita sesuatu, boleh?" tanya Luna ragu


"Boleh dong, mau cerita apa?" tanya Faisal dengan tersenyum kearah sang adik yang ada di hadapannya


Luna menceritakan apa yang terjadi padanya beberapa hari ini, ia juga menceritakan soal Andri pada sang kakak. 


"Sialan tuh anak, berani beraninya sama adek gue" kesal Faisal yang saat ini sudah di selimuti amarah


"Kakak tahu kan, kalau sampe papa tahu soal ini gimana reaksinya?" tambah Luna dengan penuh kekhawatiran


"Kamu tenang aja, kakak pasti bantuin kamu" Faisal menggenggam tangan sang adik untuk meyakinkan


"Nana takut kak, nanti malah temen temen Nana yang kena imbasnya" kata Luna lirih


"Iya kakak tahu, kakak janji bakal slalu jaga kalian" kata Luna sambil tersenyum dan mengelus lembut kepala sang adik


Mereka kembali memakan pesanannya, lalu segera pulang kerumah. Faisal juga barus bersiap pergi ke Bandung nanti.


"Udah makannya?" Luna mengangguk sebagai jawaban


"kita pulang sekarang" kata Faisal kemudian


Di rumah......!


Saat baru saja sampai dirumah, ternyata sudah ada Dito diruang tengah Tentu saja untuk menjemput Luna dan pergi ke basecamp, mereka harus mengatur rencana untuk pembersihan nanti malam.


"Hadeh dia lagi" gumam Luna saat melihat Dito


"Gak ikhlas banget lu" kekeh Dito


"Udah sih! Gak ada agenda sehari aja gak berantem gitu" ucap Faisal menengahi


Dito sudah mengetahui jika Faisal sudah ada di rumah, karena Luna sudah menceritakan di Grup Wa.


"Mau ngapain jam segini ke rumah?' tanya Luna sambil menaruh tubuhnya di sofa


"Lo gak inget kita mau ngapain?" tanya Dito dengan penuh penekanan


"Jangan keras keras, lo mau kak Fais denger" guman Luna pelan


"Eh iya gue lupa" katanya cengengesan


"Mending lo bantuin kak Fais, tapi jangan ngomongin apapun soal yang akan kita lakuin nanti" kata Luna memperingatkan lalu diangguki oleh Dito


"yang ada gue gak diijinin sama kak Fais" tambah Luna memperingatkan


"siap" jawab Dito sambil memberi hormat pada Luna

__ADS_1


__ADS_2