Evil System : Hero To Villain

Evil System : Hero To Villain
CHP 108 : Sebuah Surat (End)


__ADS_3

CHP 108


"Bagaimana kau menyelamatkan mereka?"Tanya Ren kepada Retwo.


Mendengar itu Retwo hanya tersenyum dan lalu Retwo menjelaskannya secara detail.


Setelahnya Ren pun paham "Jadi begitu,pantas saja." Ucap Ren.


Lalu apa yang di jelaskan Retwo kepada Ren? Aku akan menjelaskannya. Sebenarnya Retwo menggunakan sihir penghenti waktu saat dia berada dalam Dungeon Ren lantai terakhir di dimensi berbeda.


Setelah itu dia mulai membawa 12 wanita bersama Anak - anak Ren Arata ke ruang dimensinya dan lalu menjelaskan kepada wanita - wanita itu alasan kenapa Retwo memindahkannya ke dimensi yang berbeda sampai mereka paham.


Walaupun Retwo telah menghentikan waktu, tetapi akan ada bekas ketidak sempurnaan dalam waktu tersebut. Jika kalian tidak paham mari kita bandingkan dengan merekam vidio,jika kalian sedang merekam vidio tetapi kalian memencet tombol Pause maka itu akan berhenti merekam.


Dan jika kalian mematikan pause nya maka itu akan merekam kembali. Tetapi hasil dari vidio terlihat jelas bahwa vidio itu terlihat seperti ada jeda saat memutar vidionya.


Lalu untuk mengatasi hal itu adalah dengan cara mengeditnya. Itu yang di lakukan oleh Retwo,dia hanya perlu memasukan kejadian garis waktu yang berbeda dimana dia membantai semuanya tanpa ampun. Lalu dia menerapkannya ke garis waktu dimana dia berada.


Lalu menghilangkan setiap keanehan yang ada di waktu itu dengan sempurna.


Note: Maaf penjelasannya sulit di pahami ya.


"Tetapi alasan kenapa aku melakukan ini demi menghalangi para Quatzer untuk mengubah sejarah di masa depan jadi aku terpaksa..."Ucap Retwo


"Tidak ini bukan terpaksa, melainkan ini keinginanku sendiri karena aku marah dengan apa yang kau perbuat dengan keluarga - keluarga'ku jadi aku ingin memberimu sedikit hukuman hehe~"Lanjut Retwo.


Mendengar penjelasan Retwo lagi Ren hanya tertawa terbahak - bahak. Setelah itu Ren mulai menginjak wajah Retwo.


"Sialan kenapa kau menginjak'ku?"Ucap Retwo yang kesal.


"Ya karena kau membuatku kesal!"Ucap Ren yang tersenyum licik dan menatap Rendah Retwo.


"Berani juga kau Ren, jika tidak ada pedang yang menusuk kedua tangan dan kakiku ini. Aku pasti akan langsung menginjakmu juga!"Ucap Retwo yang sangat kesal sampai terlihat urat otot di dahinya itu.


"Sombong sekali kau tiruan, kau yang sekarang tidak ada apa - apanya denganku. Asal kau tau saja, saat aku melawanmu aku hanya menggunakan 35% dari kekuatanku yang sekarang"Ucap Ren sambil menginjak wajah Retwo dengan senyuman licik.


Mendengar Itu Retwo menjadi kesal. "Aku melawanmu dengan 30% kekuatanku. Makannya aku kalah!"Ucap Retwo dengan kesal.


Ya walaupun dia berkata begitu sebenarnya Retwo menggunakan 100% kekuatannya saat melawan Ren Arata.


"Aku tidak peduli dengan kebohonganmu. Tetapi Trimakasih karena tidak membunuh mereka!"Terimakasih Ren kepada Retwo.


"Sama - sama, tapi bisakah kau singkirkan kaki baumu itu dari wajahku?"Ucap Retwo yang masih kesal.


"Oh begitu." Setelah itu Retwo menyingkirkan kakinya, dan setelah itu Ren melepas semua pedangnya dari kedua kaki dan tangan Retwo.


