
CHP 104
Setelah itu Ren turun permukaan,dan tiba - tiba seseorang menyerang lalu menusuk Ren menggunakan sebilah pedangnya.
"Hmm...?"
*TING!*
Tetapi Ren berhasil menangkis serangan itu menggunakan katananya itu. "Ku Bunuh Kau Pahlawan Abadi: Ren Arata!"
Terlihat Laki - laki berambut biru dan rambut panjang seleher, yang tidak lain adalah Akemi. "Hm... Ternyata kau juga di selamatkan juga oleh Para Quatzer."
"Bukan aku juga, tapi mereka juga di hidupkan kembali dari masa lalu!"Teriak Akemi sembari menatap Ren dengan penuh dendam dan kemarahan.
*Staap!*
*Staap!*
*Staap!*
Dari belakang Akemi, terlihat 3 laki - laki yang seumuran dengan Akemi mendekat dan juga menatap tajam Ren dengan penuh kemarahan.
Setelah itu mereka mengeluarkan pedang mereka yang sudah di gabungkan dengan Bilah Quatzer. Dan menjadi pedang yang lebih kuat dari Bilah Quatzer.
Setelah itu mereka menyerang Ren secara bersamaaan "MATI !!!" Dan mereka adalah Ley,Eiji dan Yato.
Melihat itu Ren hanya tersenyum tipis. Tetapi sebelum pedang mereka menyentuh Ren, tiba - tiba Ren hilang dari hadapan mereka.
*Shhht!*
"APA!"
Dan mereka tidak jadi menyerang Ren karena Ren tiba - tiba menghilang dari hadapan mereka berempat.
"Dimana dia?"Bingung Akemi.
Tiba - tiba Ren berada di belakang mereka, setelah itu Ren mulai mengayunkan pedangnya ke arah Leher Akemi. Tetapi salah satu dari mereka menyadarinya dengan cepat Eiji langsung menahan tebasan itu menggunakan pedangnya.
*TING!*
"Tidak akan ku biarkan!"
Setelah itu Eiji mulai meningkatkan kekuatannya sampai maksimal. Dan setelah itu Ren terdorong kebelakang setelah Eiji meningkatkan seluruh kekuatannya.
Melihat itu Ren hanya tersenyum dan berkata:"Kekuatanmu sudah meningkat ya Mantan Pahlawan. Eiji" ya walaupun begitu, itu tidak sebanding dengan Ren.
"Berisik! Ini semua kulakukan untuk membalaskan dendamku dan Asahi!"Marah Eiji.
Setelah itu Eiji melesat dan menyerang Ren dengan kecepatan melebihi cahayanya, lalu Eiji menebas Ren dengan kecapatan yang sangat gila.
Tapi Ren hanya menangkis serangan itu dengan sangat mudah karena bagi Ren serangan semacam itu sangatlah lambat. Dan itu membuat Ren menjadi semakin bosan.
Tetapi tiba - tiba.
*BRAK!*
Katana Ren menjadi sangat berat sehingga katana itu tidak bisa di angkat lagi dan terjatuh ketanah hingga permukaan tanahnya hancur.
"Apa ini?"
__ADS_1
Setelah itu Eiji tersenyum licik "Ini adalah kemampuan pedangku, dia bisa menggandakan berat pedang yang menangkis serangannya, dalam 1 tangkisan berat akan mencapai hingga jutaan kali lipat "
"Sedangkan kau menangkis sebanyak 678 Triliyun tangkisan. Ya bisa di bilang berat pedangmu itu sudah mencapai Ribuan Universe"Jelas Eiji.
Melihat itu Yato,Akemi dan Ley menjadi sangat senang karena sesuai Rencana. Benar sebelum mereka menyerang Ren... Mereka memiliki Rencana untuk menyerang Ren.
"Berhasil!" Senang Yato.
"Ya... Tidak kusangka dia termakan trik kita!"Lanjut Akemi
"Ayo teman - teman mari kita serang dia secara bersamaan!"Setelah itu Ley memberi perintah kepada mereka bertiga.
*Swosh!*
Setelah itu mereka melesat dan menghunuskan pedangnya kepada Ren. Tetapi Ren melihat itu dia malah tersenyum.
Dan tiba - tiba Ren berhasil mengangkat katananya itu dan itu membuat mereka sangat terkejut. Setelah itu Ren mengibaskan katananya dan itu membuat mereka berempat terpental sangat jauh karena tekanan yang di keluar oleh kibasan itu.
"APA!"
Mereka terpental hingga menabraki gunung - gunung yang tidak terhitung jumlahnya.
*BOOOM!*
*BOOOM!*
*BOOOM!*
*BOOOM!*
....
"Aku bisa saja mengangkat ini dengan cara meringankan gravitasinya atau juga mengangkatnya menggunkan kekuatanku sendiri."Jelas Ren.
"Sial... Aku tidak akan mati sebelum membalaskan dendam ini kepadamu!"Ucap Ley yang perlahan bangkit. Lalu di ikuti dengan Yato,Akemi dan Eiji.
