Evil System : Hero To Villain

Evil System : Hero To Villain
CHP 51 : Hilangnya Harapan.(Arc 5)


__ADS_3

2 Hari setelah pertarungan antara kelompok pahlawan dan bawahan Ren/Budak Ren.


Walaupun pertarungan mereka sangat sengit dan panjang,tetapi pada akhirnya di menangkan oleh Ren, semua kelompok pahlawan sudah mati kecuali Asahi yang memiliki job Pahlawan Sihir.


>Dungeon - Lantai 100 - Di Dimensi Berbeda.


Seorang Gadis yang sedang duduk termenung sedih di dalam penjara jeruji terlihat ekspresi dan wajah dari gadis sangat putus asa seperti sudah tidak memiliki tujuan hidup lagi.


Dan Gadis itu Asahi.


"Eiji mati karena aku,aku yang harusnya mati...,tetapi kenapa malah dia yang mati?...,Ini semua salah'ku."


"Salah'ku membuat Fera ,Nadia dan Yato mati juga...,Seharusnya aku tidak mengajak mereka ke dalam Dungeon"


"Seharusnya kita semua tidak datang ke sini...,sekarang hanya aku sendiri, aku tidak punya alasan untuk hidup lagi. Aku ingin mati"


Terdengar suara Asahi yang sangat putus asa. Dan merenungkan kesalahannya.


"Tetapi walaupun aku sudah mencoba mati beberapa kali,aku di paksa tidak bisa bergerak oleh suatu sihir... Aku menggigit lidahku juga tidak bisa."


"Kenapa...?"


*Tes*


Terlihat air mata menetes dari sela mata Asahi yang hanya mamancarkan tatapan kosong .


*Klak!*


*Klak!*


Terdengar suara langkah kaki yang mendekat, dan Asahi menatap kedepan dengan pandangan putus asa.


"Hey~Hey~ ternyata kau sudah bangun hehe~" Ucap Ren sambil tersenyum jahat.


"Kau...,Ternyata kau Ren. Memang benar dugaanku memang kau yang membuat ini semua."Ucap Asahi dengan nada lesu.


"Tentu saja."Ucap Ren yang menyirangi.


"Kau mau apa?"Tanya asahi dengan nada lesu.


Mendengar itu,Ren pun tersenyum licik +Jahat.


"Kau tidak tahu aku mau apa?Tentu saja aku datang memperkosa mu hehe~"


"Oh. Begitu, aku sudah mengerti alasan kenapa aku di biarkan hidup."


Swosh!...


Ren tiba - tiba masuk ke dalam penjara besi itu dan langsung di depan Asahi sembari menyentuh dagu Asahi.


"Pintar juga kau, sangat di sayangkan gadis cantik sepertimu mati tanpa di nikmati" Ucap Ren sembari menjilat bibirnya.


"Aku sudah tidak peduli lagi, jika kau ingin memperkosa ku?aku tidak peduli lagi...,aku sudah tidak punya alasan untuk hidup."


"Hey~Hey~Jangan bilang begitu ,kau masih memilikinya."


"Hah?Apa maksudmu?bukannya kau sudah menghancurkannya?!"


"Heh~,Mari kita lihat~"


*Tek!*


Tiba - tiba sebuah besi seukuran 2x manusia dewasa yang berbentuk salib tiba - tiba muncul di depan-- tidak lebih tepatnya di luar penjara besi.


Dan Di sana terlihat seorang pemuda yang di ikat di besi tersebut, Lalu setelah melihatnya Asahi sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya.


"Eh? E-Eiji?..." Asahi sangat terkejut dengan apa yang baru saja dia lihat, lalu kemudian Asahi berlari mendekat ke arah besi itu dengan mata penuh kehidupan.


Tetapi Asahi tidak bisa mencapainya karena di halangi pagar jeruji besi yang bahkan dewa tidak bisa menghancurkannya.


"Eiji! Eijiiii....! "Teriak Asahi dengan penuh air mata, tetapi Air mata itu bukan kesedihan... Melainkan harapan.

__ADS_1


Lalu kemudian Asahi melihat Eiji mulai membuka matanya. Dan harapan Asahi semakin besar.


"Eijiii.....!! Bagunlah!" Teriak Asahi memanggil Eiji.


