ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 17


__ADS_3

Sore harinya....


"ricuh amat sih lupada" protes Luna yang baru saja keluar tenda bersama dengan Cila dan Melodi


"nih gara gara uler, tiba tiba lewat" kata Imam menjelaskan


"ya udah sih, tinggal pindah aja ke tempat lain kenapa harus ribut astoge" gumam Melodi


"lah ini baru pindah, gimana sih?" kesal Imam


"kalain berantem lagi gue lempar sendal yak" kesal Luna melihat tingkah Melodi dan Imam


"ya gak sendal orang juga kale" protes Dito


"emang ada sendal punya setan?" tanya Gilang sambil terkekeh


"sebelahku kan setan Lang" celetuk Luna sambil memainkan ponselnya


"sembarangan aja tuh mulut" protes Dito kearah Luna sementara yang lain hanya terkekeh pelan saja mendengar kekesalan Dito.


sore ini mereka yang mengikuti camping hanya akan mendengarkan dan mencatat beberapa kegiatan untuk beberapa hari kedepan.


"sudah dicatat semua?" tanya pembimbing yang baru saja menjelaskan


"sudah Kak" jawab mereka semua kompak


"kalian bisa istirahat, supaya besok ada tenaga" Jelas pembimbing kembali


Saat semuanya sudah pergi menjemput alam mimpi mereka masing masing, namun Luna dan para sahabatnya masih berada di luar tenda.


"Na, tadi katanya mau cerita? Nih udah kumpul semua kayaknya" Kata Melodi berbisik


"Eh iya gue lupa" Jawab Luna ber bisik


Luna melihat sekitar untuk memastikan sudah tidak ada orang lagi yang akan mendengarkan mereka nantinya.


"Guys" Kata Luna mengawali pembicaraan sementara mereka kompak melihat kearah Luna tanpa berucap


"Kenapa Na?" Tanya Gavin penasaran


"Gue mau cerita, deketan dikit napa" Ucap Luna dengan ekspresi serius


"Serius banget kayaknya?" Kata Imam penasaran


Luna menceritakan apa yang dia bicarakan pada Axel pada teman temannya yang lain


"Pantesan aja, waktu itu gue coba beberapa kali gak bisa Na. Gelap, kayak ada yang nutup" Jelas Gavin mengangguk anggukan kepalanya paham


"Apa ini masih ada hubungannya sama sosok yang pernah lo ajak komunikasi" Tanya Dito mengingat sesuatu


"Kalo ini ada hubungannya sama sosok itu, gak mungkin dia minta tolong sama gue" Kata Luna menanggapi


"Masuk akal sih, gue inget banget waktu Nana cerita sosok itu bilang kita harus nemuin boneka itu sebelum terlambat dan sosok itu di manfaatin sama yang lain" Kata Imam menyetujui


"Ingatan lo boleh juga Mam, gue aja yang cerita waktu itu gak inget" Kekeh Luna


"Lah gimana sih, dia yang cerita dia juga yang lupa" Kata Imam sambil tertawa


"Apa masih ada hubungannya sama orang tua Doni?" Tanya Melodi dengan sangat pelan


"Itu juga yang gue pikirin dari tadi tapi gue masih gak mau bahas ini lebih detail sebelum gue yakin sama pikiran gue sendiri" Jelas Luna panjang lebar


"Iya juga sih, tapi bisa juga masih lanjutan dari kejadian kejadian yang sebelumnya" Kata Gavin menyetujui


"Masuk akal juga, karna yang kemarin itu bisa kalian gagalin kan?" Tambah Melodi


"Kok gue mikirnya beda ya?" Kata Dito tiba tiba

__ADS_1


"Beda gimana?" Tanya Luna bingung


"Kalo menurut Feeling gue orang yang ngelakuin semua itu terus terusan disekolah kita itu orang yang sama" Jelas Dito mengeluarkan pendapatnya


"Siapa?" Tanya Luna dan Gavin bersamaan


"Ini masih dugaan gue aja ya" Merekan mengangguk sebagai jawaban


"Orang tuanya korban" Kata Dito pelan


"Doni?" Kata Cila bergumam diangguki oleh Dito


"Masih samar buat gue" Kata Gavin mengakhiri


"Kita lanjutin besok gimana? Ini udah jam 11 malem" Kata Luna memberi saran


"Iya, gue juga udah ngantuk guys" Kata Cila


"Ya udah, pada masuk tenda aja lupada" Kata Gavin


"Trus lu mau kemana nak?" Tanya Imam


"Ke toilet, mau ikut lo" Gumam Gavin


"Ikut deh" Kekeh Imam


"Lah nih anak berdua" Gumam Melodi heran


"Kenapa? Mau ikut juga" Goda imam


"Ogah, mending gue tidur" Kesal Melodi


Sementara Imam dan Luna saling pandang lalu tertawa


"Kenapa masih di sini katanya mau tidur?" Kekeh Luna


"Cicil bukannya udah di tenda?" Ta nya Luna melihat tak ada Cila di sekitar mereka


"Dia nganterin Ayla ke toilet" Jelas Melodi


Luna dan Melodi masuk kedalam tenda bersiap untuk tidur, karna esok hari mereka akan memulai kegiatan yang sudah direncanakan sekolah


----£---


Pagi harinya mereka melakukan semua kegiatan yang sudah dipersiapkan seperti yel yel, sekali materi dari kakak pembina mengenai kepemimpinan dan game untuk sesi pertama.


