Evil System : Hero To Villain

Evil System : Hero To Villain
CHP 103 : Semuanya Akan Menjadi Abu!


__ADS_3

CHP 103


Sementara itu di sisi Retwo. Terlihat dia sedang berjalan di koridor lalu di ikuti oleh Akemi,Ley,Yato dan Eiji.


Setelah itu Retwo berhenti berjalan, dan lalu mereka juga berhenti melihat Retwo berhenti.


"Ada apa Retwo?"Tanya Yato.


"Tidak...,aku masih penasaran kenapa kalian selalu mengikutiku? Apa kalian tidak bertarung juga di sana?"Jawab dan Tanya Ren kepada mereka ber'empat


"Ya karena..."Sebelum Yato menyelesaikan perkataannya Ren menyelanya dan berkata: "Kalau kalian lebih memilih mengikutiku berarti kalian tidak menginginkan balas dendam lagi. Benar kan?"


"Aku tidak melupakan itu,dan aku ingin membalas dendam kepada Pahlawan Abadi(Ren Arata)itu!"Ucap Yato yang menggenggam tangannya.


Lalu Retwo menatap Akemi,Eiji dan Ley "Lalu bagaimana dengan kalian,apakah kalian sudah melupakan balas dendam itu?"


"Tidak,kami juga ingin membalaskan dendam juga!"Jawab Eiji yang mewakili Akemi dan Ley.


"Lalu kenapa kalian masih mengikutiku dan tidak bertarung di sana?"Tanya Ren sambil menatap tajam mereka berempat.


"Itu karena perintah Quatzer King untuk selalu mengikuti kemana pun kau berada"Jawab Ley.


"Hoh... Jadi kalian lebih mementingkan perintah Quatzer King dari pada membalaskan dendam kalian?"Tanya Ren yang menatap tajam mereka.


"Itu tidak be--"Sebelum mereka menyelesaikan perkataan mereka Retwo berkata: "Kalau begitu pergi dan balaskan dendam kalian. Lebih baik kalian ikut bertarung melawan Pahlawan Abadi: Ren Arata"


Mendengar itu mereka pun tersadar akan tujuan mereka,dan kenapa mereka mau menjadi Quatzer. Ya itu karena mereka ingin membalaskan dendam mereka.


"Benar,kita harus bertarung di sana!"Ucap Akemi


"Benar, kenapa kita lebih menuruti perintahnya dan memalingkan membalas dendam."Lanjut Yato.


"Ya,Ayo!"Lanjut Eiji.


Setelah itu mereka berempat pergi dan memalingkan perintah mereka. Tetapi Ley berhenti "Oh ya, Ren kau tidak ikut?"


Note: Ley tetap memanggilnya Ren karena baginya Retwo masih temannya yang berharga.


"Tidak, aku akan menunggu disini dan menjaga tempat ini,dan jangan sampai kalian mati Ley"Jawab Retwo yang tersenyum tipis.


"Baiklah,aku akan berusaha"


Setelah itu Ley berlari dan menyusul yang lainnya. Tetapi dalam pikiran Ley dia merasa senang karena


'Dia lebih mementingkan perasaan yang lain. Ren kau memang temanku!'Pikir Ley di dalam kepalanya.


Setelah mereka berempat pergi, Retwo kembali berjalan menyusuri lorong dan lalu ia pergi ke Ruang Dimensinya.


...***********...


Sementara itu di sisi Ren Dan Chen. Terlihat mereka sedang bertarung sengit di atas langit.


*SRING!*


Ren menebas Chen secara Horizontal tetapi Chen menahannya dengan ujung gagang pedangnya itu.

__ADS_1


*BUGH!*


*BOM!*


*BOOOM!*


Setelah itu Chen langsung memukul Ren dengan pukulan yang bisa menghancurkan Ratusan Universe sekaligus membuat Ren terpental jauh sampai menabrak gunung - gunung yang sangat besar sampai hancur


*SREEEETTT!*


Lalu Ren memberhentikan dirinya itu menggunakan tanah tetapi itu membuat tanah itu menjadi berapi - api karena gesekan kaki Ren dan Tanah yang sangat kuat.


*Swosssh!*


*TING!*


Dengan kecepatan melebihi Cahaya, Chen langsung berada di depan Ren seketika dan lalu dia menebas Ren dari atas. "Terima Ini Ren!"


Tetapi Ren sudah menduga hal itu dan lalu Ren menangkisnya dengan sangat mudah, setelah itu Ren mengubah arah pedang Chen sehingga menancap tanah.


Setelah itu Ren melewati Chen dan lalu menebas punggung Chen dengan sangat cepat.


*SRING!*


"Ghak!"


Setelah itu Ren memutarkan tubuhnya yang lentur itu. Setelah itu ia menebas Chen dengan tebasan memutar. Melihat itu Chen segera mencabut pedanganya yang tertancap itu dan lalu ia mengkisnya menggunakan pedang itu.


*TING!*


"Heh..." Ren sedikit terkejut dengan Keahlian Chen dalam menangkis serangannya.


Tapi serangan Ren tidak berhenti disitu saja, setelah itu Ren kembali menebas Chen dengan kecepatan super gila itu.


