ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 09


__ADS_3

Waktu menunjukkan puku 07.00 sedangkan seorang gadis cantik nan manis ini masih nyenyak dan bermain di alam mimpinya. Siapa lagi jika bukan Luna Andriani, beginilah jadinya jika libur sekolah. Dia bisa bangun sesiang mungkin


Kringggg.... Kriiiinnggg.....


Alarm Luna berbunyi pertanda dia harus segera bangun dari tidurnya, sang papa meminta ia untuk bangun pagi hari ini


"HOAMM..." Ucapnya cukup keras sambil menggeliatkan tubuhnya


Masih memakai baju tidur Hello Kitty favoritnya dia berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci mukanya tak lupa juga sikat gigi, lalu ke bawah menemui Papa dan Mamanya untuk sarapan


"Morning pa, Ma" ucap Luna setelah sampai di meja makan


"Morning Anak papa" jawah Aldi sambil tersenyum kearah putrinya itu


"Masih ngantuk Na?" tanya Mama yang masih menyiapkan sarapan


"Masih" katanya sambil cengengesan Sementara sang Mama hanya tersenyum menanggapi ucapan sang putri


"Pa, emang Papa sama Mama mau ajak Luna kemana sih?" tanya Luna penasaran


"Habis sarapan kita harus kerumah Bunda Ike" jelas Aldi pada sang anak


"Mau ngapain Pa?" tanya Luna penasa ran


"Jadi Mama, Papa, Bunda Ike sama Mama Siska mau ajak kalian ke Bandung buat dateng ke pernikahan om Haikal"


"Hari ini emang pa ma?"


"Iya" kata mereka bersamaan


"Kamu lupa Na, kan Om Haikal udah bilang kalo akad nikahnya jam 2 siang" jelas Aini


"Gapapa kan sayang, papa sama mama ganggu waktu istirahat kamu buat hari ini" tanya Aini kembali


"Ya nggak papa dong mamaku sayang" jawab Luna sambil terkekeh


"Yah walaupun tugas sekolah lumayan banyak karna beberapa hari ini guru sering rapat" tambah Luna


"Rapat buat apa?" tanya Aldi


"Jadi beberapa hari lagi kita anak kelas X ada Camping" jelas Luna antusias


"Di mana?" tanya Aldi lagi


"Belum tahu pa kita belum ada kabar"


"Seneng banget kayaknya kamu sayang" tanya Aini


"Seneng dong Ma, kan sama temen temen" Kata Luna bersemangat


"Tapi inget pesen papa, harus bisa jaga etika, jangan berucap kasar di tempat mereka berada" jelas Aldi panjang lebar


"Iya pa"


"Sama satu lagi, jangan pake kemampuan Nana kalau gak diperlukan. Biar gak ngundang mereka yang ada di sana"


Di rumah Ike......


Saat ini Luna dan Dito sedang streaming Film Triler di taman samping rumah menggunakan laptop Luna, dia sengaja membawanya agar mempunyai aktivitas saat berada di dalam mobil nantinya.


Rencananya mereka akan berangkat menggunakan dua mobil, untuk orang tua mereka dan anak anak di mobil berbeda. Dito tadi juga meminta Gavin mengajak Cila sehingga Luna ada teman


"Hayoloh" kata Gavin mengagetkan dua manusia yang tengah asyik menonton Film itu


"Aaaaa" kata mereka kompak, sementara Gavin dan Cila hanya tertawa mendengar nya


"Kampret lu pada, ngagetin aja" kesal Dito melihat ke arah Gavin dan Cila


"Na, gue mau ngomong bentar" kata Cila sambil menarik tangan Luna menjauh dari Gavin dan Dito


"Mau kemana?" tanya Gavin

__ADS_1


"Bentar, awas aja sampe ngikut" jawab Cila sambil menarik tangan Luna


"Apaan sih Cil? jangan tarik tarik gini dong" kata Luna bingung


"Jadi tadi waktu gue otw kesini sama Avin, gue liat mobil sedan yang waktu itu. Dan lo tahu siapa yang ngendarain mobil itu?" tanya Cila


"Siapa?" Luna penasaran


"Andri" jawabnya singkat padat dan jelas


"Andri?" Cila mengangguk sebagai jawaban


"Gavin tahu soal ini?" tanya Luna sambil melihat kearah Gavin dan Dito


"Dia gak liat, karna fokus nyetir. Dan gue juga emang sengaja gak kasih tahu dia" jawab Cila menjelaskan


"Berapa orang? Apa cuma ada Andri aja di mobil itu?" tanya Luna ingin tahu


"Kayaknya ada dua, tapi gue gak bisa liat siapa" jelas Cila, sementara Luna sedikit berpikir soal itu


"Lo gak papa kan?" tanya Cila Khawatir  


"Gue gak papa, kita balik yuk ke avin sama Dito" kata Luna sambil tersenyum


Cila dan Luna kembali menemui Dito dan Gavin dan mematikan laptop yang sedang memutar Film itu.


