
3 Jam berlalu setelah mereka berdua tidur berpelukan , dan suasana tidur mereka sangatlah romantis seperti ada benih-benih cinta akan muncul.
Cinta? Itu seperti permainan kata - kata, kadang Cinta di ganti dengan Suka dan juga sebaliknya... Cinta itu sangat membingungkan bahkan author sendiri sudah angkat tangan jika itu membahas tentang cinta.
Kata Cinta dan Suka kadang sudah pasti ada jika seseorang menyatakan perasaan kepada seseorang. Ya walaupun begitu ada juga yang menyatakan perasaan melalui tindakan bukan dengan kata - kata.
Lalu mereka bedua mulai bangun dan mulai membuka matanya. Kedua mata indah saling bertatapan dan itu membuat Aika terkejut ,wajah Aika menjadi sedikit memerah.
Seakan ada secair cinta yang mulai mengalir dari dalam Aika.
"Eh?" Matanya terus menerus menatap mata Ren seperti Ren baru saja merasakan cinta baru.
Matanya bergetar bukan karena takut,tapi karena cinta.
Sedangkan Ren hanya menatap Aika dengan wajah biasa. Tidak ada cinta dalam tatapan Ren kepada Aika, seperti Ren tidak bisa merasakan apa itu Cinta.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Menyingkir."
Mendengar itu, Aika segera sadar dan langsung beranjak dari tempat tidur.
"M-Maaf!"
Sedangkan Ren mengabaikan permintaan maaf Aika, dan pergi melewati Aika dengan muka dingin di campuri rasa kantuk.
"Aika, cepat siapkan makanan." Ucap Ren.
"Ba-Baiklah."
Aika segera pergi ke dapur dan dia segera memasak sayur dan danging yang dia dapatkan dari para penduduk desa.
Sayur dan Daging di sini lebih segar dari pada yang ada di kota karena ini langsung di ambil dari tempatnya.
Aika sekarang memasak Nasi lalu Lauk Tumis Kangkung,Sop Daging, dan Daging Ayam Rendang.
"I-Ini, silahkan di makan R-Ren."
Aika segera meletakan semua makanan itu ke meja makan.
Ren mengambil nasi lalu menyampurkan semua lauk itu ke nasi tersebut.
"Hm...?" Lalu Ren melihat Aika yang masih berdiri dan tidak duduk lalu Ren memerintahkan Aika untuk duduk dan makan.
Dan Lalu Aika mulai duduk.
"Makanlah,jika kau tidak makan nanti akan terjadi sesuatu pada kandunganmu."
"Dan lebih baik kau makan sop daging saja, karena wanita yang sedang mengandung mudah kelelahan dan membutuhkan banyak cairan."
Ren menasihati Aika, sedangkan Aika hanya terkejut mendengar itu.
"Ba-Baiklah, dan terimakasih."
Saat Aika mau mengambil makanan, tangannya gemetaran karena masih takut kepada Ren.
__ADS_1
Lalu Ren melihat Aika gemetaran,lalu Ren mengambil mangkok dan dia mengambil sop daging itu beserta empasnya.
"Ini makanlah, aku merasa kesal kau lama sekali mengambil makanan!"
Ren memberikan mangkok yang berisi Sop ke Aika. Aika sangat kaget dengan tindakan Ren.
"Ma-Maaf"
Lalu Aika mulai menyeruput Sop itu dengan perlahan, Lalu Ren sedikit tersenyum lalu setelah Ren makan dia beranjak pergi keluar dari rumah Aika lewat pintu.
"Re-Ren...!" Aika melihat itu segera mendekatinya lalu berhenti di depan pintu.
"Aku pergi dulu."
Sementara Itu dari kejauhan terlihat Akemi yang melihat rumah Aika dari kejauhan dan dia sedang mengintip melalui tembok rumah penduduk.
Sedangkan Akemi sangat marah, karena melihat Ren keluar dari rumah Aika.
'Sialan! Beraninya laki - laki itu! Awas saja!'
'Kau tidak tahu siapa aku,beraninya kau membuatku marah! Namanya siapa ya? Oh ya Ren!'
'Bajingan! Aku pasti akan membunuhmu dengan cara yang sangat menyakitkan!'
Lalu kemudian Akemi mengejar Ren yang sedang berjalan dengan tenang.
...***********...
Sedangkan di sisi Ren, dia merasa ada yang mengikuti dan Ren sudah menebak siapa yang mengikutinya.