Hingga akhirnya Retwo bisa bergerak kembali. "Akhirnya bisa bergerak juga. Seharusnya kau melepaskan ini dari a-"


Tetapi perkataan itu tiba - tiba berhenti setelah dia melihat Ren bersama dengan kedua belas Anaknya beserta dengan wanita - wanitanya itu.


Sekarang Ren benar - benar terlihat bahagia untuk sekian lamanya, dan itu membuat Retwo meneteskan air matanya karena itu mengingatkan dengan keluarganya.


'Aahh... Dia terlihat bahagia sekarang setelah sekian lamanya.'


Setelah menyalin seluruh kekuatan Ren Arata, dia juga tidak sengaja mendapatkan ingatan Ren yang penuh dengan penderitaan tanpa henti sampai 10.000 tahun lamanya.


'Walaupun dia pernah menganggap ibuku sebagai ibunya. Tapi pasti ibu senang melihat ini,benarkan ibu?'


Retwo berfikir bahwa ibunya melihat ini, dan dia yakin bahwa ibunya juga ikut bahagia juga.


'Sekarang tugasku selesai. Waktunya untuk menyusul mereka(Keluarganya)'


Retwo menatap kelangit yang biru cerah itu. Dan dia pun tersenyum lalu dia memejamkan matanya untuk merasakan angin segar untuk terakhir kalinya.


Tetapi tiba - tiba "Ren!" Tiba - tiba ada seorang wanita yang memanggil dirinya dengan nama lamanya itu.


Dan itu membuat Retwo sangat terkejut,dia langsung melihat siapa yang memanggilnya dengan nama itu. "Eh?"


Dirinya pun sangat terkejut karena yang memanggilnya adalah "Yukina?Mai?"


Benar Yukina adalah mantan tunangannya dan Mai adalah teman masa kecilnya yang dulunya mencintai Retwo.


Ya walaupun sebanarnya Retwo tidak mencintai mereka dan hanya menganggap mereka sebagai adik mereka saja.


"Terimakasih Ren! Kami tidak akan melupakan saat bersamamu!"Teriak Yukina dan Mai yang tersenyum.


Mendengar itu Retwo entah kenapa dia terlihat senang, dan entah kenapa hatinya menjadi lebih tenang.


Dan dia menyadari alasan kenapa dia menangis lagi karena dia tidak ingin dilupakan oleh mereka.


"Ya. Dan semoga kalian bahagia sampai akhir hayat."


Setelah itu Retwo mengeluarkan Ren Arata,dan Yang lainnya dari dimensinya itu.


"Sepertinya aku harus hidup lebih lama lagi, dan Ren Arata apa yang sebenarnya kau pikirkan?"


***************


Sementara itu di sisi Ren dan 12 wanita beserta anak - anak mereka. Terlihat mereka sedang berdiri bersama di sebuah lahan kosong yang luas, tanpa ada pepohonan sama sekali.


"Mari kita pergi kedungeon."Ucap Ren.


"Baik,Ren."Ucap mereka yang menjawab dengan tersenyum.


"Bagus"


Setelah itu Ren pergi ke Dungeonnya, dan alasan kenapa Dungeon Ren masih ada,bukannya hancur bersama dengan universe? Itu karena Dengon Ren keberadaannya sudah berada di luar Universenya itu. Atau bisa di bilang di dimensi yang berbeda.


Setelah sampai mereka melihat ruangan yang sangat bersih tanpa ada noda,ruangan yang sangat indah bahkan istana para kaisar saja kalah dengan ruangan ini.


Lalu kenapa ruangan itu bersih? Bukannya ruangan itu kotor di penuhi darah dan mayat? Itu karena kajadian itu hanyalah salinan dari garis waktu yang berbeda yang di terapkan keDungeon ini hanya beberapa jam atau hari saja.


Lalu Ren beserta 12 wanitanya yang mengendong anak - anaknya pun berjalan bersama - sama menuju keruangan utama.


