ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 28


__ADS_3

Saat ini Luna dan yang lain sedang berada di basecamp bersama dengan Bara yang sedang berusaha melacak si pemilik nomer misterius itu


"Ini anak berdua kurang kerjaan apa gimana sih?" Keluh Gavin sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Luna dan Dito


"Bukannya kerjaan mereka kalau udah ketemu emang berantem ya?" Tanya Bara sambil tertawa


"Bener juga" Celetuk Gavin


Sedangkan Dito dan Luna sejak tadi malah saling lempar bantal dengan adanya perdebatan dan ledekan satu sama lain.


"Billy?" Gumam Gavin saat menyadari ada satu nomor yang dia kenal


Mendengar ucapan Gavin, Luna dan Dito memberhentikan aksi saling lempar bantal tapi malah saling pandang


"Kenapa Vin?" Tanya Dito mengernyit


"Ini bukannya nomer Billy yang dulu ya?" Tanya Gavin memastikan


"Iya, terus?" Tanya Luna setelah duduk disamping Bara


"Ada kemungkinan yang nelfon Dito kemarin itu dia pake nomer yang lain" jelas Bara


"Dia dapet nomer gue dari mana? Bukannya dia cuma punya nomer gue yang lama?" Tanya Dito bingung


"Jangan pikirin dia dapet nomer lo dari mana dulu, tapi pikirin ngapain dia nelfon lo tapi gak ngomong sama sekali?" Kata Luna menanggapi


"Antara mau mastiin itu beneran nomer gue atau ada alasan lain?" Jawab Dito menebak


"Alasan lain apa?" Tanya Luna pena saran


"Mana gue tahu Na" Jawab Dito


"buat tahu lokasi kalian kalau emang itu nomernya Dito" jawab Bara


"Lo pernah punya masalah sama Billy gak sih Dit selama ini?" Tanya Gavin bingung


"Enggak, ketemu aja cuma dua kali Itu aja waktu jemput nih anak" Melirik Kearah Luna "gue punya masalah nya sama Andri"


"Makin bercabang kemana mana gini?" Kata Gavin bergumam


"Tunggu deh guys" Ucap Imam yang dari tadi hanya mendengarkan secara tiba tiba


"What?" Tanya Luna


"Kenapa Yang?" Tanya Melodi bingung


"Sebelum masalahnya melebar kemana mana, kalian harus pastiin mau selesalin masalah yang mana. Masalah Aira, gudang sekolah kita, apa masalah Billy?" Jelas Imam panjang lebar


"Bener juga sih" Kata Cila menyetujui "biar gak makin banyak guys, nanti kalian makin bingung lagi"


"Aira" Kata Luna dan Gavin bersamaan


"Kenapa harus Aira dulu? Bukannya yang ada hubungannya sama batu merah delima itu ya?" Tanya Bara

__ADS_1


"Kayak nya Aira sama batu merah delima ini ada hubungannya kak" Jawab Luna


"Ngomong ngomong soal batu merah delima, ini aman gak sekarang?" Tanya Bara penasaran


"Sekarang aman kak tadi sih enggak" Jawab Dito


"Maksudnya?" Tanya Bara bingung


Gavin menceritakan apa yang terjadi pada Luna dan tentang Batu merah delima itu pada Bara dan yang lainnya


"Tapi kok gak item sekarang?" Tanya Melodi dengan polosnya


"Ya udah digantilah Mel airnya" Jawab Luna gemas dengan pertanyaan polos Melodi


"Pertanyaanmu kadang kadang" Gemas Imam sambil mengusap wajah Melodi pelan


"Kan cuma nanya" Kekeh Melodi pelan


"Oke, karna kita udah sepakat mau selesaiin masalahnya Aira dulu mending kita kehalaman luas yang ada di belakang gudang, gimana?" Kata Gavin berpendapat


"Boleh, jujur gue penasaran banget sama tuh halaman belakang" Celetuk Dito


"Tapi selama ini kenapa gak ada yang tahu ya sama halaman luas itu, kakak aja baru tahu dari kalian" Kata Bara ikut berpendapat


"Serius kakak baru tahu dari kita?" Tanya Melodi tak percaya


"Serius, kakak kan doyan ngacir ke belakang gudang kalo lagi ngindarin pelajaran Pak Bagas -eh" Bara berhenti bicara setelah menyadari sesuatu


