Evil System : Hero To Villain

Evil System : Hero To Villain
CHP 63 : Jangan Tertawakan Kasih Sayang Orang Lain!


__ADS_3

Sekarang Kei hanya bisa menangis dan memeluk kepala kakaknya itu dengan penuh rasa sedih.


"Kakak...Kakak...Kakak...!"


Kei terus menangisi kakaknya itu dan Kei mengira bahwa kakaknya telah mati.


"Kenapa...Kenapa kau membunuh kakak?Kenapa...kenapa?Kenapa?Kenapa?Kenapa?! Hey! Jawab aku Mio!Kenapa kau membunuh Kakakku!?"


"Kau...Jahat sekali... Ku kira kau adalah sahabatku...Ku kira kau benar - benar sahabatku! Tapi...kenapa?Kenapa kau membunuh kakakku?"


Kei terus menangis dan sangat marah kepada Mio. Sementara itu Mio merasa sangat bersalah kepada Kei,dia bahkan langsung mengeksekusi Kakaknya Kei tanpa pikir panjang.


"Maaf...,Alasan kenapa aku membunuh kakakmu adalah dia sudah menfitnah kakakku dan membunuh kakakku juga...,tidak hanya itu dia juga memperkosa Adiknya Saint Zahra...Maaf Kei."Ucap Ren yang merasa bersalah.


"Itu semua bohong! Kakakku tidak mungkin melakukan hal semacam itu! Kakak adalah orang yang sangat baik dia bahkan tidak mementingkan dirinya sendiri dan hanya mementingkan kebaikan orang lain!"


"Mungkin saja kak Ren berbohong kepada kalian semua dan memalsukan kebenaran demi kebaikan kalian semua!"


Setelah mendengar itu Mio dan Zahra sedikit terkejut dan sadar bahkan tidak mempertimbangkan beberapa kemungkinan lain tapi Mereka langsung terbawa emosi.


"Hahahaha! Kau itu sungguh adik yang bodoh Kei!"


Tiba - tiba suara Ren muncul dan terdengar, kemudian tubuh Ren pun berdiri lalu menggancurkan kursi itu.


*BRAK!*


Setelah itu Ren berjalan dan mengambil kepalanya dari pelukan Kei lalu dia memasang kembali kepalanya ke lehernya.


Semua yang melihat itu sangat terkejut dan tidak mempercayai bahwa Ren tidak mati setelah kepalanya di penggal.


Kei yang melihat kakaknya pun menangis bahagia dan langsung memeluk Ren dengan perasaan senang tetapi...


"Kakak---"


*Plak!*


"'"Eh?""


Ren menampar Kei dengan keras dan membuat Kei terjatuh ke lantai.


"Ren?!Kenapa kau menampar adikmu sendiri?!"Marah Mio kepada Ren.


"Kau tanya kenapa?Habisnya aku sudah bosan berpura - pura menjadi kakaknya lagi hehe~" Jawab Ren sembari menyirangi Mio.


Kemudian Ren berjongkok dan mulai berbicara kepada Kei yang masih duduk di lantai itu yang masih sangat kaget itu.


"Kakak..."Kei memanggil Ren...


"Aku bukan kakakmu dan kakakmu sudah lama mati di hutan itu hehe~"


"Eh?"Kaget Kei.


"Dan juga kasih sayangmu kepada kakakmu itu sangatlah lucu dan sangat menggelikan hahahahaha! Kau itu benar - benar membuatku tertawa seperti ini! Menjadi adik yang baik kepada kakakmu itu! Bahkan kau mengira diriku ini sebagai Kakakmu! Kau itu sangat bodoh Kei HahahahahahahaHAHAHAHA!"


"Kasih sayang yang seharusnya kau berikan kepada kakakmu tapi malah di berikan kepadaku ,itu sangat menggelikan! Itu sangat konyol dan bodoh HahahahahahHAHAHAHAHA!"


"Kakakmu itu sudah mati hahahaha!"


*Swosssh!*


Zahra melesat dengan sangat cepat ke arah Ren dengan penuh kemarahan.


"Jangan tertawakan kasih sayang orang lain!"


Zahra mengayunkan katananya sekuat tenaga ke arah leher Ren tetapi...


*TING!*


Ren dengan sangat mudah menangkis serangan Zahra dengan katana miliknya itu.


"Begitu ya... Jangan tertawakan perasaan orang lain, Tapi aku sama sekali tidak peduli dengan hal semunafik itu. Dan juga apakah kau bisa membunuhku atau menjadi budak s*xku seperti adikmu,aku sangat menantikan ini." Ren menjilati bibirnya.


