ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 12


__ADS_3

Saat ini mereka semua sedang berada di basecamp untuk merencanakan malam nanti


"Kita harus cari tahu apa yang ada didalam gudang sebelum kita bersihin" kata Luna serius


"Jadi....?" tanya Gavin bingung


"Kesekolah Bambang" Celetuk Imam


"Kapan?" tanya Gavin


"Minggu depan" kata Dito, Luna dan Imam bersamaan


"Selow dong selow" kekeh Gavin kearah tiga temannya


"Pertanyaan lo bikin gue gak bisa selow Vin" kesal Luna


"Yakin Mam mau ikut?" tanya Gavin memastikan


"Daripada cuman kalian bertiga doang, siapa tahu bisa bantu?" jawab Imam


"Iya juga sih, daripada ganjil juga" kata Dito menyetujui


"Ya udah oke, tadi gue telfon Mel katanya dia ada di rumah Cila" kata Luna menyetujui


"Kunci sekolah?" tanya Dito


"Ada di gue" kata Imam sambil menunjukkan kunci gerbang se kolah


"Gimana? Sekarang apa nanti abis maghrib?" tanya Dito pada ketiga sahabat nya


"Abis maghrib aja, cape gue" keluh Luna pada ketiga sahabatnya


"Sambil nunggu maghrib, gue mau makan dulu laper" kekeh Gavin


"Ye udah, makan dah sono" jawab Luna santai


"Gue ikut" kata Dito dan Imam kompak


"Kompak bener" kekeh Luna pada ketiga teman temannya itu Sedangkan mereka bertiga tertawa sebagai tanggapan


"Na gaada niatan buatin makanan gitu?" tanya Dito dari arah dapur


"Gak ada" jawab Luna singkat padat dan jelas


"gunanya tangan lo buat apa Dit" jawab Luna sambil asyik mendengarkan musik kesukaannya dengan earphone.


--++--


Saat ini mereka sedang berada didepan Gudang, berbekal senter dan satu earphone canggih sebagai alat komunikasi jika nanti di perlukan.


"Siap guys?" tanya Luna memastikan


"Siap" kata mereka mantap


Luna membuka pintu gudang, ada yang berbeda di gudang ini.


"Kaya ada yang beda" gumam Luna memperhatikan bagian dalam gudang


"Apanya?" tanya Imam


"Energinya" jawab Luna kembali


"Lebih pekat gak sih?" ucap Gavin ragu

__ADS_1


"Lebih parah lagi" jawab Luna lalu melihat kesatu titik


"Kenapa?" tanya Dito, Gavin, dan Imam bersamaan


Luna tak menjawab pertanyaan mereka matanya masih melihat ke bagian sudut gudang. Di sana masih ada jailangkung yang digunakan oleh Doni dan teman temannya pada waktu itu.


"Masih di sana?" kata Imam bergumam


"Kita bakar itu sekarang, feeling gue udah gak enak dari tadi" jelas Luna kepada ketiga temannya itu


"Biar gue yang ambil" kata Dito sambil berjalan kearah sudut gudang


"Senterin Mam" Imam mengangguk dan mengarahkan senter ke sudut Gudang


"Ati ati" kata Luna mengingat kan


"Vin, lo bisa cari tahu gak kira kira ada korban lain selama ini Atau ada yang pernah ngelakuin hal yang sama sebelum sebelumnya" kata Luna pelan pada Gavin yang ada di samping nya itu


Gavin berjalan kearah tengah gudang disinari senter yang Luna pegang, sedangkan Imam masih mengarahkan senternya pada Dito yang sudah berhasil memegang boneka Jailangkung tersebut.


"cepetan lo cari tempat buat bakar" kata Luna kearah Dito


"trus ambil minyak tanah sama korek di bagasi mobil gue" perintah Luna pada Imam dan segera di Angguki olehnya


"tunggu perintah gue selanjutnya" tambahnya lalu memberikan dua earphone canggih pada mereka berdua


Gavin melihat sebuah kotak besar di hadapannya, lalu memegangnya dan menutup mata untuk berkonsentrasi. Namun apa yang ingin dia ketahui tak didapatkan, semuanya gelap dia tak bisa melihat apa apa.


"Gimana?" tanya Luna saat melihat Gavin berbalik arah


"Gelap! Gue gak bisa liat apa apa" jawab Gavin pada Luna 


"Mudah mudahan ini bukan manipulasi dari mereka" ucap Luna dalam hati


Luna memang tidak berniat memperpanjang semuanya, bisa saja nanti hal itu akan membahayakan dirinya bahkan sahabatnya.


