
Suasana menjadi semakin panas, Ren sekarang sedang berhadapan dengan Er, Tetapi Er bukanlah nama asli dari wanita itu.
Lebih tepatnya dia sangat misterius..
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Ren.
Er hanya menghela nafas saja.
"Hah~ lebih baik aku memberi tahu nama asliku, Nama asliku adalah 'Serina Claresta' Itulah nama asliku."
"Aku adalah seorang "
Mendengar itu Ren menjadi bingung.
"Quartzer? Aku tidak mengetahui apa itu Tetapi yang bisa ku katakan adalah mereka pasti dari masa depan dan kau adalah salah satu orang dari masa depan."
"Pantas saja kau tidak ada dalam daftar dari dunia ini, karena kau itu belum ada di masa ini atau juga kau belum di buat di masa ini."
Mendengar itu Serina menjadi sedikit terkejut.
"Kau bisa mengetahuinya ya, kepintaranmu memang tidak bisa di ragukan lagi."
"Tetapi tidak lah sesederhana itu, adalah memiliki tugas untuk memperbaiki sejarah yang buruk menjadi lebih baik."
"Dan kau adalah penyebab sejarah buruk itu!"
Mendengar itu Ren menjadi sangat senang.
"Begitu ya? Jadi rencanaku di masa depan berhasil hahahaha! Ini sangat bagus!"
"Jadi kau ke sini untuk menghentikan sejarah itu supaya tidak terulang lagi dengan cara ke masa lalu ya?"
"Aku jadi ingin melihatnya hehe~"
"Seorang Quartzer ya..? Bisa di bilang mereka memiliki kekuatan waktu , tetapi kekuatan waktu mereka bukanlah secara supernatural tetapi kekuatan sejati dari Seorang Quartzer" Pikir Ren.
Tetapi kemudian Ren terpikirkan sesuatu yang licik.
"Sepertinya kau telah melakukan 1 kesalahan." Ucap Ren
"Apa itu?"Jawab Serina
"Kesalahan itu adalah karena kau bertemu denganku Ehe~"
Sowsh!!
Ren melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Serina. Tetapi...
Tek!
Serina menjetikan jarinya dan waktu berhenti ,sedangkan Ren juga ikut berhenti karena jentikan Serina.
"Kekuatan Waktu'ku lebih tinggi daripada kekuatan waktu milik para dewa. Jadi siapapun itu tidak akan bisa melawan kekuatan waktuku." Bangga Serina.
"Begitu...?" Ucap Ren yang tiba - tiba terssenyum.
"A-apa?"
Efek kekuatan waktu Serina hilang dari Ren.
BOOOM!
Daya pukul Ren sangatlah besar sehingga permukaan tanah hancur dan juga area sekitar rata dengan tanah.
"Cih! Untung aku masih sempat menghindar. Tetapi kenapa dia bisa bergerak? "Serina bingung dengan apa yang baru dia lihat. Karena ini baru pertama kalinya dirinya melihat kekuatan waktunya di putuskan.
"Kau bingung? Mudah saja,aku hanya meningkatkan kekuatanku sampai 7% saja. Jadi ayo kita mulai!"
"Cih! Jangan remehkan aku!"
Swooosh!
BOOOOM!
Serina dan Ren saling menyerang dan menimbukkan daya hempas sangat tinggi.
Tetapi karena Ren lebih kuat, akhirnya Serina hanya bisa terpental jauh kebelakang.
BRAK! BRAK! BRAK! BRAK! BRAAK!
__ADS_1
Pepohonan ikut hancur karena tubuh Serina yang terus terlempar dan mengenai Pepohonan.
Swoossh!
Secara tiba-tiba Ren berada di depannya tetapi Serina tiba-tiba ada di belakang Ren lalu.
BAAAAG!
Serina menendang Ren dengan kekuatan Penuhnya, Akibatnya Ren terbanting ke tanah dengan sangat keras dan membuat permukaan tanah itu hancur.
