
Luna sudah menceritakan semuanya pada semuanya tepat berada di rumah yang pernah Aira dah Arka tempati, Luna juga menceritakan jika Aira dan Arka yang menemuinya. Cerita yang belum sempat mereka ceritakan, termasuk Aira yang mengijinkan kisahnya di ceritakan pada sebuah buku.
"Apa berarti mereka udah pergi?" Tanya Bara
Bersamaan dengan itu Luna masih bisa melihat bayangan Arka dan Aira dari ekor matanya
"Mereka akan selalu ada di sekitar kita" Jawab Luna sambil tersenyum
Hanya Dito dan Gavin yang memahami maksud dari perkataan Luna barusan, mereka masih merasakan energi dari Arka & Aira dirumah ini pikir Gavin
"Lo tetep sahabat gue yang akan menceritakan seperlunya, bukan sepenuhnya dan gue percaya ada rahasia dibalik kata kata Lo barusan harus di jaga buat Arka sama Aira" Batin Gavin sambil tersenyum
"So?" Tanya Luna melihat kearah Bara
"Jadi beberapa hari ini gue coba nyambungin beberapa cerita kalian sama Vision dari Faisal & Gavin, waktu gue tanya sama mereka ciri ciri rumah Arka sama Aira ke mereka gue keinget sama satu rumah yang pernah gue lewatin dan yang pertama kali gue lihat ada plang papan dengan tulisan 'Di Jual' di depan rumah ini" Jelas Bara panjang lebar
"Jadi rumah ini masih dalam proses di jual?" Tanya Luna diangguki Bara
"Dan nggak tahu kenapa pertama kali gue liat rumah ini 3 bulan yang lalu gua suka banget sama rumah ini" Lanjut Bara menjelaskan
"Dan rumah ini sejak 2 bulan lalu jadi hak milik Bara" Lanjut Faisal
"Berarti kakak udah tahu soal rumah ini dong?" Tanya Gavin pada Bara dan Faisal
"Kakak baru pertama kali ikut Bara kesini, dari vision pertama yang kakak dapet kan dari kamar Aira jadi kakak nggak bisa tahu kalau itu ada di sini" Jawab Faisal menjelaskan
"Tapi Fais pernah bilang ke kakak kalau dia Familiar sama lokasi dia wakktu dapet Vision itu, dari situ kakak mulai kepo sama rumah Aira" Tambah Bara
"Trus kak Bara tanya Gue gambaran dari rumah Aira itu kira kira kaya apa dan mau coba kak Bara Gambar, Gue ceritain gambaran yang gue inget gak detail sih tapi digambar kak Bara malah persis banget" Kini Gavin ikut menambahkan
"Trus hubungannya sama kita harus sampe sini jam 09.00 apa?" Tanya Cila masih bingung
"ini masih berhubungan sama Aira & Arka, siapa tahu ada yang bisa kita dapetin di sini" Jawab Bara seperti ada yang ingin di sampaikan "bisa cepet kelar kan masalah Aira, seinget kakak kalian masih punya datu kasus kan?" mereka mengangguk
__ADS_1
"Kak Masih inget letak kamar Arka di mana?" Tanya Gavin pada Faisal
"Yang kakak inget dilantai satu, kalau lokasinya kakak gak tahu. Yang kakak bisa lihat jelas itu kamarnya Arka waktu kakak jadi mediumnya dia malem itu" Jelas Faisal panjang lebar
"Kamar Aira Nuansa biru" Ucap Gavin
"Arka?" Tanya Luna
"Monokrom" Kata Faisal
"Dua kamar itu ada dilantai bawah & tempatnya bersebelahan" Jawab Bara
Seolah mengetahui apa yg akan sang adik dan Bara katakan, Faisal menga jak yang lainnya untuk mencari tahu dimana letak kamar tersebut tanpa Luna & Bara
"Kak masih ada lagi?" Tanya Luna pada Bara, ia tahu ada yang belum ia sampaikan padanya
"Kakak pengen kamu ketemu sama kakak laki lakinya mereka, yang dulu tinggal di Singapura" Jawab Bara dengan ekspresi serius
"Mereka punya kakak laki laki namanya Renaldi, kebetulan juga kakak beli rumah ini dari dia" Lunameng angguk pelan
"Kapan?"
"Ya sekarang lah, makanya kakak minta kalian datang sebelum jam 09.00 supaya dia gak harus nunggu lama"
Sementara itu, Faisal dan yang lain nya sudah menemukan kamar Arka dan Aira yang bersebelahan tersebut
"Nana sama kak Bara mana?" Tanya Cila
"Ada yang Bara harus omongin sama Nana tadi udah bilang sama kakak" Jawab Nino menjelaskan
"Penting?" Tanya Melodi
"Kalo gak penting gak mungkin harus ngomong berdua dan udah kak Bara bicarain tadi dong" Jawab Imam
__ADS_1
"Benar juga" Gumamnya lagi
"Trus gimana?" Tanya Gavin
"Cewek ke kamar Aira trus Cowok ke kamar Arka, siapa tahu ada yang kalian temuin disana" Jelas Faisal memberi saran
Mereka menuruti ucapan Faisal Anak cowok masuk ke kamar Arka dan anak cewek ke kamar Aira
"Kakak sengaja gak kasih tahu soal ini ke yang lain, karna kakak juga yakin ada beberapa hal yang kakak atau yang lainnya gak harus tahu dan keluarganya yang harus tahu" Jelas Bara melanjut kan
1 jam kemudian.....!!
Saat ini Bara, Luna dan Renaldi berada di ruang tamu sedang berbicara ringan disana.
"Kalian bisa bicara sekarang, gue nyusul yang lain" Kata Bara setelah nya
Setelah memastikan Bara menghilang, Luna segera mengeluarkan sebuah buku diary dan kalung Aira yang sempat ia temukan dilokasi kejadian kecelakaan yang Arka alami.
"Satu bulan yang lalu saya menemu kan buku diary dan Liontin Aira di lokasi dimana Arka mengalami kecelakaan"
Luna memberikan buku dan Liontin tersebut pada Renaldi segera diterima olehnya
"Iya memang ini milik adik saya, Aira" Kata Renaldi sambil tersenyum
"Apa kamu bisa menceritakan semua tentang kejadian yang menimpa kedua adik saya?" Kata Renaldi meminta
Bersamaan dengan ucapan Renaldi Dito mendengar ucapan tersebut, dia hanya tersenyum. Hampir saja ia berpikir macam macam tentang mereka berdua
"Apaan sih dit, baperan amat" Batin nya sambil berjalan kembali ke arah kamar
Ia tadinya memang ingin mencari Luna, namun ia urungkan ternyata memang Luna sedang membicarakan hal yang penting dan lebih baik dia tidak akan menggangu mereka.
"Gue emang bisa dapetin hatinya Luna, tapi bukan berarti gue harus egois sama dia" Kata Dito kembali dalam hati
__ADS_1