ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 24


__ADS_3

🌷🌷🌷


Satu Bulan Berlalu....


Arka masih berusaha mencari keberadaan Al, untuk meminta pertanggungjawaban darinya atas apa yang dia lakukan pada sang Adik.


"Bos, kita udah bawa Al" Kata orang kepercayaan Arka


"Bawa kesini" Kata Arka tegas melihat kearah pria itu


Bugh.. Bugh.. Bugh..!


"Lo tahu kan apa akibatnya kalo lo nyakitin adek gue" Tiga pukulan berhasil mengenai wajah Alkandra


"G-gue bisa jelasin semuanya bang, dengerin gue dulu" Kata Al dengan nada pelan


"Kalo lo emang gak mau tanggungjawab kenapa lo lakuin sama adik gue hah" Bentak Arka yang sudah diliputi emosi


"Gue belum siap bang, gue juga masih kuliah" Kata Al memberanikan diri berbicara


"Trus apa? Lo mau adik gue gugurin kandungnya? Udah gila apa lo?" Ucap Arka berteriak


"Lo gak pernah tahu kan gimana tertekannya adek gue selama satu bulan belakangan" Kata Arka yang sudah mulai frustasi melihat keterpurukan sang adik


Ditengah perdebatan kedua pria itu diruang tamu, mereka mendengar suara teriakan Aira dari arah kamar nya


"AIRAAA" Teriak Arka dan Alkandra sambil berlari kearah kamar


Namun saat berada didepan kamar Aira mereka tak bisa masuk ke dalam kamar, pintu terkunci dari dalam.


BRAK!


Tanpa pikir panjang Arka mendobrak pintu kamar sang Adik, saat ini yang ada dipikirannya adalah Aira. Dia tak mau apapun terjadi pada sang adik, apapun yang terjadi dia harus ada untuk Aira


"AIRAAAA" Teriakan Arka menggelegar di dalam kamar


Bagaimana tidak, saat ini dia melihat dengan mata kepalanya sang adik berlumuran darah di pergelangan tangannya dan satu tangannya lagi memegang sebuah pisau.


🌷🌷🌷


Luna terbangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu, saat ini dia dan teman temannya berada di base camp bersama yang lainnya.


"Kenapa Na?" Tanya Gavin yang duduk di sebelahnya sambil bermain PlayStation dengan Dito dan Imam


"Gue ambilin minum bentar" Kata Melodi berjalan kearah dapur


"Tidur sampe ngos ngosan gitu?" Ucap Imam melihat kearah Luna


"Minum dulu baru cerita" Dito melihat gelas yang ada ditangan Melodi


"Aira bukan di bunuh tapi bunuh diri"


"Bunuh Diri?" Kata Imam, Gavin, Dito dan Melodi kompak sedangkan Cila masih tertidur menggunakan paha Gavin sebagai bantalan


Luna menceritakan semua yang ada dalam mimpi kepada para sahabatnya degan jelas


"Iya, intinya Aira tertekan karna Al masih gak mau tanggungjawab malah dia di suruh gugurin kandungan nya" Tambah Luna


"Gila apa?" Kata Imam tak Terima


"Gila emang mana bisa seenak jidat nya sendiri gitu" Ucap Melodi menyetujui


"Kenapa gue masih ngerasa kalau Aira di bunuh ya?" Batin Gavin sambil berpikir


"Yakin Na, kalau Aira bunuh diri?" kata Gavin


"Enggak juga sih, visual terakhir yang gue liat itu Aira udah ada di lantai kamar, ada sayatan di nadi tangan kirinya trus tangan kanannya megang pisau" Jelas Luna panjang lebar


"Masih gantung berarti" Kata Imam "dan kemungkinan dia dibunuh juga masih ada"


"iya" jawab Luna sambil mengangguk anggukkan kepala


"Gue jadi kebayang, walaupun gue gak tahu Aira kaya apa tetep aja serem" Kata Melodi sambil menutup wajahnya degan bantal yang ada di sofa


"Makanya jangan kebanyakan halu, biar gak ngebayangin yang aneh aneh" Celetuk Imam yang duduk dibawah sofa temapat Melodi duduk


"Apa hubungannya" Kesal Melodi lalu melempar bantal yang dia pegang ke arah Imam duduk


"Aduh" Jawab Imam tanpa memperdulikan kekesalan sang kekasih


"Aira yang gue liat cantik pake banget malah" Jawab Luna sambil berjalan kearah dapur

__ADS_1


Luna baru ingat dari tadi pagi dia belum makan, nafsu makannya hari ini menurun drastis entah apa sebabnya. Hari ini hari minggu dan esok hari mereka akan melakukan ujian semester


"Mie Instan lagi?" Ucap Dito yang tiba tiba ada di samping Luna


"Emang ada yang lain?" Tanya Luna


"Gak ada" Jawabnya sambil terkekeh


"Ya udah" gumam Luna


"Gak mau buatin juga?" Kata Dito sambil menarik turunkan alisnya


"Buat sendiri, orang udah didepan kompor juga" Jawab Luna sambil menghilang dari pandangan Dito


"Lah malah ngilang tuh anak" Gerutu Dito


Sementara Luna berjalan kearah kamar berada, dia ingin memakan mie nya sambil menonton acara favoritenya.


"Di tungguin kek malah ditinggalin" Gerutu Dito kearah Luna duduk


"Bukannya sering ya ditinggalin" Ledek Luna melirik ke arah Dito


"Sembarangan aja kalo ngomong" Protes Dito kesal


Karena terkejut dengan apa yang dia lihat di TV hingga membuatnya tersedak makanannya sendiri.