Saat ini mereka sedang duduk di lapangan untuk mendengarkan materi dari pembimbing, Haidar Muhammad yang notabenenya sebagai guru baru tersebut ternyata dahulu adalah pembina pramuka.


"Ternyata pak Idar asyik juga ya" Celetuk Bella


"Emang awalnya lo pikir orangnya gimana Bel?" Tanya Luna yang duduk di sebelahnya itu sambil tersenyum


"Gue kira galak" Kekeh Bella


"Karna orang nya lempeng lempeng aja ye Bel" Tambah Gilang sambil tertawa pelan diangguki oleh Bella


"Awalnya gue pikir juga gitu, eh ternyata enggak" Kata Melodi menimpali


"matanya biasa aja dong" kekeh Luna sambil mengusap wajah Melodi


Di tengah materi yang dijelaskan oleh pak Idar, Luna dan yang lainnya malah asyik ngobrol sambil berbisik.


"Stttt, pak Imron" Ucap Billy memperingati teman temannya yang lain


"Eh tapi kenapa pak Imron jalan ke sini" Celetuk sella


Hal itu membuat Luna dan Gavin yang diam mendengarkan itu jadi saling pandang seolah satu pemikiran.

__ADS_1


"Permisi" Kata pak Imron


"Iya pak?" Tanya Ayla


"Saya ijin bicara sama Luna sebentar bisa?" Kata Pak Imron sambil melihat ke arah Luna duduk


"Eh, iya boleh pak" Kata Luna bersiap untuk berdiri


"Saya duluan ke tenda OSIS ya" Kata Pak Imron sambil tersentum


"Baik Pak"


Sebelum Luna berdiri, Gavin sedikit membisikkan sesuatu dan segera di angguki oleh Luna.


"Tenang aja kalo soal itu aman, gue bisa jamin Vin. Ada yang lebih penting dari itu sekarang" Jawab Luna sambil berbisik


"Apa?" Tanya Gavin bingung


"Entar gue jelasin, sekarang gue ke tenda OSIS dulu" Gavin mengangguk sebagai jawaban


Di tenda OSIS


"Ada apa pak?" Tanya Luna ingin tahu


"Jadi begini, soal yang ingin kau selesailan di sekolah bagaimana?" Tanya pak Imron


"Oh kalau soal itu saya sudah menyelesaikan satu hari sebelum kami pergi ke Camping pak" Kata Luna menje laskan


"Semoga setelah ini tidak ada kejadian yang seperti ini lagi pak" Tam bah Luna


"Amiin, itu juga yang saya mau" Jawabnya menyetujui


"Maaf pak, saya boleh menanyakan sesuatu?" Tanya Luna ragu


"Silahkan saja, insya Allah saya akan jawab jika saya tahu jawaban nya"


"Soal permainan itu apa pernah dilakukan sebelumnya?" tanya Luna


"Sebenarnya ini bukan pertama kali" Jelas pak Imron


"Maksud bapak sudah pernah terjadi sebelumnya?" Tanya Luna ingin tahu


"Iya, tapi sayangnya kami semua juga tidak tahu apa penyebabnya dan siapa yang melakukan itu kepada sekolah waktu itu" Luna mengangguk anggukan kepala mengerti


Istirahat Makan Siang....!


Luna masih memikirkan apa yang di katakan pak Imron tadi saat ditenda OSIS tadi, artinya apa yang di katakan Axel dan pak Imron itu benar dan sama


"Itu makanannya gak mau di makan apa?" Tanya Dito saat menyadari la munan Luna 


"kayaknya yang lo bilang semalem bener deh" Jawab Luna


"Yang mana?" Tanya Dito bingung


"Soal orang tuanya Doni" Jawab Luna sa ntai


"Alasannya?" Tanya Dito kembali


"Pertama, yang di bilang Kak Axel sama pak Imron itu sama. Kejadian itu bukan yang pertama kali di sekolah, cuma pak Imron sama guru yang lain gak tahu siapa dan kenapa bisa kejadian" Jelas Luna


"Kedua, cuma orang yang udah kenal sama sekolah kita yang bisa lakuin hal kayak gini, atau mungkin gak suka sama sekolah kita"


"Tunggu tunggu, kalo yang ini gue bingung. Kan Doni satu angkatan sama kita Na, gimana bisa orang tuanya bisa tahu seluk beluk sekolah kita"


"Menurut asumsi gue nih ya" Dito mengangguk sebagai jawaban


"Maybe ada salah satu keluarganya yang juga sekolah di sini sebelum nya, kaya gue sama kak Fais. kak Fais sekolah di sini kan?" Kata Luna memberi penjelasan

__ADS_1


"Logis sih" Kata Dito menyetujui


__ADS_2