
CHP 69
Elaina sangat terkejut dengan kehadiran Ren...,Bagaimana tidak karena Elaina sudah membuat tempat tinggalnya ini di tengah - tengah hutan yang lebat... Dan itu sangat rahasia... Tidak mungkin di ketahui Ren dengan mudah.
"Ke-Kenapa kau bisa tau aku ada di sini?"Ucap Elaina yang perlahan mundur ke belakang...
Setelah itu Ren maju mendekat dan berkataa "Mudah saja, aku bisa melacakmu dengan energi yang di keluarkan oleh anakku itu hehe~"
"Ja-Jangan mendekat!"
Elaina melarang Ren,tetapi Ren tidak mendengarkannya dan hanya tersenyum jahat...
"Su-sudah ku bilang jangan mendeka----"Sebelum perktaan Elaina selesai, Ren mendorong Elaina sampai ke batas tembok...
Dan Elaina terjebak...
"Berisik sekali, aku mau mengecek dulu bagaimana kondisi anakku hehe~"
Kemudian Ren memegang perut Elaina yang lumayan besar itu, setelah itu Ren mulai merasakan energi yang di pancarkan oleh kandungan Elaina.
"Hehehe~ ternyata kau itu merawatnya dengan baik Elaina."
Kemudian Ren menjilati leher Elaina, dan Elaina hanya bisa diam ketakutan...
"Oh ya Elaina...,bagaimana aku memperkosamu lagi... Hehe~"Ucap Ren yang terkekeh jahat.
Setelah mendengar itu Elaina menjadi sangat ketakutan dan segera memberontak.
Tetapi usaha yang di lakukan oleh Elaina tidak berguna sama sekali, tidak hanya itu Elaina bahkan sudah benar - benar tidak bisa lari dari Ren.
"Tapi aku sedang tidak ada ***** untuk melakukan itu ke sini...,Oh ya Elaina siapkan aku makan."
Mendengar itu Elaina menjadi sangat terkejut dan hanya diam termenung karena Ren.
"Hoy... Kenapa diam saja?cepat siapkan aku makan!"Perintah Ren.
Setelah itu Elaina tersadar.
"Ba-baiklah!"
Setelah itu Elaina segera mencari bahan - bahan masakan di sekitar rumahnya, sedangkan Ren hanya duduk dan tiduran di rumah Elaina...
Sementara itu Elaina mulai berfikir..."Apa Ren sudah berubah...?" Tetapi Elaina menggelengkan kepalanya karena itu adalah hal yang mustahil.
Di saat Elaina pergi dari kediaman duke Frankes, Elaina merasakan perasaan aneh kepada Ren... Ya seperti perasaan cinta.
Elaina tidak terlalu membenci Ren saat itu,tetapi Elaina hanya takut kepada Ren.
Ketakutan itu membuat dirinya menderita, dan perasaan cintanya kepada Ren juga membuatnya menderita.
__ADS_1
Dia bingung dengan perasaan itu, dan dia ketakutan. Elaina sekarang di penuhi oleh rasa kebingungan.
Sementara itu di sisi Ren...
Terlihat Ren yang sedang tiduran di kamar Elaina,sungguh Ren itu sangat tidak sopan.
Ren terlihat sedang memikirkan sesuatu.
'Perasaan apa ini?kenapa aku merasa sakit hati karena dia bukan ibuku? Dan kenapa aku meneteskan air matanya?'
[Saya Sepertinya tahu penyebabnya]
'Begitu?'
[Ya, kemungkinan besar Quartzer King melakukan sesuatu kepada Host di masa lalu]
Mendengar itu Ren sedikit terkejut dan sangat kesal.
'Cih! Andai saja aku bisa melalukan perjalanan waktu,... Itu akan sangat mudah mencegah kelahiranku...'
'Tetapi aku tidak bisa karena...,Takdir Pahlawan Abadi yang sangat merepotkan...'