Mendengar itu Zahra menjadi semakin marah.


"Dasar Binatang!dasar iblis!"Zahra memelintirkan katananya dan membuat katananya itu melesat ke tubuh Ren tetapi...


*SRING!*


*TING!*


Ren menahan serangan itu dengan ujung gagang katananya itu.


"Baiklah,lebih baik aku juga membawamu ke salah satu ruang dimensiku " Kemudian lubang dimensi muncul dari atas lalu lubang dimensi itu bergerak dan membawa Ren dan Zahra ke dimensi yang lain.


"Zahra!" Teriak Mio yang sangat terkejut karena Zahra tiba - tiba menghilang.

__ADS_1


Sementara itu Kei masih saja duduk termenung di lantai dengan wajah putus asanya itu.


"Kakak telah mati... Kakak telah mati... Kakak sudah mati... Kakak mati... Kakak sudah tidak ada lagi... Kakak telah meninggalkan Kei selamanya... Kakak telah mati... Hahaha... Kakak telah mati... Kakak sudah pergi..."


Kondisi mental Kei sudah sangat rapuh, jika dia menerima serangan mental seperti itu lagi mungkin dia akan menjadi gila.


"Kakak...Kakak... Kakak... Kakak mati ya? Kenapa kakak mati?Tidak tahu... Tapi jika kakak mati,Kei ingin mati juga..."


Mio yang melihat kondisi Kei yang sangat menyedihkan itu pun sangat khawatir dan sedih. Lalu Mio dengan penuh ketulusan memeluk Kei.


"Kei sadarlah! Kau harus kuat menerima kenyataan yang begitu pahit ini! Bukan cuma kamu yang kehilangan seorang kakak tapi aku juga, jadi kau harus kuat Kei!"


Dengam penuh kesedihan dan ketulusan Mio memeluk dan menenangkan Kei...


"Kakak telah mati... Kakak telah mati... mati...Mati...mati...mati...mati...mati... Hahah"Kei tertawa dengan air mata yang terus keluar dari matanya itu.


...************...


>Di Dimensi Ren.


Sementara itu di sisi Zahra dan Ren, Zahra yang tiba - tiba berada pada padang rumput yang tidak berujung dan Zahra bingung...


'Dimana ini?...Apa jangan -jangan aku di pindahkan ke dimensi yang berbeda?!Tapi itu tidak mungkin mengeluarkan portal dimensi di dimensi orang lain!---Tidak itu bisa di lakukan jika ruang dimensinya lebih kuat dan luas dari dimensi sebelumnya.'Pikir Zahra.


Kemudian Ren yang ada di depannya hanya tersenyum tersenyum bengis.


"Apakah hanya ini kemampuan dari Saint?lemah sekali."Ucap Ren sambil tersenyum bengis.


"Jangan remehkan aku dasar binatang!"


*Swoosssh!*


Zahra melesat dengan kecepatan super gila dan...


""


*SRING!*


Sebuah tebasan yang sangat kuat dan cepat menyerang Ren, tetapi Ren dengan sangat mudah melihatnya dan menghindarinya..


*BOM!*


*BOM!*


*BOM*


"" Zahra mengayunkan pedangnya lalu sebuah badai angin hitam yang sangat besa muncul dan mulai mengarah Ren..


Badai angin itu memiliki tekanan yang sangat tinggi,bahkan satu kota tidak akab bertahan dalam satu menit.


*BOM!*


Tetapi setelah Badai itu di depan mata Ren,Tiba - tiba badai itu meledak dan menimbulkan ledakan yang sudah melebihi Bom Nuklir.


Tidak hanya itu,Ribuan Kilatan tajam yang bahkan bisa membelah Batu besar dengan mudah muncul setelahnya dan menyerang Ren.


"Dengan serangan seperti itu ,sudah pasti dia mati..."Ucap Zahra yang berharap


Tetapi harapan itu telah pupus setelah melihat Ren masih baik - baik saja. Dan Zahra sangat terkejut dengan hal itu.


"Ti-tidak mungkin!"Kaget Zahra.


"Apa hanya ini Zahra?"Ucap Ren sambil menjati bibirnya itu.


"Jangan remehkan aku!"


Zahra mengayunkan katananya ke atas langit dan munculah sebuah sabitan api biru raksasa dari atas langit.