""
Tiba-tiba sebuah buku berwarna coklat muncul di tangan Serina. Serina mulai menulis dengan Pena yang ada.
"Ren Arata Terkubur ke inti planet!" Serina munulis itu di bukunya.
Secara tiba-tiba tanah yang berada di bawah Ren berlubang dan membuat Ren terjatuh kedalam planet.
Adalah buku yang pasti di miliki oleh seoranh Quartzer , Fungsi buku itu hanya membuat setiap kejadian terjadi. tidak sehebat apa yang kalian bayangkan, Buku itu hanya bisa membuat Kejadian yang kemungkinan akan terjadi menjadi terjadi, dengan kata lain meningkatkan rasio kemungkinan kejadian itu akan terjadi.
Kembali Kecerita.
Ren sekarang terjatuh ke inti planet yang sangat panas. Tetapi bagi Ren itu seperti air biasa saja.
"Jangan pikir kau bisa membunuhku dengan inti planet sepanas ini."
""
Ren berpindah ke permukaan planet, tetapi , Tiba -tiba puluhan meteor dengan ukuran yang sangat besar jatuh ke arah Ren.
"Yare Yare~ Sungguh konyol menggunakan Meteor untuk menyerangku."
Ren mulai mengangkat tangannya ke atas langit. Dan lalu kemudian Tangan Transparan yang besar muncul di atas Ren.
Lalu semua Meteor itu di tangkap oleh tangan itu.
"Ini... Terimalah!"
Ren melempar ke tempat Serina berada, Serina hanya perlu menghentikan atau melompati waktu saja untuk menghindari semua itu.
.........
"Cih! Dia terlalu kuat!"
Sembari menghindar, Serina menulis lagi di buku miliknya.
"Ren terjatuh di dalam lubang tanah!"
Blus!
Ren tiba - tiba berlubang, tetapi Ren sudah menyadari hal itu.
"Trik murahan."
1 Meteor dengan ukuran berdiameter 70 meter kembali muncul dari atas langit, dan jatuhnya mengarah Ren.
"Mari kita adu seberapa keras meteor itu dengan kepalaku."
Lalu Ren mulai bersiap mengadu kepalanya dengan Meteor itu... Terlihat Ren sangat antusias dengan kedatangan meteor itu ke kepalanya itu.
Meteor itu semakin dekat dan semakin dekat jatuh ke kepala Ren...
BOM!
Ren menyundulkan kepalanya itu dengan Meteor itu tetapi bukannya kepala Ren hancur tetapi justru meteor itu yang hancur berkeping - keping.
Lalu kemudian Serina mulai menembak sebuah serangan yang berkaitan dengan waktu. Semua yang terkena itu semuanya akan terjebak kedalam waktu hampa.
"Hmm...? "
Ren kemudian bertukar tempat dengan Serina dalam sekejap.
"Apa?"
Serina terkena serangannya sendiri, Tetapi karena Serina seorang Quartzer dia tidak akan menerima efek yang besar, tetapi akibatnya dia tidak bisa bergerak dalam waktu kurang dari 1 Hari.
"Aku sekarang tidak bisa bergerak, Sial!"
Lalu kemudian Ren dengan cepat mendekati Serina.
__ADS_1
"Ternyata kau bisa membuatku sedikit menghiburku dalam pertarungan ini Serina." Ucap Ren.
"Hah? Kau terlalu menikmatinya sehingga kau tidak menyadari bahwa kau telah masuk perangkapku."
"Perangkap?"
Tsuk!
Sebuah bilah lancip tiba-tiba menusuk Jantung Ren.
"Hahahaha! Rasakan itu! Itu adalah senjata Ampuh untuk membunuh orang yang abadi." Tawa Serina Dengan senang.
"Guhak!" Ren memuntahkan darah.
Tetapi bukannya mati, Ren tiba - tiba merasakan penderitaannya kembali beserta penderitaan seluruh makhluk hidup yang ada di dunia ini.