"Ehm....,Dimana aku? Dan di mana ini? Eh...?" Eiji bingung karena dia mengingat dirinya sudah mati, tetapi yang mengganjal di dalam pikirannya "Kenapa aku masih hidup?" tentu saja jawabannya sangat mudah di tebak ,yaitu Ren Arata.


Benar Ren menghidupkan Eiji yang sudah mati akibat bertarung dengan Silya.


Sekarang Eiji terkejut melihat dirinya di ikat, dan juga dia juga di buat tambah terkejut melihat Asahi yang ada di depan matanya.


"Asahii...? Benar kan?! Kau itu Asahi...?!" Ucap Eiji yang sangat terkejut.


Mendengar perkataan Eiji,Asahi menjadi sangat bahagia, matanya tidak berhenti mengeluarkan air mata bahagianya.


"Ah...,Iya ini aku Asahi. Aku Asahi...,Aku kira kau sudah mati, tetapi ternyata hanya ilusiku saja..."


"Benar,aku juga mengira bahwa aku sudah mati. Tetapi ternyata aku masih hidup! Aku sangat senang...,Aku sangat senang...,akhirnya kita bisa bersama lagi..."


"Benar."


Mereka berdua saling berbicara dengan penuh cinta..., dan pemandangan ini membuat Ren tersenyum jahat.


Asahi pun mulai mengeluarkan tangannya dari sela jeruji besi itu untuk menggapai tubuh Eiji yang terikat tidak bisa bergerak.


"Eiji..." Ucap Asahi yang sangat gembira.


Lalu Eiji melihat ada seseorang yang mendekat dari belakang Asahi, dan Eiji tahu siapa..., ya benar dia itu adalah Ren.


"Asahi di belakangmu!"Teriak Eiji.


"Eh?"


*Klk!*


Ren pun menarik tubuh Asahi dengan kasar sehingga badan asahi menempel dengan tubuh Ren.


"Benar kan? Kau masih memiliki alasan untuk hidup hehe~, jadi aku akan lebih senang saat menikmatimu di depan apa yang menjadi alasan hidupmu hehe~"Ucap Ren yang tersenyum jahat, lalu kemudian Ren menjilati leher Asahi di depan Eiji.


"Eh?Tidaaaak!"Teriak Asahi sambil memberontak ingin melepaskan diri dari Ren.


Melihat perbuatan Ren yang melecehkan Asahi,membuat Eiji sangat marah.


"B*JINGAN! APA YANG KAU LAKUKAN PADA ASAHI?! LEPASKAN ASAHI! JIKA TIDAK KAU PASTI AKAN SANGAT MENYESAL!" Marah Eiji.


"Ya..! Aku pasti sangat menyesal jika aku tidak memperkosa Asahi di depanmu hahahahahahahahaha!HAHAHAHAHA!" Ucap Ren yang tertawa terbahak - bahak dengan penuh rasa senang.


"B*NGSAAAAAT...!" Marah Eiji.


Ren tidak mempedulikan Eiji yang marah itu,lalu Ren mulai menggerepe dada Asahi yang cukup besar itu menggunakan kedua tangannya.


"T-tidakk! Lepaskan aku baj*ngan!" Marah Asahi kepada Ren,tetapi dia juga takut di ikuti air mata yang hampir menetes.


Karena Asahi masih menggunakan baju sekolahnya ,dan baju sekolah milik Asahi tidak akan kotor dan bau walaupun bertahun - tahun di pakai tanpa di cuci.


*Roek!*


Dengan penuh kesenangan, Ren merobek seluruh pakaian yang di kenakan Asahi.


"T-Tidaaak! Tidak! Tidak! Jangan!"Teriak ketakutan Asahi.


"BERANINYA KAU REN!!!!!" Marah Eiji kepada Ren dan ingin menyelamatkan Asahi... Tetapi percuma. Dirinya sama sekali tidak bisa bergerak.


Lalu Ren melorotkan celananya dan Asahi melihat hal itu karena menoleh ke belakang pun menjadi sangat ketakutan dan terus memberontak.


Tetapi dirinya tidak bisa karena sekarang kedua tangannya sedang di pegang oleh Ren.


