ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 14


__ADS_3

Luna dan sahabatnya saat ini sedang berada di lapangan sekolah, mendeng arkan informasi dari kepala sekolah dan para Anggota OSIS untuk acara Camping esok hari.


"Na, di sebelah Pak kepala sekolah itu siapa?" tanya Melodi penuh kekaguman


"Mana gue tahu Mel" jawab Luna santai


"Nemu yang bening dikit gercep Mel" ledek Cila pada melodi sementara Luna hanya tertawa pelan


"Gue kan cuma nanya Cil" gerutu Melodi


"dari pada Nana yang dari tadi ngelirik kak Axel" ledek Melodi mengalihkan pembicaraan


"ngelirik doang Mel, dimana letak salahannya?" gumam Luna pelan


"gak ada, kalian berdua sama sama jomlo kan" kekeh Cila


"arah obrolan kita ini kemama sih?" tanya Luna bingung


"Nggak tahu" jawab mereka kompak &  berhasil membuat Luna mendengus sebal


Mereka kembali mendengarkan ketua OSIS yang sedang mengumumkan beberapa barang yang harus di bawa esok hari


"Oke adik adik kakak akan membacakan beberapa barang yang harus kalian bawa. Jadi yang harus kalian bawa adalah senter, jaket, baju ganti dan baju olahraga atau training. Kalau ada yang perlu di bawa lagi silahkan di bawa saja, ada yang mau ditanyakan?" jelas ketua OSIS


"Kak boleh bawa hp?" tanya salah satu siswa


"Boleh, tapi waktu kegiatan harus disimpen ke anggota OSIS ya, ada lagi yang di tanyakan?" jawab Ketua OSIS menjelaskan


Hening....!


"Kalau tidak ada yang ditanyakan lagi, bapak kepala sekolah ingin menyampai kan sesuatu kepada kalian" tambah ketua OSIS


"Ok anak anak, singkat saja dari bakak. Bapak ingin memperkenalkan guru baru yang akan menggantikan pak Bagas dalam megisi mata pelajaran bahasa Inggris. Silahkan bapak untuk perkenalan" jelas pak Kepala sekolah panjang lebar


"Selamat siang anak anak" ucapnya sambil tersenyum


"Siang pak" jawab semua siswa kompak


"Nama saya Haidar Muhammad kalian bisa panggil saya pak Idar, dan saya akan menggantikan Pak Bagas dalam mata pelajaran bahasa Inggris" jelas guru baru yang menyebut dirinya bernama Haidar tersebut


"Oke kalian bisa pulang sekarang, untuk mempersiapkan diri kalian dan ingat untuk selalu jaga kesehatan" jelas ketua OSIS mengakhiri


Mereka semua berhambur kedalam kelas masing masing untuk mengambil tas dan pulang kerumah. 


"NANA..." teriak seseorang dari arah belakang


Hal itu justru membuat Cila dan Melodi ikut menoleh kebelakang


"Yang di panggil satu yang noleh tiga dong" Gumam nya hingga membuat mereka tertawa


"Kenapa kak?" tanya Luna ingin tahu


"Kakak Lo udah di Indo kan?" tanya Axel pada Luna


"Iya, udah 3 hari yang lalu Kenapa kak?" tanya Luna kembali


"Kalo bIsa besok dia, Bara sama Nino suruh ikut aja. Kayaknya gue butuh mereka deh, ngerti kan maksud gue?" jelas Axel pada Luna


"Kepo dong kak?" celetuk Cila


"Apa?" tanya Axel pada Cila


"Kita Campingnya di mana?"


"Di pinggiran hutan gitu, agak lumayan jauh sih makanya besok Kita berangkat lumayan pagi" jelasnya lagi


"Gak serem kan kak tempatnya?" ta nya Melodi Khawatir


"Tenang aja, tempat nya aman kok Karna udah pernah di pake tahun lalu" jelas Axel sambil terkekeh pelan


Saat Luna ingin menanyakan sesuatu pada Axel terdengar suara teriakan yang sangat menyakitkan telinga mereka.


"Woy mau pulang kagak kalian?" teriak Dito dari ambang pintu kelas


"Kagak! Gue mau nginep di sini puas lo" kesal Luna sambil berteriak Hal itu membuat Imam dan Gavin tertawa


"Kalo gak mau nungguin balik duluan aja" tambah Cila sedikit berteriak


"Iye iye kita tunggu buruan" teriak Imam sambil terkekeh


"Darah tinggi gue punya temen mereka" gerutu Luna kesal


"Bisa gak?" tanya Axel kembali


"Katanya kak Fais sih mau tanya kak Bara sama Kak Nino dulu" jelas Luna yang dari tadi berkutat dengan ponselnya


