Experience Love "si Gadis Tomboy"

Experience Love "si Gadis Tomboy"
Libur panjang 2


__ADS_3

Aryo pun telah mengantar Zee pulang kerumahnya, dan setelahnya Aryo berpesan kepada Zee, bahwa untuk satu minggu kedepan, dia tidak bisa mengunjungi Zee, karena Aryo akan menghadapi ujian semester dan Zee pun mengiyakan sembari memberikan semangat untuk sang kekasih.


Hari demi hari berlalu, kini hari kelima Zee berada dirumahnya, tak banyak kegiatan yang dilakukan oleh Zee selain membantu ibunya dalam mengurus pekerjaan rumah, sesekali dia juga bermain bersama teman_teman yg ada disekitar rumahnya.


Di lain tempat tampaknya ada seseorang yang dilanda kegalauan, karena semenjak acara perpisahan itu dia tidak pernah bertemu lagi dengan Zee.


Doni, ya dia kini tengah bingung memikirkan bagaimana mencari alasan supaya dia bisa bertemu dengan Zee, terbesit ide brilian dari benaknya.


*Doni


"P"


Zee


"Waalaikum Salam Pak"


Doni


"Assalamualaikum, Maaf! "


"Tolong sharelok alamat rumah kamu, saya mau ambil baju yang tempo hari saya pinjamkan ke kamu"


Zee


"Maaf Pak biar saya saja yg mengantar kerumah bapak"


Doni


"Tidak usah, kebetulan saya melintas wilayah rumah kamu jadi sekalian saja saya mampir ambil baju itu"


Zee


"Baik Pak, kebetulan bajunya jg sudah saya cuci! saya sharelok sekarang*"


Zee pun mengirim lokasi rumahnya kepada Doni, dan benar perkiraan Zee kalau baju itu hanya dipinjamkan untuknya,tapi Zee tidak masalah dengan itu, toh dari awal Zee pun tidak berharap diberikan secara cuma_cuma.


Doni menerima pesan lokasi dimana alamat rumah Zee, tanpa berfikir panjang dia pun melajukan motor sportnya menuju rumah Zee dengan hati yang berbunga_bunga.๐ŸŒบ๐ŸŒผ๐ŸŒป


"*Assalamualaikum.. "


"Waalaikum Salam... "sahut seseorang dari dalam rumah, lalu keluarlah ibu Zee dari dalam rumahnya


"Maaf, benar ini rumahnya ANDARA FAUZIA?"sapa Doni setelah ibu Zee berada dihadapanya


"Benar! maaf mas ini siapa ya? tanya ibu Zee dengan ramah, sembari mengingat_ingat sepertinya wajah Doni ini tidak asing baginya, tapi ya sudahlah mungkin hanya mirip orang yg pernah dia temui di pasar atau dimana saja.


"Saya Gurunya Zee"jawab Doni dengan ramah sembari mengulas senyum dibibirnya, karena dia tidak ingin memberi kesan buruk kepada orang yang MUNGKIN kelak menjadi mertuanya. Tapi ingat ini masih Kemungkinan!!


"Ma..mari masuk Pak?"ibu Zee sedikit terkejut dengan apa yg beliau lihat saat ini, bahwa Guru dari anaknya ini terlihat masih sangat muda dan tentunya tampan."Sebentar saya panggilkan Zee"bukanya masuk kedalam rumah, ibu Zee terlihat mendongakkan kepalanya melihat keatas atap rumahnya dari depan teras

__ADS_1


"ZEE AYO TURUN DULU NAK, INI ADA TAMU KAMU! "teriak ibu Zee, dan Doni masih berdiri didepan pintu dengan mengerutkan keningnya.


"IYA, BUK SEBENTAR! "jawab Zee dari atas sana, tidak lama lalu Zee turun dari atas atap rumahnya menggunakan tangga bambu milik tetangganya dan ditanganya dia membawa kantong kresek hitam yang ntah apa isi didalam nya.


"Eeh... ternyata Bapak, Ayo silahkan masuk Pak!"ternyata doni masih menunggu Zee di depan teras rumah Zee, lalu Doni pun mengangguk dan mengekor dibelakang Zee


"Buk, terus ini gimana,SITI mau diapain? "tanya Zee kepada Ibunya yg telah membawakan secangkir teh untuk Doni.


"Udah Bakar aja hidup2 ato langsung Kuburin hidup2 juga boleh! "Doni menatap Zee dan Ibunya dengan wajah terkejut, seolah_olah Zee dan ibunya adalah orang yg tidak mempunyai Prikemanusiaan*!


