
CHP 106
Setelah itu mereka tidak lagi menggunakan senjata ataupun sihir mereka. Sekarang mereka bertarung menggunakan seni beladiri tangan kosong yang mereka kuasai
Ya walaupun kemampuan ilmu beladiri mereka sama, tetapi mereka tetap bertarung menggunakan fisik.
*BUGH!*
*BUGH!*
*BUGH!*
Mereka saling beradu pukulan dengan sangat cepat bahkan sudah melebihi kecepatan cahaya, perdetik mereka melancarkan setidaknya Ratusan Triliyun Pukulan sekaligus.
"HAAAAAAA!"
*Daak!*
Ren memukul dengan sangat kuat, tetapi pukulan itu langsung di tahan menggunakan siku tangan Retwo.
"Hehe~"
Setelah itu Retwo langsung mendorong Ren menggunakan tekanan yang ada disikunya setelah itu. Dan lalu Retwo berlari dan langsung menendang Ren dengan sangat kuat.
*BAAAAK!*
Dan tendangan itu berhasil di tahan Ren dengan menyilangkan kedua lengannya itu. "Apa hanya ini?"
"Tidak. Ini belum semuanya!"
Setelah itu Retwo langsung memutarkan tubuhnya udara dan lalu menendang Kepala Ren.
Melihat itu Ren langsung menundukan kepalanya,setelah itu Ren salto kebelakang dan langsung menendang Retwo dengan sangat keras sehingga Retwo terlempar sangat jauh hingga menabrak gunung - gunung yang sudah tidak terhitung diameter dan jumlahnya.
*BUUUK!*
*BOOM!*
*BOOOM!*
*BOOOM!*
*Swosssh!*
Setelah itu Ren melesat dengan kecepatan melebihi cahayanya, dan lalu memberikan beberapa pukulan kepada Retwo.
*BUK!*
*BUK!*
*BUK!*
Sampai tubuh terhentak ketanah sehingga membuat tanah menjadi terbelah menjadi beberapa bagian.
*BOOOOM!*
"Cih!" Setelah itu Retwo berdecak kesal,dan mulai berdiri kembali. Tetapi di wajahnya terdapat luka karena pukulan Ren yang sangat keras itu.
Setelah itu Retwo melihat Ren berada di atas langit. "Terima Ini Retwo!"
Setelah itu Ren melesat dengan kecepatan tinggi, dan lalu mulai mengkepalkan tangannya.
"Begitu,aku akan terima ini Ren Arata!"
Setelah itu Retwo mulai menguatkan kaki dan tangannya. Dan bersiap menahan serangan Ren tanpa adanya sihir sama sekali.
"HAAAAAAAAAAAA!"
Setelah itu Ren memukul Retwo dengan sangat keras dan membuat permukaan menjadi hancur.
*BOOOOOM!*
"Heh..." Lalu Ren melihat bahwa Retwo berhasil menahan pukulannya itu dan itu membuat Ren sedikit terkejut.
"Lumayan juga."Setelah itu Retwo langsung memegang tangan Ren, setelah itu dia mulai membanting Ren ketanah berkali - kali tanpa henti.
*BOOOM!*
__ADS_1
*BOOOM!*
*BOOOM!*
Setelah itu Retwo langsung melempar Ren keatas langit dengan sekuat tenaga, dan setelah itu Retwo langsung melesat keatas langit sampai keatas Ren.
"TERIMA INI!"
Kemudian Retwo menendang Ren dengan sekuat tenaga sampai Ren terbanting ketanah dari ketinggian.
Lalu mengakibatkan benturan yang bisa menghancurkan Puluhan Ribu Universe. Tetapi karena ini adalah Dimensi milik Retwo jadi itu tidak terpengaruh sama sekali.
*BOOOOOOM!*
Dan langsung Retwo melesat kebawah lalu langsung memukul Ren dengan sangat keras, Tetapi Ren menghindarinya dengan cara berguling kesamping.
Sehingga mengakibatkan daratan menjadi retak kembali.
*BOOOOM!*
*BRAAAK!*
"Cih kau menghindarinya!" Ucap Retwo yang berdecak kesal.
"Ya mau bagaimana lagi kan, aku tidak ingin terkena lagi."Ucap Ren dengan santainya.
"Apa sakit?" Tanya Retwo kepada Ren.
"Tentu saja tidak boodoh"Jawab Ren dengan muka datar.
"Lalu kenapa menghindar?"Tanya Retwo lagi.
"Mau tau?"Ucap Ren dengan wajah tersenyum licik.
"Tidak juga."Jawab Retwo dengan datar.
"Oh."Ucap Ren yang singkat.
"Oh."Begitu juga dengan Retwo.
° ° ° °
Seketika dimensi itu langsung hening tanpa ada suara. Angin mulai bertiup sepoy dan membawa sebuah bola rumput yang melewati mereka berdua.
Sampai - sampai suara angin terdengar jelas di telinga mereka. Dan itu membuat mereka menjadi sangat kesal.
"SIALAN KENAPA KAU DIAM SAJA!?"(Ren)
"KAU JUGA B*NGSAT! KENAPA KAU MENGAKHIRI DENGAN KATA 'OH' !"(Retwo)
"ITU BUKANNYA KAU BODOOOH!"(Ren)
"Bajingan... Ku bunuh kau...!"
Mereka menjadi sangat kesal, setelah itu mereka memunculkan masing - masing 2 belati yang sangat kuat.
"Sialan!"
Setelah itu mereka melesat dengan sangat cepat. Dan lalu mulai menyerang satu sama lain dengan sangat cepat tanpa ada celah sama sekali.
