Evil System : Hero To Villain

Evil System : Hero To Villain
CHP 83 : Kematian!


__ADS_3

CHP 83


[Flash Back]


>Di Dalam Pikiran Rudas.


"Ti-tidak mungkin! I-ini tidak mungkin terjadi!"Than melihat itu sangat terkejut karena dia melihat kajadian yang sangat mengerikan.


Bagaimana Eris di perkosa secara brutal oleh Ren berjam - jam... "E-Eris! Yang ku lihat ini bohong kan!?"Tanya Than yang sangat khawatir kepada Eris.


Eris tidak menjawab sama sekali,Yang di perlihatkan oleh Eris hanya air mata yang terus menetes dari matanya.


Terlihat di matanya itu di penuhi oleh penderitaan yang tidak ada ujungnya. Selama dia di rubah menjadi Monster,dia sangatlah menderita.


Alasan kenapa Rudas berteriak setelah terkena serangan - serangan dari Tengkorak dan mayat Dewa itu karena setiap serangan itu ada suatu kenangan kehidupan mereka yang dulu.


Semua perasaan mereka di masukan ke dalam serangan itu, Karena Eris adalah Dewi Kehidupan... Sudah pasti Eris bisa melihat kenangan - kenangan orang - orang yang sudah mati.


Walaupun itu sudah jutaan tahun lamanya. Lalu Than melihat Ekspresi Eris ,Dirinya menjadi sangat sedih dan marah.


Tetapi Than menahan kemarahannya di dalam hatinya,Than sekarang harus fokus dalam menyelamatkan Eris.


"Than...Pergilah... Biarkan aku mati dan membusuk disini! Percuma saja kau menghancurkan penghalang ini,kau tidak bisa menghancurkannya."


"Seharusnya kau senang melihat Dewi Sepertiku yang sudah tidak suci ini mati dengan cara seperti itu?"Terdengar suara Eris yang sangat putus asa,seakan dia tidak tau apa yang harus dia lakukan.


Dia sudah kehilangan semua harapan,dia sekarang sangat menderita. Eris terus meneteskan air matanya.


Than melihat dan mendengar itu sangat marah,Tetapi Than menahan kemarahannya tetapi dia tidak sengaja menggigit birinya sampai berdarah karena kemarahan yang ada dalam dirinya sudah meluap - luap.


"Aku tidak akan membiarkanmu mati seperti itu! Aku akan menikahimu setelah semua ini selesai! Aku pasti akan membuatmu bahagia...Aku berjanji!"Ucap Than tanpa ada keraguan sama sekali.


Mendengar itu Eris menjadi sangat terkejut "Lebih baik jangan lakukan itu,Aku sudah tidak perawan lagi. Aku sudah tidak pantas di nikahi olehmu!"


"Aku tidak peduli!"Than mengepalkan Tangannya dan lalu Aura Kehancuran beserta kematian berkumpul di tangan Than


""Than memukul Penghalang itu.


*BOOOOOM!*


Pukulan yang di lancarkan Than sangat kuat,pukulan itu bahkan bisa menghempaskan satu matahari.


Tetapi serangan tidak berhasil. "Sekali lagi!"


Than kembali memukul penghalang itu dengan teknik yang sama, tetapi kali ini dia menggandakan kekuatannya menjadi 10 kali lipat.


*BOOOM!*


Tetapi tetap tidak berhasil.


*CRAAT!*

__ADS_1


Tiba - tiba tubuh Than tergores dan mengeluarkan darah "Apa" Kaget Than.


"Sudah ku bilang,penghalang ini tidak dapat di hancurkan! Kau hanya akan melukai dirimu saja!"


Eris tetap menyuruh Than pergi,Tetapi sebenarnya dia ingin sekali Than menyelamatkan dirinya,Dia ingin bersama Than,dia ingin selalu di samping Than,Dia ingin bahagia bersama Than.


Tetapi dia merasa sudah tidak layak lagi bersama Than,Dia terus berpikir 'Lebih baik aku mati saja'


"Aku tidak peduli,walaupun kau menyuruhku pergi bahkan kau sampai membenciku! Aku pasti akan menyelamatkanmu!"Than terus memukul penghalang itu dengan Teknik yang sama.


Tetapi kali ini dia menggandakan kekuatan serangannya menjadi 100 kali lipat.


*BOOOM!*


*CRATS!*


Tetapi yang ada Tubuh Than terluka lebih parah lagi,Alasan kenapa Than terluka. Karena penghalang itu bisa membalikan serangan apapun ke penyerang, maupun itu serangan fisik ataupun sihir.


"Sudah cukup Than! Lebih baik aku mati di sini! Kau tidak perlu melukai dirimu sendiri hanya karena'ku!"Eris meneteskan air matanya, dia sangat khawatir kepada Than. Dia tidak ingin Than terluka.