....


Ren terus menyerang Chen dengan kecepatan yang sangat gila, tetapi Chen tetap masih bisa menangkis serangan itu menggunakan teknik berpedangnya itu.


Setiap serangan mengeluarkan daya hancur yang sangat kuat, bahkan setiap tebasannya sudah mampu menghancurkan Ratusan Universe sekaligus.


Tetapi karena serangan itu tidak mengenai tanah dan Chen menangkisnya membuat daya hancur dari serangan Ren itu jadi tersalur kepedangnya.


"Lumayan juga kau masih bisa bertahan dengan serangan gila ini."Ucap Ren yang terus menyerang Chen.


"Jangan remehkan aku Chen, aku ini adalah Quatzer King. Jadi serang aku dengan kekuatan penuhmu"Balas Chen sembari menangkis serangan Ren.


"Aku tidak perlu melakukannya karena segini sudah cukup untuk membunuhmu!"Ucap Ren yang dingin.


"Benarkah?"


*SWESSSSSSSH!*


Tiba - tiba Aura berwarna merah pekat muncul dari bilah pedang Chen dan meledak - ledak sehingga membuat tekanan sekitar menghancurkan seluruh yang ada di sekitarnya.


Ren yang melihatnya menjadi sedikit terkejut. Dan lalu Chen menebas Ren menggunakan Pedangnya yang sudah di selimuti Aura merah tersebut.

__ADS_1


Ren menangkisnya tetapi Ren terpental jauh karena tiba - tiba Kekuatan Chen meningkat drastis sehingga membuat Ren terpental.


*SWOSSSSSSH!*


*TING!*


*BRAK!*


*BOOOM!*


Setelah itu Chen melesat dengan kecepatan yang sangat gila, dan lalu Menebas Ren dari atas... Dan Ren kembali menangkis serangan itu tetapi akibatnya tanah pijakan Ren runtuh lalu membuat Ren jatuh ke dalam tanah.


"Lemah sekali kau Ren!"Ucap Chen sembari mendorong Ren terus kedalam tanah.


"Cih!"Ren berdecak kesal dan setelah itu Ren menambah lagi kekuatannya sebanyak 5%. Lalu Ren membalikan serangan Chen sampai membuatnya terdorong keatas.


lalu tangannya mengeluarkan api hitam yang sangat pekat. Dan lalu menyelimuti katananya dengan Api hitam itu.


Api hitam itu sebenarnya adalah bagian dari Sihir sihir pemusnah masal yang bisa membakar yang tidak bisa terbakar dan membuat semuanya menjadi abu. Dan semua yang terkena api itu tidak akan memiliki masa depan.


Setelah itu tekanan yang dikeluarkan katana Ren menjadi sangat kuat dan sangat mengerikan dari sebelumnya.


Chen yang melihatnya sedikit bergidik karena merasakan tekanan pedang itu yang sangat mengerikan.


"Api hitam yang sangat mengerikan. Mengesankan!"Ucap Chen yang terkejut


"Tetapi... Mari kita bandingkan apa api hitam'mu bisa menghanguskan pedangku i----"


Tiba - tiba Ren langsung berada di depan mata Chen, dan Chen tidak dapat bereaksi sama sekali dengan pergerakan Ren. 'A-apa ini? Waktu seakan terhenti...'


Setelah itu Ren menempelkan api hitam yang ada di katanya itu ke pedang merah Chen, seketika pedang itu hangus menjadi Abu.


Bagi Ren Chen itu sangatlah lambat, walaupun kecepatan Chen sudah melehihi Cahaya. Tetapi kecepatan Ren sudah jauh di atasnya seperti Planet dan Universe.


Setelah Ren menghanguskan pedang Chen, dia mulai menusukan katanya ke jantung Chen. 'A-aku tidak bisa menghindarinya!'


"Semuanya akan menjadi Abu oleh api hitam ini!"


*TSUK!*


Setelah itu Chen tertusuk dan "Guhak!" Chen memuntahkan sedeguk darah yang mendidih dan sangat panas.


Setelah itu tubuh Chen mulai mengeluarkan asap dan mulai menggosong dengan sangat cepat.


Chen tidak bisa berkata - kata ataupun berteriak lagi karena rasa sakit saat tubuhnya mulai menggosong dan menjadi Abu.


Setelah itu Ren mencabut kembali katanya dan lalu seketika Chen mati dan menyisakan abu. Dan Abu itu mulai berterbangan oleh angin hangat yang sangat nyaman.


"Ini semua demi mengakhiri cerita ini!"


Author: Yo bentar lagi end, apakah kalian bisa tebak endingnya gimana? Sad End?Happy End? Atau Gantung End? atau lebih parah dari Sad End? hm... gw sudah mikirin 2 Macam End di novel ini... tapi gw bakal tampilin satu End doang wkwkw.


Oh ya Maaf, gw bentar lagi PKL jadi gak bisa update sering - sering ya. jadi jangan lupa Like,Vote,Komen dan Rate bintang 5 supaya author makin semangat buat updatenya!


__ADS_1


...~Salam Dari Author Riza~...


__ADS_2