"Oke, nanti kabarin kakak ya" tambah Axel


"Siap nanti Nana kabarin, Eh tapi kakak punya gambarnya gak?" tanya Luna serius


"Tunggu deh! Kayaknya kakak punya" Kata Axel sambil membuka benda pipih di tangannya itu


"Kenapa Na?" tanya Melodi mencari tahu

__ADS_1


"Gapapa, pengen tahu aja" Jawab Luna santai


"Kalau ada apapa mending ngomong sekarang Na, mumpung belum sampe sana" kata Axel


"Nah bener tuh kata kak Axel" Kata Cila menyerujui


"Gimana bisa ngomongin aman apa gak tempatnya aja belum tahu di mana" jawab Luna


"Iya juga sih" kata Axel


"Tahun kemarin aman kan tapi kak?" tanya Luna memastikan


"Masih bisa di bilang aman sih, cuman ada beberapa yang sempet liat aja" jelas Axel di angguki oleh Luna


Axel memberikan ponselnya pada Luna, menampilkan hutan yang sangat rimbun dan hijau. Terlihat sangat sejuk saat pagi hari namun akan semakin mencekam di malam hari.


"Ada lagi kak?" tanya Luna memastikan


"Udah itu aja, kakak tunggu informasi nya" Jawab Axel


"Kalo gitu kita pulang dulu, sebelum mereka bertiga jadi singa karna kelamaan nunggu" kata Luna sambil tertawa


"Ya udah! Kalian hati hati" jawab Axel sambil terkekeh pelan


Di jalan....


Saat Ini Luna sedang mengantar Melodi pulang karna tadi pagi ia berangkat naik taxi, mobilnya ada di bengkel di Service.


"Woi, malah ngelamun Mel" ucap Luna membuyarkan lamunan Melodi


"Eh apa?" katanya gugup


"Kenapa? Malah ngelamun?" kekeh Luna masih fokus pada jalan raya


"Gapapa" jawabnya berbohong


Saat Luna ingin mengatakan sesuatu, ia melihat sebuah mobil yang sangat ia kenal berada di hadapannya.


"Shit" gerutu Luna lirih


"Na, lo gak papa kan. Sampe keluar gitu kata kata mutiaranya?" tanya Melodi sambil tertawa pelan


"Sorry sorry kelepasan" kekeh Luna pelan "tenang aja gue gak papa"


Luna merogoh saku roknya mencari ke beradaan earphone canggihnya, ia berniat menanyakan sesuatu pada sang kakak.


--Telefon--


Halo kak, lagi di mana?


Kakak masih inget mobil avanza merah punya siapa?


Kamu serius liat mobil itu dek? (Tak percaya)


Ada di depan mobil Nana malah


Iya bener itu mobil Andra, kamu dimana? Mau kakak susulin sekarang? (Khawatir)


Gak usah, bentar lagi Nana pulang kok Kakak tenang aja


Ya udah ati ati ya


Siap kak, assalamualaikum


Waalaikumsalam


--Telefon--


"Lo gak mau turun dulu gitu, gue lagi di rumah sendiri soalnya" tawar Melodi


Luna sudah menebak hal lain dari permintaan sahabatnya itu, pasti ada yang tengah mengusik hati dan pikirannya saat ini. Mungkin ini waktu yang tepat untuk berbagi cerita juga dengan Melodi pikir Luna.


"Boleh deh, gue juga mau cerita hal penting sama lo" Luna menyetunjui


"Cerita? Apa?" tanya Melodi penasaran


"Nanti aja di rumah lo, jangan di mobil" jawab Luna yang langsung di angguki oleh Melodi


_____


Luna baru saja menceritakan semua nya yang belakangan ini terjadi padanya kepada Melodi didalam kamarnya.


"Gila banget tuh anak, apa coba maunya?" kata Melodi kesal


"tanpa gue jawab lo tahu kan jawaban nya" jawab Luna


"Tapi harusnya lo ngomong aja sama kita dari awal Na, lo gak tahu apa segimana khawatirnya gue sama lo denger cerita ini" jelas Melodi


"Gak gak! Jangan kasih tahu mereka dulu soal ini, gue sama bang Fais masih bisa hadepin ini semua sendiri" cegah Luna dengan serius


Lagi! Ia tak mau sahabatnya kena bahaya karena dirinya, sudah cukup banyak bantuan yang mereka berikan pada Luna.


"Yaudah iya, gue gak akan cerita ke mereka tapi kalau ada apa apa lo cerita aja ke gue." jawab Melodi dengan menggenggam tangan Luna seolah memberikan kekuatan

__ADS_1


"Thanks Mel" kata Luna sambil tersenyum


"Apapun buat kebahagiaan sahabat gue" jawabnya membalas senyum tulus Luna


Drrrrttt dddrrrtttt


Ponsel Luna bergetar ada sebuah panggilan suara untuknya, siapa lagi jika bukan Andito yang hobi menelponnya.


