ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 04


__ADS_3

Sore harinya setelah aku terbangun dari tidur di rumah sakit, Dito mengantarku pulang dan saat ini aku sedang berada di kamar mengerjakan tugas rumahku untuk esok hari, waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 aku hampir menyelesaikan tugas tugasku


"Belum tidur?" tanya seseorang dari arah belakang tubuhku


"Nanggung, bentar lagi kelar" jawab ku masih fokus pada laptop di hadapanku "Trus lo ngapain kekamar gue?" tanyaku kemudian


Mama dan Papa tak jadi pulang hari ini bahkan tadi ditelfon mengatakan belum tahu kapan akan pulang. Urusan mereka belum selesai semuanya di sana, terpaksa mereka menunda kepulangan


"Gak ngapa ngapain, mau aja gaboleh emang?" tanya Dito


"Gak!" jawabku kesal


"Galak amat, eh Bunda tadi telfon gue trus bilang kata Mama Ai gue suruh nginep di sini sampai mereka pulang dari luar kota" kata Dito yang sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur


"Yakin lo, gue gak tahu Papa Al sama Mama Ai bakal balik" kataku sambil merapikan buku buku kedalam tas sekolahku


"Ini tugas gue Na, gue udah janji sama Papa Al juga kan buat selalu jagain lo" jawabnya dengan memejamkan matanya


"Pasti lama, emang lo mau?" tanyaku sambil ikut merebahkan tubuhku di sampingnya


"Selama apapun itu gua akan selalu jaga lo Na, gue janji" ucapnya tersenyum kearahku


Aku tak tahu apa yang sedang ku rasakan saat ini, ada rasa senang bercampur bahagia di dalam hatiku, walaupun terkadang aku selalu merasa kesal jika dia sudah berulah. Tetap saja harus ku akui aku nyaman berada di sampingnya


TAAAAPPPP!!


tiba tiba lampu padam hingga membuatku terkejut, reflek karena takut aku memeluk Dito erat.


"Hey, kenapa?" tanya Dito dengan suara serak Ciri khas bangun tidur. sepertinya dia sudah terlelap


"Takut" lirihku masih dengan memeluknya erat


Tak ada yang tahu jika aku takut dengan gelap selain Dito, semua itu berawal saat aku yang tak sengaja terkunci didalam lemari waktu bermain dengannya saat masih kecil. Hal ini membuatku nyaris saja kehilangan nyawa jika tak segera mendapat pertolongan, memori yang selalu berulang itu yang membuatku trauma dengan kegelapan.


"It's Oke, semua bakal baik baik aja" katanya lembut dan membalas pelukan eratku "ada gue disini buat lo" lanjutnya lalu mengelus kepalaku dengan lembut agar aku kembali tenang


Hanya dengan kata itu saja aku bisa sedikit tenang, aku menenggelamkan kepalaku di dada bidangnya dan entah sejak kapan aku bisa terlelap dalam keadaan gelap gulita.


(Author)


Dito tersenyum merasakan perlakuan Luna padanya, tubuhnya di peluk erat dan menenggelamkan wajah di dadanya itu membuat Dito reflek membalas pelukan Luna.


"Gue gak akan pernah tinggalin lo apa pun yang terjadi, sekalipun nyawa gue jadi taruhan nya" kata Dito dalam hati sambil memejamkan mata kembali "gue sayang sama lo Na"


____


Seseorang masuk kedalam rumah besar ia menggumam pelan karna dengan sangat mudah dia bisa masuk kedalam "Gak di kunci?" katanya bergumam


Ia menaruh 3 bungkusan yang berisi nasi goreng di meja makan, kemudian berlalu menuju kamar sang pemilik rumah berada.


"Dan belum bangun" katanya sambil menggelengkan kepala


Matanya melihat dua insan manusia berbeda jender sedang terlelap saling memeluk dengan suasana gelap gulita, ia hanya mengelengkan kepala melihat itu semua


"Woyy, bangun woy udah pagi" ucapnya sambil membuka tirai kamar Luna hingga membuat mata Dito silau


"Silau, nyet" kesal Dito sambil melepaskan pelukan Luna yang sangat erat itu perlahan


"Pules banget" katanya sambil menutup setengah tirai karena Luna belum bangun


"Eh gue kira Imam, kok lo udah sampe disini Vin?" tanya Dito terkejut "Lo balik sendiri? Ngomong gitu, kan bisa gue jemput" tamhah Dito lagi


"Nanya itu satu satu Bambang, gak usah keroyokan" gerutu Gavin sambil berlalu


"Bangunin, gue tunggu di bawah" tambah Gavin yang sudah berada diambang pintu


Dito melihat jam dinding menunjukkan pukul 06.00, matanya melihat wajah tenang Luna saat terlelap.


