ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 07


__ADS_3

Hari ini aku pulang ke rumah sendiri, kerena kemarin Mama dan Papa sudah pulang dari luar kota. Andito juga sudah kembali kerumah bersama Bunda dan Kayla, setelah hampir 5 hari berada dirumah menemaniku. Aku menjalankan mobilku dengan kecepatan sedang, sejak kejadian kemarin pikiranku mulai kacau Karna Andri.


Orang yang mati matian kulupakan sejak 3 tahun terakhir ini membuat ku mengingat luka lama.


Flashback Onn


Aku mengerem mendadak saat mobil yang sangat kukenal menghalangi jalanku, beruntung saja hanya kepalaku yang terbentur setir bukan badanku yang mental.


"Apaan sih nih anak?" kesalku


Sial! Kenapa dia berjalan menuju mobil ku, mau tak mau aku harus berbi cara dengannya.


"Na buka sebentar" ucapnya pelan sambil mengetuk kaca mobil ku pelan


"Apaan sih, minggir gak gue mau lewat" kesal ku tanpa melihat kearahnya sama sekali


"Na please aku mau cerita semuanya ke kamu, dengerin dulu" katanya membujuk ku agar mau keluar


"Mau cerita apa? Harus denger penjelasan yang mana lagi? Semua yang gue lihat waktu itu udah jelasin semuanya Ndri" jawabku yang sudah menahan amarah


"Semua yang kamu lihat waktu itu gak bener Na, kamu salah paham" katanya yang masih setia di depan pintu mobil ku


"Gue udah nggak peduli! Sekarang lo jangan pernah cari gue lagi" ucapku dengan penuh penekanan


"Na please maafin gue, gue masih mau pertahanin semuanya" bujuknya ke arahku berharap aku mau mendengarkannya


Aku tak mendengarkan ucapannya lalu kembali menutup kaca jendela dan melajukan kendaraanku menuju rumah, tanpa memperdulikan semua ucapan teriakan dan bujukannya.


Hatiku sudah terlanjur sakit atas semua penghianatan yang dia lakukan, bagaimana mungkin aku bisa memaafkannya jika aku melihat itu semua dengan mata kepalaku sendiri.


Flashback Off


Aku meghela nafas pelan, menyeka air mataku dan bersiap turun dari mobil karna aku sudah sampai di rumah lebih tepatnya di garasi rumah.


"Permisi Non" ucap seorang mengguna kan baju kaus dan celana pendek selutut


"Iya kang ada apa?" tanyaku pada kang Galih tukang kebun kami yang sedang membersihkan halaman sekitar


"Ini Non, tadi ada yang datang ke sini dan menitipkan makanan ini untuk non Luna katanya" kata Kang Galih padaku


Siapa? Apa aku memesan makanan di luar tadi? Sepertinya tidak?


"Siapa kang? Laki apa perempuan?" tanyaku penasaran


"Lalaki Non, seinget akang mah dulu sering main ke sini" jelas kang Galih kembali


"Oh yaudah kang, trimakasih ya" aku menerima bungkusan itu dari kang Galih


"Sama sama Non, Akang lanjut kerja dulu" katanya sambil melanjutkan menyapu halaman


Kang Galih bisanya akan datang ke rumah untuk membersihkan kebun kami dihalaman depan dan belakang setiap 2 minggu sekali.


Aku berjalan menuju kerumah membawa makanan yang entah dari siapa menuju kearah dapur.


"Assalamualaikum Ma" kataku setelah sampai di ruang tengah


"Waalaikum salam sayang" jawab Mama dari arah dapur


Aku segera menyalami punggung tangan mama dan menaruh bungkusan tersebut


"Itu apa Na?" tanya Mama saat melihat ku membawa bungkusan


"Makanan Ma, tadi kang Galih yang kasih sama Nana. Tapi kang Galih juga gak tahu dari siapa, yang kang Galih inget katanya pernah ke sini" jelas ku panjang lebar


Aku melihat ada sebuah kertas yang terselip diantara makanan yang bertulikan


"Aku tahu kamu udah gak akan mau ketemu sama aku, tapi aku harap makanan ini bisa kamu terima Na -Andri"


Aku kembali menghela Nafas, apa dia sudah bersungguh sungguh meminta maaf padaku waktu itu? Atau hanya praduga ku saja ya?


"Mama mau kemana?" tanyaku saat melihat mama membawa nampan berisi minuman

__ADS_1


"Mama mau kasih minum kang Galih nak, kenapa?" tanya Mama menghentikan langkahnya


"Biar Nana aja ma, sekalian mau kasih makanan ini sama kang Galih" kataku mengambil alih nampan berisi minuman tersebut


"Kamu udah tahu siapa yang ngasih Na?" tanya mama


"Belum tahu Ma" kataku berbohong


"Oh gitu, kamu yakin gak mau cari tahu dari siapa?" tanya Mama


"Nanti Nana bakal cari tahu, yang penting Nana kan udah terima makanannya" kataku sambil tersenyum 


"Ya sudah kamu kasih minuman ini sama kang Galih dulu"


"Iya Ma" kataku sambil berlalu menuju halaman menemui kang Galih


Saat sampai di halaman aku menaruh nampan di meja, dan memanggil kang Galih


"Kang, minum dulu" kataku sedikit berteriak melihat kearah Kang Galih


"Iya Non" ucap Kang Galih setelah mendekat


"Ini sama ada sedikit makanan dari saya, bisa akang bawa pulang buat keluarga akang" kataku sambil tersenyum


"Wah terimakasih Non, karena keluarga Non Luna selalu baik sama akang"


"Sama sama, Kang Galih kan sudah lama kerja di sini. Kami sudah menganggap akang dan keluarga seperti keluarga sendiri" kataku sambil tersenyum


"Trimakasih sekali lagi Non" kata kang Galih senang


"Sama sama kang, saya masuk dulu ya"


"Iya Non"


...____...