"Aku juga tidak akan mati sebelum membunuhmu! "Lanjut Yato.
"Kau membuat kami menderita dan memperkosa wanita yang aku cintai!"Lanjut Eiji
"Dan kau memperkosa semua gadis yang ada di desaku, lalu kau menfitnahku sehingga para penduduk desa mengira bahwa aku yang melalukannya!"Lanjut Eiji.
Mendengar itu Ren hanya tersenyum tipis dan setelah itu Ren menyarungkan kembali katananya
"Kalian tidak akan bisa mengalahkanku dengan kekuatan yang seperti itu. Tapi aku akan memberi kalian kemudahan, kalian bisa menyerangku dengan serangan terbaik kalian,aku tidak akan menghindarinya tapi aku akan menerima serangan kalian tanpa ada perlindungan sekalipun."
"...Ya, mari kita anggap sebagai permintaan maafku karena melakukan itu kepada kalian.
Mendengar perkataan Ren,mereka hanya tersenyum "Begitu,tapi jangan menyesal jika kau mati!"Ucap Akemi.
"Ayo teman-teman!"
"YA!"
Setelah itu mereka mengeluarkan berbagai sihir penghancur yang sangat kuat. Dan lalu mereka semua menggabungkan sihir penghancur itu dengan sihir waktu. Dan itu membuat sihir itu bisa menghancurkan ruang dan waktu sekaligus.
Setelah itu mereka menggunakan untuk menggandakan sihir itu menjadi jutaan kali lipat.
Tetapi Ren masih sangat tenang setelah melihat itu "TERIMA INI! "
__ADS_1
Setelah itu mereka menyerang Ren dengan sihir yang penghancuran yang sangat kuat. Dan serangan itu bisa menghancurkan Ruang dan waktu, tidak hanya itu... Serangan itu sudah sekala Ribuan Universe.
Dan serangan itu di arahkan kepada Ren.
*BOOOOM!*
*BOOOOM!*
*BOOOOM!*
*BOOOOM!*
Ledakan yang sangat kuat terjadi. Ribuan Universe bisa - bisa hancur jika serangan itu tidak dilancarkan kepada orang yang memiliki ketahanan seperti itu.
Jutaan sihir dilancarkan kepada Ren ,dan mereka tidak tahu apa Ren masih hidup atau tidak. Serangan itu bahkan sudah menghabiskan energi sihir mereka.
"Apa dia mati?"Ucap Yato
"Ya dia pasti mati!"Lanjut Eiji.
"Serangan ini bahkan sudah menghabiskan energi sihir kita!"Lanjut Akemi
"Ya... Aku harap dia mati"Lanjut Ley
Tetapi ekspetasi mereka tidak sesuai Realita. Tiba - tiba Ren berjalan dengan santainya kehadapan mereka tanpa terluka sama sekali. "Lumayan juga."
Melihat itu mereka menjadi sangat terkejut "Ti-tidak mungkin!"
Setelah itu mereka terjatuh karena sudah kehabisan tenaga ataupun energi sihir mereka "Masih tidak cukup ya...Cih!" Ley berdecak kesal.
"Ya masih sangat kurang untuk membunuhku. Jadi kalian semua mati saja!"
*SRING!*
Ren memotong leher Ley,Yato,Akemi dan Eiji hingga kepala mereka terjatuh ketanah.
Darah mereka muncrat dan mengalir ketanah lalu mereka mati dengan dendam yang tidak bisa dibalaskan.
"Tidak berguna."
Setelah itu Ren menyarungkan kembali katananya itu dan lalu pergi ketempat yang Ren tuju. Yaitu tempat Quatzer Hero berada
"Dia tidak ada di sini, dia berada dalam dimensi buatannya. "
Setelah itu Ren memunculkan lubang dimensi dan lalu ia memasukinya dengan tatapan yang sangat dingin.
Ya walaupun begitu dia memiliki dendam kepapa Quatzer Hero itu. Jadi Ren akan membalas dendamnya itu sebelum menghancurkan seluruh takdir yang ada di seluruh alam semesta ini.
Setelah ia memasukinya, Ren langsung melihat Taman Bunga yang sangat indah dan dengan luas yang tidak di ketahui.
Setelah itu terlihat laki - laki yang sangat mirip dengannya dan sedang menyandarkan tubuhnya ke pohon.
"Yo. Selamat datang wahai diriku yang asli" Dan dia adalah Quatzer Hero: Retwo. Atau bisa di ibaratkan dia adalah tiruan sempurna Ren Arata.
"Ya. Akhirnya aku bisa bertemu denganmu wahai Tiruanku"Ucap Ren yang melihat Retwo dengan penuh kemarahan.
Dan disinilah Pertarungan sang Tiruan melawan Yang Asli akan dimulai, pertarungan ini akan menetukan hidup dan matinya mereka.
__ADS_1
...~Salam Dari Author Riza~...