Setelah itu mereka duduk di kursi panjang yang sangat empuk dan Ren yang berada di tengah - tengah mereka.


"Ren,Ini sudah saatnya untuk menamai anak - anak kita."Ucap Silya


"Benar,Kami sudah menunggu ini selama 1 tahun Ren."Lanjut Mai.


"Dan pasti anak - anak kita pasti sudah sangat menantikannya juga."Lanjut Liana.


"Ya pasti aku akan memberi mereka nama."Ucap Ren yang tersenyum dan melihat wajah wanita dan 12 anak - anaknya itu yang sangat mungil itu.


"Benarkah Ren, tapi jangan lupa untuk memberikan nama yang bagus untuk anak kita ya Ren!"Ucap Alicia yang sangat senang.


"Aku akan menerima apa saja nama apa saja untuk anak'ku ini, asalkan Tuan Ren yang menamainya karena Tuan Ren adalah Ayahnya."Ucap Yui yang tersenyum menatap Ren.


"Ya,Aku sudah memikirkannya dengan sangat matang."Balas Ren.


"Hm... Berapa lama kau memikirkannya?"Tanya Yue dengan muka penasaran.


"Ya,saat hari pertama kalian hamil."Jawab Ren.


Mendengar jawaban dari Ren,seketika muka mereka menjadi memerah padam karena sangking senangnya dan juga sedikit malu.


"Oh ya Ren, apakah kau tidak pergi lagi suatu saat nanti?"Tanya Serina dengan muka khawatir


"Kenapa kau bertanya begitu?"Bingung Ren.


"Tidak ada,ini hanya firasatku saja"Jelas Serina.


Mendengar itu Ren hanya tersenyum lalu mengelus kepala Serina "Aku tidak akan pergi."


Mendengar itu Serina menjadi sangat senang begitu juga dengan yang lainnya.


"Oh ya Ren,jika kau memiliki suatu beban,jangan simpan beban itu sendiri... Lebih baik kau membagi beban itu kepada kami juga."Ucap Aika yang tersenyum.


"Benar itu Ren, walaupun kami ini sangat lemah... Tetapi asal kau tau kami itu sangat mencintaimu."Lanjut Asahi yang tersenyum.


"Dan... Jangan melakukan hal yang salah lagi Ren. Walaupun kami tahu kau berbuat jahat demi hanya untuk menghancurkan takdirmu, tetapi itu tetap kejahatan. Ren"Lanjut Yukina


"Tindakanmu dulu itu sangat merugikan pihak yang tidak bersalah. Jadi kami mohon jangan lakukan itu lagi!"Pinta Elaina yang mewakili semuanya.

__ADS_1


"Walaupun begitu, kami tahu betul itu karena kau sangat menderita. Dan tidak ada yang tahu dengan penderitaanmu itu, tetapi sekarang kau ada kami, karena kami akan selalu ada bersamamu Ren!"Lanjut Lilith.


Mendengar itu Ren hanya tersenyum dan mengangguk saja. Setelah itu Ren langsung memeluk semua wanitanya itu dengan penuh kelembutan.


Setelah itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan sangat lama, di mulai berbicang - bincang dengan suka ria membicarak hal - hal yang menyenangkan.


Lalu Anak Elaina yang sudah berumur hampir satu tahun yang sudah bisa merangkang juga ikut bermain bersama.


"Pabapabap!" Anak Elaina merangkang ke arah Ren dengan muka lugu dengan air liur yang terus menetes.


Melihat itu Ren langsung menghampirinya dan langsung membopongnya


"Anak papa sudah bisa merangkang,hebat!" Ucap Ren yang sangat senang ketika ia melihat dan membopong anak - anaknya.


"Abuwwff!" Mendengar suara anak Elaina dan anaknya itu, dia langsung mencium pipinya itu.


Lalu anak - anak Ren yang lainnya pun menangis,seakan mereka iri melihat ayahnya itu hanya membopong kakak tertuanya.