Tetapi Than tidak menggubris perkataan Eris, dia terus menerus menyerang tanpa henti dan terus meningkatkan daya serangnya setiap dia menyerang.


Tetapi semua itu tidak berhasil, yang ada Than tambah terluka. Eris terus menerus menghentikan Than tetapi dia tidak mempedulikannya dan terus menerus berusaha menghancurkan penghalang itu.


Sampai 100 Tahun berlalu,itu penghalang itu tetap tidak hancur...,sekarang keadaan tubuh Than sudah sudah sangat parah.


Darah terus keluar dari tubuhnya setiap saat Dan Than tidak bisa menyembuhkan dirinya walaupun dia berulang kali melakukannya tetap tidak akan bekerja.


"Guhak!"Than memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


"10.000.000.000.000 kali lipat!"Than tetap menggunakan teknik yang sama, tetapi pukulan kali ini sudah berada di level paling tinggi. Pukulannya sudah bisa menghancurkan ribuan galaxy sekaligus.


"AAAAAAAAAAA!"Than berteriak dan memukul Penghalang itu. Dan jika serangan itu tidak bisa menghancurkan penghalang itu maka Than akan mati karena terkena serangnnya sendiri.


"HENTIKAN ! ! !"Teriak Eris yang menangis.


*BOOOOOOOOOM!*


*PYAAAR!*


Than berhasil menghancurkan penghalang itu. "Akhirnya...Aku...Berhasil..."Ucap Than yang sangat lemas.


Terlihat tubuh Than sangat lemas Dan terlihat hampir mati.


*BRUKG!*


Than terjatuh tetapi sebelum itu Eris langsung memeluknya dengan sangat erat..."Than?!Kau tidak apa?Biar ku sembuhkan dirimu!"Ucap Eris yang sangat khawatir,di wajahnya terus berlinang air mata.


""Ja...ngan lakukan... Kau akan mati jika kau melakukan i...tu. aku tahu kau telah mendengar teriakan - teriakan kematian yang sangat banyak di dalam sini. Dan kau juga terus menerus merasakan apa yang kau alami saat itu.."" Tidak hanya itu, kehidupanmu juga terus menerus di serap di sini... Jadi jangan keluarkan sihir apapun..."Jelas Than."Aku... Tidak melakukannya Than. Terimakasih sudah memberitahuku."Ucap Eris yang tersenyum manis."Aku senang..."Ucap Than yang juga tersenyum."Oh ya... Sebelum itu aku ingin memberikan balasan tentang tindakanmu itu..."*Cump!*Eris mencium bibir Than, dan Than sangat terkejut dengan tindakan Eris..."Bagaimana?Apakah ini cukup?"Ucap Eris yang terus tersenyum."Ciuman pertamaku masih belum di ambil oleh siapapun. Aku memberikan itu kepadamu"Eris terus tersenyum."Begitu aku sangat senang..."Than tersenyum.Tetapi tiba - tiba tubuh Than sembuh. Dan Than sangat terkejut setelah melihat itu. "E-eris kau...?"Setelah itu Than menatap Eris... Than melihat tubuh Eris terjatuh di bawah dan Than sangat terkejut dengan hal itu "Eris!Kenapa kau melakukan itu!?sudah ku bilang jangan lakukan itu!""Aku hanya melakukan apa yang kau lakukan tadi... Dan...Terimakasih Than... Aku sangat mencintaimu....Selamat tinggal..."Eris menutup matanya dan nyawanya menghilang dari tubuhnya.Than sangat terkejut dengan yang dia lihat,Than langsung memeluk tubuh Eris dengan sangat erat. Than menangis dengan deras,dia sangat sedih dengan kematian Eris.Walaupun Than itu adalah Dewa Kematian dan bisa menghidupkan siapa saja. Tetapi hanya 1 yang tidak bisa ia hidupkan kembali. Yaitu "Dewi Kehidupan"Karena Dewi Kehidupan itu adalah Dewi yang sangat rapuh,sekali dia mati ,tetap akan mati.Tidak akan bisa dihidupkan kembali. "AAAAAAAAAAAAAAA! ERIS! ERIS..... ERISSSS!!!"Than terus menerus menangisi kematian Eris."Aku...Aku...Aku...Juga mencintaimu Eris! Aku...Aku...Ingin membahagiakanmu tetapi mengapa kau mati..!Aku sangat sedih...Perih...sakit...!"Than terus memeluk tubuh Eris, setelah itu Than berhenti menangis... Dan Kemarahan Than meluap - luap. Dia sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Dia sudah di kuasai oleh kemarahannya sendiri.Tetapi Than terlebih dahulu kembali ke Dunia Dewa dan keluar ke dalam pikiran Rudas sembari mengendong tubuh Eris.Walaupun Than disana sudah 100 tahun tetapi di dunia dewa ,itu hanya berlangsung selama 1 Jam."Bagaimana di dalam sana Than?Hehe~"Setelah keluar,Than menggeletakan tubuh Eris dan menyandarkannya di pohon. Lalu Than melihat Ren dengan penuh kemarahan."Ku bunuh kau Ren!"Author : Di Chap kali ini hanya menampilkan Flash back saja,Jadi maaf yang menunggu kelanjutan dari chap sebelumnya. Tetapi di chap selanjutnya akan menampilkan kelanjutan dari chap sebelumnya yang ngegantung itu.Jadi Jangan lupa Like,Vote,Komen dan Rate Bintang 5 supaya author makin semangat buat Updatenya!...~Salam Dari Author Riza~...