"NANA BUKAIN PINTU KAMAR" Teriak seseorang dari depan pintu kamar ku


"Tahu mulut lo toa banget sih" protes Imam


"Demi apa lu punya temen model begini" gumam Gavin


Mereka malah adu argumen di dalam kamar ku karena ulah Dito barusan sementara aku mengajak Cila kebawah membantuku membuat minum untuk mereka.


"Weh selow gais selow" kata Dito sambil terkekeh pelan


"Lo yang buat kita gak selow" kesal Melodi sambil melempar bantal


"Ya gak usah lempar bantal juga elah" jawab Dito


Jadilah didalam kamar jadi aksi saling lempar hingga membuat kamar ku seperti kapal pecah


Aku hanya menghela nafasku pelan lalu mebaruh nampan berisi air di atas meja melihat tingkah sahabatku yang masih seperti bocah ini.


"Woy, udah kaya bocah aja sih lu pada" protes ku


"Astojim" gumam Cila pelan melihat kamar ku yang seperti kapal pecah


"Rapiin balik sekarang" kataku dengan penuh penekanan


(Author)


Mendengar ucapan Luna mereka semua langsung merapikan kamar yang sudah berantakan 


"Gawat kalo Nana sampe marah" gumam Gavin pelan


"Mana mood Nana lagi buruk, bisa jadi sasaran empuk kita" tambah Dito Panik


"Gue harap lo jangan sampe tahu kalo dia marah mam" tambah Melodi


Sementara itu Luna dan Cila hanya bertukar pandang lalu tersenyum

__ADS_1


"Terlalu jahat lo Na, melampiaskan emosi lo sama mereka" kekeh Cila


"Bodo amat" gumam Luna


Luna baru saja melakukan curhat kilat pada Cila soal Andri tadi dibawah, sambil membuat minum tadi.


Setelah selesai dan semua sudah rapi mereka semua kembali duduk di sofa dan sibuk dengan ponsel masing masing.


"Na lu ganti nomer yak" kata Dito sambil meneliti chatnya


"Iye" jawab Luna santai


"Kampret pantesan dari tadi di chat gak di bales" kesal Cila


"Mana nomer lu" kata Dito menarik ponsel Luna


"Percayalah banyak orang yang membutuhkan mu Nak" gerutu Dito


"Iye apalagi kalo ada PR, bukan begitu guys" kata Luna asal yang malah memain kan bantal yang ada di sofa


"BETUL" Kata mereka kompak lalu tertawa bersama


"Jangan keras keras wey, papa lagi tidur" kata Luna setelah berhenti tertawa


"Guys, gue jadi kepikiran sesuatu" gumam Gavin


"Paan?" tanya mereka kompak


"Kita cari basecamp yu, biar kamar lo gak jadi korban Na. Percaya deh Na lo serem banget kalo lagi marah" kata Gavin panjang lebar


"Ide bagus tuh" jawab Luna menyetujui


"Setuju gue" kata Dito


"Gak ada masalah" tambah Melodi


"Apalagi gue" celetuk Cila


"Udah dapet tempat?" tanya Imam


"Kalo bisa deket sama sekolah, itu akan sangat membantu sepertinya" kata Luna sambil berpikir


"Kayaknya gue sempet liat ada tempat yang di jual gitu di deket sekolah" kata Cila


"Lebih tepatnya belakang sekolah yang" kata Gavin mengoreksi


"Mau coba liat?" tanya Melodi


"Boleh di Coba" kata Dito


"Kapan?" tanya Gavin


"Ya besok lah Vin, masa iya sekarang, ini udah mau maghrib" jawab Luna pelan


"Eh ya Awoh udah mau maghrib aja" Kata Imam melihat ke arah jam


Bersamaan dengan itu Luna dan Dito saling bertukar pandang seakan mengingat sesuatu


"KAYLA" teriak Luna dan Dito kompak


"Kenapa? Kaget gue?" ucap Imam yang duduk di samping Luna dan Dito


"Kita harus jemput Kayla" jawab Luna dan Dito sambil berlari keluar kamar


Melihat tingkah mereka berdua keempat sahabatnya hanya saling pandang lalu tertawa.


"Kena marah Bunda tuh" Gumam Gavin


"Emang Kayla di mana?" tanya Melodi


"Di rumah oma nya, tadi Dito di suruh jemput ke sana" jelas Gavin kembali

__ADS_1


__ADS_2