
CHP 86
Ren pun terbang mengikuti Yuna, ia tidak lupa ia menghilangkan semua hawa keberadaannya dan membuat dirinya tidak terlihat supaya tidak di ketahui oleh Yuna.
'Hm...,Mau kemana dia?'Ucap Ren yang memperhatikan dari belakang.
Lalu Ren melihat Yuna turun ke hutan...'Dia mendarat?'Melihat itu Ren mendarat di dahan pepohonan.
*Staps!*
Dan Ren mencari keberadaan Yuna,ternyata di tengah - tengah hutan ada sebuah telaga yang cukup luas, di sana juga terlihat Yuna yang sedang memasukan kakinya di air telaga itu.
Melihat pemandangan itu Ren sangat terkejut karena dia tidak tahu bahwa di Dunia Dewa ada Telaga yang cukup luas.
'Telaga ya?... Dan sepertinya aku pernah melihatnya tapi di mana ya....?'
*DEG!*
Tiba - tiba sesuatu masuk ke dalam kepala Ren.... Dan itu adalah sesuatu yang Ren lupakan selama ini.
Sesuatu yang sangat berharga.
>5.800 Tahun yang lalu.
Di sebuah telaga yang cukup luas dan sangat indah...,di sana banyak sekali angsa - angsa putih yang sedang berenang.
Kemudian terlihat 2 orang yang datang ke telaga itu... Dia adalah Yuna dan Ren.
Terlihat mata yuna sedang di tutupi okeh seutas kain hitam dan dia juga sedang sedang di tarik oleh Ren seperti Ia mau menunjukan sesuatu kepada Yuna.
"Ren...,Apakah sudah sampai?"Tanya Yuna yang sangat penasaran.
"Sebentar lagi..."Jawab Ren.
Mereka berdua semakin dekat dengan telaga itu. "Hampir..."
"Cepat dong Ren...,aku sudah tidak sabar...!"Yuna sangat antusias apa yang akan di tunjukan Ren kepadanya.
__ADS_1
"Sudah sampai!"
*Srut!*
Ren melepas kain hitam itu dari mata Yuna... Dan Yuna mulai membuka matanya dengan perlahan.
Lalu Yuna sangat terkejut setelah melihat apa yang di tunjukan Ren. "Indahnya...~"Yuna sangat kagum dengan pemandangan telaga itu.
"Bagaimana?Kau suka?"Tanya Ren sambil tersenyum.
"Ya! Aku suka, Terimakasih Ren!"Yuna berterimakasih kepada Ren "Iya, sama-sama"
"Oh ya Ren! Ayo kita main ciprat air di telaga ini? Ini pasti sangat menyenangkan!"Ajak Yuna yang di wajahnya penuh kesenangan.
Dan Yuna langsung menarik tangan Ren "Ayo Ren!"
"Iya iya...!"
Mereka berdua bermain dengan sangat riang, seakan dunia ini hanya milik mereka berdua saja.
Tiba - tiba mereka berdua berhenti bermain ciprat air."Sudah waktunya aku pergi Yuna."Ucap Ren yang tersenyum sedih.
"Dan... Terimakasih sudah mau menemaniku sampai kau pergi Ren... Aku sangat bahagia Ren!"Yuna sebenarnya sangat tidak ingin Ren pergi. Tetapi mau bagaimana lagi,dia tidak bisa menahan Ren untuk tetap tinggal bersamanya.
Walaupun dia menangis itu tidak akan mengubah apapun... Maka dari itu dia akan tersenyum. Ya tersenyum adalah hal yang penting untuk mengucapkan selamat tinggal untuk seseorang yang sangat berarti untuk kita.
"Aku juga senang bisa bersama'mu, tapi sebelum itu bagaimana kita selesaikan apa yang harus di selesaikan?"Ucap Ren.
"Ya...,Ini adalah Pertarungan Terakhir kita. Jadi jangan sungkan untuk membunuhku Wahai Pahlawan Abadi Ren!"Yuna memunculkan sebuah pedang yang terbentuk dari bayangan hitamnya.
Lalu Yuna mengarahkan ujung pedangnya ke arah Ren.
"Aku yang seharusnya mengatakan itu Ratu Malaikat Jatuh: Yuna!"Begitu juga dengan Ren,dia menghunuskan pedangnya ke arah Yuna.
Mereka berdua akan mengeluarkan seluruh kemampuan mereka dalam satu serangan. Dunia mulai bergetar dan aura yang sangat mencekam terasa dimana - mana.
*STAKS!*
*Swosssh!*
__ADS_1
Mereka berdua melesat dengan kecepatan yang sangat di luar dan mengeluarkan seluruh kekuatan mereka berdua dalam satu tebasan.
"!!"Yuna dan Ren menebas satu sama lain menggunakan pedang mereka masing - masing.
Serangan mereka di tuangkan banyak sekali kenangan - kenangan di saat mereka senang dan sedih selama 10 Tahun. Tetapi yang tertinggal hanya kesedihan.
Mereka tidak ingin saling membunuh dan menjadi musuh, tetapi takdir memaksakan itu supaya mereka saling memusuhi.
*TSUK!*
Secara bersamaan mereka menebas salah satu dari mereka jatuh di penuhi darah karena luka tebasan yang tepat di jantung.
Dan dia adalah Yuna. "Aku...Mencintaimu Ren..."Itu adalah kata-kata terakhir sebelum Yuna mati dibunuh oleh Ren.
Setelah itu hujan tiba - tiba turun dengan deras, Petir - petir mulai menyambar. Dan Hujan itu adalah Tangisan Ren...,Jika Ren menangis dunia akan hujan.
Jika Ren marah Dunia akan hancur,Jika Ren Senang Dunia akan menjadi sangat indah.
"Aku sudah menebak ini akan terjadi lagi...tetapi...rasanya masih sangat sakit....!"
"Sial!Sial...Sial! Kenapa...Takdir...begitu kejam kepadaku....?!Aaaaaaaaaaaaaa!"
Dan Ren pun dipindahkan ke dunia selanjutnya tanpa meninggalkan jeda sekalipun. Kesedihan dan kepedihan yang di rasakan Ren selama ini akan membuat dirinya merasakan juga penderitaan seluruh makhluk hidup di alam semesta.
Walaupun kebahagian hanya berlangsung sebentar tetapi Ren menikmatinya...walaupun kebahagian itu hanya tipuan Ren juga akan menikmatinya.
Dia tidak ingin menyianyiakan kebahagian yang sedikit ia rasakan karena 99/100% yang Ren rasakan hanyalah penderitaan.
........ End
***********
Dan setelah melihat kenangan yang Ren lupakan,Ren sangat terkejut... Dan Ren tidak menyangka bahwa Yuna bereinkarnasi menjadi malaikat.
"Hahahaha...,Ini pasti bercanda....!".
Author: Di Arc ini mungkin akan memperlihatkan penderitaan Ren, di masa lalu ataupun di masa sekarang... Arc ini akan menjadi Arc terakhir.
Dan juga Arc ini akan memiliki 30 Chapter lebih Tetapi di Arc terakhir ini saya akan membuat beberapa Kejutan yang akan membuat kalian kaget wkwk. Jadi jangan lupa Like,Vote,Komen dan Rate bintang 5 supaya Author makin semangat buat updatenya!
__ADS_1
...~Salam Dari Author Riza~...