"Ja...ngan lakukan... Kau akan mati jika kau melakukan i...tu. aku tahu kau telah mendengar teriakan - teriakan kematian yang sangat banyak di dalam sini. Dan kau juga terus menerus merasakan apa yang kau alami saat itu.."

__ADS_1


" Tidak hanya itu, kehidupanmu juga terus menerus di serap di sini... Jadi jangan keluarkan sihir apapun..."Jelas Than.


"Aku... Tidak melakukannya Than. Terimakasih sudah memberitahuku."Ucap Eris yang tersenyum manis.


"Aku senang..."Ucap Than yang juga tersenyum.


"Oh ya... Sebelum itu aku ingin memberikan balasan tentang tindakanmu itu..."


*Cump!*


Eris mencium bibir Than, dan Than sangat terkejut dengan tindakan Eris...


"Bagaimana?Apakah ini cukup?"Ucap Eris yang terus tersenyum.


"Ciuman pertamaku masih belum di ambil oleh siapapun. Aku memberikan itu kepadamu"Eris terus tersenyum.


"Begitu aku sangat senang..."Than tersenyum.


Tetapi tiba - tiba tubuh Than sembuh. Dan Than sangat terkejut setelah melihat itu. "E-eris kau...?"


Setelah itu Than menatap Eris... Than melihat tubuh Eris terjatuh di bawah dan Than sangat terkejut dengan hal itu "Eris!Kenapa kau melakukan itu!?sudah ku bilang jangan lakukan itu!"


"Aku hanya melakukan apa yang kau lakukan tadi... Dan...Terimakasih Than... Aku sangat mencintaimu....Selamat tinggal..."Eris menutup matanya dan nyawanya menghilang dari tubuhnya.


Than sangat terkejut dengan yang dia lihat,Than langsung memeluk tubuh Eris dengan sangat erat. Than menangis dengan deras,dia sangat sedih dengan kematian Eris.


Walaupun Than itu adalah Dewa Kematian dan bisa menghidupkan siapa saja. Tetapi hanya 1 yang tidak bisa ia hidupkan kembali. Yaitu "Dewi Kehidupan"


Karena Dewi Kehidupan itu adalah Dewi yang sangat rapuh,sekali dia mati ,tetap akan mati.


Tidak akan bisa dihidupkan kembali. "AAAAAAAAAAAAAAA! ERIS! ERIS..... ERISSSS!!!"Than terus menerus menangisi kematian Eris.


"Aku...Aku...Aku...Juga mencintaimu Eris! Aku...Aku...Ingin membahagiakanmu tetapi mengapa kau mati..!Aku sangat sedih...Perih...sakit...!"


Than terus memeluk tubuh Eris, setelah itu Than berhenti menangis... Dan Kemarahan Than meluap - luap. Dia sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Dia sudah di kuasai oleh kemarahannya sendiri.


Tetapi Than terlebih dahulu kembali ke Dunia Dewa dan keluar ke dalam pikiran Rudas sembari mengendong tubuh Eris.


Walaupun Than disana sudah 100 tahun tetapi di dunia dewa ,itu hanya berlangsung selama 1 Jam.


"Bagaimana di dalam sana Than?Hehe~"


Setelah keluar,Than menggeletakan tubuh Eris dan menyandarkannya di pohon. Lalu Than melihat Ren dengan penuh kemarahan.


"Ku bunuh kau Ren!"


Author : Di Chap kali ini hanya menampilkan Flash back saja,Jadi maaf yang menunggu kelanjutan dari chap sebelumnya. Tetapi di chap selanjutnya akan menampilkan kelanjutan dari chap sebelumnya yang ngegantung itu.


Jadi Jangan lupa Like,Vote,Komen dan Rate Bintang 5 supaya author makin semangat buat Updatenya!


__ADS_1


...~Salam Dari Author Riza~...


__ADS_2