
CHP 56
Di Malam Harinya Ken Arata dan Kei Arata baru saja tiba di Academy, ternyata lebih cepat dari perkiraan.
Walaulpun begitu, ternyata Lucy Arata ada di dalam Kereta Kuda yang membawa Ken Dan kei.
Dan Sepertinya Lucy sedang membawa sesuatu di pangkuannya dan yang di bawa Lucy itu hanya kotak kecil.
Tetapi di dalamnya masih rahasia.
>Di Dalam Kereta Kuda.
"Ibu..."Panggil Kei kepada Lucy.
"Ada Apa Kei?"Balas Lucy dengan senyuman.
"Yang di bawa Ibu itu apa?kenapa ibu kelihatan sangat senang?"Tanya Kei yang penuh dengan tanda tanya.
"Rahasia~"Balas Lucy kepada anak perempuannya Kei.
"Biar Kei tebak,ini pasti untuk Kakak Ren kan?"Tebak Kei.
"Ara~ Kei mengetahuinya, Ini adalah bekal makanan untuk Ren, dan isinya makanan kesukaannya. Ibu ingin memberikannya kepadanya setelah sekian lama berpisah."Ucap Lucy dengan senyuman Hangat.
Sedangkan Ken merasa kesal dengan apa yang di lakukan Ibunya. Dan Lucy melihat Ken kesal.
"Oh ya Ken, apakah kau mau juga? Nanti Ibu buatkan juga."Tawar Lucy sambil tersenyum kepada Ken
"Tidak perlu,aku bukan anak - anak lagi."Tolak Ken.
"Eh?Ibu kira kamu mau juga...,Ibu juga sudah membuatkan untukmu dan Kei juga..." Mendengar Itu Kei langsung memintanya.
"Mana Punya Kei?" Kei Meminta dengan penuh harapan kepada Ibunya.
Lalu Lucy segera mengambil sebuah kotak bekal yang ada di keranjangnya dan memberikannya kepada Kei.
"Silahkan~"Ucap Lucy sambil tersenyum.
Di dalam kotak bekal itu isinya makanan kesukaan Kei.
"Dan...,Ini untuk Ken. Silahkan~"Lucy memberikan bekal kepada Ken.
Walaupun Lucy sangat menyayangi anak pertamanya Ren, tetapi Lucy tidak akan pilih kasih kepada Kei dan Ken.
Dia akan terus membagi kasih sayangnya kepada Anak - Anaknya walaupun mereka tidak meyukainya dia akan terus menyangi mereka.
Sungguh Ibu yang luar biasa.
"Tidak perlu."Tolak Ken.
"Jangan bilang 'Tidak perlu' Ken ,Ini jangan sungkan..."
Lucy masih saja memaksa Ken untuk menerima bekal buatannya, dan isi bekal yang di berikan Ken adalah Makanan kesukaan Ken.
Karena Lucy terus memaksanya ,Ken pun menerimanya dengan pasrah...
Setelah itu mereka keluar kereta,dan pergi ke tempat masing - masing. Sedangkan Lucy langsung pergi ke asramanya Ren,dengan nomer pintu 22.
Setelah mencari,Lucy menemukan kamarnya Ren.
*Tok*
*Tok*
*Tok*
__ADS_1
Lucy mengetuk pintu kamarnya Ren,Tetapi tidak ada yang membukakan pintu.
"Tidak ada ya?"Lalu Lucy mencoba membuka pintunya, dan ternyata tidak di kunci.
'Tidak di kunci?Kalau begitu...'
"Permisi..."Lucy pun mulai masuk ke kamar dan Lucy sangat terkejut dengan apa yang pertama di lihatnya.
"Eh?"
"Kau! Menjauh dari ku! Lepaskan!"Marah Ren.
Terlihat Lian yang sedang memegang Kaki Ren sembari memohon.
"Eh... jangan begitu! Ku mohon Ren jadikan aku sebagai pelayanmu!"
"Menjijikan! Lepaskan! Aku tidak sudi punya pelayan laki - laki!"
"Ku mohon Ren!Aku akan melakukan apa saja jika itu kurang aku akan memberikan tubuhku ini!"
Lalu Lian berdiri dan langsung menarik bajunya sehingga dia menjadi telanjang dada.
"Silahkan di nikmati!"
Melihat Itu Ren semakin kesal dan jijik.
"Aku masih normal Bang*sat! Menjauhlah dariku!"
*BUK!*
Lalu Ren memukul Wajah Lian.
"Guhu!"
Dan Lian terpental ke tembok dengan sangat keras,sehingga temboknya retak walaupun sudah di lindungi sihir pelindung tingkat tinggi di lapisan tembok itu.
"Rasakan itu!"
Ren tidak membunuhnya karena Ren akan memanfaatkan Lian.