"Ketahuan kan, kakak gue kalo lagi bolos kemane" Kata Luna sambil tertawa


"Yang kakak, Fais sama Nino liat sih gelap" Jawab Bara


"Gelap?" Tanya Dito


"Iya tempat yang gelap maksudnya" jawab Nino menjelaskan


"Gak mungkin kalo kak Fais cuma liat tempat itu gelap aja, diakan bisa lihat masa lalu cuma dengan menginjak tempat atau megang barang" Ucap Luna curiga


^^^^vvvv^^^^


Pagi ini Luna sedang berada di meja makan menyantap sarapan yang sudah disiapkan oleh Bi siti, dan rencananya Luna akan menanyakan soal halaman Luas yang ada di belakang gudang sekolah


"Hari ini Nana di jemput Dito?" Tanya Faisal


"Enggak, Nana berangkat sendiri. Kenapa emang kak?" Tanya Luna sambil menyantap nasi goreng di piringnya


"Gak papa, cuma nanya aja. Gak boleh emang?" Jawab Faisal sambil tersenyum kearah sang adik


"Ya nggak papa kak, cuma Nana heran aja gak biasanya kakak nanyain tuh anak" Kata Luna


"Soalnya belakangan ini kalian makin deket" Jawab Faisal sambil bermain dengan ponselnya disela menyantap sarapannya


"Masa sih?" Kata Luna tak percaya

__ADS_1


"Kalian pacaran?" Tanya Faisal secara tiba tiba


"Kenapa kakak mikirnya gitu?" Kata Luna balik bertanya


"Karna menurut kakak kamu itu spesial di mata dia" Kata Faisal ber pendapat


"Maksudnya?"


"Itu artinya dia suka sama kamu sayang nya kakak" Ucap Faisal sambil mengacak poni Luna gemas


"Kakak! jadi berantakan lagi kan"  Kata Luna sambil cemberut sementara Faisal hanya tertawa


"Untung aja kamu adik kakak Na, kalau bukan udah kakak pacarin kamu" Kekeh Faisal kembali


"Hush! Gak boleh gitu, masa iya mau pacarin adik sendiri" Protes Luna


"Becanda" Jawab Faisal sambil tertawa kearah sang adik "Yakali, kakak juga ngertilah kalo gak boleh"


"udah berangkat gih nanti telat lagi masih ujian kan?" Tanya Faisal kembali


"Masih, kakak gak ngampus?" Tanya Luna


"Kakak ada kelas jam sepuluh" Jawabnya masih memainkan ponselnya


"Mau kakak anter?" Tawar Faisal lagi


"Nggak usah, nanti Nana pulang nya naik apa?" Tanya Luna sambil berpikir


"Kakak jemput" Jawabnya sambil meminum kopinya


"Gak mau! Kakak gak pernah ontime kalo jemput dari dulu" Protes Luna


"Ya udah hati hati, itu susu coklat nya di habisin baru juga sembuh dua hari" Kata Faisal mengingatkan


"Iya kakak ku yang bawel kayak emak emak" Jawab Luna sambil tertawa


"Enak aja emak emak" Protes Faisal


"Udah ah, Nana berangkat dulu" Menyalami sang kakak 


Kebiasaan yang selalu diajarkan Papa & Mamanya jika harus menyalimi sang kakak selain mereka saat berangkat atau pulang sekolah


"assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsallam"


Faisal mengantar adiknya ke depan termasuk membukakan gerbang depan rumah


"Makasi kak Fais" Kata Luna sambil tersenyum


"Sama sama, kalau ada apa apa telfon kakak" Ucapan Faisal diangguki oleh Luna


Fais tersenyum melihat kepergian mobil adik yang sangat dia sayangi itu, sesaat kemudian dia merogoh saku celananya untuk mengambil benda pipih di dalamnya

__ADS_1


"Ikutin adik gue, pastiin dia selamat sampe sekolah" Ucap Faisal degan tegas


Luna adalah adik Faisal satu satunya, ia masih ingat betul bagaimana senangnya saat mengetahui jika sang Mama hamil lagi setelah penantian 4 tahun. 


__ADS_2