"Ngomongin apaan sih?" tanya Dito penasaran


"Gue bakal cerita tapi gak sekarang" jelas Luna


"Jadi kapan?" tanya Dito


"Kapan kapan, kalo gue inget" kekeh Luna


"Awas ya lu" kesal Dito sambil menarik hidung Luna yang mancung itu


"Weh sakit gila" gerutu Luna sambil menjitak kepala Dito


____


"Lah bukannya tadi gue yang mau nyetir kenapa jadi lo Na?" tanya Gavin bingung


"Mumpung mood gue enak nih, lo waktu pulang aja" Jawab Luna yang sedang fokus pada jalan raya di balik kacamata hitamnya itu


"Na...." Kata Gavin menggantung


"Gue udah tahu" jawab Luna yang Mengerti maksud dari Gavin itu


"Trus gimana?" tanya Cila khawatir


"Cicil tenang aja, mending sekarang tolongin gue ambilin earphone di dashboard" perintah Luna


"Lo mau ngapain Na?" tanya Dito


"Telfon papa" jawab Luna singkat


"Papa Aldi tahu Na?" tanya Gavin penasaran


"Tahu, tadi sambil sarapan gue ceritain ada mama juga"


Luna menelfon Aldi dan memberita hukan keadaan mereka saat ini. 


"Nana duluan aja, biar mobil papa yang nutupin kamu ingetkan jalan Kerumah om Haikal?"


"inget pa" jawab Luna singkat


"Yaudah tunggu aba aba papa ya, kamu cepetan ke depan mobil papa" perintah Aldi Luna menarik nafas berat dan mengeluarkan perlahan


"Pegangan, gue mau ngebut" katanya memperingatkan ketiga temannya


"Lo serius Na?" tanya Dito khawatir

__ADS_1


"Kalian percaya gue kan?" mereka bertiga mengangguk sebagai jawaban


Tanpa menunggu lama Luna segera menginjak pedal gas dan menjalankan mobil dengan kecepatan berlipat, tanpa memperdulikan jantung ketiga temannya.


"Ati ati Na" kata Gavin sambil berpegangan erat Mendengar ucapan Gavin ia sedikit memelan kan laju mobilnya


"Jantung aman guys?" tanya Luna kemudian


"Aman" kata mereka bertiga kompak


"Mending ikutin Dito deh" ucap Luna sambil melihat kearah Andito yang saat ini menutup matanya dan berpegangan erat


"Siapin jantung" kata Luna memperingat kan


Beberapa menit kemudian dia kembali menambah kecepatan laju mobilnya, dia sudah beberapa kali melakukan ini dan beruntunglah saat ini jalanan sedang sepi.


"Berasa naik roler coaster gue" gumam Dito masih menutup matanya


"Yang penting kita selamat gue mah ikhlas" jawab Gavin yang sedang melalukan hal yang sama seperti Dito


2 jam perjalanan....


Perjalanan kembali normal hingga membuat mereka bisa bernafas lega, dan juga membuat Dito dan Gavin tertidur pulas.


"Are you oke Na?" tanya Cila melihat kearah Luna yang seperti tengah memikirkan sesuatu


"Gue cuma lagi mikir aja, gimana kalau papa tahu semuanya soal yang lo ceritain tadi pagi" gumam Luna pelan


"Apalagi papa lo dari dulu gak begitu suka sama dia, ditambah tahu masalah yang lo hadapi waktu itu jadi malah makin benci Na" kata Cila menyetujui


"Itu juga yang gue pikirin dari ke marin, gue gak mau usaha gue selama ini sia sia" jelas Luna dengan suara sangat rendah


"Untuk dapet kepercayaan dari Papa aja susah banget, trus mudah banget kayaknya buat dia hancurin kepercayaan Papa" tambah Luna yang matanya mulai berkaca kaca


"Gue tahu Na, gue percaya lo bisa. Lo pernah hadapin hal yang lebih berat dari pada ini kan?" kata Cila menyemangati


"Thanks" Luna menoleh ke arah Cila sambil tersenyum "gue kecewa aja sama dia, gue gak pernah dendam sama dia " tam bahnya kembali


"Lo bukan cuma sahabat gue Na, udah kaya saudara buat gue" katanya kembali


Mereka kembali terdiam dengan kesibukan masing masing, tanpa mereka sadari sebentar lagi mereka akan sampai di tujuan.


"Udah mau nyampe, lu berdua masih mau molor?" kata Luna sedikit berteriak membangunkan Dito dan Gavin


"Tahu lu pada, yang bangun" kata Cila kepada Gavin


"Bentar lagi" gumam Gavin


"Dit" gumam Luna


"Gue udah bangun Na" jawabnya santai


Luna melirik melalui kaca tengah, benar saja Dito sedang bermain dengan laptop ku. Entah sedang apa


"Kirain" kata Luna kembali


"Gue buat main game yak" kata Dito sambil cengegesan


"Untung gue bawa yang itu" keluh Luna kesal


"Boleh gak nih" Dito memastikan


"Iye, bawel" kesal Luna


"Apasih kalian berdua malah ribut" ucap Gavin yang sudah mulai membuka matanya.


"Temen lu tuh, hidupnya main game mulu" celetuk Luna kearah Gavin


"Mana gak modal lagi" tambah Cila


"Bodo amat" jawab Dito santai

__ADS_1


Sementara Luna hanya tertawa melihat tingkah sahabat sahabatnya itu, hanya mereka yang bisa membuat Luna tertawa.


__ADS_2