
Pagi harinya, mereka berempat baru saja menyelesaikan sarapan pagi dan saat ini Luna sedang bersantai di ruang tengah.
"Woy, ngelamun aja masih pagi" ucapan Dito membuat Luna tersadar dari lamunannya
"Apasih, ngagetin tahu gak" kesal Luna karena ulah sahabat nya itu
"Enggak" jawabnya santai
"Dasar!" kesal Luna
"Elah, sensi amat jadi orang Kenapa sih lu?" tanya Dito sambil duduk disamping Luna
"Gak papa" jawabnya berbohong
"Gak usah bohong sama gue" ucapan itu membuat Luna menghela nafas berat "kenapa?"
Flashback Onn
Aku seperti tengah berjalan di suatu tempat yang asing, tempat ini begitu gelap dan hampa udara.
"Gue ada di mana Kok gelap banget?" gumam ku sambil melangkahkan kaki perlahan karna takut menabrak sesuatu di depanku
Aku masih berjalan perlahan hingga sayup mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahku berada
"Ada orang di sana?" tanyaku setelah mengumpulkan keberanian
Tak ada jawaban dari seberang sana, justru suara langkah kaki itu semakin mendekat. Semakin jelas suara langkah kaki tersebut di telinga
Aku melihat seseorang berjalan mendekat ke arahku, seseorang menggunakan pakaian serba hitam, memakai masker dan kacamata hitam berjalan ke arahku
"S-s-siapa kamu?" tanyaku ketakutan
Orang tersebut masih membisu, langkahnya semakin dekat bersamaan dengan itu aku juga berjalan mundur
"Apa mau mu?" bentakku, aku berharap dengan keberanian itu orang tersebut tak mendekat ke arahku.
Sial!
Sejauh apapun aku melangkah mundur, namun semuanya sia sia. Tubuhku terhantuk dinding dan membuatku tak bisa bergerak sama sekali. Orang tersebut mengeluarkan pisau dari saku hoodie nya, dan mengarahkan nya pada ku.
"Kamu harus mati" ucapnya dengan suara berat, dari suaranya yang berat aku bisa memastikan jika dia seorang pria
"Siapa kamu?" ucapku ketakutan
"Aku harus membunuh mu" katanya kembali dengan suara berat
Dan saat pisau yang dia pegang akan di tusukkan pada dadaku, aku seperti ditarik kembali kedalam tubuhku dan terbangun.
Flashback Off
"Merinding gue" gumam Dito dengan mengusap tengkuknya
"Masih melekat banget sama suaranya di telinga gue" ucap Luna sambil bergidik
"Lo bisa nebak ga cowok apa cewek?" tanya Dito sambil berpikir sesuatu
"Suaranya berat, kayaknya juga dari posturnya cowok deh" jawab Luna sambil mengingat sesuatu
"Wajahnya?" tanya Dito yang masih penasaran
"Gak kelihatan, yang gue liat semalem dia pake masker, kacamata hitam, sama topi item" jelas Luna kembali
Mereka berdua kembali terdiam dengan pikiran masing masing, apa yang Luna alami itu sebenernya apa? Mimpi? Masuk ke alam gaib? Atau apa?
Di tengah tengah pikiran mereka yg kacau itu mereka dikejutkan dengan suara ponsel Luna yang berdering sangat keras.
"Kaget gue" gumam Dito
"Lo kira gue kaga apa" jawab Luna sambil mengambil ponselnya "Telfon juga akhirnya si Cila"
📲 Telfon 📱
Halo cil, kemana aje sih lo
Halo na, gue gak bisa jelasin sekarang Gue ada di rumah sakit
Rumah sakit? ngapain?
Gavin udah pulang ke Indonesia, dan sekarang dia dirumah sakit. Semalam dia kecelakaan
Ya-Yaudah gue sama yang lain kesana sekarang. Share lokasi sekarang
Gue tunggu sekarang
Tut.