Melihat itu Serina,Aika,Lilith dan lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dan lalu Ren secara bergantian membopong mereka semua dengan penuh kelembutan layaknya seorang ayah.


Terlihat muka Ren yang sangat bahagia saat membopong anak - anaknya itu. Ren terlihat sangat bahagia lebih dari sebelumnya.


Melihat muka Ren,semua wanitanya itu juga ikut bahagia dan sangat bersyukur dengan apa yang mereka lihat ini.


Sampai semua anak Ren tidur lalu ibu - ibu mereka langsung memindahkannya kedalam kamar juga dan menyusui kembali mereka lagi karena mereka menyusui mereka terakhir kali beberapa jam yang lalu.


Dan mungkin karena lelah ,mereka juga ikut tidur saat menyusui anak mereka masing - masing dengan muka yang terus tersenyum bahagia.


Setelah itu Ren mendatangi setiap kamar wanita - wanitanya itu satu-persatu. Lalu Ren mengelus kepala mereka dan mencium kening mereka satu persatu.


Sekarang Ren berada di luar kamar mereka, dia menatap langit - langit dengan wajah dinginnya.


"Maaf kalian semua,ada satu hal yang perlu ku selesaikan."


Lalu Ren beranjak pergi dari Dungeon dengan sangat serius. Tetapi tiba - tiba


"Ren,Kau mau kemana?"


Terdengar suara wanita di belakang Ren, dan setelah melihatnya ternyata dia adalah "Silya?"


"Aku tanya,kau mau kemana Ren?"Tanya Silya yang sangat khawatir.


"Ada satu hal yang perlu ku selesaikan Silya."Jawab Ren yang tersenyum.


"Satu hal?Apa itu?"Tanya Silya.


"Kau tidak perlu tahu. Ini adalah urusanku."Jawab Ren dengan muka serius.


"Kalau begitu aku ikut!"Ucap Silya.


"Tidak perlu."Tolak Ren.


"Kenapa!?"Tanya Silya yang nampak sedih.


"Tidak dapat kujawab."Jawab Ren


"Kalau begitu jangan pergi! aku tahu kau pasti akan meninggalkan kami lagi! jadi jangan pergi! Aku...Kami tidak ingin kau pergi lagi!"Larang Silya dan tidak hanya itu,dia terlihat sangat marah dan meneteskan air matanya.


Dan itu membuat Ren hanya mengela nafasnya saja. "Hah... baiklah. Aku tidak akan pergi,tetapi sebelum itu..."


Kemudian Ren mendekat kearah Silya, dan Ren langsung mencium bibir Silya dengan lembut 'Eh?' Dan itu membuat Silya sangat terkejut dengan tindakan Ren.


'Dia menciumku?Kenapa... tapi entahlah... rasanya sangat nyaman... Aku mengantuk...'


Perlahan Silya mulai menutup matanya dan kembali tidur. Ya alasan kenapa Ren mencium Silya karena dia memberikan obat tidur kepadanya lewat mulutnya.


"Maaf Silya. Lebih baik kau kembali tidur bersama yang lainnya."


Lalu Ren membopong Silya layaknya seorang putri tidur,kemudian Ren membawanya kembali kekamarnya bersama dengan anaknya itu.


Setelah itu Ren pergi dari Dungeonnya itu. dan meninggalkan 1 kertas untuk mereka.


...************...


Dan apa kalian tahu bahwa titik - titik kecil itu adalah Alam Semesta yang memiliki ukuran yang bervariasi.


Sekarang Ren sedang menatap seluruh Alam Semesta itu dengan muka dinginnya. Lantas apa yang akan di lakukan Ren,apakah dia akan menghancurkan seluruh Alam Semesta itu?Sepertinya tidak karena menghancurkan Alam Semesta itu tidak ada gunanya.


"Baiklah,Waktunya untuk mengakhiri cerita yang menyedihkan ini."


Tiba - tiba Lingkaran sihir yang sangat besar ,tidak terhitung lagi jumlahnya muncul dan menutupi seluruh Alam Semesta itu tanpa ada yang terlewat sedikitpun.


