
CHP 72
"Kenapa kau menyerangku Lian?"Tanya Ren sembari menahan serangan Lian, Melihat serangan nya di tahan dengan mudah Oleh Ren..
*Staps!*
Lian melompat mundur menjauh dari Ren.
"Karena kau itu musuhku. Dan juga nampaknya ada luka di hatimu itu? Aku melihatnya dengan jelas karena hatimu masih bergetar."Balas Lian.
"Oh begitu, sekarang aku mengerti...,Kau adalah 'Quartzer King' yang selalu membuat masalah kepadaku. " Ucap Ren yang menatap tajam Lian.
"Benar, aku adalah Orang yang akan mengubah sejarah yang akan terjadi di masa depan. 'Quartzer King'...." Ucap Lian yang tersenyum.
"Begitu?Kalau begitu matilah!"
*Swosssh!*
Ren mengeluarkan katanannya dari sarungnya, dan melesat melebihi kecepatan waktu/cahaya karena untuk bisa melawan tiper orang sepertu Quartzer harus memiliki kecepatan itu.
Ren menebas Lian, tetapi...
*Tring!*
Lian menangkis serangan Ren dengan mudah. "Mari kita lihat siapa yang akan mati Ren?Kau atau aku?"
"< Pelambatan Waktu>"
Lian menggunakan salah satu kekuatannya,tiba - tiba kecepatan Ren menurun 50%.
*Bugh!*
Lian menendang tubuh Ren, dan akibatnya Ren terpental jauh menabrak berbagai bangunan yang ada di academy ini.
*BOM!*
*Swoosh!*
Lian melesat dengan sangat cepat, dan mengarah ke Ren..."Lambat sekali kau Ren!"
Dan Lian mengayunkan katananya dengan sangat cepat ke arah Leher Ren tetapi Ren tersenyum dan berkata"Heh...,Lambat ya?"
*TRING!*
Ren menangkis serangan itu dengan mudah, dan Lian pun melihatnya ikut tersenyum "Hebat juga kau Ren! Tapi aku tidak akan kalah darimu!"
"Ya."
""Hats!"" Ren dan Lian saling menyerang satu sama lain dengan katana mereka masing - masing.
*TRING!*
*TRING!*
*TRING!*
*TRING!*
.....
Lian dan Ren bertarung sudah melebihi kecepatan waktu dan cahaya, tidak ada yang dapat melihat kecepatan gila seperti itu.
""
Lian menggunakan teknik pedangnya, dan Lian menebas Ren tetapi Ren menghindari serangan itu karena teknik itu bisa membuat lawan terjebak di waktu yang tidak di ketahui.
kemudian Ren mulai menggunakan teknik pedangnya""
*SRING!*
Teknik itu bisa membelah konsep ruang dan waktu, siapapun yang terkena akan terbelah walaupun itu Dewa dan tidak bisa bangkit kembali.
Tetapi Lian menangkis serangan itu dengan teknik pedangnya juga ""
Dan Tebasan Dimensi Ren menabrak tebasan milik Lian, tiba - tiba tebasan dimensi milik Ren melewati Lian begitu saja tanpa ada bekas.
*SWOSH!*
Dan mereka berdua melesat dengan kecepatan yang sama...
"Ren! Kenapa kau tidak menggunakan senjata yang lebih bagus saja! Kau tidak akan bisa mengalahkanku dengan senjata murahan seperti itu!"
Lian menebas Ren, tetapi dengan mudah di patahkan oleh Ren "Katana ini saja sudah cukup untuk mengalahkanmu, aku tidak perlu mengeluarkan senjataku!"
__ADS_1
"Hups!"
Ren memutarkan tubuhnya, dan Menebas Lian putaran itu...
*SRING!*
Dan Lian terkena serangan itu di dadanya, Lian pun melompat mundur menjauh dari Ren.
"Sepertinya kau sangat menyukai katana buatan dari Wa-- tidak... Maksudku buatan Ibumu itu."
"Itu bukan urusanmu Lian!"
*SWOSH!*
Ren melesat menyerang Lian ,dan Lian pun menyarungkan katananya kembali lalu "Datanglah "
Tiba - tiba sebuah cahaya yang super muncul dan Cahaya itu memunculkan sebuah buku beserta penanya saja.