"Na bangun, udah pagi" kata Dito masih dengan nada pelan


"Hmm?" jawabnya masih memejamkan matanya


"Bangun, udah pagi" katanya melihat kearah Nana yang mulai mengucek matanya


"Iya gue bangun" katanya dengan suara serak ciri khas bangun tidur

__ADS_1


"Turun yuk! Ditungguin Gavin tuh di bawah" kata Dito sambil berlalu ke luar kamar


"Udah nyampe rumah gue aja" gumamnya sambil mengikuti langkah kaki Dito ke bawah


"Sialan nih lampu, malah baru idup" gerutu Luna kesal


"Masih pagi Gak usah ngedumel gitu" tegur Dito saat mendapati Luna sedang mengambil minum


Setelah mereka mandi dan bersiap saat ini sedang sarapan dengan nasi goreng yang dibeli Gavin tadi.


"Jadi lo udah di daftarin satu sekolah sama kita sama mama Siska?" tanya Luna pada Gavin


"Iya, Mama udah tanya sama Mama Ai" jawab Gavin sambil mengunyah sarapannya


"Untung gak tuh gue udah sempet ngambil seragam di rumah" gumam Dito yang dari tadi makan sambil mengikat tali sepatunya


"Untung lo masih inget sekolah Dit" celetuk Luna enteng


"Ya iyalah" jawabnya santai "sebandel bandelnya gue jadi murid, gak pernah tuh kepikiran bolos" katanya


"Iye, tapi tetep aja jadi langganan guru BK" ledek Luna sambil tertawa


"Ngeledek aja terus" protes Dito


"Masih pagi wey, malah ledek ledekan" protes Gavin tak habis pikir dengan kelakuan dua sahabatnya itu "Mama Ai kemana Na kok gak keliatan?" tanya Gavin kemudian


"Masih di luar kota sama Papa Al belum tahu kapan pulang, alhasil gue di rumah sama curut satu ini" jawab Luna sambil melirik ke arah Dito


"Jahat lo, orang ganteng gini di bilng Curut" Protes Dito sambil menekuk bibirnya kebawah


"Iya ganteng, kalo diliat dari ujung sedotan" jawab Luna semakin gencar meledek


"NANA" teriak Dito kesal


Teriakan Dito membuat Gavin & Luna tertawa puas melihat kekesalan sang sahabat baikknya itu.


____


Saat ini mereka telah sampai di sekolah lebih tepatnya berada di kantin untuk menemui teman temannya yang lainnya.


"Kalo soal itu jangan tanya, gue udah cape ngasih tahu" celetuk Cila sambil memakan sarapannya


"Luka juga gak parah, mau ngapain di rumah" jawab Gavin sambil duduk di bangku yang masih kosong


"Bagus banget ya Na, gue chat dari tadi gak di bales" dumel Melodi


"Lo gak liat hp gue lagi di buat main game sama anak gak ada akhlak tuh" jawab Luna sambil melirik Dito yang ada di sampingnya


"Lah itu di tangan lo apaan Na?" guman Andito tanpa melihat kearah Luna


"Ini hp lu panjul" kesal Luna sambil memutar mutar ponsel Andito di atas meja


"Gak usah di gituin juga Na, rusak" gumam Dito yang masih fokus pada game yang dia mainkan


"Bodo bukan handphone gue juga" celetuk Luna


"Nana" lirikan tajam Dito berhasil membuat Luna menghentikan aktivitas nya


"Iya iya"  jawab Luna sambil menghentikan aktivitas usilnya itu


"iseng banget jadi orang" gerutu Dito


Saat Nana sedang scroll asal ponsel Dito yang tak terkunci itu ada pesan masuk ke chat pribadi Dito bertuliskan nama 'Nayla' di nama pengirim nya