Kemudian Tubuh Ren mengeluarkan semacam Energi yang sangat dasyat lalu mengalir ke seluruh lingkaran sihir itu.


"Seluruh takdir yang ada di seluruh Alam Semesta akan kuhancurkan!"


"Walaupun itu artinya aku akan mati sekalipun. Aku akan menghancurkannya!"


Dan benang merah yang mengikat Ren dengan Seluruh Alam Semesta mulai terputus satu persatu.


Dan rahasia keabadian Ren adalah Takdir Di seluruh Alam Semesta. Dan jika seluruh Takdir di Alam Semesta di hancurkan maka Ren akan mati.


Sembari menunggu, Ren pun duduk di pusat Alam Semesta itu. Setelah itu Ren memunculkan sebuah Lubang Dimensi Ruang dan waktu.


Dan lubang itu memperlihatkan wanita - wanita dan Anak - Anak Ren yang sedang tertidur pulas. Ren yang melihatnya hanya tersenyum.


"Baiklah, sudah waktunya aku memberi nama mereka. Mari kita lihat..."


Lalu Ren melihat kearah Silya terlebih dahulu." Karena laki - laki aku akan memberikan nama 'Haruo'... ya Haruo itu nama yang bagus."


Dan nama yang di sebutkan Ren langsung tertulis ke kertas yang diletakan di dekat Silya bersama anaknya itu.


Selanjutnya Ren melihat kearah Elaina,dan anak itu berkelamin Laki - laki maka dari itu Ren menamainya


"Akira,itu adalah nama yang cocok"


Kemudian giliran Anak Ren dan Mai.


" Laki - laki lagi ya... Hm... ku beri nama 'Hideki'... Ya Hideki."


Setelah itu Ren menatap kearah Liana Frankes dan anak itu adalah perempuan.


"Lina,itu cocok untuknya."


Dan sekarang Anak Alicia. Anak itu berkelamin perempuan "Cisa ,itu bagus"


"Sekarang Anak Yue. Karena perepuan akan kuberikan nama 'Keina'.. ya cocok"


"Anak Asahi. dia akan kunamai 'Hiroki' "


"Lalu Anak dari Yui. dia akan kunamai 'Rui'.."


"Kemudian Anak dari Serina. Akan kunamai 'Kenta' itu bagus"


"Setelah itu Anak dari Aika. Akan ku beri nama 'Aina'.."


"Lalu Anak Dari Yukina. 'Daichi' itu cocok."


"Dan yang terakhir adalah Anak dari Lilith..."


Setelah itu Ren melihat tubuhnya mulai menghilang. dan Ren hanya tersenyum melihatnya "Dia akan kunamai 'Shou'... "


Sekarang Ren selesai memberi nama kepada Anak - anaknya itu. Dan sekarang tubuh Ren hanya tersisa setengah sebelum dia menghilang sepenuhnya.


"Akan kusebut nama yang kuberikan untuk terakhir kalinya. "


"Anak dari Mai: Laki - laki (Hideki Arata)"


Satu persatu Ren menyebut nama anaknya itu dengan penuh senyuman.


"Anak dari Alicia: Perempuan(Cisa Arata)"


Tetapi senyumannya itu ada sedikit rasa sedih karena dia tahu..

__ADS_1


"Anak dari Aika: Perempuan(Aina Arata)"


Bahwa dia tidak bisa menghabiskan waktu bersamanya lagi...


"Anak dari Elaina: Laki - laki(Akira Arata)"


Dia terus menatap wajah anak - anaknya itu dengan penuh rasa sayang seorang Ayah...


"Anak dari Asahi: Laki - laki(Hiroki Arata)"


Dia memandangi terus wajah - wajah anak-anaknya untuk terakhir kalinya... ya karena itu...


"Anak dari Liana: Perempuan(Lina Arata)"


Dia perlahan meneteskan air matanya, tetapi dia tidak tahu bahwa dirinya menetskan air matanya dan terus..