"Waktunya mengambil kesucianmu hehe~"


"Tidak! Jangan masukan itu! Itu menjijikan! Jangan masukan benda besar jelek itu!"Asahi sangat ketakutan dia sangat ketakutan.


Slep!

__ADS_1


Ren memasukan bendanya ke lubang pink Asah dari belakang, dan kemudian darah keluar karena sobeknya selaput keperawanan milik Asahi.


"Hick!*" Asahi merasakan sesuatu masuk di dalam tubuhnya.


"S-sakit! Itu sakit... Le-lepaskan aku..., ini sakit..." Ucap Asahi yang menangis tersedu - sedu.


Melihat perbuatan Itu Eiji menjadi sangat marah.


"REN! B6JINGAN! B*NGSAT! B*NGSAT! KU BUNUH! KU BUNUH KAU! BUNUUUUUUUHHHH!" Kemarahan Eiji melunjak sangat drastis.


"Hahahahahahaha! HAHAHAHAHAHAHAH! AAAAH! LUAR BIASAAAA! HEBAT! JADI INIKAH RASANYA MEMPERKOSA GADIS PAHLAWAN DARI DUNIA LAIN!"


"POIN KU MENINGKAT DENGAN SANGAT CEPAT DARI BIASANYA! HAHAHAHAHAHAHHAHAHAHA!"


[Mendapatkan Poin Kejahatan 30.000.000+]


[1.000.000+]


[1.000.000+]


[1.000.000+]


[1.000.000+]


...........


Poin kejahatan terus bertambah dan bertambah dengan sangat cepat.


Ren pun memperkosa Asahi dengan sangat kasar, Ren menggoyangkan pinggul Asahi dengan sangat cepat yang bahkan 3x lebih cepat dari biasanya.


"Berhenti...! Aku...sangat...sesak..., itu sakit..., kumohon berhenti..." Asahi terus menerus memohon untuk berhenti, di wajahnya sudah penuh dengan air mata.


Tetapi Ren tidak mempedulikannya, dan terus memperkosa Asahi. Sedangkan Eiji dia terus menerus berteriak marah ,dia terus melontarkan kata - kata kasar kepada Ren.


Tetapi Ren tidak peduli, dan terus memperkosa Asahi.


"Be...rhe...nti..., A...ku s..udah t..idak k...uat lagi..."


Asahi sangat lemas, dan memohon Ren untuk berhenti memperkosanya. Tetapi Ren sama sekali tidak mendengarkannya.


Juussst!*


Ren mengeluarkan cairan putihnya di dalam rahim Asahi..


"Aaa......" Asahi ingin berteriak tetapi tidak bisa karena dia sudah terlalu lemas untuk berteriak.


1 Jam kemudian...


Ren masih memperkosa Asahi, tetapi sekarang Asahi sudah pingsan tidak sadarkan diri karena di perkosa Ren terlalu kasar.


Kemudian Ren memutuskan untuk menyudahi sesi p*merkosaannya. Lalu kemudian Ren mendekati Eiji yang sangat marah kepada Ren ,dan itu sangat jelas matanya memerah tajam sembari mamancarkan aura membunuh+kemarahan kepada Ren.


"Kekasihmu itu sangat nikmat Eiji~" Ucap Ren yang tersenyum jahat.


Dan Eiji hanya diam tidak menjawab.


"Diam saja? Kalau begitu matilah!"


*SRING!*


Ren memotong leher Eiji menggunakan tangannnya ,dan darah muncrat berceceran.


Lalu kemudian Ren membawa Asahi yang masih tergeletak di lantai penjara ke tempat para budak Ren berkumpul.


[Selamat Mendapatkan Total 204.088.000 Poin Kejahatan dari memperkosa Pahlawan di depan kekasihnya]


Author : Yoo... bagaimana?puas?kurang?silahkan baca doujin aja kalau kurang puas awoakawoaok. Oh ya sesuai janji ya pembukaan arc 5 adegan p*rkosa Asahi.


Jadi berikan dukungan dengan cara Like,Vote,Komen dan Rate bintang 5 supaya Saya makin semangat buat updatenya.


Oh ya jika ada yang lupa ilsutrasi Eiji dan Asahi nih gw tampilin lagi.

__ADS_1



...~Salam Dari Author Riza~...


__ADS_2