'Setiap kali aku mencoba,pasti akan ada penghalang tanpa batas yang menghalangi... Dan aku tidak bisa menggancurkannya. Itu pasti ulah 'X' '
[Oh ya Tuan,Saya tahu bagaimana caranya anda tidak merasakan apa yang seharusnya anda rasakan.]
[Tuan hanya perlu membunuh individu yang membuat anda mendapati perasaan yang sangat aneh itu. Maka dari itu anda akan terbebas.]
'Begitu,aku hanya perlu membunuh Lucy/Ibu Ren palsu itu ya.'
[Benar.]
"System,berapa jumlah poin kejahatanku dan Pahlawanku sekarang?"
[Poin Pahlawan : 999.999.999.999.999
Poin Kejahatan : 9.888.979.899+]
Setelah itu Elaina pun datang membawa bahan masakan, Lalu Elaina mulai memasak untuk Ren.
Elaina tanpa sadar memasak banyak sekali menu, seperti Sop Daging dan sayur, Tumis Sayur,Daging Goreng,Dll.
Daging dia dapatkan dari memburu,sayur ia dapatkan dari menanam, dan begitu juga dengan beras.
Lalu itu semua di sajikan kepada Ren.
Setelah itu Ren makan semua makanannya bersama dengan Elaina, terlihat suasana canggung di antara mereka.
Tetapi Ren tidak mempedulikannya, dan terus makan.
__ADS_1
>Di Malam Harinya.
Terlihat Ren dan Elaina yang tidur sekasur , terlihat mereka berdua belum tidur.
Sedangkan Elaina hanya menyembunyikan wajah yang sedikit memerah itu karena malu dan gugup.
"Oh ya Ren..."Elaina memulai percakapan.
"Apa?"
"Aku mau menanyakan sesuatu, Jika kau tidak keberatan... Maukah kau yang menamai jika anak yang ada di kandunganku lahir?"
Terlihat wajah Elaina sedikit ragu tetapi sedikit memerah.
"Kenapa aku?Bukannya kau bisa?"Tanya Ren.
"Ya tidak apa - apa, tapi kau adalah ayahnya....maka aku berfikir kau yang sepantasnya memberi nama pada anak ini."Ucap Elaina dengan wajah memerah.
"Akan ku pikirkan..."
Setelah itu Elaina tersenyum senang, Lalu Elaina berbalik dan Muka Elaina menjadi sangat dekat dengan muka Ren.
"Eh?"Kaget Elaina.
Muka mereka saling bertatapan...,setelah itu Ren memegang pipi Elaina dan itu membuat wajah Elaina merah merona.
Elaina tidak bisa memalingkan pandangannya dari wajah Ren, kemudian Elaina memejamkan matanya sebagai menandakan bahwa Ren boleh mencium dirinya.
Cump!*
Lidah mereka saling meliliti satu sama lain, dan terdengar suara ******* dari Elaina.
"Ah~ Hah~ Hah~" Nafas mulai tidak beraturan dan wajah Elaina memerah tomat.
Elaina sudah tidak bisa memikirkan apa - apa kecuali Ren..., Detak jantungnya berdegup kencang saat melihat Ren.
Itu menandakan bahwa dirinya sudah jatuh cinta kepada Ren setelah sekian lama.
"Re..n~" Kemudian Elaina memanggil nama Ren dengan wajah yang sangat malu itu, kemudian Ren mulai membuka setiap kancing pakaian dari Elaina.
Hingga semuanya lepas, Elaina hanya diam menunggu Ren selesai... Dan mereka berdua mulai melakukan hubungan intim atau bercinta.
Author : Gw lagi males bikin penderitaan jadi gw bikin chp yang kek gini, tetapi tenang saja di chp selanjutnya ada penderitaan yang sangat banyak jadi tunggu saja ya.
Update selanjutnya tidak menentu.
Jangan Lupa Like,Vote,Komen dan Rate Bintang 5 Supaya Author Makin semangat buat Updatenya.
...~Salam Dari Author Riza~...
__ADS_1