Dan Ren tahu bahwa Akemi itu pada jam 7 lebih dia mengawasi rumah Aika sampai Aika muncul tetapi yang muncul adalah Ren lalu Aika muncul setelah Ren dan Aika tidak kembali masuk rumah.
Lalu kemudian Ren pergi ke gang kecil. Dan Akemi lalu melihat Ren pergi ke gang dia segera mengejarnya.
Tetapi Saat Akemi sampai dia lumayan terkejut bahwa Ren telah menunggunya dan bersandar di tembok.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Ren dengan santai.
"Ternyata kau menyadari bahwa kau di ikuti, padahal aku sudah menyembunyikan hawa keberadaanku dan mana ku."
"Tentu saja, kau itu hanya ceceguk kecil... Mana mungkin aku tidak mengetahuinya."
"Apa?!"
"To The Point, apa yang kau inginkan?"
"Apa yang aku inginkan? Tentu saja ,aku ingin kau menjauhi Aika dan kembalikan Aika kepadaku!"
"Hoh... Atas dasar apa yang menyuruhku seperti ini?"Sirang Ren.
"Tentu saja, aku menyukai Aika saat Aika datang ke desa ini pertama kalinya."
"Aku sudah mendekatinya selama ini tetapi belum saja bisa mendapatkan hatinya,tetapi saat Aika mulai menyukaiku....,kau muncul lalu kau dengan sengaja mencium Aika di depanku..."
"Apa kau tahu rasanya? Sakit, hatiku hancur! Ini salahmu! Aku ingin kau menjauhi Aika jika tidak aku akan membunuhmu!" Marah Akemi.
__ADS_1
"Begitu? Aku akan menjauhi Aika dan akan mengembalikan Aika kepadamu tetapi ada satu hal yang ingin ku katakan padamu."
"Apa Itu?"
"Aika Itu sudah hamil."
Mendengar itu Akemi menjadi sangat terkejut.
"Apa kau tahu siapa yang menghamilinya? Itu adalah aku, dia sudah ku hamili sebelum dia datang ke sini! Apa ? Kau terkejut? Tentu saja karena ga- eh salah maksudmu Wanita yang kau cintai itu sudah tidak suci lagi hahaha!"
"Apalagi dia sudah merahasiakannya kepadamu selama ini, bukannya itu lucu? Benar itu sangat lucu. Aku bahkan ingin sekali tertawa saat itu."
"Apa kau tahu aku lah satu - satunya laki - laki Yang pernah ******* dengannya , aahhh! Aku masih ingat bagaimana rasanya mengambil kesuciannya dan bagaimana ekspresinya!"
"Itu sangatlah menyenangkan! Ya sangat menyenangkan! Hahahahahahahaha!"
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA! BODOH SEKALI! HAHAHAHAHAHAHA!" Ren tertawa terbahak menertawa Akemi.
Sedangkan Akemi merasakan marah yang sangat besar kepada Ren.
"INI BOHONG! AIKA TIDAK AKAN MELAKUKAN ITU! KAU PASTI BERBOHONG!"
"Bohong? Jika kau tak percaya silahkan kau tanya saja sendiri. "
"Aku sangat penasaran bagaimana ekpsresi mu nanti hehehehe~"
"SIAAAALAN!!"
Akemi berlari dan segera memukul Ren tetapi... Ren menahannya dengan tatapannya saja.
"Apa?!"
"Lemah sekali, apakah ini kemampuan seorang kesatria di sini? Lemahnya"
Brak!
Ren lalu mementalkan Akemi sangat keras sampai dia terpental ke luar gang.
""
Ren lalu segera meneleportasikan dirinya.
Lalu para penduduk melihat Akemi terlempar dari gang, dan mereka kaget dan segera mendekatinya.
"Sialan! Sialan! Siaaaal!" Teriak Akemi dengan sangat marah.
Sedangkan Ren sedang berada di atap warga yang jauh dari lokasi sebelumnya.
"Baiklah, malam nanti waktu pertunjukannya."
Author : Yoo... 1 chap lagi akan ada penderitaan untuk para gadis di desa ini, nanti juga Ren akan panen poin wkwkw. Tetapi itu sih keren juga memperkosa Gadis Desa dalam 1 malam wkwkw... Keren Ren Author juga mendukungmu.
Oh ya Jangan Lupa Like,Vote,Komen Dan Rate Bintang 5 ya, supaya Author makin semangat updatenya.
...~Salam Dari Author Riza~...
__ADS_1