"*Tunggu sebentar apa yang sudah dilakukan oleh SITI?"sela Doni tiba2, dia berusaha menengahi situasi antara Zee, Ibunya Zee dan SITI


"Banyak Pak! SITI sudah sangat meresahkan warga Pak, dari sabun, ikan, bumbu2 dapur, sepatu bahkan daleman pun sering hilang digondol sama SITI"jelas ibu Zee panjang lebar, dengan intonasi yg menggebu_gebu


"Apa tidak bisa dibicarakan dengan cara baik2, atau mungkin dilaporkan saja ke pihak kelurahan kalau memang sudah meresahkan, sebagai warga negara yang baik kita tidak boleh main Hakim sendiri!"Penjelasan dan Arahan yg bijaksana dari Doni agar bisa meredam emosi Zee dan ibunya


"(?????)"Zee dan ibunya diam dan hanya menatap bingung ke arah Doni, Zee dan ibunya tidak habis fikir kenapa Doni begitu membela SITI"(Apakah Doni sudah mengenal SITI atau sudah ada Konspirasi sebelumnya antara Doni dan SITI)"mungkin begitulah kira2 isi pemikiran yg ada dikepala Zee dan ibunya!


Dari pada Zee penasaran ada hubungan apa Doni dan SITI? akhirnya Zee pun membuka suara " Tunggu_tunggu Pak, apa bapak kenal dengan SITI? "Doni pun menggeleng cepat dan menjawab "TIDAK"


"Lalu Bapak tahu SITI itu siapa? "lagi2 Doni hanya menggeleng dan menjawab "TIDAK"


"Zee dan Ibunya hanya bisa "TEPUK JIDAT"mendengar jawaban dari Doni, dan Doni semakin bingung dengan Expresi Zee dan ibunya.


"Bapak mau tau, siapa SITI sebenarnya?"tanya Zee kepada Doni dengan nada mengintimidasi, sedang ibu Zee hanya menahan senyum dengan tingkah anaknya. Doni mengangguk dan berkata"Dimana SITI, nanti saya bantu bicara baik2 dengan dia?!"


Zee pun akhirnya mengerti apa yg ada di pikiran Doni, tanpa diminta ide jahilnya pun muncul ."Yakin Pak? SITI ada didalam sini!"goda Zee meyakinkan Doni sambil menyodorkan kantung kresek hitam yg dari tadi digenggamnya


"HAAAAAAAAAAA......!!!"dan lansung Doni pun melempar kantong kresek itu kesembarang arah


"Yaaaaaahhh.... Yaaaaaa... Kenapa dibuang sih Pak!!" gerutu Zee yg usahanya sia_sia karena sudah susah payah menangkap SITI .


"Bwahahahahaha... " ibu Zee hanya bisa tertawa lepas melihat tingkah konyol guru dan murid satu ini. karena ibu Zee sudah hafal dg tabiat usil anaknya.kini Zee kena batunya akibat ulah keusilanya yg ingin menjahili gurunya.


"Makanya jadi orang jangan USIL!"ujar ibu Zee sambil berlalu pergi ke belakang.


"Gara_gara bapak sih, jadi lepaskan deh tu si SITI !!"Zee mendengus kesal,hasil buruanya lepas begitu saja, sedangkan Doni hanya bisa menahan tawa dan malu ketika berusaha membela Siti.


"Kamu jg sih, saya itu takut sama Tikus kenapa malah kamu kasihkan kesaya?"gerutu Doni, yg tidak terima disalahkan oleh Zee


"Ya mana saya tau kalo bapak takut sama Siti!"masih saling menyalahkan, ibu Zee yg mendengar perdebatan Unfaedah dari guru dan muridnya hanya bisa senyum2 sendiri. "Lagian jg bapak mana sok_sok'an belain Siti lagi! "sambung Zee masih dg wajah kesalnya.


Seketika wajah Doni berubah merah, karena teringat dengan begitu kekeh membela Siti (Si Tikus) dan melihat itu Zee berniat menggoda gurunya lagi "Jadi gimana Pak, apa Bapak mau bantu saya ngomong baik2 ama tuh Siti?"๐Ÿ˜’belum sempat menjawab pertanyaan dari Zee~...


"Assalamualaikum... "teriak seseorang dari luar rumah, belum sempat menjawab ternyata si biang suara sudah masuk kedalam rumah


"Waalaikum Salam... "koor Zee dan Doni


"Eehh... ada Pak Doni? ๐Ÿ˜dalam rangka apa ini Pak kok tumben, apa mau ngajak duet Zee lagi ya? pertanyaan panjang lebar dari Via, ya ternyata si tamu yg tak di undang itu adalah si Via

__ADS_1


"Enggak kok, cuma skalian mampir tadi kebetulan lewat daerah sini"Jawab doni mencoba memberi alasan


"Rumah kamu jg daerah sini ya? tanya Doni balik ke Via


"Enggak pak, kita tetangga desa dari sini kira_kira 2km, mampir kerumah saya Pak? di desa saya banyak Janda lho pak! "Cerocos Via yg langsung mendapat pelototan dari Zee "Vi, mulut lo tuh bocor bat sih?"gerutu Zee mendengar kata2 kurang sopan dari temanya itu!


