
Seusai menunaikan sholat dzuhur, Zee berniat mengajak Aryo untuk berkeliling di sekitaran taman yang ada dirumah sakit, hanya sekedar menghirup udara diluar ruangan, mengingat cuaca tidak begitu terik.
"Bang, kita keluar yuk? "
"Kemana dek? "
"Kita keliling sekitaran taman sini aja!"
"Enggak ah, Abang malu buat keluar! "
"Kenapa harus malu si Bang? "
"Kamu kan tahu kondisi Abang sekarang kaya gini, Abang minder Dek? "
"Kenapa harus minder si Bang? Abang itu masih Ganteng kok, masih sama seperti dulu, 11_12 lah ya ma oppa SIWON, tapi senyumnya mirip MARIO MAURER.
(Bayangin deh tuh pemirsah, muka mirip Oppa Siwon tapi kalo senyum mirip Mario Maurer, begitu kira2 deskripsinya si Babang Gemez versi Author... π€π)
"Iya, itu kan dulu Dek? "
(eh... Narsis juga ternyata cowok gw.. hihihi)
"Gak dulu, gak sekarang Abang itu masih tetap sama dimata aku, udah hayuuk kita jalan2, biyar Abang jadi Fresh kena udara luar."
Semenjak sakit beberapa tahun terakhir Aryo memang tidak pernah keluar meski hanya untuk menghirup udara segar apalagi untuk bersosialisasi, selain karena memang kondisi fisik yang lemah Aryo juga merasa minder dengan kondisi badanya yang semakin kurus, wajah yang semakin tirus dan rambut yang rontok akibat kemoterapy yg dijalaninya, namun kini Zee ingin kekasihnya itu bangkit lagi. Yang terpenting sembuh dulu, baru nanti penampilan fisik mengikuti.
Untuk menutupi rasa minder sang Pacar, Zee rela keluar dari area rumah sakit hanya untuk membeli Shal dan Topi untuk kekasihnya itu.
"Sekarang udah siap, tuh kan udah kelihatan cakep lagi kan? "Zee menghadapkan Aryo pada sebuah cermin setelah Zee memasangkan Shal dan Topi untuk Aryo.
Aryo pun tersenyum melihat pantulan dirinya dicermin "Seenggak nya dengan begini, tidak terlalu buruk" batin Aryo
Mereka berdua pun akhirnya keluar dari kamar perawatan Aryo, Aryo duduk dikursi roda yang didorong oleh Zee menuju taman Rumah sakit.
Zee kini sudah duduk dibangku taman yang bersebelahan dengan kursi roda Aryo, bukan Aryo tidak bisa berjalan namun Zee hanya takut kekasihnya itu kelelahan mengingat kondisi Aryo yang baru saja membaik.
"Bang, tadi pertanyaan aku belum Abang jawab! "Zee menoleh ke arah Aryo yg sedang duduk disebelahnya dengan pandangan lurus ke arah kolam buatan yang ada ditengah taman itu.
__ADS_1
"Yang mana? "
"Soal hubungan Abang dengan Mas Doni"
"Maaf dek bukan maksud Abang menyembunyikan dari kamu, tapi hampir semua Orang tidak ada yang tahu kalau kami kakak beradik, kecuali Ivan.
Aryo menjelaskan kepada Zee alasan mengapa dia tidak memberi tahunya. Awalnya Aryo ingin memberi tahu Zee, namun sempat ditunda ketika Aryo mendapati sang Abang menatap Zee dengan tatapan yang berbeda saat mereka tengah bernyanyi bersama waktu acara perpisahan kala itu. Dan secara tidak sengaja Aryo melihat Zee dan sang Abang tengah jalan berdua di sebuah Mall, disitu Aryo melihat senyum bahagia dari bibir Zee. kala itu Aryo sudah di Vonis terkena kanker otak stadium 2.
Dari situ Aryo berfikir untuk tidak memberi tahu sang Abang tentang hubunganya dg Zee, dan Aryo mengurungkan niatnya untuk memberi tahu Zee tentang hubunganya dengan sang Abang.
Aryo beralasan, dia hanya ingin melihat Zee berbahagia bersama orang yang mencintainya setelah dirinya tiada nanti dan Aryo mempercayakan itu kepada sang Abang yang juga mencintai gadis yang sama dengan dirinya.
"Jadi Mas Doni juga tidak tahu dengan hubungan kita Bang? "
"Tidak, dan kalau pun dia tahu pasti dia tidak akan pernah mau menggantikan posisi aku dihati kamu, dan Abang merasa bang Doni adalah orang yang tepat untuk membahagiakan kamu. namun takdir berkata lain disaat Abang sudah merasa lelah dan putus asa dg kondisi Abang, Alloh mempertemukan kita kembali, dan kamu datang sebagai penyemangat hidup buat Abang.
"Dan Abang tahu, meski ragaku bersama Mas Doni tapi nama Abang tidak pernah bergeser sedikitpun dari hati Aku."
"Terus kenapa Abang merahasiakan penyakit Abang dan Abang tiba2 menghilang begitu saja? "
"Abang hanya tidak ingin melihat kamu sedih dek dan Abang berfikir dengan Abang meninggalkan kamu tanpa alasan yg jelas itu akan membuat kamu benci dg Abang.
