
CHP 27
...>Di malam harinya<...
Party yang barusan di kalahkan Ren tadi siang sekarang mereka sedang di ikat oleh seutas tali. Tetapi dua Reanda dan Gin di ikat tangan dan kakinya lalu di geletakan di tanah tetapi tidak itu juga mulutnya di sumbat oleh batu lalu di tutup dengan kain.
Sedangkan Nadia dan Fera mereka tangannya di ikat lalu di gantungkan di pohon dengan keadaan setengah telanjang.
"Oy.... Bangun...,aku punya pertunjukan untuk kalian berdua..." Ren mengangkat Gin Dan Reanda ke atas dengan satu tangan.
"Oy..."
Plak!
Plak!
Plak!
Plak!
.......
Ren menampar wajah mereka berdua dengan salah satu tangannya...
Kemudian Gin mulai membuka matanya... Dan Gin sangat terkejut setelah melihat apa yang terjadi di depannya.
Benar dia melihat Fera dan Nadia yang sedang setengah telanjang di belakang Ren. Apalagi mereka juga tangan mereka di ikat di dahan pohon.
"Awwww!Awuuuu!(Bajingan apa yang kau lakukan! Lepaskan kami!)"Teriak Gin tetapi dia tidak bisa berbicara dengan jelas karena mulutnya di sumbat batu.
"Hah? Apa aku tidak dengar?" Ren dengan nada senang.
"Aaaaaawwwwssss!!(Lepaskan aku! Dan lepaskan renak - rekanku!)"
"Apa? Apakah kau menyuruh untuk menikmati pacarmu?Hehe~" Senyum jahat Ren berulah.
"Arqrrrr!(Tidaak! Jangan lakukan itu Ba*ingan!)"
"Lakukan itu? Kau mengijinkannya?" Ren menyirangi dengan senyum jahatnya.
"Bajajqhhhh(Baj*ngan! Jangan lakukan itu!)"
"Baiklah baiklah! Aku akan mulai menikmati tubuh pacarmu itu Hahahaha!"
Ren mulai menjatuhkan Gin ke tanah dan mulai mendekati Nadia. Sementara itu Gin sangat marah melihat Ren mau menodai tubuh Nadia.
Kemudian Ren mulai menyentuh rambut Nadia yang lembut dan harum itu kemudian mulai mencium aroma dari rambut nadia.
"Rambutnya baunya sangat harum..." Ucap Ren yang memegang dan mencium rambut Nadia.
"Aqwwww! (Aku tidak akan memaafkanmu jika kau melakukan lebih jauh lagi!)" Marah Gin.
Tetapi kemudian Ren mulai meraba - raba setiap lekuk tubuh Nadia yang sangat seksi itu... Lalu kemudian dia menyentuh Oppainya.
Lalu kemudian Ren mulai meremas oppai tersebut dengan kuat...
"Arararqrgqhqhqhqh(Sialan! Bajingan! Bajingan!)" Teriak dan marah Gin.
"Hahahaha! Bukannya kau yang menyuruhnya?! Hahahaha!" Tawa jahat Ren.
"Anajqjqjhwgwgw(Anjing! Ban*sat! Jangan lakukan itu! Ku bunuh! Ku bunuh!)"
Semantara itu Nadia mulai siuman...
"Ehm~" Sementara itu Gin terkejut dengan bangunnya Nadia.
Ya karena Nadia merasakan perasaan asing yang belum dia rasakan selama ini.
__ADS_1
"Oh~" Senyum Ren.
Nadia membuka matanya tetapi kemudian dia langsung merasakan ada yang menyentuh dadanya.
"Ihk!" Kaget Nadia.
"Kau sudah bangun ya?" Sahut Ren.
Ren mulai berhentu meremas Oppainya Nadia dan dia langsung ke depan Wajah Nadia.
"S-sialan! Apa yang kau lakukan?!" Marah Nadia.
"Lepaskan aku!" Bentak Nadia kepada Ren.
"Heh? Kenapa kau tidak meminta tolong ke kekasihmu itu?" Sirang Ren.
Kemudian Ren mulai memperlihatkan Gin yang sedang di ikat dan mulutnya di sumbat dengan batu.
Nadia menjadi sangat terkejut melihat kekasihnya sedang di ikat seperti itu.
Begitu juga dengan Teman - temannya yang di perlakukan sama oleh Ren.
"Sialan! B*jingan! Apa yang kau lakukan kepada teman - temanku?! Lepaskan mereka!" Marah Nadia.
"Aku menolak! Dari pada melepaskanmu dan teman - temanmu lebih baik aku membuat kalian semua merasakan penderitaan Hahaha!"
Melihat tawa Ren Dan mendengar perkataan Ren, Gin dan Nadia menjadi takut lalu di barengi tubuh mereka gemetaran.
"A-apa yang ingin kau lakukan?" Perakataan Nadia bergetar ketakutan.
"Sudah pasti kan,memperkosa mu di depan pacarmu itu sangat nikmat bagiku! Melihat bagaimana wajah pacarmu nanti itu membuatku sangat bersemangat Hahahahahaha!"
Roek!
Ren merobek seluruh pakaian yang ada di tubuh Nadia, akhirnya tubuh Nadia telanjang penuh.
"T- TIDAAAAAK!" Teriak Nadia.
"Ahahajahsjakwjwgsgwg(BA*INGAN! KU BUNUH! KU BUNUH! )"Marah Gin.
Lalu kemudian Ren mulai memegang paha Nadia yang lembut itu, lalu tubuh Nadia bergetar ketakutan.