"Anak dari Yui: Perempuan(Rui Arata)"


Menyebut nama anak - anaknya itu. Setiap tetes air mata terdapat kasih sayang dan kesedihan...


"Anak dari Silya: Laki - laki(Haruo Arata)"


Apa yang ia lalui dulu,kesedihan dan penderitaan yang ia alami yang membuatnya sangat putus asa...


"Anak dari Yukina: Laki Laki(Daichi Arata)"


Takdir yang sangat kejam untuknya, Takdir yang sangat besar di emban olehnya dan itu membuatnya menderita.


"Anak dari Serina: Laki - laki(Kenta Arata)"


Lalu dia mengelap air matanya karena dia baru sadar bahwa dirinya menangis.


"Anak dari Yue: Perempuan(Keina Arata)"


Dia mulai berfikir bahwa kebahagiaan yang dia dambakan itu sudah dia rasakan tanpa dia sadari. Oleh karena itu dia sangat bersyukur untuk semua kebahagiaan yang dia alami itu.


"Anak dari Lilith: Laki - laki.(Shou Arata)"


Sekarang Ren selesai mengucapkan nama terakhir anaknya itu. Dan masih ada waktu beberapa detik sebelum dia lenyap.


"Aku harap kalian bahagia, Semuanya... Maaf karena tidak dapat menepati janjiku... Dan Anak - anak..."


"Ayah harap kalian tumbuh sehat dan jangan menyusahkan ibu kalian. Karena bagi ayah seorang ibu adalah hal yang sangat berharga...."


"Itu adalah pesan Ayah... lalu Terimakasih untuk segalanya."


Secara bersamaan Ren pun lenyap, keberadaannya sudah tidak ada lagi karena seluruh takdir yang ada di seluruh Alam semesta sudah tidak ada lagi.


Seluruh makhluk yang ada di seluruh Alam Semesta bisa memilih jalan hidupnya lagi dengan bebas dan memilih takdirnya sendiri.


Ini adalah akhir dari perjalanan Ren.


...**********...


1 Hari kemudian...


Di Dalam Dungeon terlihat wanita - wanita Dan anak - anak Ren melakukan kegiatan masing - masing seperti biasanya.


Yaitu mengurusi anak - anak mereka masing - masing. Dari pagi sampai larut malam.


Tetapi ada yang aneh dengan mereka. Seakan meraka tidak merasa sedih Ren tidak ada disana bersama mereka mengurusi anak - anaknya.


Benar... Seakan mereka itu melupakan Ren.


"Silya,Apakah kau merasa ada sesuatu yang hilang?"Tanya Yue.


"Hilang?Maksudnya?Jika kau bertanya seperti itu aku juga merasa begitu..."Jawab Silya.


"Ya...,Apa kalian juga merasa aneh? Kita semua memiliki anak, tetapi kita juga tidak tahu siapa ayahnya."Bingung Serina.


"Tidak hanya itu, saat kita bangun juga ada kertas yang bertulis nama untuk anak -anak kita."Lanjut Mai.


"Benar. Siapa yang menulis itu?"Bingung Alicia


"Tetapi Aku yakin itu dari ayah dari anak - anak kita."Pikir Aika.


"Aku juga berfikir begitu. Tetapi bagaimana kita bisa tidak mengingatnya?"Tanya Elaina.


"Kami semua tidak tahu apa penyebab kita mengingatnya."Ucap Asahi


"Tetapi... yang kurasakan tentang orang itu adalah orang yang sangat kita cintai...Apa kalian juga merasa begitu?"Tanya Alicia


"Benar,saat aku terus memikirkannya membuatku merasa ada yang aneh dihatiku. Perasaan senang..."Ucap Liana yang bingung.


"Setelah itu,Aku merasa dia orang yang sangat luar biasa..."Lanjut Yui.


"Dan juga aku berfikir dia juga laki - laki yang sangat tampan."Lanjut Lilith.