*TRING!*
*TRING!*
*TRING!*
*TRING!*
Dan semua serangan yang di lancarkan semuanya sama persis,mau itu teknik,gerakan semuanya sudah di ketahui satu sama lain.
Pertarungan yang sulit berakhir,tetapi walau kekuatan mereka sama yang pasti pengalaman lah yang akan menentukannya.
"Terima ini Ren!"
Retwo menebas Ren dengan tebasan yang berbentuk X, tetapi Ren tiba - tiba menghilang. "Apa?"
Dan tiba - tiba Ren berada di belakangnya lalu Ren menyerangnya, tetapi karena Retwo sudah tahu pola serang dari Ren jadi dia sudah menyadarinya. "Percuma saja!"
*SRING!*
"Apa?"
__ADS_1
Dan Retwo berhasil menebas Ren sehingga membuat darah mengaliri belati Retwo lalu kedua lengan Retwo.
"Kau duluan yang terluka Ren. Sungguh menggelikan."Ucap Retwo.
Tetapi tiba - tiba belati Retwo mulai meleleh karena darah Ren. Begitu juga dengan kedua tangan Retwo,Melihat itu Retwo menjadi sangat terkejut. "Heh?"
Setelah itu Ren mulai tersenyum licik.
"Apa ini? Darah? Tidak... Kau sengaja mencampurkan kadungan asam yang sangat asam kedalam darahmu sebelum itu."
Benar, sebelum bertarung Ren meminum cairan asam yang sangat kuat,bahkan Triliyunan kali lebih asam dari hujan yang ada di planet Venus.
"Hehe benar. Dengan keasaman itu sudah pasti apapun yang terkena akan langsung melelah. Tidak peduli seberapa kuat dan keras benda itu. Tetapi bagiku itu seperti air biasa dan tidak terpengaruh denganku!"
Mendengar itu Retwo hanya tersenyum. "Jadi, aku hanya perlu meregenerasinya kembali kan?"
Seketika lengan Retwo langsung pulih seperti semula "Seperti ini."
"Tidak sesederhana itu Retwo, aku juga sudah mengabungkan itu dengan sihir waktu sehingga membuat semua asam itu tetap ada di lenganmu itu hehe"Jelas Ren.
Dan benar saja, Lengan Retwo kembali meleleh "Yang benar saja."
"Jadi apa yang akan kau lakukan Retwo?"Tanya Ren yang tersenyum licik.
Setelah itu Retwo mulai berfikir dan menjadi sedikit bingung. "Lama sekali kau berfikir Retwo!"
Setelah itu Ren mulai melukai tangannya dan lalu mencipratkan darahnya ke arah Retwo. Melihat itu Retwo terkejut dan dengan sigap dia menghindarinya dengan cara melompat kebelakang.
"Cih!" melihat itu Retwo berdecak kesal.
"Masih lagi!" Lalu Ren kembali mencipratkan darahnya ke Arah Retwo dan Retwo selalu menghindari itu.
Dan tanah yang terkena langsung hancur lalu tidak bisa kembali lagi. Sementara itu Retwo terus berfikir sembari menghindari darah - darah itu.
"Cih,kau menghindarinya! Lalu bagaimana dengan ini!"
Setelah itu Ren mulai mengumlulkan banyak darah dalam satu tempat. setelah Itu Ren langsung melemparkannya keatas awan.
Setelah itu terjadi hujan darah asam yang mengakibatkan tanah - tanah dan persekitaran hancur,meleleh terus menerus. Dan tidak bisa kembali lagi.
""
Melihat itu Retwo langsung mengeluarkan sihir angin yang sangat besar, dan membuat semua darahnya terpencar kemana - mana.
Melihat itu Ren langsung tersenyum licik, dan setelah itu Ren membuat semua tetesan hujan darahnya menjadi Tornado yang sangat besar "
"Apa!?"
Melihat itu Retwo sangat terkejut, dan dia mulai menggabungkan sihir esnya kemudian membuat tornado buatannya menjadi sangat dingin hingga minus 1.000.000 derajat.
Lalu kedua Tornado bertabrakan dan seketika Tornado Retwo langsung hancur karena tidak kuat menerima keasaman dari setiap darah.
"Sialan, ternyata masih kurang!"
Dan setelah berfikir lama, Retwo berhasil menemukan solusinya. Setelah itu Retwo mulai memejamkan matanya kembali lalu membukanya dan mengaktifkan .
dan setelah itu Retwo langsung memundurkan waktu tornado itu lalu luka abadi yang di terima karena darah Asam Ren. lalu seketika semua tornado darah dan tangannya kembali lagi.
"Berhasil!"
Tetapi Ren sudah menduganya, lalu Ren melompati waktu dan langsung menusuk jantung Retwo.
*TSUK!*
"Guhak!"Retwo memuntahkan sedeguk darah yang lumayan banyak.
"Ini sudah berakhir Retwo."Ucap Ren dengan dingin.
"Tidak... ini... masih belum berakhir Ren."
Tiba - tiba Cahaya yang sangat menyilaukan muncul dari atas langit, dan itu membuat Ren sangat terkejut "APA!?"
Dan Ren langsung mencabut katananya dari jantung Retwo kemudian melompat mundur.
Lalu tiba - tiba sebuah buku beserta muncul dari cahaya yang sangat menyilaukan itu. Setelah itu buku beserta penanya mulai mendekat ke tangan Retwo. Dan nama buku itu adalah
""
Author: Yo... gw bakal lama update karena gw lagi PKL. Tetapi gw usahain untuk update secepatnya, Terimakasih.
__ADS_1
...~Salam Dari Author Riza~...