
CHP 107
Melihat itu Ren sangat terkejut. Dan matanya terus menatap buku itu yang sekarang di pegang oleh Retwo.
"Cih,Buku yang menyebalkan."Ucap Ren yang sedikit kesal.
Kemudian Retwo mulai membuka bukunya. "Baiklah,Aku mulai."
Ya bagaimana buku itu tidak menyebalkan, karena apa yang di tulis buku itu semuanya akan terjadi. Tetapi sayangnya buku itu tidak dapat membunuh Ren karena kekuatan buku itu tidak sebanding dengan Keabadian Ren.
Dan Retwo mulai menulis: ""
*TSUK!*
Dan benar saja, Apa yang di tulis itu langsung terjadi "GUHAK!"Ren memuntahkan sedeguk darah karena dia menusuk dirinya sendiri.
""
Dan semua senjata mulia tiba - tiba muncul dari lubang dimensi ,lalu semuanya menusuk ke tubuh Ren Arata.
*TSUK!*
*TSUK!*
Dan tubuh Ren mengeluarkan banyak darah karena luka yang diberikan oleh semua senjata mulianya. ""
*BOOOOOM!*
Semua senjata mulia yang menusuk Ren seketika meledak dengan sangat dashyat, dan menghancurkan seluruh tubuh Ren hingga tidak menyisakan apapun.
Karena ledakan yang dihasilkan oleh semua senjata mulia itu sudah skala Miliyaran Universe. Tetapi itu percuma saja,dalam kurang dari 1 detik tubuh Ren kembali seperti semula.
""
*TSUK!*
*Brak!*
Setelah itu Ren langsung melukai dada kirinya dan lalu dia mulai memegang jantungnya. Kemudian langsung mencabutnya dengan paksa sehingga membuat darah berceceran kemana - mana.
"AAARGH!"
Dan Ren langsung membuang jantungnya itu dengan cara melemparkannya dengan sangat jauh.
Tetapi masih saja, Ren tidak mati... Jantung Ren tetap bisa kembali seperti semula. "Tidak berguna Retwo!"
*Swosssh!*
Ren melesat dan seketika Ren berada di depan Retwo. Setelah itu Ren langsung memukulnya dengan sangat keras Tetapi ""
*Bugh!*
*BOOOM!*
Dan tiba - tiba arah pukulan Ren berubah menjadi memukul dirinya sendiri. Dan akibatnya Ren terpental sangat jauh hingga menabrak tebing yang tidak bisa diukur tebal dan tingginya.
Setelah itu ""
Ren tiba - tiba berada di atas langit dan jatuh lalu tertusuk batu besar membuat lubang yang sangat besar di tubuhnya itu.
*TSUK!*
"GUHAAAK!"
Ren memuntahkan banyak sekali darah begitu juga dengan sekujur tubuhnya yang sudah di penuhi darah yang sangat banyak.
""
*DEG!*
Tiba - tiba Ren merasakan sakit yang luar bisa di seluruh tubuhnya, dan itu membuat Ren tidak bisa berteriak karena sangking sakitnya.
Dan" "
__ADS_1
Seketika Tercipta Pedang yang sangat besar di atas langit, lalu dia jatuh dengan kecepatan tinggi dan membelah tubuh Ren menjadi dua.
*SRING!*
*BOOOOM!*
Karena ukuran pedang itu yang sangat besar dan juga mengandung energi yang sangat besar didalamnya itu. Membuat ledakan yang sangat besar.
Sekarang tubuh Ren terbelah menjadi dua dan terpisah sangat jauh. Tetapi tubuh Ren mulai meluncur dan menyatu kembali seperti semula.
Setelah itu Ren menjadi sangat jengkel karena itu "BAJINGAN!"
Seketika Ren berada di depan Retwo dan langsung mengambil Buku Retwo. Tetapi sebelum itu Retwo langsung menulis ""
*BUUUK!*
Ren langsung terhentak ketanah dan membuat tanah itu hancur. "SIAALAN!"
Tetapi Ren sudah menjadi sangat kesal dan menggandakan kekuatan kakinya supaya dia bisa berdiri kembali. Dan benar saja Ren berhasil berdiri kembali.
"Apa?"
Retwo yang melihatnya sangat terkejut,setelah itu Ren langsung memegang dan merebut buku itu dari Retwo. "Ku robek saja buku ini!"
*ROEK!*
Dan Ren merobek buku itu menjadi berkeping - keping. Setelah itu dia membakarnya dengan Api Hitam yang bisa membakar yang tidak bisa terbakar dan apapun yang terkena api itu akan hangus lalu tidak punya masa depan kembali.
*Swssss!*
"Eh? Bajingan!"
Retwo menjadi sangat marah karena melihat bukunya di bakar oleh Ren. Dan lalu Retwo langsung menyerang Ren dengan cara memberikan beberapa pukulan kepadanya.
*BUK!*
*BUK!*
*BUK!*
"TERIMA INI!"
*BAAAK!*
Ren langsung menghentakan kepalanya dengan kepala Retwo dengan sangat keras. Dan itu membuat Retwo sempoyongan karena pusing.
"Cih... Sialan tidak kusangka kau melakukan ini...!"Ucap Retwo yang terlihat agak sempoyongan.