"Ku Tulis!"
*TSUK!*
Tiba - tiba Ren menusuk jantungnya sendiri menggunakan katananya sendiri, tidak hanya itu.
Lian mulai menulis lagi""
Tiba - tiba Ren jatuh dari atas langit yang sangat tinggi. Dan arah jatuh itu mengarah ke batu besar yang sangat tajam.
*TSUK!*
Dan Ren jatuh tertusuk batu tajam itu. Darah mengalir banyak... "Guhak!" Lalu Ren memuntahkan darahnya.
""
Meteor yang sangat besar mulai berjatuhan ke arah Ren.
*BOM!*
*BOM!*
*BOM!*
*BOM!*
*BOM!*
Lalu Ren terjatuh ke tanah...Dan Ren bangkit kembali.
"Merepotkan sekali...,Datanglah senjata mulia pertamaku < Pedang Kehancuran : Reansa>"
Sebuah bintang raksasa yang miliaran lebih panas dan besar dari matahari, kemudian bintang itu mulai berubah menjadi pedang
Lalu pedang itu terbang ke tangan Ren, Aura pedang itu sangatlah mengerikan dan sangat kuat.
Bahkan kekuatan penuh pedang itu sudah bisa menghancurkan ribuan galaxy.
Setelah itu Lian sangat tercengang setelah melihat itu, dan Lian tidak bergerak sama sekali.
Kemudian Ren mulai mengangkat pedang itu dan mengayunkan itu ke arah Lian, Tetapi Lian tidak melawan sama sekali malahan dia tersenyum
"Aah... Sepertinya takdirku memang tidak berubah..."
"Eh?"
*BOOOM!*
Hanya sekali kibas,Pedang itu sudah meratakan tanah dengan luas yang tidak bisa di hitung.
Tidak hanya itu, tekana dari kibasan pedang itu sudah mencapai ruang angkasa... Dan menghancurkan planet yang ikut terkena dampak.
Setelah itu... Lian menjadi gosong,tubuhnya banyak yang hancur... Sudah tidak bisa di sembuhkan lagi walaupun menggunakan kekuatan waktu.
Terlihat Lian masih membuka matanya, dan masih memiliki sedikit kesadaran..."Aaah..."
Kemudian Ren menyimpan kembali pedang mulianya itu, dan mulai mendekat ke arah Lian yang hampir mati itu.
Setelah Itu Ren menatap Lian begitu juga dengan Lian..., tetapi Tatapan Lian sepertinya bukannya kemarahan... Melainkan bahagia.
"Ren...,Sepertinya takdir ku masih sama... Yaitu di bunuh olehmu. Apakah kau masih ingat aku... Aku adalah Clay Reansa"
__ADS_1
Ren mendengar perkataan itu hanya tertunduk diam tanpa mengeluarkan eskpresi sama sekali. "Ya. Aku ingat."
"Ren...,Apakah kau masih ingat bagaimana kita berteman di dunia pertama yang kau datangi?10.000 tahun yang lalu."
"Ya."Jawab Ren
10.000 Tahun yang lalu adalah dimana Ren di lahirkan di alam semesta ini. tetapi di hari pertama Ren langsung di kirim ke dunia lain.
di saat itu Ren masih kebingungan,tidak tahu apa - apa....tapi yang dia ketahui adalah Dirinya adalah "Pahlawan"
Dan wujud pertama Ren adalah anak berusia 10 Tahun. Sedangkan Lian atau Clay adalah seorang anak Iblis yang sangat lemah.
Secara tidak sengaja mereka bertemu di hutan yang di penuhi oleh monster. Dan Kenapa mereka bisa saling bertemu ? alasannya sangat mudah karena mereka berdua sedang di kejar oleh gerombolan monster yang menyerang mereka.
Mereka berdua lari dan tidak sengaja bertemu...
di saat itu Ren sangat lemah, sama seperti Clay. Cara untuk selamat dari gerombolan monster itu akhirnya mereka berdua bekerja sama untuk mengalahkan monster - monster itu.
walaupun mereka membutuhkan waktu yang sangat lama,tapi mereka berhasil mengalahkan monster itu dengan cara bekerja sama.
Di saat itu mereka berdua sangat senang, karena itu adalah pengalaman pertama mereka membunuh monster.