"Dit?" kata Luna membuka pesan itu karena penasaran


"Hmm?" masih fokus pada game


"Nayla" kata Luna menggantung


"Nayla?" tanya Dito bingung


"Chat lo" jawab Luna dengan nada kesal


Entah apa yang sedang Luna rasakan, membaca nama 'Nayla' di ponsel sahabat nya itu justru membuatnya kesal

__ADS_1


"Hah, Nyla Chat gue?" katanya sambil membelalakkan matanya


"Suer, gua gak bohong" menunjukkan chat yang di maksud pada Dito


Saat Dito melihat ke arah Luna dia bisa melihat sang sahabat sedang kesal akibat pesan itu, hal itu justru membuat Dito tersenyum kearah Luna


"Woy, malah senyum senyum gak jelas Mau lo bales apa kagak?" tanya Luna yang berhasil membuyarkan lamunannya


"Gak! Gue udah gak punya urusan sama dia" jawab Dito dengan penuh penekanan


"Lo gak mau bales dulu gitu?" tanya Luna yang sedang penasaran itu


"Gak Ntar ada yang marah lagi" degan sengaja Dito melirik kearah Luna, ia ingin tahu bagaimana reaksinya


"Yang marah? Siapa?" Dito tersenyum ke arah Luna


"Lo" Dito masih menatap lekat ke arah Luna


"Gue?" Luna menoleh kearah Dito yang juga tengah melihat kearahnya berada saat ini


Mata mereka saat ini saling terkunci, Mata indah Luna yang selalu membuat hati Dito tak beraturan "Come on Dit, kendaliin diri belum waktunya" ucap Dito dalam hati


begitu juga dengan Luna yang setiap kali menatap mata coklat Dito membuatnya selalu tenang seperti ada kedamaian di matanya.


"udah lama gue gak setenang ini kalo lagi natap orang" batinnya


"Ekhm......" ucap Gavin saat melihat adegan itu


Ucapan Gavin tersebut berhasil membuat mereka berdua tersadar dari lamunan masing masing.


"Rusak suasana banget kamu yang" celetuk Cila sambil menepuk bahu Gavin sementara ia hanya tertawa


"Tahu lo" celetuk Melodi sementara Luna hanya tersenyum atas reaksi teman temannya itu


"Lo marah kan kalo gue masih chat-an sama dia?" tanya Dito melanjutan obrolan mereka


"Dih apaan, enggak" jawab Luna berbohong namun sayang Dito menyadari hal itu


"Yakin lo gak marah?" goda Dito sambil menaik turunkan alisnya


"Iyalah, ngapain juga gue marah. Gak ada urusannya juga sama gue" jawab Luna dengan nada kesalnya


"Iya iya, gue percaya lo gak marah. Cuma agak ngegas aja barusan" kata Dito sambil tertawa pelan


"DITOOO" kesal Luna sambil menjewer telinga nya pelan


"Iya iya, ampun ampun, sakit tahu" katanya sambil meringis ke sakitan


"copot dah tu telinga" kekeh Imam sementara tiga teman mereka hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua insan yang sebenarnya saling cinta namun tak pernah mau mengakuinya.


"Udah wey, kekelas yuk udah mau bel" ajak Melodi kepada teman temannya. 


Di kelas.......!


"Ikhlas Cil, Gavin duduk sama Gue?" tanya Luna kearah Cila duduk "apa mau tukeran?" tawarnya


"Iklas banget malahan" kata Cila bersemangat


"Gak ada akhlak jadi pacar" gerutu Gavin sementara Luna hanya terkekeh


"Coba ngomong apa barusan?" celetuk Cila


"Nggak! siapa yang ngomong, dari tadi aku diem" ucap Gavin masih fokus pada ponselnya


"Kebayang kan kalo mereka sebangku?" tanya Melodi


"Bener juga" gumam Luna yang langsung duduk gara gara sang guru sudah masuk kedalam kelas.


"emang kita hari ini pak Bagas ya Na?" tanya Cila pada Luna


"iya, tukeran sama pak Ray" jawab Luna


"pantesan lo chat gue semalem tanya tugas" celetuk Imam


"gue udah empet dapet hadiah pak Bagas gara gara PR" gumaman Luna membuat Imam terkekeh

__ADS_1


__ADS_2