"AAAAAAAA! HENTIKAN! HENTIKAN! AKU TIDAK INGIN MENDENGARNYA LAGI!"
Mati... Mati... Aku tidak ingin mati!
Kenapa kau menghinatiku!? Aku sangat sedih.
Jangan mati! Aku tidak ingin kau mati
Jahat! Kau sangat jahat! Kau membunuh anakku! Kau sangat jahat!
Tidaak! Jangan perkosa Akuuuu!
Aku ingin mati! Aku sudah tidak ingin hidup lagi.
Kenapa kau membunuhku? Aku tidak ingin ini.
Sialan! Sialan! Siaalan! Padahal aku sudah berjuang tetapi mengapa wanita itu lebih memilihnya?! Siaalan?!
Suamiku... Tolong jaga anak kita..
Tidak! Tidaak! Tolong selamatkan aku! Aku tidak ingin mati.
Aaaaa! Sakit sakit sakit! Tolong aku!
Tolong! Jangan lakukan itu kepada tunanganku!!
Semua penderitaan terdengar dan terlihat di benak Ren.
"TOLONG JANGAN PERLIHATKAN ITU LAGI! JANGAN! JANGAN! AKU TIDAK INGIN MENDENGAR SEMUA INI!"
Semua mati, sekarang aku sendiriaan.
Kau tidak pantas menjadi tunanganku!
Tolong pinjamkan aku uang! Aku harus menyelamatkan adikku!
Tidak! Jangan mati adik! Jangan tinggalkan kakakmu!
Jangan kau dekati aku lagi, aku sudah kotor!
Penderitaan semua orang kini di rasakan penuh oleh Ren sendiri, seakan Ren lah yang mengalami itu.
"TOLONG! JANGAN BIARKAN AKU MELIHAT INI! AKU TIDAK TAHAN LAGI! AKU MOHON!"
Ren sakarang merasakan penderitaan yang tidak ada habisnya, Sedangkan mental Ren sudah tidak tahan lagi, Rasa sakit ini membuatnya Menangis.
"*Hiks*Hiks*Hiks* Aku mohon... Hentikan semua penderitaan ini.. Aku mohon..."Muka Ren yang dulunya bermuka jahat dan Tampan. Kini sekarang berubah dengan wajah penuh kesedihan di raut wajahnya.
Sedangkan Serina sangat terkejut dengan apa yang terjadi dengan Ren, Dia mengira Ren akan langsung mati, Tetapi justru tidak.
"Kenapa dengannya? Kenapa dia terlihat sangat menderita?"Bingung Serina.
"Tolong... Hentikan ini, Aku mohon..." Mohon Ren dengan wajah yang sangat menderita.
Jutaan tidak Miliaran orang bahkan lebih Ren merasakan penderitaan dari semua orang itu. Ini adalah sebuah siksa'an yang sangat mengerikan.
Serina sudah tidak tahan dengan wajah Ren yang kelihatan sangat menderita, Serina bisa merasakan penderitaan sesorang.
"Aku tidak mengira ini? aku tidak tahu hal ini? apa ini? kenapa dia terlihat sangat menderita?" Wajah Serina terlihat sangat bingung ,Tetapi mengapa? Ya karena melihat Ren sangat menderita.
Seharusnya Ren bukan orang seperti itu, Serina kira Ren hanya menikmati kesenangan atas penderitaan orang lain. Tetapi ternyata Ren juga sangat menderita.
Author:Yo... Sesuai janji, Author akan update lagi wkwk, Tetapi mungkin juga besok tidak update, Ya karena Author ada kesibukan juga di RL. Oh ya sebenernya Author ingin membuat pertarungan yang Epic ya tetapi karena keadaan author kurang sehat ya mungkin kurang seru juga di Chapter kali ini.
__ADS_1
Oh ya,Jangan lupa Like,Vote,Komen Dan Rate Bintang 5 supaya Author makim semangat buat Updatenya.
...~Salam Dari Author Riza~...