Tetapi Ren tidak sadar bahwa Ibunya Lucy datang lebih cepat dari yang Ren Kira,jadi Ren sedikit terkejut dengan kedatangannya Lucy.
"Oh,Ku kira siapa...,dan jangan salah paham dia itu hanya orang gila."Ucap Ren.
Lalu kemudian Lian mendengar bahwa Ren mengatakan dirinya orang gila pun terus bangun.
"Aku bukan orang gila! Eh...?"Lalu kemudian Lian melihat ada wanita yang datang.
"Siapa...?Hm...,Oh! Pacarmu ya?!"Tebak Lian.
"Bukan bodoh! Dia itu ibuku!..."
Mendengar itu Lian sangat terkejut.
"Eeeeeh!Bohong! Tidak mungkin dia ibumu karena lihat! Dia terlihat muda!"
"Aku tidak bohong Sialan!Coba tanya saja sendiri!"
"Baiklah!"
Sementara Itu Lucy melihat kelakuan Anaknya pun hanya tertawa lembut karena dia tidak tahu bahwa anaknya telah sedikit berubah dari yang dulu, lalu Lian dan Ren menatapnya.
"Sudah sudah kau tidak perlu menanyakannya, Benar aku adalah ibunya Ren..., dan kau tadi mengatakan bahwa aku masih sangat muda?terimakasih ya padahal umurku sudah 36 Tahun."
Mendengar itu Lian tambah terkejut.
__ADS_1
"Oh ya, Jadi ada apa datang ke sini?"Tanya Ren.
"Oh ya,Ini Ibu bawakan bekal untukmu dan isinya makanan kesukaanmu~"Lucy memberikan kotak bekalnya kepada dengan penuh senyuman hangat seorang Ibu.
Dan Ren menerimanya.
"Hm...,Makanan kesukanku?"
"Benar jadi jangan lupa di makan, dan kau boleh membaginya kepada teman yang ada di sampingmu itu...,lihat dia sampai meneteskan air liurnya."
Lalu Ren menatap Lian, dan benar Lian meneteskan air liurnya setelah melihat bekal makanan Ren.
"Oh ya dan ini katana kesayanganmu yang hilang dulu saat kau masih berumur 11 Tahun...,Setelah lama mencarinya akhirnya Ibu menemukannya di gudang yang sudah usang."
"Jadi Ini Katanamu~"Lucy memberikan Katanannya Kepada Ren demgan penuh senyuman.
Dan Ren mengambilnya dengan tatapan biasa saja.
"Apa sudah selesai?Jadi silahkan pergi."
"Iya sudah selesai...,tapi sebelum itu..."
Lalu tiba - tiba Lucy memeluk Ren dengan lembut sembari mengelus - ngelus kepalanya dengan lembut.
"Biarkan ibu memelukmu sebentar,Ibu sangat merindukanmu setelah kau pergi lama dan Ibu juga tidak akan bisa bersamamu dalam waktu lama setelah ini...,Jadi biarkan ibu memelukmu dalam bentuk rindu dan kasih sayang Ibu kepada anaknya."
"Kau sudah besar ya Ren, Maaf ya tadi Ibu membuatmu marah...,Jadi maafkan Ibu karena perbuatan ibu yang membuatmu tidak nyaman."
Lalu kemudian Lucy melepaskan pelukannya.
"Jadi ibu pergi dulu ya Ren,dan jaga baik - baik dirimu."
Lalu kemudian Lucy pergi keluar asrama dan kemudian kembali ke kota kekuasaan Duke Arata menggunakan Kereta kudanya dengan ratusan prajurit yang mengawal.
Sementara itu Ren hanya bisa diam dan lalu kemudian Ren mulai duduk di kasur dan mulai membuka kotak bekalnya.
Lalu Ren memakannya dengan lahap. Sedangkan Lian terus menerus mengeluarkan Liurnya melihat makanan yang di makannya.
"Ini miliku,aku tidak akan membagi makananku kepadamu. Jadi matilah kelaparan!"
Mendengar Itu Lian menjadi sangat kaget dan sangat menderita melihat Ren memakan bekalnya yang sangat enak itu.
[Mendapatkan 10.000 Poin penderitaan dari Lian]
'Baiklah,Kejahatanku akan di mulai besok.'
Author : Yo...,di Chapter ini Ren masih belum melakukan kejahatan tetapi di chapter selanjutnya ada kemungkinan Ren akan memulai kejahatannya jadi untuk menambah semangat buat Saya cepet Update maka berikan Like,Vote,Komen dan Rate Bintang 5 ya.
Ilustrasi Charakter :
Nama : Ren Arata(Katana yang ada di gambar merupakan Katana yang Lucy berikan kepada Ren. walaupun Ilsutasi Ren sudah lama di tampilakan tapi saya akan tampilkan kembali)
Nama : Yukina Negen
Umur : 18 Tahun.
Nama : Lucy Arata
...~Salam Dari Author Riza~...
__ADS_1