"Siapa yang di rumah sakit?" tanya Dito penasaran
__ADS_1
"Gavin, dia udah pulang dari London sekarang di rumah sakit semalem dia kecelakaan" kata Luna panik dan bersamaan dengan itu mengeluarkan air matanya
"Gavin kecelakaan?" ulang Dito meyakinkan diri nya sendiri
"Iya, buruan bangunin Imam, gue mau bangunin Mel dulu kita kerumah sakit sekarang" kata Luna yang masih panik
"Iya, kita bakal ke rumah sakit Tapi sekarang jangan nangis, tenangin diri lo dulu" kata Dito menenangkan sambil mengusap air mata di pipi Luna "gue yakin dia baik baik aja"
"Iya" jawab Luna sambil tersenyum
"Good Girl" Dito tersenyum sambil mengelus lembut kepala Luna
"Sekarang bangunin Mel, gue bangunin Imam" ucapan Dito di angguki oleh Luna
Luna segera naik kekamar atas untuk membangunkan sahabatnya yang tengah terlelap itu
"Mel bangun" kata Luna menggoyang goyangkan kakinya
"Apasih Na, gue masih ngantuk" katanya yang masih memejamkan mata
"Gavin kecelakaan! Kita harus ke rumah sakit sekarang" kata Luna sambil berganti pakaian
"Gavin kecelakaan" gumam Melodi pelan
"Apa lo bilang barusan? Gavin kecelakaan?" katanya dengan segera bangun dari tidurnya
"Buruan mandi! Kita kerumah sakit sekarang!" ucapan Luna berhasil membuat Melodi segera masuk kedalam kamar mandi
15 menit berlalu........
Setelah mereka semua bersiap saat ini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit yang sudah di beritahukan Cila
"Na, kok bisa barengan sama mimpi lo semalem ya" kata Dito memecah keheningan
"Masa iya sih, palingan juga cuma kebetulan Dit" kata Luna yang tengah mencoba berpikir positif
"Iya juga sih, tahu ah pala gue buntu" jawab Dito sambil terus fokus pada kemudinya
"Jangan mikir aneh aneh dulu Dit, kita tanya sama Cila atau Gavin aja kecelakaan nya karna apa" jelas Luna
Di rumah sakit.......!
Luna, Andito, Imam dan Melodi saat ini ada di luar menunggu dokter selesai memeriksa Gavin
"Gimana keadaan nya?" tanya Dito khawatir
"Akibat kecelakaan semalem gak terlalu parah, dan sekarang masih di periksa dokter" jelas Cila
"Btw, kalian berdua tadi dicari dia katanya ada yang mau diomongin sama kalian" tambah Cila kearah Luna dan Dito
"Diomongin sama kita? Apa?" tanya Luna
"Dia gak bilang sama gue, tapi kayak nya penting" jelasnya lagi
____
Saat ini aku berada di ruang rawat Gavin bersama Dito, aku cukup penasaran dengan apa yang akan dia katakan pada kami.
"Lo tuh ya, udah balik gak ngomong ngomong. Sekalinya ngomong malah kecelakaan" gerutu Dito
"Ya mana gue tahu, kalo bakal kena musibah" kekeh Gavin
"Lagi lo, baru juga masuk pertanyaan lo bikin gue sensi Dit" protes Luna pada Dito
"Udah gak usah berantem! Ada yang mau gue omongin ke elu pada" katanya melerai perdebatan
"Apa?" kata Luna dan Dito kompak
"Gitu dong kompak" kekeh Gavin kearah mereka berdua
"Vin..." ucap Luna dan Dito kompak dengan tatapan tajam kearahnya
"Iye iye gue becanda kali" kata Gavin cengengesan
"Mau ngomong apa? Sepenting apa sih Sampe harus bertiga gini?" tanya Luna yang sudah mulai penasaran
"Soal kejadian beberapa tahun lalu" ucap Gavin serius
"Kejadian yang mana?" tanya Dito bingung
"Itu permintaan terakhir yang pernah kita bantu beberapa tahun lalu" jelas Gavin "sebelum gue berangkat"
"Bukannya itu semua udah selesai?" tanya Luna pada Gavin
"Harusnya sih iya, tapi ternyata kasus yang kita tanganin waktu itu gak sepenuhnya selesai karna sosoknya belum bisa musnah dan sekarang dia mau balas dendam" jelas Gavin panjang lebar
"Jangan jangan...." kata Luna dan Dito kompak dan saking bertukar pandang
"Apa? Kalian ngalamin sesuatu selama gue gak ada?" tanya Gavin penasaran
__ADS_1
"Belakangan ini Nana ngalamin kejadian aneh bahkan semalem mimpi serem"
"Kejadian aneh sama Mimpi serem?" tanya Gavin
Luna menceritakan apa yang ia alami beberapa hari ini hingga mimpi yang semalam dia alami. Tak lupa juga beberapa virasatnya dan Cila pada Gavin.