"Terima kasih untuk Cinta kamu yang begitu besar untuk Abang, semoga Abang masih diberi kesempatan kedua oleh Alloh untuk membahagiakan kamu Dek"
Zee pun tersenyum dan menggenggam erat tangan Aryo ketika mendengar peryataan dan harapan kekasihnya. "Aamiiiinn"jawab Zee dg mata yg sudah berkaca_kaca.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Menjelang sore hari Zee dan Aryo pun kembali ke Ruang perawatan Aryo. dibaringkan kembali tubuh kurus Aryo diatas brankar.
Zee masih setia duduk di kursi yg berada disamping brankar Aryo, sembari melantunkan Ayat2 suci Al Qur'an setelah sebelumnya Zee menunaikan shalat ashar nya.
Setelah selesai dengan aktifitas mengajinya, Zee pun bergegas melipat mukenah dan sejadahnya kembali. dan dilihatnya Aryo sudah terlelap dalam tidurnya, Zee pun sejenak ingin membaringkan tubuhnya di atas sofa panjang yg berada diruangan itu, belum lama berbaring ada suara pintu terbuka
Ceklek
"Assalamualaikum" sapa Indira ketika masuk
__ADS_1
"Waalaikum salam... Eeh lo ndi, sini duduk? "
Zee membangunkan tubuhnya kembali dan Indira pun menghampiri Zee dan duduk di sebelah Zee.
"Jan kenceng2 kalo ngomong, Bang Aryo baru aja tertidur"
"Owh.. okeh!"
"Lo udah makan belum, yuuk kekantin gw yang traktir! "
"Masih kenyang gw ndi, lagian Bang Aryo tidur gak mungkin gw tinggal keluar, takut dia bangun,nyariin gw! "
"Oh yaudah kita disini aja ngobrolnya, jadi, kok bisa lo ada disini? "
Zee menceritakan semua mulai A sampai Z ke Indira "Jadi Pak Doni itu Abangnya Bang Aryo?"tanya indira ketika semuanya diceritakan oleh Zee
"Hhmmm... "Zee hanya berdehem diiringi anggukan dari Zee"Terus hubungan lo ama Pak Doni gimana? "lanjut Indira yg masih penasaran dengan hubungan Zee dan Doni yg diketahui Indira Doni sudah naksir Zee sejak bangku SMK
"Yah bisa dibilang Putus sebelum Pacaran, gw sempet deket dg Mas Doni,tp gw gak mau berkomitmen dg siapa pun, gak tau kenapa hati gw masih berat ngelupain Bang Aryo.
"Mungkin ikatan batin kalian terlalu kuat, dan lagian nih ya, lo beruntung banget dicintai ma babang2 tamvan kaya mereka berdua"
"Yah begitulah... terus lo sendiri kok bisa nyasar dimari, bukanya lo waktu itu mutusin buat nikah muda ya? "
"Awalnya gitu Zee, tapi calon suami gw kecelakaan,dia meninggal tepat 3hari sebelum hari pernikahan kita"Zee langsung memeluk sahabatnya itu "Gw turut berduka cita ya ndi? "lanjut Zee setelah melepas pelukanya
"Makasih Zee"ucap Indira dengan bulir air mata yg lolos dari sudut matanya lalu Zee mengelus_elus bahu sahabatnya itu untuk menenangkan Indira yg tampak masih berduka atas kepergian sang calon suami. "Lalu gw dikirim ke kota ini oleh orang tua gw, gw disuruh nerusin pendidikan gw, orang tua gak mau gw terus terpuruk, gw disini ikut tante gw! "lanjut indira yg sudah mulai tenang
"terus lo kuliah jurusan apa kok bisa dirumah sakit ini? "
"Gw ambil jurusan D3 keperawatan, disini gw lagi ada tugas praktek selama satu bulan.
"Kok bisa lo ketemu Bang Aryo? "
"Awalnya gw kaget pas gw ikut visit ama Dokter yg nanganin Bang Aryo, Bang Aryo pun sempat kaget liat gw disini, tp gw gk bisa bertanya apapun ke Bang Aryo,cuma yg gw denger kalo bang Aryo pasien kanker yang sedang menjalani perawatan kemoterapi di rumah sakit ini. nah pas gw udah pulang praktek gini, gw sempetin jengukin bang Aryo, sekalian Kepo kenapa dulu dia ninggalin lo.
Bang Aryo udah ceritain semua alasan kenapa dia ninggalin lo, disitu gw terharu denger crita dari dia, ternyata apa yg lo khawatirin tentang keadaan bang Aryo itu benar adanya.
__ADS_1
Kecuali yang itu tadi hubungan dia ma Pak Doni dan ternyata bang Aryo jg ada niatan jodohin lo ma abangnya. itu gw gak tau dan bang Aryo gak cerita."
Obrolan panjang Lebar Zee dan Indira harus terhenti, karena Indira harus segera pulang setelah menerima telfon dari tantenya bahwa orang tua Indira datang berkunjung.