Tetapi Ren tidak mempedulikan omongan Retwo, setelah itu Ren langsung memukul Retwo dengan sangat keras.
Sehingga Retwo terbanting ketanah dengan sangat keras.
*BOOOM!*
"GHAAAK!"
Setelah itu Ren menusukan pedang ke kedua kaki dan tangan Retwo. Supaya Retwo tidak bisa bergerak.
"Apa ini? Tidak bisa kulepaskan!... Tidak kaki dan tanganku semuanya tidak bisa kurasakan?"Kaget Retwo
"Pedang ini sudah memutuskan kendali tangan dan kakimu itu. Sehingga kau tidak bisa menggerakannya."Jelas Ren.
"Eh begitu, jadi aku harus memutar balikan wakt---"
*TSUK!*
*TSUK!*
Ren sudah tahu bahwa Retwo akan menggunakan dan langsung menusuk kedua mata Retwo. Setelah itu Ren langsung mengambil mata itu dan langsung membakarnya dengan api hitam itu supaya mata itu tidak bisa kembali lagi.
" Mataku.. Sakit sekali..."Retwo langsung berteriak kesakitan karena matanya sudah di bakar oleh Ren.
"Sial... Sakit sekali Ren "Kesal dan sakit Retwo.
__ADS_1
Lalu mata Retwo kembali, tetapi itu hanya mata biasa dan sedangkan yang dibakar oleh Ren hanya .
"Kau sudah berakhir Retwo. Apakah kau punya kata - kata terakhir?"Ucap Ren yang menatap tajam Retwo. Melihat itu Retwo hanya tersenyum
"Sial... Pada akhirnya Tiruan tidak bisa menang dari yang asli. Tetapi ada satu hal yang ingin ku tunjukan padamu Ren Arata."Ucap Retwo yang nampak tersenyum.
"Apa itu?"Tanya Ren.
"Kau pasti terkejut hehe~"
Dan seketika muncul lubang dimensi di depan Ren dengan ukuran yang cukup besar. "Apa itu?"
Ren mulai bertanya - tanya, apa yang di tunjukan Retwo, tetapi tidak ada yang muncul dari lubang dimensi itu.
"Tidak ada apa - apa Retwo? Apa kau menipuku?"
Tetapi Retwo tidak menanggapi omongan Ren, dan setelah itu "Baiklah lebih baik kau mati."
Setelah itu Ren memunculkan sebuah pedang yang terlihat sangat kuat, dan pedang itu bisa membunuh semua makhluk abadi yang ada kecuali dirinya sendiri.
Dan Ren langsung menusukan itu kejantung Retwo, tetapi tiba - tiba ada seseorang keluar dari lubang dimensi itu dan membuat Ren langsung terhenti.
"Siapa itu?..."
Dan setelah melihatnya baik - baik Ren sangat terkejut dengan apa yang di lihat. Pasalnya dia melihat 12 wanita dan masing - masing mereka menggendong di membawa bayi.
Setelah itu mereka melihat Ren, dan mereka langsung meneteskan matanya.
"REN!"
"TUAN REN!"
Setelah itu mereka langsung berlari dengan wajah yang berlinang air mata. Tetapi air mata itu bukan kesedihan tetapi kebahagiaan.
Lalu Ren menjatuhkan pedangnya itu tanpa dia sadari. " Kalian..." dan Ren perlahan meneteskan air matanya.
Lalu...
*Pluk!*
Mereka semua langsung memeluk Ren dengan penuh kebahagiaan.
"Silya,Elaina,Mai,Liana,Serina,Yue..."Ren memanggil mereka dengan penuh rasa syukur yang sangat besar.
Mendengar nama mereka di sebut, mereka langsung menangis bahagia
"Ya ini kami Ren!"
Mendengar itu air mata Ren langsung mengalir deras "Alicia,Asahi,Yui,Yukina dan Lilith "Panggil Ren sembari meneteskan air matanya.
Setelah itu mereka semua langsung menjawab dengan penuh air mata dan kebahagiaan "Yaaa... Ini kami...!"
Mendengar semua nama yang dia sebut Ada, Ren tersenyum bahagia dan terus menerus meneteskan air matanya dengan deras.
Setelah itu Ren langsung memeluk Silya,Elaina dan lainnya dengan penuh kebahagiaan
"Eh?"Mereka sangat terkejut dengan pelukan Ren.
"Syukurlah... Kalian masih hidup!"Ucap Ren yang menangis bahagia.
"Tapi kenapa kalian bisa hidup? Bukannya kalian sudah mati di bunuh oleh dia(Retwo)?"Tanya Ren.
Mendengar itu Mereka langsung menggelengkan kepalanya
"Tidak,sebenarnya dia yang menyelamatkan kita."Ucap Silya.
Mendengar itu Ren langsung menatap Retwo "Benarkah?"Tanya Ren.
Melihat Ren menatap dirinya apalagi dengan situasinya saat ini untuk menyangkal hal itu. Dia hanya bisa pasrah "Ya."
...Author: Yo bagaimana? apakah kalian masih menganggap Author sangat sadis? wkwkw... silahkan tinggalkan like dan komennya ya jika kalian suka....
__ADS_1
...~Salam Dari Author Riza~...