Experience Love "si Gadis Tomboy"

Experience Love "si Gadis Tomboy"
Membahas 2


__ADS_3

Author Pov


Setelah kamarin Doni dan Aryo membahas acara lamaran dengan Zee dan Indira, yang mendapat kesepakatan jika Doni lah yang terlebih dahulu menggelar acara lamaran untuk Indira.


Lain hal dengan orang tua Doni dan Aryo, yang menentukan jika acara lamaran untuk kedua putra mereka akan dilaksanakan dalam waktu yang hanya berselang dua hari. Doni terlebih dahulu kemudian berselang dua hari untuk Aryo.


Karena kesibukan Ayah mereka yang menuntut tidak bisa mengambil cuti terlalu lama. Orang tua Doni dan Aryo pun memberikan waktu dua minggu dari mereka memberi kabar pertunangan untuk mempersiapkan segala sesuatunya.


Doni pun memutuskan untuk memakai jasa Wedding Planner untuk mengurus acara lamaranya dengan Indira, karena Doni tidak banyak memiliki waktu luang, begitupun dengan Indira yang sudah bekerja di salah satu rumah sakit sebagai seorang Perawat.


Namun Aryo, belum membahas lagi dengan Zee tentang acara lamaran untuk mereka, dan rencananya Aryo akan membahasnya setelah pulang kerja.Seperti biasa Aryo akan menghampiri Zee dikampusnya.


____________


Kali ini Aryo memilih menunggu Zee di parkiran, karena Aryo tau pasti saat ini diruangan Doni sudah ada Indira, kekasih sang Abang. Dan tentunya Aryo tidak mau melihat Doni dan Indira bermesraan.


"Assalamualaikun Abang? "Sapa Zee ke Aryo yang tengah sibuk dengan ponselnya, dan masih setia duduk diatas motor maticnya.


"Eh... Waalaikum Salam Dek" Jawab


Aryo sedikit terkejut, lalu menoleh dan tersenyum ke arah Zee.


"Kok tumben nunggu disini, kenapa gak nunggu diruanganya Mas Doni aja? "ujar Zee yg masih berdiri disamping Aryo.


"Ck..Kaya gak tau aja sih Dek, masa iya aku suruh lihatin orang mesra_mesraan, kalo Abang pengen gimana, kan susah? Aryo berdecak, Zee hanya terkekeh menanggapi sindiran Aryo. "Jadi, sekarang mau makan dulu atau gimana? " Tawar Aryo selanjutnya.


"Pulang aja deh Bang, ntar kita ngobrolnya di kosan aja! "jawab Zee yang sudah duduk diboncengan Aryo.


Aryo dan Zee duduk bersebrangan dikursi teras rumah kostnya Zee, sembari memakan snack yang sebelumnya mereka beli di Mini Market sebrang kampus.


"Jadi, Abang mau bahas apaan? "Zee membuka suara.


"Untuk acara lamaran kita, kamu mau pake Wedding Planner gak?waktunya kan dua minggu lagi. "


"Menurut aku gak usah sih Bang, buang_buang duit aja, lagian aku gak terlalu sibuk juga, biar entar aku minta bantuan ibu aja buat persiapin semuanya."


"Gak enak dong Dek, ngerepotin Ibu kamu? "


"Gak papa lah Bang, toh ibu mempersiapkan buat aku juga kan? "


"Ya udah Abang sih ikut kata kamu aja, tapi ntar kalo kamu butuh apa_apa, bilang sama Abang ya? "


"Iya Abang"Zee mencubit pipi Aryo, gemas.

__ADS_1


"Sakit Dek, kalo gemes tu jan disitu tapi disini."Tunjuk Aryo di bibirnya.


"Sabar ya Abang, akan indah pada waktunya kok."Aryo pun tersenyum mendengar ucapan sang kekasih.


_____________


Brakk...


"Zee, gw mau curhat nih! "Zee mendongak terkejut, mengalihkan pandanganya dari layar komputer ke arah asal suara


"Kebiasaan deh, ngagetin! Mbok ya salam dulu kek! "Zee mendengus kesal.


" Iya deh maaf, Assalamualaikum.. "


"Waalaikum Salam.. Ya udah, mau curhat apaan, gw dengerin mumpung pengunjung lagi sepi! "Zee merubah posisi duduknya, kedua lenganya bertumpu diatas meja.


"Kak Erwin, Zee?"Ucap Luna dengan mata yg sudah berkaca_kaca.


"Iya kenapa Kak Erwin? "tanya Zee penasaran.


"Kak Erwin mutusin gw Zee... huwaaaaa.. "tangis Luna pecah, yg membuat Zee sedikit kelabakan.


"Lo tenang dulu Lun, cerita yg jelas ke gw!"Zee beranjak berdiri menghampiri Luna yg duduk disebrang meja kasir Zee.


"Mas Rahul, minta tolong ambilin air minum dong? "Ujar Zee mengangkat sebelah tanganya ke arah pria yg bernama Rahul, yang sedang sibuk mengelap meja tamu.


Tak lama pun Rahul datang membawa segelas air putih, lalu ditaruhnya di atas meja kasir. Zee berusaha menenangkan Luna yg masih menangis, sesekali Zee mengusap air mata sahabatnya itu.


