Experience Love "si Gadis Tomboy"

Experience Love "si Gadis Tomboy"
-


__ADS_3

Setelah mengambilkan pakaian untuk sang Suami, Zee duduk ditepi ranjangnya, tampak kegelisahan diraut wajah Zee. Ternyata Aryo menyadari kegusaran yang tengah melanda Istrinya itu.


"Dek, kamu kenapa? "Zee mengangkat wajahya ke arah sang suami yang tengah berdiri dihadapanya.


" Gak papa Bang! "Zee mengulas senyum yang dipaksakan, Sesungguhnya Zee benar_benar tak enak hati kepada sang suami.


"Bicara sama Abang, kamu kenapa? Heum?" Aryo merubah Posisinya, yang kini telah berlutut dihadapan Istrinya dengan menggenggam erat tangan Zee.


"Maafin aku ya Bang, aku belum bisa jadi Istri yg baik buat kamu, aku belum menunaikan kewajiban aku sebagai seorang istri! "Ucap Zee dengan mata yang berkaca_kaca.


Aryo memeluk sang Istri, tak lama melepas pelukanya lalu mengecup kening sang Istri dengan lembut. " Jangan pikirkan itu sayang, Abang gak akan memaksamu, dan Abang akan menunggu sampai kamu siap. "Ujar Aryo, dengan senyuman manisnya.


"Makasih ya Abang? "Zee kembali memeluk suaminya.


Tak banyak kegiatan hari ini yang dilakukan oleh Zee dan Aryo, mereka hanya menghabiskan waktunya untuk bersantai dirumah.


Karena memang rasa lelah yang masih mereka rasakan, setelah acara Resepsi yang begitu melelahkan.


Namun rasa bosan pun menghampiri mereka saat sore hari. "Dek, kita kerumah Abang yuk?" Ajak Aryo pada sang Istri yang kini tengah bersandar dibahunya sambil menonton film kartun ke sukaan Zee.


Zee menegakan posisinya menghadap sang suami. "Boleh Bang, lagian seharian ini kita gak kemana_mana sama sekali !"


"Ya udah, hayuk? Pake mobil baru ya?"


"iiihh, gak mau! Pake motor aja biar aku bisa nempel_nempel sama kamu? "Ucap Zee dengan nada manja yg dibuat_buat.


"Waahh...Kalo gitu, sekalian aja kita jalan_jalan, biar bisa lamaan dikit nempelnya?" Sahut Aryo mengedipkan matanya nakal, lalu beranjak ke kamar mengambil kunci motornya.


Tak lama kemudian, Zee menyusul sang suami ke kamar, berniat hanya sekedar berganti pakaian.


Sambil menunggu Istrinya yang tengah bersiap, Aryo mengalihkan perhatianya ke layar ponselnya, untuk berbalas pesan dengan teman_temanya yang mengucapkan selamat atas pernikahanya.


"Bang, yuk aku udah selesai! "Ajak Zee setelah selesai dengan ritual dandan ala kadarnya.


Kemudian Aryo beranjak berdiri dari tepi ranjangnya, menghampiri sang Istri yang masih berdiri di depan meja riasnya.


Meskipun kata Selesai telah diucapkan, namun masih ada saja yang di lakukan Zee di depan cermin besarnya.


"Katanya sudah selesai?" Tangan Aryo memutar tubuh Zee untuk menghadapnya. Ditatapnya wajah sang Istri begitu lekat. Entah apa yang dilihat Aryo sampai ia tak berkedip ketika menatap istrinya itu.


"Bang, kamu ken~...Huummpp." Tanpa permisi Aryo langsung mendaratkan ciumannya dibibir Zee. Zee hanya bisa terbelalak mendapat serangan tiba_tiba dari sang Suami, karena ini pertama kali Aryo mencium bibirnya.


Tak ada pergerakan dari bibir Zee, perlahan Aryo ******* bibir lembut istrinya itu. Semakin lama Zee terbuai dengan permainan dari suaminya, tanpa bisa mengimbanginya.

__ADS_1


Namun Aryo, tidak masalah karena ini pengalaman pertama untuk istrinya, kali ini biarkan Aryo yang memainkanya sembari mengajari istrinya.


Dirasa mulai kehabisan nafas, Aryo melepaskan pagutan dari bibir Zee, kemudian mengusap lembut bibir Istrinya dengan ibu jarinya.


"Maaf ya sayang, Aku bener_bener gak tahan melihat kamu secantik ini? "Ucap Aryo lembut. Nampak wajah Zee bersemu merah seketika.


"Tapi, maaf Bang aku gak bisa ngimbangin kamu?" Jawab Zee malu_malu.


" Duh, imutnya Istri aku? Gak papa sayang, itu berarti aku orang pertama yg merasakan bibir manis kamu, nanti Abang ajarin deh? "Goda Aryo mengerlingkan satu matanya.


"Apaan sih Bang? Tapi sepertinya Abang udah pengalaman banget ya? "Tanya Zee kemudian, Aryo hanya tertawa kecil menanggapi pertanyaan dari istrinya. Aryo memanglah sangat berpengalaman dalam hal berciuman, namun tidak lebih dari itu.


