Evil System : Hero To Villain

Evil System : Hero To Villain
CHP 101 : Hati Yang Bergejolak


__ADS_3

CHP 101


"Itu adalah awal mula dari segalanya Ren, Kau dan aku sama - sama telah di permainkan oleh X atau lebih tepatnya Ath-Hess."


Ren yang mendengar cerita dari Yuika hanya bisa diam. Dia sangat kaget sampai - sampai dirinya gemetaran begitu hebatnya. Hatinya bergejolak dengan hebatnya mendengar hal itu, bagaimana awal mula dari semuanya.


Dia hanya bisa terduduk lemas melihat kenyataan yang begitu pahit ini, sangat menyakitkan bahwa selama ini dia sudah di permainkan oleh Entitas Murni itu.


"Haha... Ini tidak adil..."Walaupun begitu dia itu sangat marah. Tetapi dia tidak bisa marah kepada Yuika.


"Ya. Ini memang sangat tidak adil."Ucap Yuika.


"Untuk apa dia menciptakan kita semua? Apakah untuk kesenangannya saja?... Ini sudah sangat keterlaluan!"Kesal Ren yang terus memukul lantai dengan sangat keras.


"Tapi... Ini semua terjadi adalah kesalahanku, Jika aku tidak melawan X pasti kau tidak akan menjadi penggantiku."Ucap Yuika yang merasa bersalah.


"Maka dari itu... Kau boleh membunuhku atau menyiksaku semaumu untuk menebus ini semua"Lanjut Yuika yang langsung bersujud dengan penuh air mata.


Setelah itu Ren hanya diam, dan berdiri berjalan menjauh dari Yuika dengan wajah yang hampa. "Aku ingin sendiri.. Dan cepat hancurkan takdir Pahlawan'ku sekarang juga."


Mendengar itu Yuika langsung terkejut, dan hanya mengangguk,"Baiklah..." tetapi Yuika merasa sedih ketika Ren mengatakan hal itu.


"Mau bagaimana lagi...ini sudah takdir'ku..."


"[Menggunakan seluruh Poin Kejahatan dan Mulai menghancurkan Takdir Pahlawan Abadi!]"


Setelah itu Poin Pahlawan mulai berkurang bersamaan dengan Poin Kejahatan tersebut.


Setelah itu Cahaya muncul menerangi seluruh ruang kesadaran Ren itu, dan Langit mulai memunculkan berbagai benang merah yang terhubung ke tubuh Ren.


"[Hapus dan Putuskan!]"


Setelah itu benang merah putus dari tubuh Ren,dan Lalu benang itu hancur sampai tidak tersisa.


"[Berhasil Menghapus Takdir Pahlawan Abadi!]"


Setelah itu Yuika terjatuh dan terduduk lemas. "Padahal aku ingin sekali menghabiskan waktu bersamanya seperti dulu lagi..."


Dan Cahaya muncul di sekitar tubuh Yuika. Perlahan tubuh Yuika mulai memudar... Beserta keberadaannya.


"Maaf Ren..."


Seluruh kebaradan Yuika menghilang dan Yuika sudah tidak ada lagi, dia tidak akan hidup kembali.


Kematian yang sudah bisa di patahkan,kematian kekal tidak akan bisa lawan. Walaupun mereka sangat kuat,mereka tidak akan bisa melawan kematian kekal.


Karena Konsep kematian kekal adalah Mati Setelah menyelesaikan takdir yang diberikan dan tetap mati. Tidak ada Neraka ataupun surga yang bisa menampung jiwa tersebut.


Maka dari itu jiwanya hanya akan di hancurkan sepenuhnya oleh Konsep tersebut. Tidak ada yang bisa melawan konsep itu, Walaupun X sudah tidak terikat konsep itu tetapi X tidak akan melakukan apapun dengan Konsep itu.


Karena itu akan membuat Verse - Verse baru tercipta ketika jiwa yang sudah tidak memiliki takdir, tidak di hancurkan sepenuhnya.