Kemudian mereka mulai menebak - nebak seberapa hebat orang itu ,seberapa tampan orang itu dan bagaimana dengan sifatnya.


Mereka melakukan itu dengan penuh kegirangan dan rasa penasaran. Dan alasan kenapa mereka melupakan Ren adalah karena keberadaan Ren,ingatan tentang Ren,Kenangan tentang Ren semuanya hilang dan hanya menyisakan rasa kehilangan bagi orang yang sangat dekat dengannya.


Lalu tiba - tiba muncul sebuah surat di ruangan tengah dimana Silya,Mai,Elaina dan lainnya berada.


"Kertas apa ini?"Bingung Alicia.


"Entahlah,kita buka saja. Siapa tahu itu Isinya hal yang sangat penting..."Ucap Yue.


"Baiklah... Mari kita lihat!"


Setelah itu mereka membuka kertas itu, dan di kertas itu terdapat sebuah tulisan. Dan setelah mereka membacanya mereka sangat terkejut...


"T-tidak mungkin..." Kaget Alicia Tidak hanya itu dia juga menangis dengan sangat deras


"Kenapa dia melakukan ini...?Ini kejam!"Sedih Aika yang berlinang air mata.


"Meninggalkan kita di sini dan malah pergi untuk selamanya! Kau kejam sekali Ren!"Tangis Elaina.


"Padahal kau sudah berjanji untuk terus bersama kita...,dasar pembohong!"Tangis Mai.


Mereka sangat sedih dan terus menangisi kematian Ren yang mereka tidak ketahui, tidak hanya itu mereka sedih karena Ren berbohong dengan janjinya untuk terus bersama - sama.


Setelah itu memeluk satu sama lain dengan penuh kesedihan. Lalu mereka juga sangat sedih anak - anak yang masih sangat kecil dan tidak mengeri apa - apa itu.


Bahwa mereka tidak memiliki seorang Ayah.


Lalu apa yang tertulis di surat itu...


... Untuk Silya,Mai,Elaina,Liana,Aika,Serina,Alicia,Yue,Asahi,Yui,Yukina dan Lilith....


Aku menulis surat ini ketika kalian tidur lelap bersama dengan anak - anak kita. Mungkin saja kalian besok tidak dapat melihat dan mengingatku lagi.


Karena ada satu hal yang harus kulakukan yang membuat kalian melupakan dan membunuhku Yaitu menghancurkan seluruh takdir yang ada di seluruh Alam Semesta.


Maka dari itu aku menulis surat ini untuk kalian. Maaf karena aku tidak bisa bilang ini dari awal,maaf telah mengingkari janjiku kepada kalian.


Dan aku sangat bahagia saat bersama kalian, di mulai dari awal aku bertemu kalian hingga sekarang... mungkin kalian tidak ingat bahwa saat pertama kali aku bertemu kalian... Aku sangat jahat kepada kalian,seperti memperkosa dan menyiksa mental kalian.


Jadi maaf, aku sangat minta maaf! Dan seiring berjalannya waktu perlahan aku berubah... dan saat aku melihat kalian hamil sebenarnya aku sangat senang.


Aku sangat menantikan kalian melahirkan anak'ku, Tetapi saat aku berfikir kalian mati bersama dengan anak - anakku itu membuatku sangat terkejut dan sedih.


Tetapi saat kalian masih hidup aku merasa sangat bersyukur. Dan... Terimakasih untuk segalanya. Aku harap kalian bisa hidup bahagia bersama dengan anak - anak kita.


Dan satu hal lagi,aku merasa bahwa aku telah jatuh cinta kalian. Ternyata takdir tidak begitu buruk juga...:)


...<•>Ren Arata<•>...


...END!!!!!!!...


Author: Terimakasih sudah membaca Novel ini hingga akhir cerita, maaf ya saya tidak bisa bikin end yang memuaskan untuk kalian. Dan saya juga tidak begitu bisa buat ending juga.


Dan Saya umumkan Karya Ini telah tamat!

__ADS_1


__ADS_2