"Gue udah duga ini bakal terjadi" katanya dengan tatapan kosong lurus kedepan
"Soal Cila?" tanya Luna meminta penjelasan
"Cila memang sensitif tapi emang sengaja gue tutup, gue gak mau gara gara itu kejiwaannya terganggu" jelasnya lagi
"Berarti dia jangan sampai tahu soal itu, kalo sampe tahu dia bakal cari tahu trus ngedalemin kan makin bahaya buat dia" saran Dito diangguki oleh Luna dan Gavin
"Baru juga nafas lega, udah ketemu sama yang beginian lagi" gumam Luna sambil berjalan kearah sofa
"Itu makanya gue pulang Ke Indo, gue khawatir sama kalian" lirih Gavin
"Kenapa gue ngerasa kaya di jebak ya, semua dibuat selesai atau kalah Tapi ternyata itu salah" tambah Dito berjalan menyusul Luna dan duduk di sampingnya
"Kita salah langkah sedikit aja, bisa jadi bumerang buat kita" kata Luna sambil memijit pelipisnya lelah
"Tenang dulu! Jangan dijadiin pikiran" Kata Gavin melihat ke arah Luna duduk
Cklek!
Saat Luna ingin berucap, tiba tiba Imam membuka pintu, sontak membuat Luna, Andito, dan juga Gavin menoleh ke sumber suara.
"Sorry ganggu obrolan kalian, kita mau cari makan ada yang mau nitip?" tanya Imam pada mereka bertiga
"Eum...Mam, lo tahu tempat Nasi goreng biasa gue beli?" tanya Luna pada Imam
"Mau nasi goreng?" ucapan Imam di angguki oleh Luna
"Yang lain?" kata Imam pada Dito dan Gavin
"Samain aja" kata Gavin dan Dito kompak
"Kompak bener" kekeh Luna
"Oke kita keluar bentar, kalian lanjutin aja ngobrolnya" Imam kembali menutup pintu kamar
'Huft' nafas kelegaan dari Gavin, Luna, dan Andito setelah Imam menutup pintu kamar rawat
"Semoga dia gak denger" gumam Luna Lirih
____
Waktu menunjukkan pukul 14.00 mereka masih berada dirumah sakit menemani Gavin, walaupun lukanya tak terlalu parah tapi dia di ijinkan pulang esok hari.
"Ngantuk?" tanya Dito di angguki oleh Luna yang mulai memejamkan matanya di sofa
"Tidur bentar lumayan kayaknya" gumam Luna pelan
Imam dan Melodi memutuskan untuk pulang duluan, sedangkan Cila sedang berada di ruangan dokter.
"Masih belum pacaran?" tanya Gavin dengan suara serak ciri khas bangun tidur
"Kaget gue" ucap Dito kearah Gavin yang sedang melihatnya juga
"Buat gue semuanya masih flat Vin" kata Dito serius
"Gak cape lo dari jaman SD sampe sekarang kalian SMA masih aja flat?" tanya Gavin bersamaan dengan Cila masuk kedalam
"Jadi, lo suka sama dia sejak SD?" tanya Cila
"Gue cuma takut aja" Gumamnya sambil menatap kosong kearah jendela
"Lo takut apa bro?" tanya Gavin sambil tersenyum penuh arti
"Kalo lo takut nantinya setelah adanya kata Break! Kalian gak bisa deket lo salah besar!" tebak Cila "Contoh kampret satu ini sama Mel biasa biasa aja" tambah Cila sambil menunjuk Gavin
"Kampret kampret gini pacar mu tahu gak" kesal Gavin melirik ke arah Cila yang sedang duduk di samping nya itu
Melihat adegan itu Dito hanya tertawa puas, ia melirik Luna dan membenarkan tidur Luna dengan menempatkan kepalanya kepundak Dito sebagai bantalan
"Poin plus nya itu soal orang tua kalian yang udah sahabatan, trus bukannya lo juga di titipin Nana sama papa Aldi, terakhir Kayla deket banget sama Nana" kata Gavin kemudian
"iya sih" gumam Dito
"Kita bukannya maksa nih, tapi bantuin ngisi hati lo yang horor itu" kekeh Cila
"Lo kira hati gue rumah hantu apa?" protes Dito kesal, melihat itu Cila dan Gavin hanya tertawa "sebenernya bukan itu yang gue takutin" sambungnya
"trus?" tanya Gavin dan Cilla bersamaan
"Gerry" lirih Dito melihat kearah Luna yang masih terlelap
"dia gak pernah bisa bohong kalo hati kecilnya masih ke Gerry" kata Gavin diangguki Dito
__ADS_1
"dia perlu lebih banyak waktu" kata Cila
"dan gue gak mau bikin dia sakit, apalagi sampe maksa dia" kata Dito mengakhiri