Sedangkan Ren hanya melihat itu dengan muka biasa saja.


"Lumayan juga, tapi apakah kau bisa menghancurkan ini?"


"""


Ren mengeluarkan perisai sihir yang sangat besar di atas kepalanya itu.


*Syuuuut!*


Tebasan itu meluncur dengan sangat cepat ke arah Ren dan bertabrakan dengan perisai sihir milik Ren.


*BOM!*


Pada Akhirnya ledakan maha dasyat terjadi ,ledakan itu bahkan sudah bisa menggetarkan satu planet kecil jika itu menyentuh tanah.


"Apa hanya ini Zahra?" Terlihat Ren yang masih baik - baik saja. Dan itu membuat Zahra sangat terkejut.

__ADS_1


"T-tidak mungkin,ini sangat mustahil kau masih baik - baik saja!"


"Kau mungkin Saint terkuat tapi jika di bandingkan dengan dewa atau kau melawan dewa ,kau hanya mainan bagi mereka..."


"Berisik! Aku tidak berniat untuk menjadi dewa atau melawan dewa!"


"Senjata Mulia!"


Katana Zahra tiba - tiba di penuhi oleh Aura suci yang sangat besar, lalu Katana Zahra memanjang dan membesar hingga mencapai langit.


"Terima ini!"Zahra menebas Ren dengan senjata mulianya itu, serangan itu bahkan sudah bisa mebelah bulan atau planet kecil menjadi dua.


Tetapi...


*TANG!*


Ren menahan serangan itu dengan satu tangan kosongnya dengan sangat mudah...


"M-Mustahil!"Zahra sanget kaget karena Salah satu jurus pamungkasnya itu di patahkan dengan mudah oleh Ren.


"Seseorang yang pantas di sebut dewa itu bisa menciptakan satu tata surya atau menghancurkan tata surya. Jika hanya memiliki kekuatan untuk menghancurkan tidak pantas di sebut dewa..."


"Jadi seperti itulah syarat untuk masuk kedunia dewa dan menjadi dewa."


*Pyar!*


Ren menggenggam bilah katana Zahra dengan keras dan menghancurkannya berkeping - keping.


"Apa?"Kaget Zahra


*Swossh!*


Ren dengan kecepatan cahaya melesat ke arah Zahra lalu Ren memukul perut Zahra dengan sangat keras.


*BUGH!*


"Guhak!"Zahra memuntahkan darah... Tetapi Ren kembali melancarkan beberapa pukulan lagi kepada Zahra dan...


*BUGH!*


*BUGH!*


*BUGH!*


""Ren memunculkan sebuah lubang dimensi di belakang Zahra yang menghubungkan ruang dimensi sebelumnya...


Lalu Ren memukul Zahra sampai terpental masuk kedalan lubang dimensi itu dan...


*BOM!*


Zahra terpental dan menabrak tembok sampai hancur.


...************...


Sementara itu Mio dan Kai duduk bersebelahan sangat dekat, terlihat Kei yang masih bersandar di bahu Mio dan masih saja diam tidak bersuara... Tapi sekarang Kei menjadi lebih tenang dari yang sebelumnya...


Tetapi...


*BOOOM!*


Seseorang terpental ,menabrak tembok sampai hancur. Setelah itu Mio terkejut setelah melihat itu... Perlahan debu mulai hilang dan Mio melihat bahwa yang terpental menabrak tembok itu adalah Zahra.


Dan kini Zahra sudah tidak sadarkan diri.


"ZAHRA!!!"Teriak Mio dengan sangat khawatir.


*Klak!*


*Klak!*


*Klak*


Tiba - tiba seorang pemuda muncul dari lubang dimensi yang mengeluarkan Zahra.


"Kalian ini ,memang lalat - lalat yang berisik ya."


"Sampah"


Dan ternyata itu adalah Ren yang wajahnya tersenyum penuh kebengisan.


Author : Yo pasti pada kaget kenapa saya update?Alasannya adalah karena chapter ini dari kemarin udah selesai di buat tapi karena kondisi saya yang kurang baik jadi saya tunda dulu perilisannya.


Dan juga saya sudah merasa sedikit lebih baik setelah berobat ke dokter, ya walaupun sudah sedikit baikan... tetap besok tidak akan update... mungkin selama 2-3 hari.


Jadi jangan Lupa Like,Vote,Komen dan Rate Bintang 5 supaya saya makin semangat buat updatenya.

__ADS_1


...~Salam Dari Author Riza~...


__ADS_2