"Gak jadi keluar ya Dek? Abang mau dirumah saja sama kamu? " Alibi Aryo.


"Yah... aku udah dandan ini, masa gak jadi keluar? Desah Zee kecewa.


"hehehe, Abang becanda kok? Tapi besok2 kalo mau keluar, jangan dandan cantik kaya gini lagi ya? Kecantikan kamu hanya untuk Abang! "Zee kemudian berbalik arah menghadap cermin, memastikan ucapan sang suami, namun Zee merasa dandananya pun masih seperti biasa tidak berlebihan.


Aryo dan Zee pun keluar rumah, namun meleset dari rancana awal yg tadinya ingin berkunjung ke rumah sang Abang, Doni.


"Bang, rumahnya Mas Doni udah kelewatan lho? "Ujar Zee, mencondongkan wajahnya tepat dibahu Suaminya. Padahal dulu Zee tak berani sedekat itu, bahkan sekarang Zee sudah tak ragu lagi melingkarkan tanganya keperut suaminya.


"Emang kita gak jadi kerumah Abang! "Sahut Aryo sedikit menoleh ke samping, agar suaranya bisa terdengar oleh istrinya.


Lagi_lagi adegan klasik di lampu merah pun terjadi.


"Kebiasaan deh! Kenapa sih selalu harus ngerem mendadak?" Gerutu Zee. Karena membuat tubuhnya membentur punggung suaminya.


"Sorry, Sengaja! Habisnya enak, ada yang empuk_empuk gitu? "Kelakar Aryo sembari menunggu lampu merah berganti warna hijau.


"Iihh.. Modus banget sih?" Terlihat dari kaca spion Zee nampak malu_malu.


" Modusin istri sendiri itu pahala Dek. "Jawab Aryo. Satu tanganya membelai tangan Istrinya yg melingkar di perutnya.


Setelah Lampu berganti warna, Aryo melajukan kembali motornya dengan kecepatan sedang, sembari menikmati udara sore hari.


Mulai dari acara jalan_jalan sore ketaman kota, kemudian dilanjutkan makan malam di luar dan menunaikan sholat berjamaah di masjid, karena waktu tidak memungkinkan untuk sholat dirumah.


Kini Aryo dan Zee bergegas segera pulang, karena hari sudah malam, namun bintang tak menampakan sinarnya, pertanda akan turun hujan.


Tak bisa dielak lagi, hujan pun turun begitu deras, namun Aryo tak menhentikan laju motornya, karena jarak rumahnya sudah tidak terlalu jauh.


Aryo dan Zee sudah dalam keadaan basah kuyup ketika sampai di rumahnya.

__ADS_1


"Dek, cepet ganti baju, nanti kamu masuk angin! "Perintah Aryo pada istrinya saat sudah masuk kamar.


Tanpa menjawab ucapan Suaminya, Zee pun bergegas ke kamar mandi untuk berganti pakaian, karena ia pun sudah merasa kedinginan.


Tak lama Zee keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi yang panjangnya satu jengkal diatas lutut, dan dengan rambut panjang dibawah bahu yg tergerai sedikit basah.


Glup...


Aryo menaik turunkan jakunya, ketika melihat penampilan Istrinya, yang entah mengapa lebih terlihat sexy meski hanya memakai jubah mandinya.


Aryo menghampiri Istrinya yang sedang menyisir rambut basahnya. Dipeluk Istrinya dari belakang, diarahkan wajahnya di ceruk leher istrinya. Zee sedikit menggeliat karena merasa geli.


Aahhh....


Tak sengaja keluar desahan dari mulut Zee, dan membuat Aryo semakin bergairah ditengah derasnya hujan malam ini.


Dengan cepat Aryo merubah posisinya menghadap Istrinya, Kembali Aryo memberikan serangan ciuman kepada Istrinya.


Zee masih kaku, tak bisa mengimbangi suaminya, namun Aryo perlahan menuntunya untuk mengikuti permainanya.


Semakin lama Zee terbuai dengan keromantisan yang terjadi, tak menghiraukan lagi dengan tangan aryo


Aryo menggiring istrinya menuju ranjang empuknya dan Zee melingkarkan tanganya di leher Aryo.


"Dek Abang menginginkan kamu malam ini!" Aryo meminta persetujuan Istrinya, karena bagaimanapun Aryo tidak ingin menyakiti Zee.


Zee hanya mengangguk, dengan pipi yang sudah bersemu merah.


"Apa kamu siap? "Zee tersenyum.


"Bang, sakit! "


"Abang pelan_pelan sayang?"


Dan Terjadilah pergulatan nikmat sepasang pengantin baru sepasang Suami, Istri ini.


"*GOOOOOOOLLLLLLLL......."


🙊🙉🙈*


*Huwaaaaaaaaa... 😭😭😭 Cukup segini aja ya, Hidung Author udah kembang kempis ngetik Part ini, semoga Readers tidak kecewa... 😩Gak lagi_lagi deh aku nyuruh author2 sebelah suruh bikin part yang kaya gini, ternyata sungguh_sungguh nyeri kalo harus bayangin terus dituangin ke dalam tulisan. 🙏🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan Like dan Komenya, dikasih Vote juga gak papa... 😊*

__ADS_1


__ADS_2