"Jan didengerin Pak, si Via kalo ngomong memang suka asal!"


"Ya sudah tidak apa2, saya tau Via hanya bercanda"Doni hanya menjawab santai, dan merasa mendapat pembelaan si Via pun menjulurkan lidahnya kearah Zee "Weeekkk.. Pak Don~..."


"MBAK ZIA... udah ditunggu Bang Mickael di lapangan!"Belum tadi Via melanjutkan kalimatnya, tiba2 suara melengking dari anak kecil memanggil Zee


"Okey, suruh nunggu bentar gw mau ganti baju dulu"jawab Zee dari depan pintu sembari memberi pesan kepada anak kecil itu untuk seseorang yg menunggunya di lapangan


"Eeh.. Zee emang ada ya anak sini yg namanya Mickael? "tanya Via penasaran saat Zee masuk kedalam rumahnya lagi


"Yaelah... itu lho Vi, penggemar rahasia lo si Mail, dia tuh gak mau di panggil Mail gara2 namanya sama ama tukang gali sumur daerah sini! jelas Zee sambil masuk kedalam kamar untuk mengganti bajunya dan terdengar Via sedang tertawa dari arah ruang tamu mendengar penjelasan Zee.


"Lo mau kemana?"mendengar pertanyaan Via untuk Zee, Doni pun ikut mendongakkan kepalanya yg sedari tadi sibuk dengan layar ponselnya, dan doni pun mengerutkan keningnya melihat tampilan Zee yg sudah berganti pakaian.


"Ya kalee, gw pake baju bola kaya gini masa mau renang? Oh.. ya kamu sini aja Vi temenin dulu Pak Doni"


"GW/SAYA IKUT !"jawab mreka bersamaan


"Saya Penasaran, saya pengen nonton kamu main bola"ujar Pak Doni selanjutnya


"Ya sudah ayo! "ajak Zee kepada guru dan sahabatnya itu, lalu mereka pun izin kepada ibu Zee untuk ikut dengan Zee ke lapangan.


Setelah masuk ke dalam lapangan Zee pun langsung disambut oleh teman tim sepak bolanya yg rata2 adalah kaum pria. Zee merupakan striker dalam tim nya.


Pernah Zee ditolak oleh pemimpin persatuan sepak bola yg ada diwilayah kampung Zee karena alasan gender, tapi dengan kompak rekan2 satu timnya mengundurkan diri dg Kapten tim si Mickael alias Mail, akhirnya Zee pun diterima dengan alasan Zee merupakan Striker andalan di tim mereka.


Pak Doni dan Via pun duduk dibangku penonton sambil menyaksikan jalannya pertandingan, dan momen ini dimanfaatkan Pak Doni untuk tau banyak hal tentang Zee dari Via.


"Kamu sudah lama ya berteman dg Zee? "


"Tepatnya semenjak kami duduk di bangku SMP Pak! "


"Zee itu gadis Tomboy yg cuek, tp dia baik dan ramah dg siapa saja, semenjak saya kenal Zee hanya saya teman perempuan yg paling dekat dg Zee, dan selebihnya seperti yg bapak lihat sendiri teman2 Zee kebanyakan seorang laki2"penjelasan panjang lebar tanpa disela oleh Pak Doni. "meskipun Zee itu anaknya suka jahil, tp dia memiliki sifat yg dewasa,sosok yg sederhana dan meskipun dia anak tunggal tetapi dia tidak manja hanya saja Zee kurang peka terhadap Laki2.


Entah kenapa,tanpa diminta dan ditanya oleh Pak Doni, Via tiba2 menceritakan semua tentang Zee, sesekali pak Doni terlihat tersenyum mendengar penuturan dari Via


"Dan apakah sekarang Zee sudah memiliki pa~....


"GOOOOOOOOOLLLLLL.....!!!"teriak para penonton dg riuh, Via pun ikut lompat kegirangan melihat sahabatnya mencetak GOL ke gawang lawan dan skaligus menjadi penanda berakhirnya pertandingan dengan skor 1-0 yg dimenangkan tim dari Zee


Kalimat yg sempat terjeda pun kembali diurungkan Pak Doni untuk bertanya lebih lanjut ke Via, sepertinya dia harus mencari tahu sendiri tentang kisah Cinta dari seorang "ANDARA FAUZIA"


**Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komenya***...


__ADS_2