Ketika Jiwa itu tidak di hancurkan,maka ada kemungkinan bahwa akan ada sebuah Entitas mirip dengan X walaupun itu masih sangat lemah jika di bandingkan oleh X. Tetapi mereka bisa mengubah plot cerita mereka sendiri,dan itu pasti membuat cerita semakin kacau.


Sementara itu,terlihat Ren hanya bisa duduk diam melihat langit - langit biru yang sangat luas. Ren sama sekali tidak mengerti dan masih sangat terkejut setelah mendengar itu.


"Apa yang kulakukan itu sudah seperti keinginan X...,Dan Takdir Pahlawan Abadi itu sudah tidak ada lagi dalam diriku."Ucap Ren yang terlihat sangat lesu.


"Tapi setelah takdir itu dihancurkan apa yang akan ku'lakukan nanti? Hidup dengan damai ya? Inilah yang ku'inginkan dari dulu."Lanjutnya yang masih berwajah lesu.


"Walaupun ada satu takdir lagi di dalam diriku ini, tetapi aku bisa tidak mempedulikannya dari pada Takdir Pahlawan itu."


"Tetapi apa keinginanku yang sebenarnya hanya hidup damai? Tetapi aku juga ingin menjadi Ayah juga,aku juga ingin memiliki Istri yang sangat mencintaiku juga,aku juga ingin hidup berdampingan dengan semua orang juga."

__ADS_1


"Dan juga aku ingin sekali mati..."


\*


\*


\*


*Tes*


Tiba - tiba Ren meneteskan air matanya tanpa ia sadari "Eh?Kenapa aku meneteskan air mata?"


Tiba - tiba "Ayah..."


Ren mendengar suara anak laki - laki yang nampak sangat asing di dalam kepalanya itu. Dan itu membuat Ren sangat terkejut. "Eh?"


"Ayah."


Ren kembali mendengar suara itu didalam kepalanya,dan dia masih saja mengatakan kata 'Ayah'


"Apa aku berhalusinasi? Apa sebegitu inginnya aku menjadi ayah? Bodoh sekali aku"


Ren masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Tetapi masih saja dia terus menerus suara itu dan masih mengatakan kata yang sama. Tetapi tiba - tiba.


*Deg!*


Triliyunan ingatan mulai masuk kedalam kepala Ren tidak ada hentinya,dan itu membuat kepala Ren sangat pusing.


"Apa ini?Hentikan..!"


Semua ingatan itu sudah sangat asing bagi Ren, dan itu membuat Ren sangat bingung.


Di saat itu Ren mendengar suara yang nampak sangat tidak asing,tidak hanya itu wajah nya juga terlihat sangat jelas bagi Ren. "Y-Yuika?"


Tetapi itu hanya ingatan,walaupun Ren memanggilnya. Yuika tidak menyautnya.


Di taman bunga, terlihat Yuika sedang bersama seorang Anak laki - laki bersama laki - laki yang sangat mirip seperti dirinya itu.


Mereka berdua menggandengan tangan anak itu di bawah langit sore yang sangat indah, dimana burung - burung berterbangan di langit dan kembali ke sarang mereka.


Lalu anak itu, mulai memanggil "Ayah,Ibu!"


"Ya... Ada apa Shin?"Ucap mereka yang nampak tersenyum.


"Tidak... Hanya saja aku senang kalian berdua menghabiskan waktu bersamaku kali ini hehe!"Ucap Anak itu yang terlihat sangat senang.


"Syukurlah kau senang, Shin..."Yuika menanggapi anaknya yaitu Shin dengan penuh senyuman.


"Benar Shin,Ayah juga senang ketika ibu juga bersama kita"Ucap laki - laki yang sangat mirip Ren itu dengan penuh senyuman.


Mendengar perkataan itu, Wajah Yuika memerah tomat karena malu "iiih... Ren jangan menggodaku!"


"Haha... Maaf Yuika."Ucapnya dengan sangat senang.


Dan Shin pun tertawa juga melihat kelakuan ayah dan ibunya itu "Ayah.. Ibu aku ingin kita selalu bersama selama - lamanya"


"Ya... Kita akan selalu bersama Shin!... Selama - lamanya!" dan mereka melakukan janji kelingking bersama - sama, dan akhir dari ingatan ini adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia.