"Pelan pelan" Memberikan Minum disebelahnya pada Luna


"Kaget gue" Gerutu Luna


"Lagian gak ada film lain apa?" Ucap Dito sambil memegang remote ditangannya


"Jangan diganti" Ucap Luna mencegahnya dengan menarik remote dari tangan Dito "nanggung bentar lagi abis" Tambah nya


"Hmm" Jawab Dito datar sementara Luna hanya tertawa melihat ekspresi Dito


"Gue lebih suka liat lo ketawa kaya sekarang " Ucap Dito dalam hati


----££----


Saat ini Luna sedang makan malam bersama dengan Aldi, Aini dan Faisal tentu nya.


"Gimana Sekolah kalian?" Tanya Aldi mengawali pembicaraan


"Belajar kalo gitu abis makan" Kata Aini menanggapi


"Siap Ma" Jawab Luna sambil mengunyah makanan nya 


"Fais?" Tanya Aldi


"Aman pa, kampusnya juga nggak mengecewakan" Jawab Faisal santai


"Kampusnya atau mahasiswinya yang tidak mengecewakan?" Ledek Luna me noleh pada sang kakak


"Kampusnya" Jawab Faisal


"Ngeles aja terus" Kekeh Luna


"Lah siapa yang ngeles" Protes Faisal


"Udah, lagi makan kok malah beran tem sih" Tegur Aldi pada kedua anak nya itu sementara Aini hanya mengge lengkan kepala


"Nana duluan tuh pa" Kata Faisal se telah menyelesaikan makannya


"Enak aja kakak tuh yang masih gak mau move on dari-" Belum selesai uc apan Luna mulutnya sudah di bekap oleh Faisal


"Jangan ghibah mulu kerjaannya" Kes al Faisal Sementara Aini dan Aldi hanya tertawa melihat reaksi Faisal yg ada di luar dugaan mereka itu


"Gak boleh sebut merek ternyata" Kekeh Luna setelah tangah Faisal dari mulut nya


"Yah, padahal papa udah terlanjur kepo" Kata Aldi dengan ekspresi pe nyesalan yang dibuat buat.


"Papa, bukannya belain justru mem perkeruh suasana" Protes Faisal sambil menekuk bibirnya ke bawah


Di dalam kamar...


[Na, bunda nanya mama Aini sama pa pa Aldi kapan berangkat ke US nya? Jadi besok?]


[Iya berangkat besok pagi katanya]


[Bunda mau kerumah sekarang, mereka ada kan?]

__ADS_1


[Ada, sekarang mereka diruang teng ah lagi nonton TV]


[Nah lo sekarang di mana?]


[Di kamar]


[Ngapain]


[Bales chat lu lah, ngapain lagi]


[Kirain]


[Ngapain?]


[Bales chat yang lain]


[Kalo ada ya gue bales] (senyum)


[Gue otw]


Luna mematikan ponselnya lalu melan jutkan aktivitas membacanya sambil mendengarkan musik melalui earphone canggih miliknya


Hal itu biasa Luna gunakan karna bisa membantunya berkonsentrasi pada apa yang sedang dia baca, hingga membuat seorang Andito Putra ada di sampingnya saja ia tak menyadarinya


"Sejak kapan lo dikamar gue?" Tanya Luna kaget


"Sejak lo dipanggil gak jawab" Kesal Dito


"Ya sorry elah, nanggung udah mau kelar bacanya" Kata Luna sambil tertawa pelan


Tawa itu berhasil mengubah mood Dito yang kesal menjadi tersenyum senang


"Sekarang udah?" Tanya Dito yang menarik kursinya kebelakang Luna, mencari tahu apa yang sedang Ia cari di komputernya.


"Mau ngapain?" Tanya Dito lalu menyimpan kepalanya dipundak Luna


"Nyari cover mentahan kalo ada tapi masalahnya gue gak bisa ngeditnya" Gerutu Luna


"Ya sama kaya kalau ngedit di HP" Jawab Dito singkat


"Iya gue tahu soal itu, tapi mindahinnya tanpa ngerubah ukuran aslinya maksud gue"


"Oh" Dito mengarahkan tangannya pada keyboard masih dengan posisi sama


"Nih, perhatiin gue ajarin" Kata Dito


Sesuai interupsi Dito, Luna memperhatikan apa yang Dito lakukan dan jelaskan padanya


Tok tok


Aini dan Ike berada didepan pintu mendapatkan dua insan yang sedang fokus pada komputer dihadapan mereka.


"Iya Ma" Tanya Luna yang merubah arah pandangan nya


"Ada yang bisa di banting?" Tanya Dito dengan nada bercanda


"Elu yang gue banting, mau?" Kesal Luna


"Jahat lo Na" Gerutu Dito semrntara Aini dan Ike hanya tertawa


"Enggak papa, Bunda cuma mau kasih tahu Dito karna udah malem, mending kita nginep di sini" Jelas Ike pada sang anak


"Tapi Dito gak bawa seragam bun?"


"Pake punya kak Fais aja, masih ada kok Nanti biar dicari" Jawab Aini


"Tuh ada solusi" Jawab Ike singkat


"Ya udah kalian selesaiin belajar nya, abis itu tidur biar besok gak ngantuk di sekolah" Jelas Aini melirik mereka berdua


"Siap Ma" Jawab Luna


"Pintunya bunda tutup ya"


"Iya Bun" Kata mereka kompak, Ike menutup pintunya setelah melihat Aini keluar kamar terlebih dahulu


"Tuh tinggal lanjutin gue mau tidur"


"Mana bisa, pindahin dulu itu ntar ilang lagi"


"Elah, iye iye"

__ADS_1


Mendengar perdebatan mereka berdua membuat Ike dan Aini saling pandang lalu tersenyum


__ADS_2