
Tanggal pernikahan yang sangat mepet, lagi_lagi mengharuskan Dua pasang kekasih ini harus super extra menyiapkan segala sesuatunya. Karena para orang tua menyerahkan sepenuhnya kepada mereka yang muda.
Yang muda berencana, yang tua mengeluarkan biaya! Namun anggapan itu salah, karena semua biaya akan ditanggung oleh Doni dan Aryo selaku penyelenggara acara, karena mereka tidak mau merepotkan para orang tua.
Setidaknya uang tabungan mereka jika digabungkan masih lebih dari cukup untuk menyelenggarakan Resepsi pernikahan yang cukup mewah.
"Emang harus ya, kita mengadakan resepsi semewah ini?" Tanya Zee kepada Aryo, Indira, dan Doni, saat ini mereka tengah ada diruangan Doni. Sembari melihat_lihat katalog yang di tawarkan oleh salah satu WO yang akan mereka sewa.
"Memangnya kenapa Zee? "Tanya Doni yg sedang duduk bersandar di kursi kebesaranya.
"Apa gak terlalu pemborosan ini namanya Mas? "Tanya Zee
"Ya enggak lah Dek, aku dan Bang Doni tu pengen kasih sesuatu yg spesial buat orang terspesial di hari pernikahan kami, iya gak Bang? "tatapan Aryo beralih ke arah Doni, dan diangguki oleh sang Abang.
"Udah lah Zee, kamu kaya orang susah aja! Biarkan para Lelaki kita mengapresiasikan perasaan mereka, kita mah sebagai wanitanya manut aja! "Timpal Indira.
"Manut si manut Ndi, tapi masa iya cuma untuk satu hari, Buget nya sebesar ini? "Jiwa Missquin Zee meronta_ronta.
Kan lumayan Buget sebesar ini buat beli Bakso plus gerobaknya?Batin Zee.
"Kamu gak usah pikirin masalah itu Zee, yg harus kamu pikirin sekarang, kamu pilih tema apa yg pas buat acara resepsi nanti!"Ujar Doni.
"Iya Dek, sekarang mending kamu diskusi sama calon kakak ipar kamu ini. "Lanjut Aryo.
Para lelaki tengah sibuk memilih model undangan dan mencatat nama_nama yg akan mereka undang, dan selanjutnya akan mereka serahkan kepada pihak WO agar segera dicetak mengingat waktu yg sangat mepet.
"Kira_kira tema apa yang pas buat resepsi kita nanti Zee? "Tanya Indira yang kini sudah duduk disebelah Zee
"Aku mah terserah kamu aja, yang penting gak ribet! "Jawab Zee santai
"Ih.. kamu gak asik, terus apa gunanya coba kita diskusi kaya gini! "gerutu Indira yang kesal terhadap sikap cuek Zee.
"Ya udah, asikin aja gitu aja kok repot! "jawab Zee. Doni dan Aryo hanya bisa geleng_geleng kepala melihat dua sahabat yg sebentar lagi menjadi sodara ipar tengah berdebat.
"Gini ya Zee, aku tuh pengen pilih tema yang Antimainstream gitu, menurut kamu apa coba? "Jelas Indira yang masih tidak mau menyerah.
Zee terlihat menggaruk pelipisnya dengan satu jarinya, seolah tengah berfikir.
__ADS_1
"Aha... Gimana kalo Mas Doni dan Bang Aryo suruh pake KOTEKA aja! "Zee menjentikan jarinya ke udara.
Aryo, Doni dan Indira seketika memasang tampang cengo menoleh ke arah Zee, merasa kaget dengan ide konyol Zee.
"Kamu gila ya? "Ujar Doni.
"Gimana sih, aku bilang terserah katanya aku gak asik, aku usul gini dibilang gila! kan jadi serba salah sayanya? "Celetuk Zee dengan wajah tanpa dosa.
"Yang bener aja masa laki gw, lo suruh pake Koteka?" Gerutu Indira
"Kan lo sendiri, yang pengen tema Antimainstream? "elak Zee
"Emang kamu rela ya Dek, tubuh sexy Abang dinikmati banyak orang? "Sela Aryo
"Yaelah Bang, anggap aja amal! "Jawab Zee santai
"Gimana Bang, setuju gak acara resepsi kita sekalian di jadikan Badan amal? "tanya Aryo ke Doni, dengam menaik turunkan alisnya.
"Gw sih setuju_setuju aja asal istri_istri kita juga pake BH aja ntar, gimana? "Doni membalas ide jahil Zee. dan langsung mendapat lemparan katalog yg ada ditangan Zee dan Indira.