"Ya udah, sekarang lo minum dulu! "Zee menyodorkan gelas air putih itu ke tangan Luna, dan Luna hanya menyecapnya.


"Kapan hari, gw pernah mergoki Kak Erwin jalan sama cewek lain, tapi gw masih berusaha diam, karena gw gak punya bukti nuduh dia yg macam2! "ujar Luna membuka suaranya Lagi.


"Terus kenapa lo yang diputusin? "tanya Zee yg sudah duduk disamping Luna, menatap Luna serius.


"Sebelum gw sempat tanyain siapa itu cewek, Kak Erwin bilang kalo itu Pacar barunya, Kak Erwin bilang dia udah muak dengan sifat posesif gw, dia udah bosen jalan sama gw... huuuuu.... huuuu... "Jelas Luna, kembali menangis.


"Lo yang sabar,gw tau lo cewek kuat Lun, mungkin Kak Erwin bukan yang terbaik buat lo! "Zee menarik Luna ke dalam pelukanya, berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Tapi gw gak mau putus Zee, lo tau rasanya kan ditinggal pas lagi sayang_sayangnya tuh kaya apa! "Luna melepas pelukan Zee, terlihat amarah dari mata Luna untuk sang kekasih yang telah menjadi mantan.


"Kita beda kasus Lun, sekarang lo udah jelas2 denger dari Kak Erwin kalo dia udah punya cewek lain, dan lo udah ngelihat dengan mata kepala lo sendiri kak Erwin jalan ma cewek lain, terus apa yang mau lo pertahanin! "Zee menggenggam tangan Luna


"Terus gw harus gimana Zee? "

__ADS_1


"Lupain Kak Erwin, kalo dia bisa ngelupain lo, kenapa lo gak bisa! "


"Gak bisa Zee! "


"Lo belum mencoba"


"Tapi, susah"


"Pelan_pelan Lun! ada gw dan Bang Aryo sahabat lo, yang selalu ada buat lo! Dan inget, kurangin sifat posesif lo, gak semua orang nyaman di posesifin, buat pelajaran lo kedepanya! "Nasehat Zee untuk Luna.


"Makasih Zee, gw udah agak sedikit tenang!"


"Dan yang paling penting, Alloh itu udah nyiapin seseorang yang terbaik diantara yang terbaik buat lo! "Luna mengangguk pela, dan tersenyum menatap Zee.


"Tapi, Oh sehun gw Zee? "Zee menjeb sekilas mendengar Luna yg kembali merengek.


"Lupain Oh Sehun, kan masih ada Song Jong Ki, gak dapet yang perjaka, yg Duda boleh juga, tanya tuh sama Indira gimana rasanya pacaran sama Duda! "Goda Zee,dengan mengerlingkan matanya.


"Kalo dudanya kaya Song Jong Ki, gw juga mau keles" Wajah Luna kembali ceria, meski terlihat sembab di matanya.


"Kalau yang perjaka masih banyak stocknya ngapain harus cari yg duda! "Suara barithon itu seketika mengalihkan pandangan Luna dan Zee ke arah orang yg sudah duduk dikursi kasir Zee.


"Cowok dilarang nimbrung, ini urusan cewek!" Ujar Zee ke orang yang tengah bersedekap di hadapanya."Mas... Mas Rendra" Zee menggoyangkan telapak tangan kananya di depan wajah renda yang tak berkedip memandang Luna.


"Eh.. Sorry" Rendra tersadar


"Sstt.. sstt.. Siapa Zee? "Luna menyenggol lengan Zee sambil berbisik.


"Hhmm.. tadi aja nangis kejer, giliran lihat yg beginian langsung melek mata Lo! "Zee kembali mendengkus, menoleh ke Luna yg sedang tersipu malu dipandang oleh Rendra.


"Yakin nih, mau dipandang aja gak mau kenalan? "Goda Zee pada Rendra sambil melirik ke Luna.


"Rendra" Rendra mengulurkan tanganya ke arah Luna


"Luna" Luna pun nenerima uluran tangan Rendra.


Ekhem... ekhem...


Suara Zee menyadarkan Luna dan Rendra yg tengah berjabat tangan sepersekian detik tanpa berkedip dan saling memandang.


Zee, Luna dan Rendra pun akhirnya larut dengan obrolan basa_basi mereka, tanpa mereka sadari para pengunjung kafe sudah mulai berdatangan, karena jam makan siang pun tiba, begitulah situasi di dalam kafe selalu ramai pengunjung di jam istirahat.


Rendra akhirnya pamit kembali ke Pantry, untuk menyiapkan pesanan dari para pelanggan, dan Luna pun pamit pulang dengan wajah yang berseri_seri. Setelah sebelumnya bertukar nomor kontak dengan Rendra.

__ADS_1


*Selalu jaga kesehatan ya para Readers dari Virus yang lagi Booming saat ini, Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan perlindungan oleh ALLOH SWT. Aaaaammmiiiinnn... 🙏🙏🙏


Jangan lupa Like dan Komenya ya? 😘😘😘*


__ADS_2