Setelah itu, Mereka saling mengenalkan diri mereka masing - masing.
"Namaku Clay Reansa,siapa namamu?"
Ren mulai berfikir tentang namanya,karena sebenarnya saat itu Ren belum memiliki nama. tetapi Clay mengetahui bahwa dia tidak punya nama.
"Tidak punya?Hm... kalau begitu namamu adalah Ren Arata! bagaimana?"
Mendengar itu ,Ren sangat senang. "Ya! itu sangat bagus...,Kalau begitu mulai saat ini kau adalah teman pertamaku Clay!"
"Ya! aku akan menjadi teman pertamamu,Ren!"
Di saat itulah Seorang Pahlawan dan Anak Iblis menjadi teman.
........
"Terimakasih sudah mengingatnya Ren...,Walaupun pada akhirnya aku tetap di bunuh olehmu... karena akulah yang sebenarnya membuat dunia itu kacau. "
"Di saat itu aku mengatahui bahwa diriku adalah seorang raja iblis yang bereinkarnasi... dan kau adalah Pahlawan. Aku sangat terkejut... begitu juga dengan kau Ren?"
"Ya."Jawab Ren.
"Setelah mengetahui itu, Persahabatan kita mulai runtuh... dan pada akhirnya kita menjadi musuh yang saling membunuh setelah kita bersama selama 8 tahun."
"...Di Saat itu kita terpaksa menjadi musuh karena takdir itu..., Takdirku adalah di bunuh olehmu... itu tidak bisa di patahkan hingga sekarang."
"...Kita bertarung habis - habisan saat itu, dan saat kau hampir kalah... kau mendapatkan senjata mulia pertamamu..., dan kau membunuh ku dengan itu."
"Setelah aku hampir mati. Aku menangis dan kau menangis... karena takdir yang begitu kejam ini."
Benar Di saat itu, Ren menangis karena sudah membunuh sahabatnya dari lama. Begitu juga dengan Clay... Dia menangis karena harus menjadi musuh Ren. Sebenarnya dia hanya ingin terus menjadi teman Ren... bukan musuh.
Di saat itulah Ren mengatakan ucapan terakhir sebelum Clay mati..."Aku tidak akan melupakan mu Clay. Karena ini adalah senjata muliaku pertamamu.. aku akan menamainya dengan margamu yaitu 'Reansa'..."
"Oh ya Ren,Alasan kenapa aku mengetahui ini karena aku melihat di masa lalu mu. Di saat itu tujuanku berubah... karena kau sangat ingin merasakan kasih sayang seorang Ibu dari dulu. aku hanya memperkuat perasaan kau menganggap Lucy sebagai ibu."
"Tetapi aku tidak mengira ini akan terjadi, Kau merasa kesakitan... maaf... dan juga alasan kenapa kau merasa rasa sakit itu dan alasan kenapa Lucy mati... itu adalah ulah 'Quatzer'...."
Ren mendengar itu sangat terkejut, Dan menjadi sangat marah di dalam hatinya itu.
"Oh ya, Bagaimana kau mengetahui bahwa aku adalah Clay?"
Ren hanya diam, tapi sebenarnya Ren mengetahui itu setelah melihat Ekspresi Lian melihat pedang mulia itu.
"Tidak apa kau tidak mau mengatakannya, tapi apakah aku masih menjadi temanmu?"
Mendengar itu Ren mengegengamkan tangannya lalu Ren tersenyum "Ya... kau akan tetap menjadi temanku Clay"
Lian pun menjadi sangat senang, dan tersenyum... Setelah itu kesadaran Lian mulai hilang.
Lian mati sambil tersenyum.
Sedangkan Ren hanya menatap jasad Lian, kemudian Ren terjatuh dan menangis dengan kencang.
"Sial...Sial...Sial! aku lagi - lagi merasakan ini! SIAAALAN!"Teriak Ren sambil menangis.
Author : Maaf ya agak membingungkan bagaimana masa lalu Ren, tapi tenang saja mungkin saya akan membuat versi Zero/Masa Lalu Ren dalam Book Baru.
Jadi jangan Lupa Like,Vote,Komen dan Rate bintang 5 supaya author makin semangat buat updatenya
...~Salam Dari Author Riza~...
__ADS_1