"Ja-jangan sentuh aku! Gin tolong!" Nadia meminta tolong kepada Gin dengan wajah ketakutan.
"Najskoqbeykkkkqkk(Aku akan menolongmu! Aku pasti akan menolongmu Nadia! Tunggu saja!)"
Ren mulai menjilati tubuh Nadia.
"Ihk! Jangan! Jangan!" Air mata Nadia mulai keluar.
Sementara itu Ren mulai melihat Gin dengan sebelah mata, dan terlihat Gin terlihat sangat menderita di padu dengan perasaan marah,putus asa.
Ya putus asa tidak bisa menolong pacarnya dan marah akibat lemah,Dan melihat pacarnya sedang di nodai oleh Ren.
'Bagus! Bagus! Hehe~'
Ren mulai berhenti menjilati tubuh Nadia, tetapi kemudian Ren melepaskan celananya.
"Baiklah waktunya pertunjukan utamanya hehe~"
"TIDAAAK! TIDAAAK! JANGAN! LEPASKAN AKU! GIN TOLONG AKU TIDAK INGIN MELAKUKAN INI!"
Tubuh Nadia mulai memberontak dan berusaha melepaskan diri , lalu terlihat wajah ketakutan Nadia dan wajah marah Gin yang membuat Ren senang.
"Ahajajakahuqika(aaaaa! Lepaskan!)" Gin terus mencoba melepaskan ikatannya tetapi tidak bisa ,yang ada tangan nya yang di ikat berdarah.
Ren mulai memegang kedua paha Nadia, dan kemudian mulai melebarkan dan membentuk M
__ADS_1
Nadia mulai memberontak tetapi karena perbedaan kekuatan,dirinya tidak bisa melawannya.
"Saatnya memperkosa mu~"
"Tidak! Tidaaak! Jangan masukan itu!"
Slepp!
"AAAAAAAAAAAAA! TIDAAAK!"
"Gagagagajagsjsfwjfwjaja(Nadia! Sialan! Bajingan! Ku bunuh kau! Ku bunuh!)"
Keperawanan Nadia di ambil oleh Ren, Ren mulai memaju mundurkan tubuh Nadia dengan sangat cepat.
Keperawanan yang seharusnya di berikan ke Gin, malah sekarang keperawanannya.
Nadia hanya bisa manangis di saat dirinya sedang di perkosa oleh Ren, Sedangkan Gin sangat marah dalam hatinya dia berteriak "Bunuh! Bunuh! Bunuh"
Cump.
Ren mencium bibir Nadia, Penderitaan terus bertambah.
[Mendapatkan 50.000 Poin kejahatan dan terus bertambah!]
Poin kejahatan semakin bertambah banyak, Semakin dia membuat Gin Dan Nadia menderita semakin banyak Poin kejahatan yang dia dapatkan.
****!
"IHKK!" Nadia merasakan ada cairan hangat yang masuk ke rahimnya.
1 Jam kemudian...
Si Elf yaity Fera pun bangun dari pingsannya, Lalu Ren berhenti memperkosa Nadia sekarang giliran Fera yang di perkosa.
Ekspresi yang di perlihatkan Fera sama persis dengan Nadia , keperawanan Fera di ambil oleh Ren. Fera hanya bisa menangis tubuhnya telah di nodai oleh laki - laki yang baru di kenal.
Lalu Reanda bangun, tetapi setelah dia bangun dia telah di sungguhi adegan yang tidak terduga, ya benar orang yang di cintainya sedang di perkosa oleh Ren.
Sangat marah, benar sangat marah apalgi dia belum mengungkapkan perasaannya kepada Fera. Reanda mencoba melepaskan diri tetapi tidak bisa akibat ikatan tersebut.
Dia ingin berteriak marah, tetapi tidak bisa karena mulutnya di sumbat batu sehingga dirinya tidak bisa membuka mulut
Lalu selepas Ren memperkosa Nadia dan Fera.
Ren mulai menyiksa Gin Dan Reanda di depan Kedua wanita itu.
Ren memotong jari tangan mereka berdua satu per satu dan mengiris telinga mereka secara perlahan.
Lalu memecahkan telur mereka secara bertahap, Lalu mata mulai di tusuk dengan sebilah ranting sehingga mata itu hancur.
Lalu setelah itu Ren merobek mulut mereka berdua supaya batu yang ada di mulut mereka keluar dari mulut mereka.
Lalu Ren memotong kedua kaki mereka berdua dengan sangat perlahan, sehingga kesakitan yang luar biasa mereka rasakan membuat mereka ingin mati.
Nadia dan Fera hanya bisa menangis melihat kedua rekan - rekan itu di siksa dengan kejam.
Ren mulai memotong - motong sedikit demi sedikit tubuh Gin dan Reanda , Dan yang di rasakan adalah rasa sakita yang tidak tertahankan, mereka tidak bisa berteriak karena mulut mereka sobek, meraka tidak bisa memangis karena mata merek hancur.
Ya yang ada hanya penderitaan yang sangat luar biasa.
[Mendapatkan 500.000 Poin kejahatan dan terus bertambah]
Author: Yoo maaf ya beberapa hari gak update wkwkw, ya masalahnya kemarin - kemarin lagi gak mood dan juga ada kesibukan juga di RL, oh ya bagaimana? apa kalian puas? wkwk maaf ya ilmu author cuma segitu wkwkwk.
Oh ya jangan lupa Like,Vote,Komen dan Rate bintang 5 supaya Author makin semangat buat Updatenya.
...~Salam Dari Author Riza~...
__ADS_1