---Telfon


NANAAAA LO DIMANA?


Anjir telinga gue, gak usah teriak gitu dit?


Hehehehe Ya maap


Ngapain sih, ganggu aja kerjaan lo


Lo di cariin Bunda, gue jemput lo ke rumah tapi lo nya gak ada


Ye udah, mending sekarang lo balik trus bilang sama Bunda nanti sore gue ke sana


Lo di mana sih?


Gue di rumah Mel, awas aja ya lo sampe nyusul ke sini gue gak bakal nemuin bunda nih mau lo?


Eh jangan jangan! Iya deh gak bakal nyusulin lo janji


Hmm


Ye udah pulang nya ati ati, jangan ngebut gue seba- (di sela ucapan Luna)


Jangan bawel mending lo pulang


Tut!


---Telfon


"Rese banget" dengus Luna kesal


Melodi dan Luna sedang berbaring di atas kasur sambil menatap langit langit kamar, dan dengan pikiran mereka masing masing.


"Apa gue ya selama ini yang keterlaluan sama Dito? gak ah, gue gitu kan karna dia yang kerjaannya bikin kesel" kata Luna dalam hati


Biar bagaimanapun Dito sudah menjadi bagian dari kehidupannya yang selalu ada di saat dia butuh bantuan dan selalu menemani nya dalam ketakutan


"Kenapa harus lo sih Dit, yang selalu ada buat gue. Kenapa gak dia aja cowok yang sebenernya masih gue harepin" kata Luna masih dalam hati


Terkadang rasa cinta itu mengalahkan segalanya, bahkan dia masih mengharapkan seseorang yang jelas jelas tidak bisa dia miliki.


"Apa gue terlalu bodoh setia pada bayangan?" gumamnya Lirih 


Menyadari gumamannya barusan, ia segera menoleh kearah Melodi. Beruntung saja ia tak mendengar karena saat ini matanya sedang terpejam, entah tidur atau hanya sedang meng istirahatkan matanya.


"Semoga aja Mel gak denger gue ngomong apa barusan" ucap Luna dalam hati sambil memegang benda pipih di tangannya itu


Merenungi apa yang sedang ia rasa kan dihati nya, mencoba melupakan kenangan yang tiba tiba kembali dalam ingatan, membuat Luna tanpa sadar mengeluarkan air matanya.


"Na" Ucap melodi pelan


"Hmm?" Jawab Luna memejamkan mata nya untuk menahan agar tak mengeluarkan air matanya lagi


"Kasih saran gue kek, mau gue apain tuh anak" kata Melodi yang mulai membuka matanya


"Lo suka juga kan sebenernya sama Imam?" tanya Luna tho the point pada Melodi


Ia tak langsung menjawab pertanyaan Luna, memang benar kata Luna hati kecilnya juga menyadari akan hal itu rasa yang mulai tumbuh untuk seorang pria bernama Imam Alvaro tersebut.


Dan beberapa hari yang lalu Imam berhasil mengungkapkan perasaan nya pada Melodi, namun hingga saat ini Melodi belum juga menerimanya.


"Semua terserah Lo Mel, lo yang tahu hati lo. Jadi jangan bohongin hati lo sendiri. Nanti hati lo yang sakit kalo gitu" jelas Luna dengan menggenggam tangan Melodi


"Iya sih, tapi-" belum selesai Melodi berbicara Luna sudah menyela ucapannya


"Nih ya dengerin gue. Lo suka sama dia trus dia juga suka sama lo, trus kalian gak jadian jadian. Tiba tiba Imam oleng ke cewek lain gimana? Lo mau?" kata Luna kembali


"Eh gak gitu juga dong harusnya" mendengar respon itu Luna hanya tertawa


"Makanya itu anak orang jangan kelamaan di gantungin gitu, emang lo gak kasihan apa sama dia? Emang lo kira dia baju apa digantungin" ucap Luna asal


"Ya gak gitu juga Na" gerutu Melodi sementara Luna hanya tertawa pelan


"Udah gue balik dulu ya, gue harus ke rumah Bunda dulu" 


"Yah, padahal gue tadi mau ikut pulang lo. Gue dirumah sendirian nih sebulan, mama papa kan lagi diluar negri Na" Keluh Melodi pada Luna


"Gimana? Mau ikut apa gak?" tawar Luna


"Ntar aja deh, gue langsung kerumah lo. Lagian bukannya Bunda udah nungguin lo, kasian kalo kelamaan" jelas Melodi kemudian


"Yakin lo Mel, gak mau berangkat barengan sama gue aja?" tanya Luna me mastikan


"Iya, lagian gue belum packing buat besok, pasti lama nanti" jelas Mel odi meyakinkan

__ADS_1


"Ya udah, Kalo gitu gue pulang ya"


"Iya, ati ati"


__ADS_2