
CHP 105
Setelah itu mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang sangat mengerikan. Hawa membunuh yang saling bertabrakan yang mengakibatkan semua bunga di dimensi itu menjadi layu dan menghitam.
Rumput - rumput juga mulai mengering dengan sangat cepat. Setelah itu Retwo dan Ren berjalan saling mendekati satu sama lain.
"Aku pikir kau sudah gila karena kematian wanita dan anak - anakmu."Ucap Retwo yang tersenyum licik.
Setelah itu Ren menambah hawa membunuhnya dan membuat hawa membunuh Retwo terdorong
"Aku juga mengira kau sudah mati di makan oleh para Monster,sungguh menyedihkan!" Ren balik memprovokasi Retwo.
"Heh... Aku kira kau tidak akan marah jika semua wanita dan anak - anakmu mati!" Retwo membalas Ren.
"Aku juga tidak mengira bahwa kau tidak marah tunangan dan teman masa kecilku sudah tidak marah. Tapi ternyata kau malah membunuh mereka, Menyedihkan!"Balas Ren yang terus menambah hawa membunuhnya,begitu juga dengan Retwo.
"Kau juga sangat menyedihkan!"Balas Retwo.
*Swossssh!*
"BAJINGAN!"
Setelah itu mereka melesat dengan penuh kemarahan dan keinginan untuk membunuh satu sama lain. Setelah itu mereka menarik katana mereka masing - masing dan setelah itu mereka menyerang secara bersamaan.
*TING!*
*BOOOM!*
Kedua serangan kuat saling berdentingan dan membuat tekanan yang sangat kuat hingga membuat sekitar hancur.
"Lemah sekali!"
Setelah itu Ren menendang Retwo, tetapi Retwo juga menahan itu menggunakan tendangannya juga dengan sangat persis.
*BAAAK!*
"Sialan,kau meniru seranganku!"
"Ya,itu sangat mudah bagiku!"
Kemudian Retwo memutarkan tubuhnya dan mengibaskan pedangnya dengan tebasan membalik.
*TING!*
Tetapi Ren menahannya dengan gagang katananya dengan sangat mudah, melihat itu Retwo tersenyum tipis. Setelah itu dia menedang Ren dengan tendangan nuklir seperti milik Mikey.
"Terima ini!"
*BUGH!*
*BOOOM!*
Tetapi Ren menahannya menggunakan siku tangannya, tetapi itu membuat pijakan Ren menjadi hancur karena kekuatan tendangan itu sudah sangat diluar nalar.
*SRING!*
Setelah itu Ren menebas Retwo dengan tebasan mendatar, tetapi sebelum itu Retwo menghindarinya dengan cara melompat kebelakang dengan menggunakan tumpuan badan Ren.
*TAK!*
*TAK!*
*TAK!*
Setelah itu Retwo mulai berlari dengan sangat cepat mengeliling Ren dan mata Ren terus mengikuti pergerakan Retwo yang sangat cepat itu.
Kemudian Ren langsung memanjangkan katananya dan lalu menebas Retwo yang sedang berlari itu. Tetapi Retwo langsung melompati tebasan itu ,setelah itu ia melesat dan langsung memukul Ren dengan kekuatan penuhnya.
*SOWSSSH!*
*TING!*
Melihat itu Ren langsung mengubah ukuran katananya mejadi seperti semula dan menahan pukulan itu menggunakan punggung katananya.
Tetapi karena tenaga yang si keluarkan Retwo lebih kuat di banding Ren menahan serangannya, Itu membuat Ren terpental sangat jauh.
Setelah itu Retwo langsung berteleportasi dan langsung berada di atas Ren. Kemudian dia langsung menyerang Ren yang sedang terpental itu.
Tapi Ren sudah mengetahui hal itu, dan lalu Ren langsung berteleportasi di belakang Retwo.
"Terima ini."
*SING!*
__ADS_1
*BOOOM!*
Setelah itu Ren langsung menebas Retwo tetapi dia langsung menangkisnya dan itu membuat tubuhnya terhentak ketanah sampai hancur.
"Cih!"
*Swosssh!*
Setelah itu dia mulai bangkit kembali. Lalu Retwo langsung melesat dan menyerang Ren kembali menggunakan pedangnya.
*TRING!*
*TRING!*
*TRING!*
Mereka saling menyerang dan beradu senjata, dentingan senjata mulai terdengar dengan sangat keras. Tekanan yang di berikan setiap dentingan itu sudah cukup untuk menghempaskan Universe.
"HAAAAAAA!"
*SRING!*
Setelah itu Retwo menebas Ren secara Horizontal, tetapi Ren memiringkan sedikit tubuhnya untuk menghindarinya.
*BUH!*
Setelah mengindari serangan dari Retwo,Ren langsung menendang dagu Retwo dengan sangat keras. Tetapi karena tubuh Retwo sama lenturnya dengan Tubuh Ren.
Retwo berhasil menghindarinya dengan cara melengkungkan tubuhnya kebelakang.
Dan Lalu Retwo langsung menendang salto Ren dengan sangat keras, tetapi Ren juga menahannya menggunakan bilah katananya itu.
*TING!*
"Cih!"
Mereka saling berdecak kesal karena setiap serangan mereka selalu bisa di tangkis atau dihindari satu sama lain, ya ini memang wajar karena mereka seperti melawan diri mereka sendiri.
*Stap!*
Setelah itu mereka langsung melompat kebekalang. Dan mulai menjaga jarak.