"Lo gak papa kan?" tanya Gavin bergumam di samping Luna


"Gue gak papa, lo tenang aja" jawab Luna meyakinkan


"kalian bakar sekarang, apapun yang terjadi" Luna memerintahkan degan menekankan kata 'sekarang' dan 'apa pun yang terjadi'


"siap" kata Imam dan Dito bersamaan melalui earphone canggih mereka


"kita harus gimana?" tanya Gavin


"kita tunggu sampai mereka selesai bakar boneka itu, gue masih merasa janggal sama gudang ini" jelas Luna


"gue juga sih sebenarnya, karena waktu gue coba nyari masalalu gudang ini kaya ada yang nutup gitu" kata Gavin menyetujui


"Mam lo minta kunci gerbang kesiapa?" tanya Luna melalui earphone


"kak Axel" jawab Imam


"berarti dia tahu semuanya?" tanya Luna


"lo tenang aja, kak Axel janji gak bakal kasih tahu siapa siapa" kata Imam menjelaskan


"oke, gimana udah selesai belum?" tanya Luna kembali


"belum! apinya gak bisa di nyalain kita masih coba usaha hidupin" jawab Dito


"Bismillah dulu, niatin yang bener" perintah Luna

__ADS_1


"gue mau cari tahu soal sekolah ini sama Kak Axel besok, siapa tahu ada info yang ngebantu" kata Luna berinisiatif


"sekarang?" tanya Gavin


"susul mereka berdua, takutnya kenapa napa lagi kita juga nanti yang repot" Gavin mengangguk sebagai jawaban


____


Jam sudah menunjukkan pukul 23.45 menit mereka berempat sudah menuju rumah masing masing karna sudah berhasil membakar boneka Jailangkung yang ada di gudang tadi.


"Cepet banget tidurnya" gumam Dito pelan melihat kearah Luna yang sudah terlelap di mobil Dito


Karna tadi Luna berangkat bersama Dito, maka pulang juga harus Dito yang mengantarnya.


"Gue angkat aja kali ya, kasian juga kalo harus bangunin" katanya kembali


Akhirnya Dito mengangkat Luna agar tak perlu membangunkan, saat sudah berada di dalam rumah Dito menemukan Faisal yang sepertinya sedang kesal dan ada Andri juga di sana.


"Eh kalian udah pulang?" kata Faisal yang mencoba untuk tenang


"Iya kak, gue bawa Nana kekamar dulu ya. Kasian udah tidur soalnya" kata Dito melihat kearah Faisal tanpa melihat kearah Andri


"Ya udah, bawa kekamarnya aja. Nginep sini aja lo Dit tidur di kamar tamu udah malem juga" kata Faisal sambil memerhatikan Dito


"Thaks kak" Kata Dito yang sudah berada di tangga


Dito membaringkan tubuh Luna perlahan agar ia tak terbangun dari tidur nyenyaknya, karena rasa penasarannya akan Andri begitu besar Dito berniat untuk kembali turun kebawah


"Gue takut" gumam Luna yang berhasil mencegah Dito kembali keluar kamar


"Hey kenapa?" Ia kembali duduk di samping Luna dan mengelus lembut kepalanya sambil tersenyum


"Mimpi buruk?" Tanya Dito kembali diangguki oleh Luna


"Temenin" rengek Luna melihat kearah Dito duduk


Dito bisa melihat ketakutan dari wa jah Luna, ia tak mungkin meninggalkan sendirian.


"Ya udah gue temenin, sekarang lo tidur lagi. gue gak bakal kemana mana" jawab Dito sambil tersenyum kearah Luna


belakangan ini Luna sering bercerita tentang pria misterius yang masuk melalui mimpinya dan ingin membunuhnya itu.


Ting!


Ponsel Dito berbunyi, beruntung pelan karna ia melihat Luna sudah kembali terlelap


[Dit, gue minta jangan kasih tahu Nana kalau Andri tadi kesini ya]


[Gue kira lo yang nyari dia kak]


[Mau ngapain gue nyari dia?]


[Iye juga sih, mau ngapain tuh anak Nyari Nana?]


[Ya mau ngapain lagi, gue kesel aja sama dia. Gue curiga yang ngikutin kalian selama ini dia. ini cuma dugaan gue aja sih]


[Mungkin aja sih, tapi apa alasan nya kak?]


[Secepetnya gue bakal cari tahu siapa? dan apa alasannya. Tapi untuk sementara ini lo bantu gue jagain dia]


[Kalau soal itu lo tenang aja kak, gue bakal selalu jagain dia tanpa lo minta sekalipun]


[gue pegang omongan lo]

__ADS_1


__ADS_2