"Udah.. udah ayo kembali fokus!"Lerai Doni
"Zee...Zee "Panggil Indira sambil menyenggol lengan Zee yg duduk disebelahnya.
"Hhmmm" Guman Zee yg tengah fokus pada ponselnya, ntah apa yg dilakukan oleh Zee.
"Lihat deh ini, Bagus ya? Kita pake tema Bollywood aja? "Tunjuk Indira ke layar ponselnya pada Zee.
Zee mengalihkan pandanganya ke ponsel Indira, Zee mengernyit, "Lo aneh_aneh deh ndi, ogah gw!masa gw berhijab gini puser gw kemana_mana?"Tolak Zee sedikit sewot, kembali konsentrasi Doni dan Aryo terusik mendengar ucapan Zee.
"Apa lagi sih, bisa gak sih sehari aja kalian itu kompak? "Pinta Doni pada Indira dan Zee
"Lagian lo sih, belum juga denger penjelasan gw, udah nyolot duluan!"Ucap Indira, dengan mengerucutkan bibirnya."Nih dengerin maksud gw tuh, kita pake tema yang memakai hijab. "Lanjut Indira menjelaskan
"Acha_acha..." Goda Zee sembari menggoyangkan kepalanya, dengan senyum lebar di bibirnya, tanda setuju dari Zee. Tidak buruk juga dengan pilihan Indira, ya meskipun banyak memakai accesoris, tapi yang penting menurut Zee tidak ribet waktu dipakai berjalan.
"Berarti Deal ya, kita pakai tema ini!
__ADS_1
Zee dan Indira sudah mensepakati tentang tema apa yg akan mereka pakai saat resepsi pernikahan nanti. Doni dan Aryo pun telah selesai dengan urusanya.
"Beb, makan yuk? "Ajak Indira pada Doni yang sudah selesai mencatat nama_nama para undangan.
"Boleh? "Jawab Doni, tersenyum
" Alhamdulillah Ya Alloh, Akhirnya kita makan juga nak? "Ucap Zee sambil mengelus_elus perutnya, dan lagi_lagi mereka bertiga dikejutkan dengan tingkah Zee.
"Dek, maksud kamu anak siapa? "Tanya Aryo, Zee mengangkat wajahnya yang semula dia arahkan keperutnya.
Zee melihat ada wajah_wajah penasaran dengan tatapan intimidasi, ide usil Zee pun langsung bekerja "Ya anak_anak Cacing berpita aku lah Bang? "Jawab Zee dengan nada manja.
Aryo, Doni dan Indira memutar kedua matanya malas, setelah mendengar pernyataan Absurd dari Zee.
"Lo yang sabar, mulai dari sekarang siapin Mental dan banyakin stock kesabaran ngadepin calon istri uniq lo ini! "Ujar Doni, menepuk_nepuk bahu sang Adik ketika akan berlalu dan berhenti di depan Aryo.
____________
"Kamu mau pesan makan apa sayang? "tanya Doni ke Indira, yang saat ini sudah berada di kafe langganan mereka untuk bersantap malam.
"Makan yang ringan_ringan aja Beb, udah malam ini, aku takut gendut !"Jawab Indira.
"Ya udah makan aja kapas noh, ringan!"Celetuk Zee, Indira hanya mencebikan bibirnya.
"Kamu pesan apa Dek? "Giliran Aryo bertanya pada Zee.
"Apa aja Bang yg penting enak dan mengenyangkan! "Jawab Zee dengan Semangat.
Mereka berempat pun kemudian memesan makanan sesuai pesanan mereka masing_masing.
"Oh ya tadi, gimana masalah Suvenier udah di tentuin juga? "Tanya Aryo pada mereka bertiga.
"Astagfirulloh, kelupaan gw!"Indira menepuk jidatnya "Terus apa dong kira_kira yang cocok untuk Suvenier kita nanti? "Lanjut Indira
"Centong nasi jg bisa! "Jawab Zee asal, sembari makan biji kuwaci favoritnya yg sempat dia beli di kantin kampus.
"Suka ngaco nih anak kalo ngomong, ya kale kita nikahnya di gedung mewah masa Suveniernya centong nasi?"Timpal Indira
__ADS_1
Perdebatan yg akan dimulai pun seketika berhenti ketika pesanan makanan mereka disajikan di atas meja. Mereka segera menyantapnya terlebih sudah lewat jam makan malam.