ETERNITY OF LOVE

ETERNITY OF LOVE
Chapter 30


__ADS_3

🌷🌷🌷


Setelah pemakaman sang adik, Arka membawa Al ke kantor polisi.


"Bawa dia ke Kantor polisi" Kata Arka dengan penuh penekanan pada dua anak buahnya itu


Al yang pada saat itu merasa bersa lah atas kematian sang kekasih, me nuruti permintaan Arka untuk berta nggung jawab


"Semua ini emang salah ku Ra, aku yang harus pertanggungjawabin semuanya" Ucap Al dalam Hati


Di kantor polisi Al mengakui semuanya pada pihak kepolisian bahwa dia menyuruh orang bayaran untuk membunuh Aira karna ia lelah dengan permintaan Aira agar bertanggung jawab


🌷🌷🌷


"Hah?" Kata mereka semua kompak


"Ternyata dugaan gue bener" Gumam Gavin 


"Kak Fais dapet dari liontin Aira" Gumam Luna


"Jadi sekarang harus gimana?" Tanya Melodi


"Gue yakin selama ini Aira yang kasih tahu kita" Kata Dito tiba tiba


"Kita sepemikiran" Kata Luna menyetujui


"Pasti ada alasan Aira kasih tahu kita soal ini, apa?" Kata Gavin


"Kata kuncinya ada dua Al & orang suruhannya" Kata Luna menanggapi


"Tunggu deh guys! Bukannya kak Fais lagi cari tahu soal Andra ya?" Kata Cila yang dari tadi hanya diam mendengarkan


"Iya bener, tapi kak Fais lagi di Bandung sekarang" jawab Luna


"Sejauh mana kira kira dapet informasinya, iya juga sih bisa jadi tambahan informasi" Kata Imam menyetu jui


Entah kenapa masih ada yang ganjal di hati Luna, entah apa yang Aira ingin coba sampaikan padanya. Namun sepertinya ada yang coba menghalanginya, tapi siapa?


"Kenapa Na?" Tanya Dito menyadari lamunanya orang disampingnya


"Hm?" Kata Luna masih asyik dengan taman yang sedang ia pandang


"Kenapa? Malah ngelamun?" Katanya lagi


"Gak papa" Jawabnya singkat


Arah pandangan Luna tertuju pada sebuah pohon besar tak jauh dari kantin berada, ia baru sadar jika di taman samping sekolah ada pohon sebesar itu


"Gue gak yakin lo gak papa" Gumam Dito sambil mengikuti arah pandang Luna


"Orang gue lagi liatin itu yang ada di taman" Kata Luna melirik Dito sebentar


"Apaan sih?" Kata Dito penasaran


"Segitu gedenya lo gak liat?" Tanya Luna


"Nggak" Jawabnya


"Parah lo dit, pohon segitu gedenya gak keliatan" Kata Luna sambil tertawa


Luna berjalan mengambil pesanan nasi gorengnya di ibu kantin, lalu kembali ketempat duduk untuk makan


"Kirain lagi liatin apa" Kesalnya sementara Luna hanya tersenyum


"Lagian jadi orang kepo banget" Kata Luna sambil menyuap nasi goreng "Lo pikir gue lagi liatin apa?" Tanya Luna ingin tahu


"Itu depannya pohon" Jawab Dito singkat lalu mengambil satu kerupuk dipiring Luna


"Bisa beli sendiri kan?"


"Enggak"


Luna melihat kearah depan pohon ada bebera kakak kelas mereka hingga membuat Luna tersenyum


"Mau balik sekarang?" Tanya Luna yang sudah menyelesaikan makannya

__ADS_1


"Nanggung satu lagi" Kata Cila


"Lama banget cil" Gumam Melodi


"Gue ke toilet dulu kalo gitu" Gumam Luna sambil menghilang dari pandangan teman temannya


Sebenarnya Luna hanya ingin mengikat rambutnya didepan cermin saja menuju kamar mandi.


"Masa iya lo cemburu" Ucap Luna dalam hati sambil tersenyum


Dito dan Luna sepakat untuk saling mengisi hati satu sama lain, Anggap lah status mereka pacaran.


"Nana" Ucap seseorang setelah keluar dari kamar mandi


"Hai Bel" Jawab Luna sambil tersenyum kearah Bella yang sudah ada di sampingnya


"Eh Na, tadi lewat belakang sekolah ya?" Tanya Bella tiba tiba


"Iya, tadi abis dari rumahnya temen kakak gue" Jawab Luna berbohong "kok tahu gue lewat belakang?"


"Iya, gue kan ada di belakang kalian" Katanya sambil terkekeh


"Oh itu lo tadi" Dia mengangguk


"Tadi siapa Na? Gue kaya pernah liat?" Tanya Bella penasaran


"Masa Lupa sih Kan waktu itu pernah ikut kita camping yang gabung sama kak Fais" Jawab Luna mengingatkan


"Oh iya bener, makanya kaya pernah lihat" Kata Bella lagi "tapi gue lupa namanya"


"Namanya kak Bara" Jawab Luna sambil tersenyum


[Mau ditungguin apa ke kelas sendiri?]