Senyuman yang sangat hangat


Setelah itu Ingatan itu berakhir dan Ren semakin sangat terkejut dengan apa yang di lihat sekarang.

__ADS_1


"Yu-Yuika!"


Setelah itu Ren mulai tersadar dan langsung berlari ke arah Yuika dengan penuh rasa senang dan sangat beryukur.


Tetapi setelah sampai,Ren tidak melihat Yuika sama sekali "Yuika!"


"Dimana kau?! Aku sudah ingat Yuika!"


Ren terus menerus mencari di segala arah,lalu ia mencari keberadaan Yuika. Tetapi tidak dapat di temukan sama sekali. "Tidak di temukan? Yang benar saja."


Tiba - tiba Ren melihat ada sehelai kertas yang tergeletak di bawah, setelah itu Ren mengambil surat itu dengan perlahan.


"Surat? Kenapa ada benda seperti ini?"


Kemudian Ren membuka lipatan kertas yang menutupi surat itu dan mulai membaca. Ren sangat terkejut ketika membaca surat itu.


~Untuk Ren Arata


Ren... Apakah kau sudah melihat isi surat ini? Tapi saat kau membaca surat ini aku pasti sudah tidak ada lagi Ren.


Sebenarnya aku tahu kau akan ingat pada saat itu, benar kita dulu pernah berjanji akan bahwa kita akan terus bersama. Tetapi maaf Ren... Maaf Ren..


Aku sudah tidak bisa lagi bersamamu, setelah aku menyelesaikan tugas dari takdirku ini, aku akan mati sepenuhnya. Itu adalah kematian tabu yang tidak akan bisa tentang oleh siapapun.


Walaupun begitu, aku sangat bahagia ketika aku menghabiskan waktu bersama'mu, aku sangat bahagia Ren, walaupun itu hanya beberapa tahun saja.


Semua waktu yang aku habiskan denganmu itu sangat berharga bagiku, kita bahkan dulu punya seorang Anak yang sangat hebat.


Kau tidak salah Ren, Ini semua bukan salahmu... Jadi jangan salahkan dirimu sendiri. Aku juga ingin selalu bersamamu seperti dulu lagi, dan apakah kau ingat saat kita pertama kali bertemu?


Saat kau bertemu denganku aku terlihat seperti wanita yang sudah tidak punya harapan hidup lagi. Benar - benar aku sangat menyedihkan... Sudah pasti semua orang akan takut denganku.


Tetapi kau malah sebaliknya, kau menolongku... Kau mengajarkan ku apa arti dari kehidupan,kau mengajarkan'ku apa itu cinta yang sesungguhnya. Di saat itu aku sangat bahagia Ren... Tanpa ada dirimu mungkin aku akan sama seperti dulu lagi.


Aku harap ada keajaiban yang membuat kita akan bersama lagi...


Terimakasih atas segalanya Ren, aku sangat bahagia. Dan Selamat Tinggal, Aku mencintaimu sedari dulu hingga saat ini.


~Dari Yuika...


\*


\*


\*


*Tes!*


Air mata Ren menetes dengan derasnya, dia sangat terkejut dengan apa yang dia baca suratnya "Aku... Aku juga sangat bahagia saat bersama'mu Yuika...!"


"Aku kira kita akan bersama lagi seperti dulu, tapi ternyata tidak... Sial... Kenapa ini selalu terjadi ketika aku mendapatkan satu harapan lagi!"


Ren menangis dan tidak bisa menghentikan tangisannya karena dia juga sangat sedih. Bagaimana dia baru mengingat sesuatu yang sangat berharga baginya tetapi dia sudah sangat terlambat mengingat hal itu karena sesuatu yang berharga itu sudah tidak ada lagi.


Hati Ren sangat sakit dari apa yang dia rasakan,dia benci dengan dirinya ini,dia benci dengan takdir yang membuat semuanya menderita.


*Krek!*


Lalu Ren meremas surat itu sembari ia terus meneteskan air mata kesedihannya itu.


"Sudah kuputuskan! Aku akan menuntaskan semua ini!menghancurkan seluruh takdir yang ada di verse ini."


__ADS_1


__ADS_2