"KELUARLAH SEMUA SENJATA MULIAKU!"Ucap mereka secara bersamaan.
"Maju."
Kemudian semua senjata mulai melesat dan menyerang satu sama lain.
*BOOM!*
*BOOM!*
*BOOM!*
*BOOM!*
Tetapi setelah mereka saling bertabrakan seketika meledak dan membuat persekitaran hancur. Ya walaupun dimensi buatan Retwo akan kembali seperti semula.
Tetapi kehancuran yang di sebabkan oleh pertarungan mereka sudah melebihi pemulihan dari dimensi itu.
"Sialan,lagi - lagi kau meniru seranganku! Dasar peniru kurang ajar!"Ucap Ren yang kesal.
"Benar, aku memang peniru. Tapi...tidak ada teori pasti bahwa Tiruan tidak akan menang melawan yang asli!"Ucap Retwo.
"Jadi... Ayo kita mulai pertarungan yang sebenarnya Ren Arata!"Sambungnya.
Mendengar itu Ren justru tertawa "Hahahaha...! Baiklah ayo kita mulai!"
Tiba - tiba muncul dua lingkaran sihir raksasa di atas Ren dan Retwo. Setelah itu muncul sebuah Tombak Raksasa yang sangat besar di selimuti dengan Api Hitam.
""
*Syuttt!*
*Syuttt!*
*BOOOOM!*
Dan kedua tombak itu mulai melesat dan menabrak satu sama lain. Karena itu ledakan yang sangat besar terjadi,bahkan ledakan itu sudah cukup untuk menghancurkan Ribuan Universe.
*Swosssh!*
Setelah itu Retwo terbang keatas. Dan lalu dia mengangkat tangannya kemudian lingkaran sihir raksasa muncul di atasnya ""
__ADS_1
Lalu Meteor - meteor dengan jumlah yang sudah tidak dapat di hitung muncul dengan ukuran yang sangat besar dan meteor itu jatuh kearah Ren.
Setelah itu Ren memejamkan matanya. Lalu tiba - tiba Mata Ren berubah menjadi merah darah,setelah itu muncul gambar yang melambangkan kehancuran. Dan mama mata itu adalah:""
Setelah Ren mengaktifkan semua meteor itu hancur beserta dengan lingkaran sihirnya.
"Hehe masih belum!"
Setelah itu Retwo memunculkan Ratusan Juta Galaxy yang di penuhi dengan bintang - bintang yang sangat panas dan jumlah yang mustahil untuk di hitung.
Setelah itu Retwo melempar semua Galaxy itu kepada Ren, tetapi Ren tetap menggunakan dan seketika semuanya hancur tanpa sisa.
"Cih,terus menggunakan itu. Kalau begitu aku akan menggunakan ini!"
Lalu Retwo mulai memejamkan matanya,dan tiba - tiba Mata Retwo berubah menjadi biru dan ada gambar jam di matanya itu.
Dan nama mata itu adalah: "". Dengan Retwo membalikan waktu sebelum Ren menghancurkan seluruh galaxy buatannya.
Dan tiba - tiba semua Galaxy yang di hancurkan Ren Kembali lagi dan lalu menjatuhi Ren.
*BOOOM!*
*BOOOM!*
*BOOOM!*
"Cih!"Ren berdecak kesal, setelah itu Ren menghempaskan semua Galaxy yang belum mengenainya dengan cara mengkibaskan tangannya saja.
Dan semua Galaxy itu langsung balik mengenai Retwo.
"Apa!"
*BOOOM!*
*BOOOM!*
*BOOOM!*
"Sialan!"
Karena Kesal, Retwo menggunakan kembali kemapuan matanya itu. Dan membalikan waktu dimana Ren menghancurkan semua Galaxynya itu.
Lalu Retwo melihat kedepan,tetapi Ren sudah tidak ada di hadapannya lagi. Lalu tiba - tiba...
*Tsuk!*
Ren berada di belakangnya dan langsung menusuk jantung Retwo. "Guhak!" dan Retwo langsung memuntahkan darahnya.
"Sudah berakhir Tiruanku!"
"Heh... Begitu?"
*SLING!*
Dan lalu Retwo menggunakan dan menukar posisinya dengan Ren. Sehingga itu membuat Ren yang tertusuk sedangkan Retwo yang menusuk Ren.
"Apa? Guhak!"Ren memuntahkan darahnya.
"Kau yang sudah berakhir Ren!" Setelah itu Retwo langsung membelah Ren menjadi Dua.
Tetapi tiba - tiba Mayat Ren langsung berubah menjadi hitam dan menghilang. Dan itu membuat Retwo sangat terkejut.
"Aku sudah menduga ini kau akan melakukannya karena aku tau dengan pola pikiranku!" Tiba - tiba Ren berada di belakang Retwo. Dan setelah melihatnya dia pun tertawa.
"Hahahaha... Sungguh menjengkelkan! Jika seperti ini tidak ada habisnya!"(Retwo)
"Salah siapa kau tiruanku bodoh!"(Ren)
"Ini bukan kemauanku juga dasar bodoh!"(Retwo)
"Ha!?"(Ren)
"Ha!? Apa ha kau tidak terima Ha!?"(Retwo)
"Bajingan! Ku bunuh kau!"(Ren)
Setelah itu mereka menjadi sangat kesal hingga urat ototnya sampai terlihat.
*Swosh!*
*BOOOM!*
Setelah itu mereka melesat dan saling menyerang.
__ADS_1