Luna membaca Chat dari Dito setelah ia selesai mengikat rambutnya yang ikal


[Duluan aja, gue nanti kekelas sama Bella]


[Read]


"Yuk" Ucap Bella menggapit tangan Luna


Mereka berdua berjalan keluar dari toilet dan berjalan menuju kelas, di sisi lain ada sosok perempuan yang sangat cantik memperhatikan mereka


"Aku akan memberi tahumu jika waktu nya tiba Luna, aku tak ingin kau merasakan hal yang sama sepertiku dan Al"


Sosok tersebut menghilang dari de pan cermin entah pergi kemana saat ini


----££----


Saat ini Luna sedang berada didalam kamar menyandarkan tubuh pada pung gung tempat tidurnya, ia masih men cerna dan meraingkai cerita yg sdh ia dapat kan. Perlahan ia seperti ditarik menuju di mmendi yg berbeda


"Maaf, aku tidak memberi tahumu terlebih dulu" Ucapan tersebut membuat Luna mencari sumber suara


"Aira?" Gumam Luna


Yah, Aira saat ini berada di depan Luna berasa sedang tersenyum mena tap kearah Luna


"Aku hanya ingin bertemu denganmu" Ucapan itu keluar dari Aira


"Kenapa kau hanya ingin bertemu dengan ku?" Tanya Luna


"Aku hanya ingin mengingatkanmu untuk berhati hati dengan masalalu mu" Kata nya dengan menatap mata Luna


"Masa laluku?" Tanya Luna bingung


"Aku tahu kamu sedang berada dalam kebimbangan Luna, aku tak ingin kau sama sepertiku kehilangan hidupmu" Kata Aira dengan wajah yang sayu 


"Jadi kamu benar di bunuh oleh anak buah Al?" Ucap Luna tak percaya


"Aku kecewa padanya, aku hanya ingin dia bertanggungjawab" Katanya dengan penuh amarah


"Bukankah dia sudah mempertanggung jawabkan kesalahannya padamu?"


"Kau harus bisa menemukan pasangan dari liontin ku dan kau akan menemukan semuanya apapun yang ingin kau tahu" Kata Aira

__ADS_1


"Pakai Liontin itu agar kau selalu dalam perlindungan Tuhan, Liontin itu milik kak Arka dan akan membantumu mengasah kemampuan yang kau miliki" Jelas Aira


"Kenapa kau memilihku?" Kataku sambil tersenyum


"Karna kau orang baik, kau orang kuat dan kau akan bahagia saat kau bisa melepas semua masa lalumu" Aira tersenyum sangat manis kepada Luna


"Terimakasih kau telah mempercayakan kami untuk menuntaskan masalahmu, aku akan membawamu ke tempat yang seharusnya secepatnya, aku berjanji" Mereka saling berpelukan untuk menyalurkan kekuatan


"Aku percaya padamu Luna! Kau wanita hebat, aku kagum padamu" Katanya sambil melepas pelukan mereka


Luna merasakan ia telah dikembalikan pada raganya dan perlahan membuka matanya masih dalam posisi duduk


"Capek kan tidur sambil duduk" Kekeh Dito


"Bener juga" Jawab Luna sambil mengusap tengkuknya yang sakit karna kejadian itu


"Makanya kalo ngantuk itu tidur, jangan ngelamun malah ketidurankan" Katanya santai


"Namanya juga ketiduran" Gumam Luna


"Lama juga ya ketidurannya" Ledek Dito


Luna membelalakkan matanya tak percaya sepertinya tadi Luna mengobrol dengan Aira hanya sebentar ternyata 6 jam lamanya.


"Bodo amat, gue mau tidur" Jawab Luna sambil bersiap tidur


"Iye iye, kaget gue" Kesal Dito


"Ya lagi lo udah tahu jam 3 pagi masih aja main game, mana lo pake HP gue lagi" Protes Luna lalu menarik ponselnya


"Yah Na, lagi seru tahu" Protes Dito sambil cemberut


"Bodo amat, mending lo tidur gue udah ngantuk" Kata Luna kembali pada posisi semula membelakangi Dito


"Iya iya" Keluhan Dito membuat Luna tersenyum


Hari ini Faisal sedang berada di Bandung membantu Haikal yang satu minggu lagi Haikal akan pindah ke Yogyakar ta dan meminta Dito untuk menemani Luna.


"Na" Gumam Dito


"Hm" Luna menoleh kearah Dito yang tengah asik dengan ponselnya


"Anterin gue bikin minum dong" Kekehnya


"Dih, kenapa jadi minta anterin gue?" Tanya Luna bingung


"Karna lu yang ada di sebelah gue" Gumamnya


"Ya udah ayo" Jawab Luna yang sudah diambang pintu kamar


"Jalan, jangan berdiri disini" Kekeh Dito yang sudah di belakang nya


"Kenapa lo jadi lebih penakut dari pada gue sih?" Kata Luna heran


"Baru nyadar lo"


Tak ada respon dari Luna, dia malah asik pada ponsel sambil duduk di-meja makan


"Besok gue mau balik ke tempat kak Bara nemuin kalungnya Aira" Celetuk nya


"Mau ngapain?"


"Nyari kalungnya Arka"


"Emang ada di sana?"


"Makanya gue mau ke sana Dito, mana bisa tahu kalo gak kesana"


"Bener juga"


"Kalau gue gak bisa temuin kalung nya Arka, gak bakal kelar kasusnya Aira" Tambah Luna


"Maksudnya?"


"Besok aja gue ceritain, gue masih butuh konfirmasi Gavin" Ucapan Luna

__ADS_1


__ADS_2